
Tobe sendiri sudah bergetar ketakutan ketika melihat Han yang tersenyum itu, sedangkan Maylene bingung dengan apa yang terjadi pada Tobe saat Tobe melihat Han.
“To-Tobe, kau kenapa?”
“Festivalnya, akan dimulai!”
Maylene bingung mendengar kata ‘festival’ dari Tobe, dia tidak begitu paham apa yang dimaksudkan oleh Tobe.
“Fe-Festival?”
“I-Iya! Ini adalah Han yang akan selalu kamu ingat jika dia pergi ke Lions Pore.”
Mereka berdua membuntuti Han yang menuju ke bawah hotel, dan di bawah hotel itu adalah
CASINO
Tempat perjudian yang penuh dengan meja dan permainan kartu maupun mesin, tempat yang sungguh glamour dan fantastis. Terdapat dua lantai, yang pertama adalah penuh dengan meja dan terdapat bar untuk minum, dan di lantai dua adalah permainan arcade yang memakai uang. Tempat judi itu dikunjungi oleh mereka bertiga.
“Wow, keren!”
“Ini pertama kalinya kamu ke Casino, May?”
“JANGAN SOK AKRAB DENGAN AKU! Tapi ini pertama kalinya bagiku.”
Maylene yang masih melihat betapa besarnya Casino itu membuat Tobe sedikit lega, namun Han pun pergi ke bandar casino itu dan menukarkan uangnya dengan chip sebanyak
$ 40,000!
“ANAK ITU SUDAH GILA?! ITU UANG BERAPA YANG DIA PERTARUHKAN!”
Maylene yang melihat Han itu terkejut, wajahnya pucat dan tidak dapat berkata-kata lagi. Tobe yang melihat Maylene itu hanya bersantai saja, tanpa memedulikan Han yang mengeluarkan uang sebanyak itu.
“WOI! Kamu tidak peduli sama dia?!”
“---”
Tobe tidak mempedulikan Maylene, karena Tobe lebih ingin Maylene melihat langsung apa yang terjadi oleh Han setelah ini.
Han sudah pergi dari tempat penukaran itu, dan sekarang Han pergi menuju salah satu meja Pai Gow Poker yang dihuni oleh orang-orang yang memakai jas rapi dan terlihat kaya.
__ADS_1
Pai Gow Poker adalah permainan Poker yang menggunakan 7 kartu, tidak seperti Poker biasa. Yang membuat game ini lebih istimewa adalah terdapat istilah ‘kartu kuat’ dan ‘kartu lemah’. Kartu kuat adalah 5 kartu yang berpotensi memenangkan game dan ditempatkan di bawah, dan kartu lemah adalah 2 kartu yang ditempatkan di atas dan tidak dapat masuk dalam susunan kartu. Permainan ini juga dimainkan oleh bandarnya sendiri,
Untuk memenangkan ronde secara mutlak, ‘kartu lemah’ dan ‘kartu kuat’ harus dimenangkan oleh pemain kartu itu. Urutan kartu terkuat hingga terlemah seperti Poker biasa, dimulai dari: Five of a Kind, Royal Flush, Straight Flush, Four of a Kind, Full House, Flush, Straight, Three of a Kind, Double Pair, Pair, dan posisi terlemah adalah High Card.
Dalam 20 menit pertama yang berarti 4 ronde awal, Han selalu menang mutlak dengan lawan-lawannya membuat Maylene kagum melihat Han. Wajahnya yang kaget dan matanya yang melotot kebingungan itu dimunculkannya, namun Tobe memperhatikan Maylene yang memiliki ekspresi itu.
“May, inilah Han kalo sudah di Casino. Dia adalah maniak perjudian kartu.”
“T-Tapi dia selalu menang. Kenapa kok bisa seperti itu! Apakah dia curang? Laki-laki seperti dia selalu bermain curang!”
Maylene jelas mengingat apa yang terjadi di Dame Sports Center saat bersama dengan Yoru, Han selalu menyembunyikan sesuatu dan Maylene selalu mengatakan bahwa Han curang. Maylene tidak mudah percaya dengan Han jika itu menyangkut ke dalam sebuah permainan.
“Han? Curang? Darahnya dia itu udah ada! Jangan pernah bermain judi melawannya!”
“Kenapa?”
“Lihatlah!”
Han yang tersenyum dengan fokus yang tinggi berhasil mendapatkan $ 60,000 dari orang-orang yang bermain judi dengannya. Alasannya adalah, Han selalu melakukan raise dari kesepakatan awal. Ketika semua orang memulai dengan $ 20, Han langsung menaikkan uang awalnya menjadi $ 10,000.
Orang-orang yang bermain itu terpaksa mengikuti arahan Han, namun di saat Han meningkatan jumlahnya lagi mereka semua sudah terjebak dan tidak bisa membuang kartunya ke bandar.
Han yang mengatakan itu dan menatap tajam bandar serta pemain-pemain lainnya itu seolah-olah memberikan ancaman kepada pemain lainnya dan bandar itu.
“Sebentar Pak! Saya restock chip dulu!”
“Aku… Aku… Aku melarat!”
“Besok aku makan apa coba! Dasar anak muda biadab!”
Semua pemain mengeluh dan pergi dengan sedih ketika mereka sudah dirusak mental-nya oleh Han. Han sudah mengarungi uang cukup banyak, yaitu $ 60,000 di tangannya dan diletakkannya di tas yang cukup besar.
“Gila! Seperti inikah Casino?!”
Maylene yang bergumam di belakang Han dengan suara yang penuh dengan kekaguman itu didengar oleh Han. Han tiba-tiba menolehkan wajahnya ke belakang dan melihat Maylene yang melipatkan kedua tangannya seperti orang yang sedang berdoa dan Tobe yang menyaksikan dengan wajah yang santai.
“Oh, halo May, Tobe. Kalian sedang apa?”
Han yang bertanya itu dengan wajah yang ramah membuat May semakin gugup melihat Han yang berada di meja itu. Tiba-tiba Tobe bertanya kepada Han dengan wajah yang santai.
__ADS_1
“Oh, si tukang marah ini ga ada tempat tidur! Kamu ada kamar kosong kan?”
“W-Woi Tobe! Kau berbicara yang benar ya!”
“Oh, ada sih, nanti aku minta kuncinya ke resepsionis. Oh ya, Tobe.”
“Kenapa?”
“Tolong tukarkan uang ini, masukkan ke tas ini ya.”
Han yang menyerahkan tas-nya kepada Tobe itu mengiyakan permintaan Han. Tobe pun pergi ke resepsionis untuk menukarkan uangnya.
Maylene di sisi lain melihat Han dengan begitu menyedihkan. Dia tidak menduga Han memperlihatkan sisi yang tidak diketahuinya sama sekali.
“A-Apa Yoru mengetahui ini semua?”
“Mana mungkin lah! Tapi kamu melihatnya kan? Jangan beritahu siapa-siapa. Bagaimana?”
Han yang merendahkan suaranya itu membuat Maylene semakin bertanya-tanya kepadanya.
“Tapi kamu sudah memberitahukan kepadaku.”
“Oh, iya juga. Kamu tidak salah.”
Tobe pun sudah menukarkan uangnya, dan menyerahkan uang itu kepada Han yang sedang duduk dengan Maylene. Wajahnya yang begitu kelelahan pun mulai mengeluh kepada Han.
“Oi, tas-nya berat!”
“Iyalah, $ 60,000. Kalo ringan ya namanya $ 100.”
Tiba-tiba, ada orang yang begitu elegan, dia membawa tas kulit yang begitu mahal. Rambutnya berwarna pirang, matanya berwarna biru, dan tubuhnya tinggi itu datang duduk di meja yang sama dengan Han. Orang itu mengambil segelas anggur merah dan menggoyangkan gelas itu.
“Hey kid, do you want to play poker with me?”
“Oh, sure. Why not?”
Bandar itu datang dan duduk di depan mereka berdua. Bandar itu merinding ketakutan ketika melihat Han ditantang oleh seorang laki-laki yang kelihatan kaya dan berumur 40 tahun itu. Di sisi lain, Maylene juga merasakan angin yang begitu dingin di antara kedua orang itu namun tidak untuk Tobe. Tobe tetap seperti Tobe dan santai saja melihat kedua orang itu.
__ADS_1