Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 1, Chapter 1: Where it All Begins, Part 2


__ADS_3

“Malam Pa.”


“Malam, kamu ga bisa masuk ini?”


“Iya Pa, aku ga bawa kunci.”


“Oh, kalau gitu kita sama.”


Ekspetasi Jun saat melihat ayah dari Han berubah drastis. Rupanya dia juga orang yang lupa membawa kunci dan membuat Jun sedikit kecewa.


“Kamu temannya Han?”


“Oh iya Om. Aku teman kuliahnya.”


“Oh begitu, Om pikir cuma Ryuu aja itu temannya si Han.”


“Oh enggak kok. Aku diajak pergi tadi sama Han, tadi di Barat ada tabrakan jadi aku ga bisa pulang rumah.”


Ketika Jun mengatakan ada sebuah tabrakan, Papa Han pun langsung menoleh kepada Han dan mulai mengomeli Han. Dia merasa bahwa Han sudah mencelakakan temannya ketika pergi bersama.


“YA AMPUN HAN! KAU INI BAWA ANAK ORANG! JANGAN KAU CELAKAKAN TEMANMU INI! PAPA HARUS BAYAR ASURANSI KALAU DIA CELAKA!”


“Pa, kalau kita kecelakaan, Papa ga mungkin ketemu kita di pintu ini! Papa ketemu kita baru di rumah sakit diinfus! Yang kecelakaan tadi itu orang lain tadi. ORANG LAIN!”


Nada Han yang terlihat kesal karena Papanya sendiri tidak melihat kondisi mobilnya yang tidak ada lecetnya namun dibilang kecelakaan. Akhirnya pintu pun terbuka, dan Papa Han mulai mengajak Jun berbicara. Kata pertama yang dikeluarkan Papa Han pun membuat Jun bingung.


“Jadi Jun, kamu udah punya pacar?”


Jun pun bingung mau mengatakan apa, apa dia punya pacar atau belum. Lalu dia memutuskan untuk jujur saja.


“Ga punya Om. Aku ga mau pacaran dulu soalnya. Belajar itu penting.”


Ayah Han pun merasa jawaban Jun sangatlah biasa, karena dia selalu mendengarkan hal ini ketika dia berdua dengan Han.


“Kamu lebih baik keluar rumah ini, cari tempat tinggal. Kamu ga punya pacar ga diterima disini.”


Jun pun kehabisan kata-kata, karena Han sendiri yang mengajak Jun ke rumahnya namun dia diusir oleh Papa Han karena dia tidak punya pacar.


“Om, maksudku aku ti-“


Tiba-tiba, Papa Han pun tertawa terbahak-bahak. Jun menganggap ini teralu serius sehingga memberikan tekanan yang luar biasa. Dia sangat kaku karena di hari pertamanya berkunjung dia sudah mulai diusir.

__ADS_1


“Ayolah, Om ini cuma bercanda aja kok. HAHAHAHA. Kamu tau si Han itu. Sampai sekarang aja dia ga punya pacar sama sekali di usianya. Apa itu menyedihkan bagimu?”


Karena menjawab jujur pun dapat membuatnya terusir dari rumah, maka dia mencoba untuk berbohong saat ini.


“Hahahahaha, iya Om. Menyedihkan sekali dia.”


“Oke Jun, nanti kalau kamu sudah lulus dan punya pacar. Kau panggil Om ini, kau langsung Om tarik ke perusahaan Om. Gimana? Hahahaha.”


Jun pun mengiyakan dan berharap dia bisa mencapai ekspetasi dari Papa Han. Setelah mereka berbincang, Jun pun pergi ke kamar Han. Kamarnya sudah dilengkapi dengan kasur tarik di bawah sehingga Jun sudah punya tempat untuk tidur. Jun pun bertanya kepada Han.


“Oi, sepenting itukah pacaran di mata Papamu?”


“Kalau ga sepenting itu, aku ga mungkin dibully 1 keluarga.”


Jun pun heran dengan esensi pacaran tersebut. Karena dia tidak tahu sama sekali keluarga Han seperti apa. Pada saat Jun mau bertanya kepada Han mengapa pacar itu sangatlah penting di keluarga Han. Han pun mulai bercerita alasan mengapa dia dibully oleh Papanya.


“Sebenarnya, semua saudara-saudaraku sudah pacaran.”


“Heh?”


Jun yang terlihat kebingungan, matanya pun kosong seketika mendengar cerita dari Han.


“Oi oi oi, kenapa jadi begini. Kan bebas sebenarnya kau mau berpacaran dengan siapa dan kapan. Apalagi kita kan masih umur 20, apa yang perlu dirisaukan?”


“Benar juga kamu, coba kamu bilang seperti itu ke Papaku.”


“Aku menolak.”


Jun pun menyerah seketika. Waktu pun sudah mulai malam dan akhirnya mereka pun tidur.


Keesokan harinya, mereka berdua ke kampus. Jun pun langsung ke mobilnya dan memeriksa mobilnya sebenarnya tidak apa-apa. Jun pun mengeluarkan kelegaannya dari mulutnya. Han yang melihat Jun lega pun bingung.


“Kau kenapa lega? Mobilmu kan pasti aman disini. Emang siapa yang mau mencuri mobilmu juga kalau mobilmu kamu kunci?”


“Han, aku mau menceritakan sebuah ‘Legenda’ kampus ini.”


“Ada apa?”


“Kamu tahu, ada orang yang menamakan dirinya sebagai ‘The Tire Hunter’. Kamu tahu apa yang mereka lakukan? Menusuk ban mobil!”


“Haduh, kamu jangan mengarang seperti itu. Ada petugas keamanan disana dibayar untuk apa coba?”

__ADS_1


Kelas pun dimulai, namun Ryuu tidak hadir di kelas tersebut. Han pun yang risih dengan keberadaan Ryuu pun mencoba untuk menelpon Ryuu. Ketika dosen masih menjelaskan, Han pun izin keluar untuk ke toilet, sebagai alasan muktakhir.


“Bu, saya mau ke toilet.”


“Oh ya sudah, kamu kalau langsung pergi pun ya tidak apa-apa juga. Ini bukan sekolah menengah juga.”


Akhirnya Han pun keluar kelas, dia menyalakan handphone-nya dan mencoba menelpon Ryuu. Setelah 1 menit menghubungi Ryuu yang tidak kunjung dibalas dikarenakan


‘Panggilan yang anda tuju sedang sibuk.’


Akhirnya Han terhubung dengan Ryuu, dengan nada yang sedikit kesal dia bertanya kepada Ryuu.


“Hei dengarkan aku! Kau dimana sekarang?!”


“Oh aku telat bangun Han, kamu bisa ga titipkan absen kelas?”


Ryuu dengan nada yang sedikit dibuat-buat berhasil mengelabui Han. Tiba-tiba, ada suara yang terdengar di telpon dari Han.


“Pak, saya tanda tangan-nya dimana?”


Suara yang asing tersebut pun membuat Han semakin heran, Han pun bertanya dengan lebih sebal lagi.


“Woi Ryuu, kau dimana?!”


Tiba-tiba telpon dari Ryuu pun diputus oleh Ryuu. Han di kampus pun mencoba menganalisa apa yang terjadi. Mukanya pun tanpa ekspresi. Han pun kembali ke kelas, dan mengatakan sesuatu yang licik kepada dosennya.


“Bu, Ryuu alpha. Dia tidak akan menyusul kelas. Alasannya tidak jelas pula”


Tiba-tiba satu, kelas pun kaget, dosen tersebut juga bingung dengan alasan mengapa tiba-tiba Han mengatakan itu. Lalu kelas dilanjutkan sekitar 10 menit oleh dosen tersebut, setelah itu kelas ditutup dikarenakan dosen tersebut sudah capek.


Ketika kelas usai, Jun langsung pergi dengan Han ke kantin, dia mulai bertanya apakah Ryuu akan pergi ke kampus atau tidak.


“Han, si Ryuu bakal ke kampus atau tidak?”


“Aku sudah ga paham sama dia lagi.”


Muka Han yang kosong pun berhasil meyakinkan Jun bahwa Ryuu akan bolos selama 1 hari penuh.


Akhirnya mereka berdua pun makan di kantin, mereka memakan nasi goreng di kantin yang harganya cuma 1 dollar. Mereka juga harus makan yang instan karena kelas berikutnya akan diselenggarakan dalam waktu 2 jam lagi. Waktu yang cukup lama untuk Han merenung daripada makan makanan yang mahal dan lama.


Han pun merenungkan kejadian kemarin, dimana 2 mobil yang tidak bersalah mengalami takdir yang tidak mengenakkan dan Ryuu yang bolos. Apakah semua itu ada kaitannya atau tidak.

__ADS_1


“Sebenarnya, orang itu kerja apa?”


__ADS_2