Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 24: Yoru's Family, Part 1


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu. Han benar-benar menepati janjinya saat di Wac Donul.


“Oh, bukan sebuah masala--.”


Sekarang, Han benar-benar berada di depan rumah dari Yoru dan menyadari semuanya. Apa yang dia ucapkan kemarin-kemarin hingga apa yang saat ini dia lakukan. Wajahnya yang benar-benar kacau saat ini, dengan baju yang tidak terlihat rapi sama sekali, dia memberanikan diri untuk pergi ke gerbang rumah Yoru yang begitu besar.


“Oh, ini sangat bermasalah. Aku tidak pernah bertemu dengan orang tua dari lawan jenis. Apa yang harus aku lakukan sekarang?”


Rumah itu memiliki luas 800 are dan pintu utama dan terdapat air mancur di depan pintu rumahnya. Ada empat pilar yang menghiasi rumah Yoru yang berwarna putih itu, Rumah Yoru memang seperti istana dan dilihat dari depan, rumah itu begitu mewah.


Di saat Han berada di depan gerbang rumah Yoru dan berdiri tegak di bawah teriknya matahari. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang membukakan gerbang rumah Yoru, perempuan itu memakai celana pendek dan kaos. Dengan wajah senyumannya, dia menyambut Han untuk masuk ke dalam.


“Halo Han! Selamat datang!”


“Hai.”


Namun Yoru yang melihat pakaian Han yang begitu berantakan membuatnya melihat Han dengan wajah yang tidak teralu menyenangkan. Dia murung seketika dan merapatkan kedua tangannya di dadanya, lalu berkata kepada Han dengan nada yang begitu sebal.


“Hey, kamu tau kan kalo hari ini kamu akan bertemu dengan orang tua-ku?”


Han yang melihat Yoru yang sebal itu hanya menghembuskan nafasnya. Dia benar-benar tidak peduli denga napa yang dikatakan oleh Yoru, dan dia benar-benar menutup matanya dan tersenyum di depan Yoru.


“Apa esensi dari baju?”


“Dipakai untuk menutup tubuh kan?”


Yoru yang sudah memahami logika-logika Han itu dapat membalas apa yang dikatakan oleh Han. Namun, Han tetap membalik ucapan dari Yoru dan mengatakan logika baru lagi kepada Yoru yang membalasnya dengan wajah yang datar.


“Jadi sah-sah aja kan aku memakai baju ini?”


“Gek!”


Yoru tidak dapat membalas ucapan dari Han, karena dari segala sudut ucapan Han itu benar adanya. Yoru benar-benar kosong pikirannya karena mendengarkan Han yang berbicara seperti itu.


Yoru mengingat, bahwa acara orang tua adalah acara yang harus mengenakkan pakaian sopan. Itu sudah mandarah daging di keluarga Yoru, dan semua kesopanan itu sudah diajarkan dari leluhur Yoru.


“Ingat, keluarga Sun adalah keluarga yang berasal dari keluarga yang terkemuka! Jadi ketika kita bertemu orang, pastikan dia berpakaian sopan dan kita juga demikian.”


Yoru ingin menasihati Han bahwa keluarga Sun adalah keluarga yang menekankan pada kerapian dan kesopanan dalam berpakaian. Dia lalu berbisik kepada Han yang berada di depan gerbang itu dengan pelan.


“Hey, keluargaku ini benar-benar menekankan kesopanan. Kamu benar-benar nekat tau. Bagaimana kamu nanti kalau diusir dari rumahku?”


Han yang mendengarkan bisikan Yoru itu tiba-tiba menampangkan wajah bodohnya. Dia tidak peduli-peduli amat dengan apa yang akan terjadi.


“Ah, kalo begitu aku pulang aja kalo aku diusir.”


“OI! JANGAN GITU LAH!”


Yoru benar-benar cemburut saat ini, dia mengomeli Han yang meledeknya. Yoru tidak ingin acara pertemuan Han dengan orang tua Yoru berantakan karena masalah baju Han.


Mereka berdua jalan bersama dan masuk ke dalam rumah Yoru. Benar-benar terlihat seperti pasangan yang serasi.


“Hey, kamu bilang kalo aku adalah ‘g-e-b-e-t-a-n-k-u’. Mengerti, Han?”


“Iya, Iya, aku mengerti. Gebetan, kan?”


“Iya.”


Akhirnya mereka sampai ke dalam rumah Yoru, rumah yang begitu elegan karena penuh dengan perhiasan-perhiasan yang begitu mencolok. Di sekeliling dindingnya, terdapat permata-permata yang indah, mulai dari Ruby, Saphire, dan Berlian. Hanya saja, Han menyadari sesuatu yang aneh di perhiasan rumah Yoru itu… sebuah kejanggalan yang aneh…


“Made by Hoseki Incorporation? Itu kan perusahaan utama dari Papa…”


Han melihat sekeliling rumahnya, dan benar saja, rumah itu teralu bergemerlap dan bisa saja merusak mata dari Han. Mata Han benar-benar terbutakan oleh kegemerlapan rumah dari Yoru. Han berbicara dalam hatinya dengan nada yang begitu terkejut.


“Oi,Oi, Oi. Aku bisa buta sewaktu-waktu jika menatap perhiasan rumah disini! Gila! Apa maunya rumah ini sebenarnya! Perhiasan di sini benar-benar kelewatan!”


Rumah Han sendiri tidak segemerlap ini, walau Papanya yang memiliki perusahaan tambang terbesar di negaranya dan negara lain. Bahkan Papa Maylene mengetahui hal ini, karena Papa Maylene sendiri diketahui adalah pelanggan setia dari perusahaan cabang dari Papa Han yang bernama ‘Li Jinshu Ltd.”

__ADS_1


Han yang matanya terkena silau dari dinding rumah Yoru pun bertanya kepada Yoru dengan menutup matanya dengan suara yang pelan. Lorong itu begitu dalam sebelum masuk ke ruang tamu dari rumah Yoru.


“Yor, kenapa dinding rumahmu penuh perhiasan? Mataku bisa buta, kau tau?”


Yoru hanya tersenyum melihat Han yang bertanya seperti itu. Dia pun berdiri dan membisikkan beberapa kata kepada Han yang tidak dapat melihatnya.


“Han, Papaku sangat, sangat, sangaaat menyukai logam mulia. Perhiasan-perhiasan ini menunjukkan bahwa Papaku sangat berbakti pada hobinya.”


“TAPI TIDAK TEROBSESI SEPERTI INI JUGA, KAU TAU!”


Han benar-benar terlihat kesal ketika dia mendengarkan seperti itu dari Yoru, dia melihat Yoru dan merenung dengan dirinya sendiri. Kritikan itu melayang-layang di kepalanya dan dia benar-benar tidak habis pikir tentang keluarga dari Yoru.


“Apaan keluarga ini, walau Papaku yang punya tambang tapi keluargaku tidak terobsesi seperti ini! Hoseki? Walaupun keluarga ini membeli banyak logam mulia dari keluargaku, namun aku tidak pernah melihat keluarga yang begitu maniak terhadap logam mulia! Belum lagi lampu 30 Watt di atas, sinar itu kalau kena permata-permata ini bisa buat mata orang sakit melihat ini semua! SERIUS! SIAPA YANG DESAIN RUMAH INI!”


Mereka berdua telah melewati lorong rumah Yoru dan melihat ruang tamu yang benar-benar berisikan berlian. Memang benar kata Han sebelumnya.


Pemilik rumah ini benar-benar seorang maniak!


Di depan matanya, Han melihat sosok orang yang rambutnya botak dengna wajah yang sedikit menyeramkan. Dia berada di umur 45 tahun dan sedang memakai jas dan celana kain. Perawakannya benar-benar seperti seorang mafia, dan tampang ketidak-sukaan-nya benar-benar membuat Han membeku dan merinding sendiri.


“Gila, Gila, Gila, siapa orang itu! Aku tidak tau siapa dia, tapi orang itu begitu menyeramkan! Tidak seperti Papa Maylene yang begitu baik atau Papaku yang tampangnya biasa aja. Orang ini, benar-benar menyeramkan!”


Tubuhnya bergetar sendiri, raut wajahnya juga menunjukkan ekspresi ketakutan yang luar biasa dari dirinya. Namun ketakutan Han itu mendapatkan perhatian dari orang itu. Orang itu menatap lebih tajam lagi dan membuat ekspresi yang terlihat sedikit kejam ke arah Han.


“Heh!!”


Namun, Yoru pergi menghampiri orang itu dengan berlari kecil ke arah orang itu. Han juga semakin takut jika Yoru adalah pacar dari om-om itu. Selera Yoru begitu rendah di matanya saat ini, membuat Han berpikir lagi bahwa Yoru juga sudah sakit akal sehatnya.


“Yoru! Jangan kau bilang kalo om-om itu adalah tipe laki-laki idamanmu! Jangan! Jangan! Seleramu mengapa begitu rendah!”


Satu minggu telah berlalu. Han benar-benar menepati janjinya saat di Wac Donul.


“Oh, bukan sebuah masala--.”


Sekarang, Han benar-benar berada di depan rumah dari Yoru dan menyadari semuanya. Apa yang dia ucapkan kemarin-kemarin hingga apa yang saat ini dia lakukan. Wajahnya yang benar-benar kacau saat ini, dengan baju yang tidak terlihat rapi sama sekali, dia memberanikan diri untuk pergi ke gerbang rumah Yoru yang begitu besar.


“Oh, ini sangat bermasalah. Aku tidak pernah bertemu dengan orang tua dari lawan jenis. Apa yang harus aku lakukan sekarang?”


Rumah itu memiliki luas 800 are dan pintu utama dan terdapat air mancur di depan pintu rumahnya. Ada empat pilar yang menghiasi rumah Yoru yang berwarna putih itu, Rumah Yoru memang seperti istana dan dilihat dari depan, rumah itu begitu mewah.


Di saat Han berada di depan gerbang rumah Yoru dan berdiri tegak di bawah teriknya matahari. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang membukakan gerbang rumah Yoru, perempuan itu memakai celana pendek dan kaos. Dengan wajah senyumannya, dia menyambut Han untuk masuk ke dalam.


“Halo Han! Selamat datang!”


“Hai.”


Namun Yoru yang melihat pakaian Han yang begitu berantakan membuatnya melihat Han dengan wajah yang tidak teralu menyenangkan. Dia murung seketika dan merapatkan kedua tangannya di dadanya, lalu berkata kepada Han dengan nada yang begitu sebal.


“Hey, kamu tau kan kalo hari ini kamu akan bertemu dengan orang tua-ku?”


Han yang melihat Yoru yang sebal itu hanya menghembuskan nafasnya. Dia benar-benar tidak peduli denga napa yang dikatakan oleh Yoru, dan dia benar-benar menutup matanya dan tersenyum di depan Yoru.


“Apa esensi dari baju?”


“Dipakai untuk menutup tubuh kan?”


Yoru yang sudah memahami logika-logika Han itu dapat membalas apa yang dikatakan oleh Han. Namun, Han tetap membalik ucapan dari Yoru dan mengatakan logika baru lagi kepada Yoru yang membalasnya dengan wajah yang datar.


“Jadi sah-sah aja kan aku memakai baju ini?”


“Gek!”


Yoru tidak dapat membalas ucapan dari Han, karena dari segala sudut ucapan Han itu benar adanya. Yoru benar-benar kosong pikirannya karena mendengarkan Han yang berbicara seperti itu.


Yoru mengingat, bahwa acara orang tua adalah acara yang harus mengenakkan pakaian sopan. Itu sudah mandarah daging di keluarga Yoru, dan semua kesopanan itu sudah diajarkan dari leluhur Yoru.


“Ingat, keluarga Sun adalah keluarga yang berasal dari keluarga yang terkemuka! Jadi ketika kita bertemu orang, pastikan dia berpakaian sopan dan kita juga demikian.”

__ADS_1


Yoru ingin menasihati Han bahwa keluarga Sun adalah keluarga yang menekankan pada kerapian dan kesopanan dalam berpakaian. Dia lalu berbisik kepada Han yang berada di depan gerbang itu dengan pelan.


“Hey, keluargaku ini benar-benar menekankan kesopanan. Kamu benar-benar nekat tau. Bagaimana kamu nanti kalau diusir dari rumahku?”


Han yang mendengarkan bisikan Yoru itu tiba-tiba menampangkan wajah bodohnya. Dia tidak peduli-peduli amat dengan apa yang akan terjadi.


“Ah, kalo begitu aku pulang aja kalo aku diusir.”


“OI! JANGAN GITU LAH!”


Yoru benar-benar cemburut saat ini, dia mengomeli Han yang meledeknya. Yoru tidak ingin acara pertemuan Han dengan orang tua Yoru berantakan karena masalah baju Han.


Mereka berdua jalan bersama dan masuk ke dalam rumah Yoru. Benar-benar terlihat seperti pasangan yang serasi.


“Hey, kamu bilang kalo aku adalah ‘g-e-b-e-t-a-n-k-u’. Mengerti, Han?”


“Iya, Iya, aku mengerti. Gebetan, kan?”


“Iya.”


Akhirnya mereka sampai ke dalam rumah Yoru, rumah yang begitu elegan karena penuh dengan perhiasan-perhiasan yang begitu mencolok. Di sekeliling dindingnya, terdapat permata-permata yang indah, mulai dari Ruby, Saphire, dan Berlian. Hanya saja, Han menyadari sesuatu yang aneh di perhiasan rumah Yoru itu… sebuah kejanggalan yang aneh…


“Made by Hoseki Incorporation? Itu kan perusahaan utama dari Papa…”


Han melihat sekeliling rumahnya, dan benar saja, rumah itu teralu bergemerlap dan bisa saja merusak mata dari Han. Mata Han benar-benar terbutakan oleh kegemerlapan rumah dari Yoru. Han berbicara dalam hatinya dengan nada yang begitu terkejut.


“Oi,Oi, Oi. Aku bisa buta sewaktu-waktu jika menatap perhiasan rumah disini! Gila! Apa maunya rumah ini sebenarnya! Perhiasan di sini benar-benar kelewatan!”


Rumah Han sendiri tidak segemerlap ini, walau Papanya yang memiliki perusahaan tambang terbesar di negaranya dan negara lain. Bahkan Papa Maylene mengetahui hal ini, karena Papa Maylene sendiri diketahui adalah pelanggan setia dari perusahaan cabang dari Papa Han yang bernama ‘Li Jinshu Ltd.”


Han yang matanya terkena silau dari dinding rumah Yoru pun bertanya kepada Yoru dengan menutup matanya dengan suara yang pelan. Lorong itu begitu dalam sebelum masuk ke ruang tamu dari rumah Yoru.


“Yor, kenapa dinding rumahmu penuh perhiasan? Mataku bisa buta, kau tau?”


Yoru hanya tersenyum melihat Han yang bertanya seperti itu. Dia pun berdiri dan membisikkan beberapa kata kepada Han yang tidak dapat melihatnya.


“Han, Papaku sangat, sangat, sangaaat menyukai logam mulia. Perhiasan-perhiasan ini menunjukkan bahwa Papaku sangat berbakti pada hobinya.”


“TAPI TIDAK TEROBSESI SEPERTI INI JUGA, KAU TAU!”


Han benar-benar terlihat kesal ketika dia mendengarkan seperti itu dari Yoru, dia melihat Yoru dan merenung dengan dirinya sendiri. Kritikan itu melayang-layang di kepalanya dan dia benar-benar tidak habis pikir tentang keluarga dari Yoru.


“Apaan keluarga ini, walau Papaku yang punya tambang tapi keluargaku tidak terobsesi seperti ini! Hoseki? Walaupun keluarga ini membeli banyak logam mulia dari keluargaku, namun aku tidak pernah melihat keluarga yang begitu maniak terhadap logam mulia! Belum lagi lampu 30 Watt di atas, sinar itu kalau kena permata-permata ini bisa buat mata orang sakit melihat ini semua! SERIUS! SIAPA YANG DESAIN RUMAH INI!”


Mereka berdua telah melewati lorong rumah Yoru dan melihat ruang tamu yang benar-benar berisikan berlian. Memang benar kata Han sebelumnya.


Pemilik rumah ini benar-benar seorang maniak!


Di depan matanya, Han melihat sosok orang yang rambutnya botak dengna wajah yang sedikit menyeramkan. Dia berada di umur 45 tahun dan sedang memakai jas dan celana kain. Perawakannya benar-benar seperti seorang mafia, dan tampang ketidak-sukaan-nya benar-benar membuat Han membeku dan merinding sendiri.


“Gila, Gila, Gila, siapa orang itu! Aku tidak tau siapa dia, tapi orang itu begitu menyeramkan! Tidak seperti Papa Maylene yang begitu baik atau Papaku yang tampangnya biasa aja. Orang ini, benar-benar menyeramkan!”


Tubuhnya bergetar sendiri, raut wajahnya juga menunjukkan ekspresi ketakutan yang luar biasa dari dirinya. Namun ketakutan Han itu mendapatkan perhatian dari orang itu. Orang itu menatap lebih tajam lagi dan membuat ekspresi yang terlihat sedikit kejam ke arah Han.


“Heh!!”


Namun, Yoru pergi menghampiri orang itu dengan berlari kecil ke arah orang itu. Han juga semakin takut jika Yoru adalah pacar dari om-om itu. Selera Yoru begitu rendah di matanya saat ini, membuat Han berpikir lagi bahwa Yoru juga sudah sakit akal sehatnya.


“Yoru! Jangan kau bilang kalo om-om itu adalah tipe laki-laki idamanmu! Jangan! Jangan! Seleramu mengapa begitu rendah!”


...


Halo semua!


Maafkan saya jika saya tidak akan sempat berkunjung atau memberikan balasan dikarenakan saya lagi sibuk. Saya akan kembali di bulan Januari nanti, so Stay Tune!


Volume 4 akan berakhir pada tanggal 20 November! Nantikan kejutan-kejutan berikutnya yaa!

__ADS_1


__ADS_2