
*BAK! BAK! BAK!*
“WOI! BUKAKAN PINTUNYA! AKU BILANG BUKAKAN PINTUNYA!”
Maylene yang berteriak dengan kencang itu memukul kaca mobil dari Han, namun tidak didengarkan oleh Han dia lalu mencoba paksa untuk membuka mobil dari dalam. Wajahnya yang penuh dengan emosi itu tiba-tiba menerjang kursi dari Han. Wajahnya yang bingung itu benar-benar pusing melihat tombol-tombol yang ada di mobil.
“E-to, yang mana yaa ini? Oh, kayaknya yang ini!”
Yang ditekan adalah tombol jendela, sehingga tidak terjadi apa-apa. Maylene berusaha untuk mencari tombol lainnya, dia menemukan tombol kunci di dekat tombol jendela.
“Yes! Yang ini harusnya!”
Maylene berhasil membuka tombol pintu-nya, dia akhirnya membuka pintu mobil tersebut.
Seperti yang diketahui, jika mobil dibuka dari dalam saat terkunci, maka mobil itu akan mengeluarkan suara-suara darurat.
Suara mobil itu begitu kencang saat Maylene turun dari mobil. Dia terlihat panik, dengan wajah yang menoleh ke arah kanan dan kiri dia berjalan di tempat. Matanya terlihat kebingungan di saat mobil itu sedang bersuara dengan kencang.
Banyak orang yang melihat itu segera mengamankan Maylene karena mereka menduga Maylene adalah pencuri mobil.
“PENCURI!!!!!! DIAM DI TEMPAT!!!!!”
“ANGKAT TANGANMU, PENCURI!!!!!!”
Maylene semakin ketakutan, dia tidak dapat berpikir jernih dan mengatakan dengan wajah yang panik. Suaranya yang nyaring didengar itu membuat orang-orang di sekitarnya semakin agresif untuk menahan Maylene.
“Pak!!!! Saya bukan pencuri! Tadi, pacarku menahanku di-.”
“DIAM DI TEMPAT! JANGAN BERGERAK!”
“KEKKKKKKK!!!!!”
Maylene yang berteriak itu benar-benar membuat gaduh di tempat parkir, ditambah dengan suara alarm mobil yang tidak kunjung henti. Namun setelah 2 menit Maylene dikatakan sebagai pencuri, mobil itu tiba-tiba berhenti mengeluarkan suara. Banyak orang yang melihat ke arah seorang laki-laki yang berjalan menjemput perempuan yang panik itu. Dengan berjalan tegak, orang-orang itu mulai membukakan jalannya dan membiarkan orang itu lewat.
“Maaf, aku mengunci temanku di dalam mobil. Wajar saja dia panik sekarang.”
Wajahnya yang awalnya begitu serius tiba-tiba berubah menjadi orang yang terlihat bodoh sekarang. Maylene yang dijemput oleh Han itu terlihat senang di awal, wajahnya yang terlihat bahagia itu akhirnya ikut dengan Han ke dalam pintu masuk mall.
Setelah mereka masuk, Maylene baru mengubah ekspresinya menjadi perempuan yang sangat marah sekarang. Dia benar-benar sebal dengan perlakuan Han yang menguncinya di dalam mobil.
“KAMU YA! KENAPA KAMU MENGUNCIKU DI DALAM MOBIL! AKU BINGUNG, TAU!”
Namun Han pun membalas dengan wajah yang santai. Dia mengatakan bahwa itu kesalahan dari Maylene sendiri, kenapa dia tidak kunjung turun dari mobilnya.
“Salah siapa tidak turun dari mobil? Kenapa kesalahanmu menjadi kesalahanku? Aku kan sudah kasih waktu tadi.”
“Ya kan kamu harus membukakan pintuku! Aku kan ‘pacar’mu sekarang! Sudah sepantasnya kamu membukakan pintu! Supirku aja membukakan pintunya kepadaku!”
Maylene yang menjawab itu dengan sinis membuat Han sangat sebal, lalu dia dengan tawa jahatnya dan penuh sarkas itu menjawab Maylene yang menjawab Han dengan cukup angkuh.
“Oh, kalau begitu kamu lebih baik minta supirmu aja kemana-mana. Besok kan aku ke tempatnya Yoru, nah kamu minta sama supirmu buat pergi ke rumahku, dibukakan layaknya seorang putri kerajaan, dan ditonton dengan seisi keluargaku! Aww! Aku menantikan itu, bagaimana reaksi keluargaku ketika melihatmu besok!”
Maylene yang disindir itu tiba-tiba marah, wajahnya yang memerah itu benar-benar tidak dapat menahan amarahnya kepada Han sekarang. Dia ingin memukul Han pada saat mereka jalan.
“Kau!!! Aku benar-ben-!”
“Lho, Han? Tumben kamu kesini!”
Namun, suara itu berasal dari depan Han. Suara itu berasal dari orang yang sangat dia kenal, dan orang itu sedang bersama perempuan di sebelahnya. Han menyapa kedua orang itu karena Han kenal dengan mereka, namun Maylene hanya terkejut ketika melihat Han yang sedang menyapa seseorang.
“Ya, Halo, Nagi, Yui.”
“Aku tidak menyangka kamu pergi kesini… dan kamu…?”
Yui yang bertanya kepada Maylene yang bingung itu mengubah ekspresi Maylene seketika. Dia dengan lantangnya memegang dadanya dan memperkenalkan dirinya di depan dua orang itu seperti anak kecil yang sangat terfantasikan oleh cerita anak-anak.
“Namaku Maylene! ‘Pacar’ dari Han, satu-satunya perempuan yang sangat diberkati oleh Dewi Langit! Berbahagialah, karena kalian mengenal diriku sekarang!”
Namun Han dan Nagi yang bertatap muka itu memberikan wajah yang cukup kecut dan membuat Nagi mengejek dirinya. Suaranya yang pelan itu cukup terdengar oleh Han dan Han menganggapi dengan wajah yang cukup sedih.
“Oi, kamu bisa dibully lagi lho walaupun kamu membawa pacar nanti.”
“Aku juga merasa begitu, lebih baik aku makan di lantai lagi daripada di meja dan dibully karena aku membawa perempuan yang sakit mental di sebelahku.”
Maylene yang mendengarkan reaksi kedua orang itu tiba-tiba membatu, dia tidak dapat berpikir jernih sekarang dan mulai berteriak dan mengomel kepada kedua laki-laki itu.
“Kalian laki-laki sama aja! Kenapa kalian in-!”
__ADS_1
“Ayo, tenang-tenang. Bagaimana kalau kita pergi mencari makan.”
Yui yang menyela Maylene mengomel itu mengajak semuanya untuk makan bersama.
Mereka pergi makan di restoran masakan Italia, yaitu pizza. Mengapa Yui memilih pizza? Karena pizza itu sangat murah jika dibagi berempat.
Di meja makanan itu, Han dan Nagi saling berbicara dengan wajah yang serius. Sepertinya ada sesuatu yang ingin diceritakan oleh Nagi kepada Han.
“Han, aku kemarin bertemu dengan orang yang mematahkan kakiku. Dia baru saja keluar dari penjara dan meminta maaf kepadaku tentang apa yang terjadi di saat itu.”
Han yang mendengarkan itu tiba-tiba sedikit tegang, dia teringat dengan kejadian yang pernah dialami dua tahun yang lalu itu. Dengan wajah yang pucat, Han mempertanyakan sikap Nagi yang bisa sesantai itu saat menceritakan tentang kejadian dua tahun yang lalu.
“Oi, Oi, Oi! Kenapa kamu bisa sesantai itu!”
“Aku tau, aku tidak bisa santai membicarakan ini, tapi dengarkanlah aku. Sepertinya dia itu dibayar untuk merusak kakiku!”
“HA?! Jangan bercanda! Siapa yang membayar orang itu!”
Han yang sedikit geram ketika mendengarkan Nagi itu membuat Nagi sedikit serius ketika menjawab Han yang geram itu.
“Orang yang menyuap temanku berada di satu sekolah yang sama denganmu saat itu.”
“HA???”
Han yang kaget itu membuat para-para perempuan yang mendengarkan mereka berbicara dengan serius itu sedikit risih dengan apa yang mereka bicarakan. Maylene mulai mengomel ke arah Han yang berbicara dengan nagi itu.
“Berisik! Kalian tidak ada tempat untuk berbicara topik itu?”
Han yang mendengarkan Maylene mengomel itu membalasnya dengan wajah yang sedikit geram dan melihat ke arah Maylene.
“Diamlah, kau perempuan!”
“Apa katamu!!! Aku disini juga punya hak untuk berbicara!”
Seperti biasa, Han dan Maylene lagi-lagi saling mengomel, namun Yui pun menenangkan mereka berdua dengan wajah tersenyum dan menutup matanya.
“Hey, hey. Tenanglah kalian berdua! Kalian bisa mengganggu orang banyak lho.”
“Hmm benar juga kamu. Dengar itu May! Jangan ganggu orang lain kenapa!”
Han benar-benar menghiraukan Maylene saat ini, dan Maylene sekarang berbicara kepada Yui. Yui begitu penasaran dengan hubungan mereka berdua, karena dari awal mereka bertemu mereka selalu saja bertengkar. Dengan wajah yang penasaran itu, Yui bertanya kepada Maylene yang sedang memakan pizza-nya.
“Hey, hubunganmu dengan Han itu seperti apa?”
“Bwek!!!!”
Maylene tersedak tiba-tiba, dia lalu mencari minumnya dan meminum minuman itu. Setelah dia meminum minuman itu, dia mulai menjawab pertanyaan Yui dengan wajah yang malu. Wajahnya yang memerah itu pun mengangkat kedua tangannya dan menjawab Yui dengan nada yang tinggi.
“Eh-Eh! Hu-Hubunganku dengan Han??”
“Iya, hubunganmu dengan H-a-n.”
“O-Oh, kita baru saja bertemu, dan… kita saling mencintai. I-Iya! Benar! Kita saling mencintai! HAHAHAHAHA!”
“Blough!!!!!”
Han yang sedang minum soda itu tiba-tiba menumpahkan soda-nya saat dia mendengarkan Maylene berkata seperti itu. Tenggorokannya saat ini benar-benar sakit dan dia ingin pergi ke toilet. Suara Han yang begitu serak membuat Nagi khwatir ketika melihat saudaranya itu pun pergi menemani Han yang tersedak itu.
“A-Aku mau ke to-toilet!”
“Yui, jaga si perempuan beringas ini ya! Aku mau pergi bersama Han!”
“B-Beringas?! Apa kau mengejekku?!”
“Iyaaaaaa!”
Han dan Nagi akhirnya pergi ke toilet, namun Yui dan Maylene masih melanjutkan pembicaraan mereka. Yui benar-benar penasaran dengan Maylene yang mengaku sebagai ‘pacar’ dari Han, dengan wajah yang penasaran itu dan matanya yang berseri-seri membuat Maylene harus berbohong lebih lanjut ke arah Yui.
“Hey, seberapa banyak kamu mengenal Han?”
Maylene benar-benar berada di kondisi dimana dia tidak bisa berbohong, dia sudah terpojokkan sekarang dan harus menjawab jujur. Tidak ada kebohongan lagi yang bisa terucap dari mulut Maylene saat ini.
“Hee, kita lihat. Pertama-tama, dia benar-benar maniak olahraga! Kamu tau, saat kita berkenalan, dia menghabisiku dan teman perempuanku dengan telak!”
“Dia memang terkenal di SMA kalau urusan olahraga, lanjut.”
“Terus, dia punya mobil banyak dan rumahnya benar-benar besar!”
__ADS_1
“Aku selalu mengunjunginya karena aku pacar dari Nagi setiap Festival Lunar!”
Yui selalu mencela Maylene yang menjawab itu. Maylene benar-benar buntu dan dia harus menyebutkan aib dari Han, mulai yang sering mengerjainya, memarahinya, maupun Han yang sempat menjualnya. Karena Maylene tidak ada pilihan lain saat ini. Dengan ekspresi yang menyebalkan, Maylene bercerita kepada Yui yang berada di depannya
“Han itu benar-benar laki-laki yang jahat! Dia selalu mengerjaiku kapanpun aku lengah. Dia selalu memarahiku karena aku bertindak tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan! Lalu kamu tau, aku hampir dijual oleh Han di Lions Pore saat kita berkencan disana!”
Yui yang mendengarkan itu tiba-tiba terkejut, dia tidak habis pikir bahwa Han hampir menjual seorang perempuan di negeri orang.
“Me-Menjual?! Maylene, apakah kamu serius?!”
“Serius! Aku hampir dijual olehnya! Dia bertaruh dengan om-om berumur! Itu sangat-sangat menghancurkan harga diriku, kau tau!”
“Dasar Han! Kau benar-benar baji-!”
Ketika Yui ingin marah, Maylene dengan cepat mencela amarah Yui yang ingin meluap itu. Dengan wajah yang manis karena dia bersandiwara saat ini, dia mulai mengatakan sisi positif dari Han.
“Tapi, dia begitu peduli dengan teman-temannya. Dia juga sering menolongku dan sebenarnya, dia adalah orang yang baik.”
Yui yang awalnya penuh dengan amarah itu tiba-tiba berhenti marah, dia tersenyum dengan pipi yang merah melihat pengakuan Maylene.
“Benar kan. Dia bukanlah orang yang jahat kok.”
Mereka berbincang bahagia di dalam restoran karena mereka begitu cocok. Namun Yui menyadari sesuatu.
Satu hal yang tidak pernah Han ceritakan kepada Maylene.
“Masa-masa kelam SMA Han, kamu tidak tau kan? Mengapa dia menjadi orang yang seperti ini?”
Yui berbicara di dalam hatinya, dengan suara yang murung. Yui tidak tau apakah Han menutup semua ini, atau dia menghapus memori itu sejak Natal. Hal ini membuat Yui sedikit bingung, tapi Yui sendiri tidak ingin mengingat apa yang terjadi di saat Natal itu.
“Oh, aku harus pergi! Bye-bye Yui!”
“Bye!”
Maylene tiba-tiba pergi dan mencari Han yang hilang sejak tadi. Wajahnya yang penuh dengan rasa lelah itu mencari di sepanjang Mall yang sangat luas itu.
“Han!!! Aku sedang mencari…mu…”
Namun ketika Maylene telah berhasil mencari Han, dia memanggil Han dengan suara yang keras namun lama-lama suaranya menciut.
“May, kenapa kamu disini?”
Yoru yang sedang bersama Han itu bertanya kepada Maylene yang kaget itu. Yoru juga melihat ke arah Han yang dia cukup curiga selama ini, mengapa Yoru diajak pergi sore hari.
“Han, apa kau mengajaknya pergi di siang hari?”
“Tidak, dia darimana aku juga tak tau?”
Han membalas dengan wajah yang serius dan terlihat tidak peduli dengan Maylene saat ini. suara yang serius itu berhasil meyakinkan Yoru yang curiga kepada Han.
“OH, BERUNTUNG KALIAN DISINI! SEKARANG KALIAN LATIHAN PACARAN YA! AKU YANG JADI PENGAWAS KALIAN!”
Maylene yang mengatakan itu penuh dengan percaya diri dan senang itu berhasil memaksa Han dan Yoru untuk berlatih berpacaran untuk besok harinya. Karena besok adalah hari yang spesial, Lunar Festival.
“I-Iya…”
Han dan Yoru memulai latihan pacaran mereka dari bermain di tempat bermain, lalu mereka pergi melihat pameran buku di gedung serba guna, dan terakhir mereka makan yoghurt sebelum menutup latihan kencan mereka di Guanghui Mall.
“Hmm, aku akan memberikan kalian nilai 9 dari 100!”
Maylene yang mengatakan itu dengan serius membuat Han dan Yoru menurunkan ekspresinya kepada Maylene. Mereka berdua saling berbicara satu sama lain dengan berbisik, namun bisikan itu dapat didengar oleh Maylene sendiri.
“Hey, sejak kapan dia menjadi juri kita?”
“Aku tidak tau, sejak kapan dia menjadi juri. Dia selalu seperti ini.”
“H-Hey!!! Kalian berdua kenapa jahat sama aku!”
Maylene yang merasa dirinya diperlakukan buruk oleh Han dan Yoru pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah yang menangis. Han dan Yoru yang melihat Maylene menangis itu hanya tertawa melihat temannya bertingkah bodoh itu.
…
Apa yang akan dilakukan Han, Yoru, dan Maylene saat di Lunar Festival nanti?
__ADS_1