
Tobe tiba-tiba mendengarkan kata ‘Xingxi Mall’, dia yang ketakutan mulai mencurigai Han. Dia mulai menggelak Han, memberikan perlawanan dengan nada yang sedikit dikeraskan.
“Kamu tau darimana aku pergi ke Xingxi Mall?!”
Han yang baru sadar pun merenung, sepertinya dia mengatakan sesuatu yang tidak boleh dia ucapkan.
“Brengsek, kenapa aku harus ngomong Xingxi Mall?! Aduh! Bagaimana ini? Aku harus membela Maylene!”
Tiba-tiba Ryuu mengatakan beberapa kata yang membuat Tobe terdiam lagi. Dengan nada yang datar dan tatapan yang sangat biasa-biasa saja, dia mulai membantu Han.
“Han melihat GPS-mu menyala. Sehingga dia tau kamu dimana.”
“O-oh, benarkah begitu Han?!”
Han yang melihat Ryuu, telah menemukan kepercayaan dirinya yang patah itu. Dia harus berbohong agar tidak ketahuan oleh Tobe. Dengan nada yang sangat percaya diri, dia mengiyakan pernyataan itu.
“Oh iya! Aku melihat GPS-mu dari kemarin! Semua informasi kemana kamu pergi dan berapa lama kamu disana sudah ada data-nya di handphoneku!”
Tobe yang tidak tau bahwa dirinya sedang dibodohi itu akhirnya menghembuskan nafasnya. Dia akhirnya tidak tegang lagi dan mulai berpikir rasional lagi.
Tobe mulai berandai-andai, apa yang akan terjadi padanya ataupun Maylene nanti. Apakah keputusannya ini sudah tepat atau belum, apakah dia terburu-buru atau tidak, itu membuat dilemma tersendiri untuk Tobe.
“Aku tidak tau harus berbuat apa sekarang. Apakah aku sebenarnya ditakdirkan olehnya atau tidak?”
Tiba-tiba dari sisi kanan Tobe, orang yang memakai jubah hitam itu pun berteriak-teriak di tempat minum itu. Semua orang yang melihatnya sangat ketakutan dan mulai mengungsi ke lantai 2.
“WRYYYYY!!!!!! TAKDIR! TAKDIR! TAKDIR! SESEORANG MENCARI TAKDIR DI TEMPAT INI! SUNGGUH INDAH! SUNGGUH INDAH! SUNGGUH INDAH! OTAKKU BERGEMETAR!!!”
Tiba-tiba orang itu melompat dari kursinya, dia langsung membalikkan badan di depan meja dari Tobe. Dia memulai perkenalan yang sangat eksentrik sehingga membuat Ryuu takut. Matanya lama-lama melotot tajam ke arah Tobe
“AKU ADALAH PENCARI TAKDIR DI SELURUH KOTA INI, MENCAPAI SUDUT-SUDUT KOTA MAUPUN DI PUSAT KOTA. PENCARI TAKDIR BAIK, CHEN!”
Han sudah mengenal Chen pun sedikit ketakutan. Perkenalan yang mereka lakukan di penjara rumah Han tidak semenyeramkan ini. Apalagi mereka sedang berada di tempat umum.
“Hey Chen, kita ada di tempat umum ini. Turunkan suaramu, kamu mengganggu orang banyak disini.”
“Kau siapa?”
Han yang mendengar itu pun sedikit jengkel pun mulai menaikkan nadanya. Dia mulai membentak Chen yang melupakan Han saat itu.
__ADS_1
“WOI! KAU SUDAH AKU BAIK-BAIKAN DI RUMAH ITU DAN INI BALAS BUDI KAU! LEBIH BAIK KAMU LANGSUNG DIHILANGKAN TANPA JEJAK SAAT ITU KALAU KAU MELUPAKAN ORANG YANG MENYELAMATKAMU INI!”
Ryuu yang melihat Han yang rupanya mengenali Chen itu bertanya kepadanya.
“Kamu mengenali orang mengerikan ini?”
“Iya sepertinya, dia ada di penjara rumah saat aku dianiaya itu.”
“Oh, dia orangnya yang dimaksudkan Papamu itu?”
“Benar sekali, dan sekarang dia seperti ini.”
Chen menatap tajam kepada Tobe, lalu dia mulai membuka kitab yang dia selalu bawa dan tiba-tiba dia menutup kitab itu secepat kilat dengan keras. Dia melihat Tobe dan menyambungkan kedua tangannya, kedua jari tengahnya dia sambungkan dan menaikkan posisi kedua tangannya itu di bawah matanya.
“Apakah anda, tidak mempercayai takdir?”
Tobe tiba-tiba saja ketakutan, dia menganggukan kepalanya dengan sedikit gugup. Itu membuat Chen semakin berteriak dengan keras dan mengayunkan kepalanya dengan kencang.
“AHH!!! KENAPA! KENAPA! KENAPA! KENAPA! KENAPA! KENAPA AKU TIDAK DIANGGAP OLEHMU! KENAPA KAMU MEMBIARKAN DIRIKU BERMONOLOG SENDIRI! TAKDIR! TAKDIR! TAKDIR! AKU AKAN MEMBACA TAKDIRMU! OTAKKU BERGETAR!”
Ryuu yang semakin ketakutan dengan reaksi Chen, menanyakan Han dengan wajah yang putih, matanya pun pucat seketika dan giginya bergemetaran.
“Aku sendiri tidak tau tentang itu.”
Chen tiba-tiba menjambakkan rambutnya di depan mereka bertiga, dia semakin terlihat sebagai orang yang memiliki gangguan jiwa.
“AHHH, INI TAKDIR BAIK!!!!!! TAKDIR BAIK!! KAMU BERUNTUNG KALAU AKU DATANG KESINI MENJUMPAIMU!”
Tiba-tiba, Chen mengambil kopi Tobe, dia meminta Tobe untuk melihat kopinya dan mulai menggetarkan gelas itu.
“KAU LIHAT KOPINYA? KOPI INI MELAMBANGKAN DIRIMU YANG SEDANG BIMBANG. JIKA KOPI INI SAMPAI TUMPAH, BERARTI HATIMU SEDANG BERADA DI KECEMASAN YANG LUAR BIASA!”
Han yang melihat itu pun berkata dalam hatinya, dia sendiri tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Chen.
“Kopinya tidak menggambarkan hati Tobe, Chen. Hatinya sekarang sedang ketakutan melihatmu.”
Chen pun kembali menatap Tobe dan sekarang wajahnya sangat dekat.
“Bulan kalian berdua?!!”
__ADS_1
Tobe yang tidak sadar akhirnya menjawab pertanyaan Chen.
“Mei dan Juni, tahun sama.”
Chen pun melihat bulan dan tahun dari Tobe dan pacarnya. Dia berteriak dan kedua tangannya sambil memegang wajahnya, emosinya pun teracak-acak, dia menunjukkan ekspresi yang sangat menyedihkan.
“KAU! KAU! KAU SUDAH TIDAK DITAKDIRKAN DENGANNYA! SEKARANG ZODIACMU!! SERAHKAN! SERAHKAN! SERAHKAN PADAKU!”
“G-G-Gemini dan Cancer.”
Chen yang mendengar itu langsung menjawab dengan menggigau lagi.
“LAKI-LAKI GEMINI TIDAK AKAN DIPERCAYA OLEH PEREMPUAN CANCER! KAU HARUSNYA PAHAM DENGAN HAL ITU! MENGAPA KAU, KAU, KAU, KAU, KAU CUKUP BODOH!!!!”
“ORAAAAAAA!!!!!!”
Tiba-tiba, Chen mengeluarkan kartu tarot. Kartu ini tidak menjamin takdir seseorang dan jarang benar juga. Lalu dia mengocok kartunya dan mengeluarkan kartu, kartu itu menunjukkan
The Lovers, dengan kartu yang terbalik posisinya
Kartu itu menandakan bahwa ada tensi yang tinggi di antara kedua pasangan itu, karena tensi yang dingin itu maka pada akhirnya, terjadi komitmen yang rapuh.
Tiba-tiba, Chen langsung menangis dan memegang pundak Tobe. Dia tidak mau melihat Tobe yang menderita dan penuh penyesalan. Dia memberikan saran-saran yang dapat membuat Tobe agar tetap bahagia.
“AHH! AHH! OTAKKU BERGETAR! INI MENYEDIHKAN! TAKDIRMU TIDAK BERSAMA PEREMPUAN ITU! KAMU, KAMU, KAMU, KAMU, KAMU, KAMU, KAMU HARUS MEMUTUSKAN PEREMPUAN ITU! TAKDIR BAHAGIA TIDAK AKAN BERSAMAMU! SEKARANG KAU TELPON PACARMU ITU DAN PUTUSKAN DIA! SETELAH MENELPONNYA, TIDAK ADA PENYESALAN DARIMU! SETELAH KAMU PUTUS DENGANNYA, KAMU HARUS BAHAGIA! BAHAGIA, BAHAGIA, BAHAGIA, BAHAGIA!”
Han yang melihat Chen dan Tobe sedang berbicara itu, dia semakin tertekan dan merenung.
“Sepertinya, Tobe sudah habis disini… dia sudah ditipu sama orang itu. Kenapa orang ini sangat menyedihkan kalau dia percaya dengan omongannya.”
Tapi apa yang sedang direnungkan Han tidak sesuai dengan ekspetasinya. Tobe langsung menelpon Maylene, dia mengambil handphone-nya dan mencari kontak dari Maylene. Sekitar 3 detik proses, Maylene mengangkat telpon itu. Dengan suara yang jantan dari Tobe, dia mulai mengatakan
“Halo Tobe…”
“MAYLENE, KITA PUTUS! KAMU KAN SUDAH BERSELINGKUH DARIKU! AKU JUGA MENCARI ORANG PINTAR UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH KITA! HUBUNGAN KAMI BERAKHIR DISINI! SELAMAT TINGGAL!”
‘Hah, Tobe, apa yang kamu bica-.”
Tiba-tiba Tobe menutup telponnya dan dia menoleh kepada Chen.
__ADS_1