Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 1, Chapter 4: Results, Part 3


__ADS_3

Setelah Han mengurus semua barang-barangnya yang dia rasa penting, dia kembali ke rumahnya. Ketika dia sudah sampai ke rumah dengan handphone barunya, Mama Han tiba-tiba mengejar Han di ruang tamu.


“Han, Han, Han.”


“Kenapa Ma?”


“Mama tukar handphone sama kamu boleh tidak?”


“Ma, barangku sudah Mama bagi-bagi ke teman-temannya Mama terus sekarang mau tukar HP?! Yang benar saja Ma!”


“Ayolah Han!!!! Mama juga mau handphone itu! Itu handphone kameranya paling bagus! Kamu jadi anak kok ga berbakti sama orang tua?”


“HAA??? MA! AKU INI NEGOSIASI SUSAH-SUSAH BUAT DAPAT KARTU KREDIT BEBAS BUNGA, BEBAS IURAN, INI KAN AKU SENDIRI YANG BELI!”


‘Bentar Han, bebas iuran, bebas bunga?? Mama pinjam kartu kreditmu aja gimana?”


“Yaa, aku ga ada niat untuk pakai lagi sih.”


Tiba-tiba Mama Han pun sangat senang, dia lalu menelpon kepada teman-temannya untuk mengembalikan barang-barang yang sudah dikasih itu secepatnya.


“Sis, aku minta tolong semua barang-barang yang aku giveaway itu besok sudah kembali!”


Mama Han pun meliriknya, dan dia mengatakan dengan nada yang sedikit menggoda Han sambil tersenyum. Han yang melihatnya dengan tatapan yang tajam pada awalnya pun menutup matanya dan menghembuskan nafasnya.


“Ini kartunya Ma. Tapi tagihannya bisa masuk ke rekeningku.”


Mama Han yang melihat kartunya pun kaget, karena dia tidak menyangka kartu yang dibawa oleh Han adalah Black Card.


“BLACK CARD!!! KAMU KOK BISA DAPAT BLACK CARD! MAMA MAU PUNYA BLACK CARD SAJA, PAPAMU GA PERNAH MAU KASIH! KAMU KALAU GA PUNYA PACAR SAMPAI UMUR 30 TAHUN PUN MAMA TIDAK APA-APA KOK!”


Han yang melihat Mama Han berkata seperti itu pun merenungkan dirinya


“Kebiasaan betina, kalau dikasih yang mewah langsung jadi baik. Padahal kemarin-kemarin anaknya sendiri dipanggil iblis.”


Mama Han langsung pergi dari rumah, entah kemana.


Han yang ingin melakukan pengaturan di handphone barunya, melihat sosial medianya sudah dihujani pesan. Pesannya pun sama semua


*Oh\, dia ga jadi mati\, cuma jadi viral*


Bahkan sahabat-sahabatnya pun tidak peduli tentang Han, karena sudah diluruskan oleh Tobe dan Ryuu. Teman-teman kuliahnya pun juga tahu dari mereka yang ikut pergi ke pegunungan itu.


Tiba-tiba, ada pesan di Instugrum dari seseorang yang dia tidak kenal.


“Han, kamu gimana sekarang? Udah sehat belum?”


Itu rupanya Maylene, pacar dari Tobe. Dia terus mengkhawatirkan Han yang penuh dengan darah di kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Pesan itupun sudah 3 hari lamanya dan Han baru saja membaca.


“Aku masih hidup kok.”

__ADS_1


Dengan cepatnya Maylene membalas tulisan Han, seolah-olah dia adalah pengangguran.


“Syukurlah, oh ya Han.”


“Apa?”


“Besok kamu kosong?”


“Aku libur sih, memangnya ada apa?”


“Ayo pergi.”


Han yang membaca itu tiba-tiba matanya melotot dan bingung.


“Apa? Kamu mengajakku pergi? Maksudmu apa? Kamu ga salah tulis ini?”


“Enggak, aku enggak salah nulis. Serius aku, aku mau mengajakmu pergi, besok jam 9 di WacDonul. Oh ya, jangan bilang ke Tobe yaa. Ini rahasia kita berdua. :D”


Han yang mengiyakan ajakannya itu pun bingung, ada sebuah kegelisahan yang mendalam.


“Aku tidak menyangka, dia mengajakku untuk berselingkuh. Tobe adalah sahabatku, aku tidak mungkin mengkhianatinya. Tapi kalau perempuan seperti Maylene, siapa laki-laki yang mau menolak ajakan tersebut. Tobe, maafkan aku. Aku tidak akan memberitahumu tentang Maylene.”



Dua jam sebelumnya, Maylene berada di kelasnya. Universitas Maylene sudah selesai masa liburnya. Dia yang sedang melihat Instugrumnya, tiba-tiba melihat video yang berasal dari akun @goodfate. Video itu sudah ditonton sebanyak 100 ribu kali, tanpa menyebar kemana-mana selain grup pesan keluarga.


“Hmm, siapa yaa. Aku pernah kok bertemu dengannya. Siapa tapi? Eh tunggu, ini kan Han, temannya Tobe.”


Yoru yang sedang melewati Maylene yang sedang menonton video itu tiba-tiba berhenti dan memanggil Maylene sambil melihatnya sambil nada terkejut.


“Lho, itu kan aku yang ada di videonya.”


“Oh, Yoru rupanya. Oi... tunggu sebentar. Ulangi lagi Yoru?!”


“Iya, itu aku.”


Maylene yang kaget pun bertanya kepada Yoru, dia masih tidak percaya kalau perempuan yang di video itu Yoru.


“Hey, kamu tidak apa-apa kan habis itu? Yang laki-laki gimana? Dia tidak berbuat apa-apa kan ke kamu?”


“Oh, enggak kok, aku malah berterima kasih kepadanya.”


Maylene yang mendengarkan jawaban Yoru pun akhirnya lega, namun Maylene melihat jaket yang dipakai Yoru hanya tersisa lengan kiri. Matanya pun diangkat dan menatapnya dengan sedikit sipit, mulutnya terbuka namun tidak besar juga. Dia menanyakan itu kepada Yoru dengan nada yang kebingungan.


“Umm, Yoru. Bukannya ini aneh yaa, kenapa kamu pakai jaket yang sudah sobek lengannya? Tidak seperti biasanya juga.”


“Oh, ini jaketnya laki-laki itu. Jaketnya tipis, jadi enak juga dipakainya. Ukurannya pun sesuai sama aku. Hahahaha, aneh kan aku pakai jaket dari orang yang ga aku kenal.”


“Jepit rambutmu, aku tidak melihat jepit rambutmu.”

__ADS_1


“OH YA, DIMANA YAA?! JANGAN-JANGAN JEPITNYA JATUH DI KELAS! GIMANA INI!”


“Yaa, seperti inilah Yoru yang aku kenal. Selalu melupakan aksesorisnya berada entah dimana.”


“M-May!!! Bantu aku cari jepit rambut itu! Siapa tau ada di kelas!”


“S-Sejak kapan jepit rambutmu menjadi urusan yang begitu penting bagiku? Cari aja sendiri sana!”


“Hehhh, ayolah May! Sekarang kan kamu yang ada disini.”


Wajah Yoru yang begitu sedih penuh kekecewaan itu membuat Maylene berpikir dua kali. Akhirnya Maylene mau membantu Yoru untuk mencarinya di kelas.


“Iya, iya. Aku carikan jepitmu.”


“Terima kasih, Maylene!”


Akhirnya mereka berdua menuju kelasnya yang sudah tidak ada orang lagi. Mereka mencari-cari di kelas itu dan hasilnya juga tidak ada sama sekali.


“M-May, jepitnya benar-benar hilang!”


Yoru yang terus merengek itu membuat Maylene cukup kesal. Maylene tiba-tiba menghembuskan nafas dan mulai mengalihkan topik pembicaraannya.


“Hey, Yor, sebenarnya seperti apa laki-laki yang menyelamatkanmu itu.”


Wajah Yoru tiba-tiba penasaran akan pertanyaan itu, akhirnya dia menjawab sesuai dengan apa yang ada di pikirannya saat ini.


“Umm, dia itu laki-laki yang idiot, penuh logika, dan kelihatannya membosankan. Namun begitu, dia juga kelihatan norak dan cukup nekat.”


Maylene yang mendengarkan Yoru itu hanya menafsirkan perkataan dari Yoru di dalam benaknya.


“Umm, dia itu laki-laki yang baik, penuh perasaan, dan tidak membosankan sepertinya. Dia juga terlihat keren dan pemberani. Ahh, bagaimana aku tidak menyukainya walaupun aku tidak mengenalnya.”


Maylene yang tersenyum-senyum sendiri membuat Yoru bingung, dia lalu mengintimidasi Maylene.


“Kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak yaa. Bukan berarti aku memiliki perasaan kepadanya! Aku, aku bahkan tidak mengenalnya.”


“I-Iya…”


Maylene pun membuat inisiatif untuk mempertemukan mereka berdua, berhubungan Maylene sudah memiliki Instugrum dari Han.



Keesokan harinya, jam 9 di WacDonul. Han melihat seuatu yang tidak dia duga, dengan ekspresinya yang terkejut dia bertanya kepada Maylene. Yoru yang ada di belakang Maylene, dengan memakai jaket dari Han itu sedang malu-malu memalingkan wajahnya.


“Maylene…. Ke-ke-kenapa ada Yoru disini???”


 


 

__ADS_1


__ADS_2