
Han dan Maylene telah sampai di ‘Zona Hutan’, jarak antara ‘Zona Hutan’ dan ‘Zona Tiga Kerajaan’ terpaut 1-kilometer dan membuat Maylene begitu kecapekan untuk pergi kesana. Dia menghembuskan nafas lelahnya dan mulai mengomel ke arah Han.
“H-Han! apa kita belum sampai?! Aku lapar habis bermain game tadi!”
“Itu di depan kita udah sampai!”
Han yang begitu santai berjalan ke depan itu melihat pemandangan yang benar-benar tidak biasa. Selain karena ramai pengunjung yang ingin melihat dan bermain di tempat itu, juga banyak hewan-hewan jinak yang berkeliaran di sana, tempat yang sejuk untuk pergi makan bersama dan banyak sekali café-café yang buka. Han tiba-tiba dihampiri oleh banyak hewan, mulai dari anjing Shiba, Kucing Scottish Fold, hingga Panda. Han yang melihat sekumpulan hewan itu meraba mereka dengan senyuman yang hangat.
“Yosh, Yosh, kalian begitu menggemaskan.”
Maylene yang melihat hewan-hewan itu pun juga terbinar-binar matanya. Maylene ingin menghampiri hewan-hewan itu dengan mengeluskan tangannya ke bulu-bulu mereka.
“Ahhh!!!! Imut!!!!! Sini, Sini!”
Anjing Shiba yang melihat Maylene itu dengan tanpa perasaaan karena Anjing Shiba adalah hewan dan tidak dapat ditebak dia ingin ngapain.
Lalu anjing Shiba itu mengigitnya.
Maylene tiba-tiba berteriak dengan kencang karena telah digigit itu. Dia ingin menangis namun tidak dapat menangis, sehingga dia merengek kepada Han untuk melepaskan gigitan itu.
“SAKIT! SAKIT! SAKIT! HAN! TOLONG AKU! AKU TIDAK MAU KENA RABIES! TOLONG!”
“Woi, jangan bilang kamu bakal kena rabies, bodoh!”
Setelah bersama kumpulan anjing, Maylene dan Han akhirnya pergi mencari tempat makan yang dekat dengan zona berikutnya, yaitu ‘Zona Mesopotamia’. Zona itu sangat dekat dan mereka berdua dapat melihat ornamen-ornamen Mesopotamia yang begitu kental mulai dari perahu zaman dahulu, pilar-pilar, hingga miniatur pyramid yang memiliki tinggi hampir 10 meter.
Maylene yang melirik ke arah situ bertanya kepada Han dengan wajah yang menggerutu, namun Han tetap tenang dan wajah tersenyumnya mengelus-elus kepala anjing Shiba yang tertarik kepadanya itu.
“Ki-ta akan kesitu kan?”
“Iya, Iya, kita akan kesitu setelah selesai makan. Ayo kita cari makan.”
“Aku… Aku tidak mau pergi sama anjing itu! Aku juga tidak mau main di zona ini!”
“Apaaaaa? Kamu mau pergi bersama anjing itu? Ayo sini, pergi sama anjingnya.”
Han yang menggoda Maylene itu dengan wajah yang tersenyum jahat dan meletakkan tangan kanan pada telinganya itu membuat Maylene ingin menangis di sana.
“Uwaaaa!!!!! Han kau jahat.”
“Iya, iya. Udah, ayo beli makan.”
Mereka akhirnya membeli makan, dan Han melihat harga makanan itu hanya melotot karena makanan disana harganya tidak wajar sama sekali. Walaupun itu tempat wisata, namun perjuangan mereka untuk memenangkan permainan sebelumnya bisa habis di tempat itu. Han hanya menundukkan kepalanya dan berteriak di depan penjualnya.
“$ 70 untuk makanan, $ 10 untuk minuman. Jadi, kita menang hanya untuk menghabiskan uang disini… BRENGSEK!!!!!”
__ADS_1
Maylene yang mendengarkan Han berteriak itu pun memegang pundaknya dan berusaha untuk menenangkan Han yang emosi itu di depan stand orang.
“Han, Han, tenanglah! Kan tidak apa-apa kita makan disini, apa salahnya juga kan ini uang gratis dari mereka.”
“TIDAK APA-APA? APA KAU BERCANDA?! KITA BERJUANG DI KAPAL HANYA BUAT MENGHABISKAN UANG KITA DISINI?!”
Maylene yang diteriaki oleh Han hanya membalas dengan wajah yang dikerutkan dan ikut jengkel. Maylene ingin menyadarkan bahwa Han sudah mendapatkan uang banyak kemarin.
Uang $ 100,000 yang masih berserakan di hotelnya adalah bukti jika Han benar-benar memiliki uang. Uang itu bahkan tidak dia serahkan kepada Papanya yang pergi bersama Papa Maylene maupun Papa Tobe.
“Kamu kemarin aja uang lebih-lebih! Pelit amat kau jadi orang! Apa kau juga melakukan ini kepada Yoru?”
Han hanya bermuka datar dan berbicara dengan datar juga. Matanya kosong menatap Maylene yang mengomelinya itu.
“Aku juga melakukan hal seperti itu di depan Yoru. Kalo bisa dapat murah kenapa keluar banyak uang?”
“Ha?!”
Maylene yang bertanya itu benar-benar tidak memiliki petunjuk, dia begitu kaget mendengarkan Han yang mengatakan seperti itu. Maylene akhirnya mengeluarkan dompetnya dan ingin membayar makanannya dan makanan Han.
“Ya udah, kalau gitu aku yang bayar.”
Han langsung memegang tangan Maylene, ekspresi wajahnya benar-benar berubah drastis. Tatapannya yang dingin itu melihat Maylene dan mengeluarkan dompetnya dari kantongnya itu dengan wajah yang tersenyum.
“A-A-Aku aja yang bayar.”
“Ya udah, anggap aja itu yang harusnya kamu lakukan kepadaku di saat kita pergi ke ‘Perfect House’.”
Han mengangguk, dan mereka akhirnya makan bersama layaknya sebagai pasangan. Karena itu juga sebagai sandiwara mereka.
Tiba-tiba, Han mengambil sendoknya dan ingin menyuapi Maylene.
“Aaaaaa.”
Maylene yang melihat Han yang ingin menyuapinya pun memasang wajah yang tidak enak. Tatapan matanya yang begitu tajam dan menutup mulutnya dengan emosi.
“Kenapa kamu harus menyuapiku? Apa aku tidak punya tangan atau bagaimana? Simpan suapanmu itu untuk Yoru kenapa.”
“Hmm, ya udah kalau begitu.”
Mereka akhirnya menghabiskan makan mereka, lalu pergi ke ‘Zona Mesopotamia’. Zona itu memiliki satu wahana yang cukup tekenal, yaitu roller coaster mummy. Roller coaster yang dingin seperti neraka dan memiliki antrian yang begitu panjang, mungkin ada 100-meter itu adalah antrian untuk wahana itu.
“May, ikut aku sebentar.”
“E-Eh!!!! Sabar! Aku belum siap!”
__ADS_1
Han menarik tangan Maylene dan pergi ke loket tiket yang memberikan tiket tanpa antrian. Mereka berhasil ke loket itu dan membeli tiket tanpa antrian itu.
“Pak, tiket tanpa antrian itu berapa? Aku beli 2!”
“Hmm, baiklah. Harganya $ 100 untuk pasangan!”
Maylene yang terpancing itu mulai mengomel lagi ke penjual itu yang menganggap mereka pasangan.
“Aku bukan pasa-.”
Namun Han langsung menutup mulut Maylene dan membayar orang itu tanpa berpikir panjang. Maylene yang jengkel itu tiba-tiba melihat poster yang tertampang di depan matanya.
“Untuk Pasangan, ada potongan $ 40 dalam membeli tiket bypass!”
Mereka akhirnya pergi ke dalam antrian roller coaster mummy itu, tanpa mengantri mereka langsung masuk ke dalam wahana permainan itu. Melihat mummy-mummy di tempat antrian itu sedikit membuat Maylene takut dan menggigil di sebelah Han yang begitu tenangnya melihat permainan itu.
“H-Han, aku takut…”
“Ini kan cuma roller coaster, tidak ada yang perlu ditakuti. Asal kau tau ya, kau jangan sampai menyentuhku!”
“Siapa juga yang mau menyentuhmu!
…
10 menit kemudian, setelah wahana permainan selesai.
“A-A-A-A-Aku *-*-*-t-tak-u-u-u-t. ki-ki-kita pu-pulang a-aja.”
Maylene yang begitu menggigil setelah bermain roller coaster itu membuat Han menghembuskan nafasnya dengan matanya yang tertutup itu.
“Ahh, ya udah, mau bagaimana lagi kamu udah takut gini. Hari juga udah malam, kita makan sama mereka aja. Gimana?”
“Mmm, boleh. Kita pergi aja dari sini.”
Mereka berdua pergi dari ‘Sekai Studio’, tanpa bermain di ‘Zona Masa Depan’ dan sudah sampai di kereta. Maylene yang berada di belakang Han tiba-tiba berjalan ke arah sebelahnya dan mengatakan dengan wajah yang manis.
“Hmm, hari ini latihannya aku anggap nilai 0.1 dari 100. Tapi terima kasih, Han!”
Wajahnya yang tersenyum itu membuat Han begitu kaget, lalu dia tersenyum dengan menunjukkan giginya dan mengeluarkan kata-kata yang sinis.
“Hahahaha, aku sendiri memberikanmu 0.1 dari 1000. Kamu perempuan yang menyusahkan, tapi terima kasih udah menghiburku.”
Maylene itu mulai menggerutukan wajahnya, namun dia menutup mata kirinya dan menunjuk kea rah Han yang mentertawakannya itu.
“Jahatnya… tapi aku akan datang ke acaramu. Okay!”
__ADS_1
“Aku tidak berharap, tapi Papaku yang berharap.”
Mereka terdiam sebentar, lalu tertawa bersama di dalam kereta.