Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 28: What a Festival, Part 1


__ADS_3

Han dan Maylene yang masih di jalan itu benar-benar ingin ribut lagi di dalam. Bagaimana tidak? Han sudah memperingatkan Maylene, namun Maylene tidak mengikuti kata-kata dari Han. Hal itu yang membuat Han cukup sebal terhadapnya, walaupun Maylene sudah berdandan sangat cantik dan diyakini akan memancing perhatian orang-orang yang akan hadir di rumah Han.


Malam itu benar-benar sepi, tidak ada mobil yang berlalu-lalang dari barat kota menuju ke tengah kota, mobil-mobil yang seharusnya masih ada di tempat itu benar-benar tidak ada lagi. Bukan karena mobil-mobil itu dihanguskan oleh pemerintah, namun mereka sepertinya juga memiliki acara di rumah yang sama dengan keluarga Han.


Han saat ini yang melihat Maylene pun sedang memeluk kepalanya dengan kedua tangannya, matanya yang pucat itu mulai berteriak sendiri di dalam mobilnya dan membuat Maylene cukup kaget ketika melihat Han yang benar-benar frustasi itu.


“AHHHHH!!!!!! PEREMPUAN BODOH!!! AKU BILANG BAWA BAJU GANTI, MENGAPA KAMU TIDAK MELAKUKAN ITU!”


“O-Oi! Kenapa sih kamu ini?! kenapa kamu bertindak cukup gila?! Lihat aku, aku kan sudah berdandan cantik. Kenapa kamu masih saja berteriak? Puji aku!”


Wajah Maylene yang cemas ketika mendengarkan Han yang berteriak seperti orang gila saat menyetir itu benar-benar memancing emosinya saat ini. beberapa kata-kata terakhir Maylene benar-benar ingin dipelintir oleh Han.


“Gila? Cantik? Puji? Kamu tau, Yoru aja tidak seperti itu! Dia bukan maniak pujian. Tidak sepertimu saat ini!”


“Ya sudah kan, sana pergi sama Yoru! Aku mau tu-.”


“Bukan karena itu aku berteriak, bodoh! Aku kan memperingatkanmu untuk membawa baju ganti! Kenapa kamu tidak membawanya!”


Han yang semakin frustasi ketika membalas Maylene itu akhirnya membuat Maylene sadar. Dia baru tau jika alasan Han berteriak adalah masalah baju ganti.


Maylene pun bertanya dengan suara yang lebih santai, dia tidak mau membentak Han lagi karena jika dia membentak maka Han tidak akan membalasnya dengan baik.


“Hey, masalah baju ganti itu mengapa memangnya?”


“Keluargaku setiap kali ada festival ini, mereka selalu mengadakan permainan. Hari ini, aku lihat ada 5 box penuh dengan… air soda.”


Maylene yang mendengarkan kata-kata Han itu pun sedikit terkejut, dia tidak memperhitungkan bahwa itu akan terjadi. Pada saat mereka melewati Liu Da Mall sebelum perjalanan ke rumah Han, Maylene terpikirkan untuk mampir ke Mall itu untuk membeli baju ganti.


“Han, Han, ada Liu Da Mall.”

__ADS_1


“Iya, terus kenapa?”


Han yang bertanya seperti itu dengan polosnya membuat Maylene senang. Dia ingin Han mampir ke Liu Da Mall untuk membeli baju ganti, karena waktu sendiri masih lama dan mereka masih sempat untuk membeli baju. Dengan senyuman dan melipat kedua tangannya satu sama lain, dia menawarkan Han untuk berhenti di Liu Da Mall.


“Kita mampir dulu ke Liu Da Mall, bagaimana Han?”


“Tidak, terima kasih.”


Han yang masih fokus menyetir dengan wajah yang datar itu benar-benar memancing emosi Maylene. Wajah Maylene yang benar-benar cemburut itu ingin meluapkan emosinya, namun Han tiba-tiba belok ke arah pintu masuk Mall itu dengan kencang. Mobil yang dibawa oleh Han itu hampir munting dan membuat Maylene terdorong ke arah Han.


Maylene yang tidak menyangka Han akan belok secara tiba-tiba membuatnya cukup senang karena ini pertama kalinya Han mendengarkan permintaannya. Karena selama ini, Han benar-benar menghiraukan Maylene.


“Han, kamu…”


“Ayo, cari baju! Waktumu hanya 30 menit, aku yang bayar. Paham? Jam 18:45 kita harus pergi.”


Maylene yang tersenyum melihat Han itu menutup mata dan melihatnya dengan tulus.


Mereka akhirnya sampai di Mall, dan mereka mulai mencari baju untuk Maylene di Tre Clo, tempat berjualan baju-baju stylish dan murah yang merupakan langganan baju dari Han sendiri.


Rupanya tidak membutuhkan waktu lama, Maylene berhasil mendapatkan bajunya. Dia langsung pergi ke kasir dan membuat Han membayarnya. Setelah mereka mendapatkan bajunya selama waktu 8 menit saja, Han cukup terkesima saat berjalan menuju ke mobilnya bersama Maylene, hal ini membuat Han memuji Maylene dengan muka yang tulus.


“May, kamu tidak seperti perempuan kebanyakan yaa. Cepat sekali kamu mencari bajunya.”


Maylene yang dipuji seperti itu hanya tersenyum ke arah Han. Maylene benar-benar tidak ingin mengacaukan acara keluarga Han, sehingga waktu menurutnya adalah sesuatu yang berharga saat ini.


“A-Aku harus menghargai acara keluargamu, benar kan?”


“Benar juga.”

__ADS_1


Mereka akhirnya masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah Han.



Sesampainya di rumah Han, rumah itu benar-benar ramai dengan mobil-mobil mewah di tempat parkirnya, banyak orang juga yang menghadiri, dan semuanya sangat bercahaya di depan sampai di dalam. Maylene yang melihat itu benar-benar terkesima dengan keluarga Lin yang sangat niat dalam acara ini.


“Hey…”


“Jangan ditanya. Memang seperti ini keluargaku kalo udah masuk Festival Lunar.”


Maylene yang masih terkagum-kagum itu diperingatkan oleh Han secara tiba-tiba. Han meminta Maylene untuk mengganti bajunya segera, dan terjadi perdebatan yang benar-benar berisik di dalam mobil Han.


Maylene benar-benar marah ketika dia berdebat dengan Han, wajahnya yang memerah dan suaranya yang nyaring itu berhasil menusuk telinga Han. Namun Han juga tersulut emosinya, dia juga sebal dengan Maylene saat Maylene mulai membangkang Han.


“May, ganti bajumu!”


“HA?! KAU GILA? KENAPA AKU HARUS MENGGANTI BAJUKU DAN DILIHAT OLEHMU!”


“HABIS INI ACARA DIMULAI, BODOH! CEPAT GANTI BAJUMU! BAJU RAPI-KU AJA MASIH DI ATAS KAMAR!”


“HA? MENGGANTI BAJUKU DI DEPANMU?! KAU BENAR-BENAR MESUM! KAU TERGODA DENGAN BADANKU?! AKU LAPOR KE YORU BIAR DIA MA-.”


“Aku keluar mobil! Puas?! Aku tidak mengintipmu! Kalo aku sampai mengintipmu, kamu berhak untuk menghajarku di depan keluargaku dan mengatakan bahwa aku sedang melakukan pelecehan seksual! Aku siap dipenjara kalo aku mengintipmu!”


‘B-Baiklah! Aku ganti. Sekarang, kamu keluar dari sini!”


Han yang sudah berdebat dengan Maylene itu pun keluar dari mobilnya dan menunggu Maylene di luar. Han tidak menoleh ke arah mobilnya sama sekali, karena kaca film mobil Han hanya memiliki tingkat kegelapan 30%. Jika mata Han melirik ke belakang, maka Maylene dapat terlihat oleh Han.


Han menjaga Maylene yang sedang mengganti baju-nya di mobil itu. Dia sendiri sebal dengan Han yang memaksanya untuk mengganti bajunya di mobil.

__ADS_1


“Aneh sekali itu anak! Kenapa dia memaksaku untuk mengganti bajuku di dalam! Otaknya udah kelewat mesum memang! Hmph!”


Saat Maylene mengganti bajunya, Han yang menunggu di luar sudah disambut oleh kedua saudara sepupunya.


__ADS_2