
“Tenang saja, sodanya itu sangat kuat sehingga bisa disemprotkan ketika kalian mengocok soda itu.”
Mereka semua yang mendengarkan itu hanya ketakutan, terutama Maylene dan Han yang memiliki hubungan palsu. Maylene pun bertanya kepada Han apakah dia bisa menyelesaikan permainan ini tanpa disemprot ataupun membuat Han minum.
“Han, apakah kita bisa…”
“Walaupun disini itu Yoru, kayaknya juga tidak akan bisa dihindari. Mangkanya aku memintamu untuk membawa baju ganti!”
“Hm-mm.”
Han sendiri juga sudah pasrah dengan permainan ekstrim itu. Isi hatinya saat ini adalah
“Aduh, mati! Mati! Mati! Aku bisa minum paling banyak ini!”
Mereka yang sudah berkumpul itu pergi makan, dan seperti perjanjian awal, Han tidak akan makan di lantai jika dia membawa pacarnya. Yuki yang melihat kakaknya sendiri itu pun senang dengan kakaknya yang sudah tidak duduk di lantai lagi.
“Ko, akhirnya udah ga duduk di lantai lagi ya.”
“Hehehe, udah tidak duduk di lantai Koko.”
“Tapi ko… sudah kuduga kan! Koko bawa perempuan itu! Dia itu kan yang masuk ke rumah kita saat Desember itu kan!”
Yuki yang melirik ke arah Maylene itu dengan berbicara seperti itu membuat Fuyumi dan Nagi kaget. Mereka tidak menyangka bahwa Maylene sudah ada di rumah Han sejak Desember kemarin.
“Ha?!!!! Jadi kamu sudah pernah ke rumah ini?!”
“Han, sudah berapa lama dia menjadi pacarmu?!”
Maylene dan Han pun menjawab mereka berdua dengan polos saat mereka makan.
“Aku sudah pernah ke rumah ini sebelumnya.”
“Tiga bulan yang lalu.”
Han yang menjawab itu benar-benar membuat Maylene kaget dengan Han. Dia tidak menyangka bahwa Han akan berbohong seperti itu di depan saudara-saudaranya. Sakura yang melihat Maylene kaget itu pun mempertanyakan Maylene.
“Kenapa kamu kaget? Kamu kok bisa lupa dengan tanggal kalian berpacaran?”
“O-Oh iya. Kita sudah ber-berpacaran tiga bulan yang lalu.”
__ADS_1
Maylene pun berbisik kepada Han, apa maksudnya ini semua. Mengapa Maylene benar-benar diserang oleh saudara-saudara Han saat ini. Dia menoleh ke arah Han dan membisik kepadanya.
“Oi, kamu kan udah bawa aku. Kenapa kita diserang terus?”
“Siapa yang mau percaya coba? Ini pertama kalinya semenjak 4 tahun yang lalu aku membawa pacar!”
Miko yang melihat Maylene bingung itu pun menjelaskan cerita Han saat di Lunar Festival selama 4 tahun sebelum tahun ini. Dengan wajah yang penuh dramatis, dia bercerita secara rinci.
“May, Han selama 4 tahun makan di lantai ini. Dia tidak pernah ikut bermain juga karena dia tidak memiliki pacar. Yang lebih menyedihkan lagi, uang ‘tas merah’-nya dia itu hanya sepuluh persen dari Michi yang bahkan bukan anggota keluarga Lin. Jadi kamu tau kan mengapa saudara-saudaranya benar-benar ingin mencari tau tentangmu?”
Maylene pun kaget ketika dia mendengarkan kata ‘tas merah’ yang keluar dari mulut Miko. Bukan kaget karena uang yang didapatkan oleh Han, namun mengapa Michi bisa mendapatkan uang.
“Michi bisa mendapatkan ‘tas merah’ di keluarga yang berbeda?”
Michi pun membalas ucapan Maylene yang bingung itu. Dia pun bercerita dengan wajah yang datar dan posisinya yang memegang garpu itu.
“Iya, benar sekali. Disini, kamu akan mendapatkan ‘tas merah’ walau kamu bukan anggota keluarga Lin.”
Maylene pun melirik ke arah Han dengan tersenyum jahat, namun Han sudah menebak apa yang dipikirkannya saat ini.
“Menjadikanmu pacar palsuku untuk selamanya? Tahun depan aku mau bawa Yoru padahal. Jangan harap kamu datang untuk kedua kalinya.”
…
Peserta yang ikut ada disana ada Paman Ken, Yuki, Nagi, Han, Miko, Fuyumi, dan Kazuki. Mengapa ada Paman Ken? Karena Paman Ken masih berpacaran di umur 27 tahun. Seluruh tangan mereka yang merupakan keluarga Lin pun sudah terpasang dengan lie detector dan permainan dimulai.
…
Permainan dimulai dari pasangan terbaru, yaitu Han dan Maylene. Maylene mengocok dadu dan dadu itu mengunjukkan angka ‘8’ dan mengarahkan mereka pada tanah pertama. Yaitu ‘Dobi Desert’. Han membuka kartu pertamanya dan membacakan pertanyaan itu ke Maylene.
“Sejak kapan kamu mengenal pacarmu?”
Maylene pun menjawab dengan suara yang lantang dan percaya diri. Maylene mengingat pertemuannya dengan Han itu dimulai sejak September, di pegunungan, saat Maylene masih menjadi pacar Tobe.
“September, tahun ini.”
Tidak ada suara dari lie detector, maka Han harus meminum air soda yang pahit itu.
Sekarang giliran pasangan Yuki dan pacarnya. Pacar dari Yuki mengocok dadu dan menunjukkan angka ‘4’. Mereka berada di ‘Mung Cock’, ketika mereka mau mendapatkan tanah itu, Yuki membuka kartu-nya dan membacakan itu.
__ADS_1
“Apa makanan favorit pacarmu?”
Han yang mengetahui jawaban ini sudah menjawab itu di dalam hatinya.
“Steak atau disemprot kau!”
“Spaghetti?”
Ketika Mama Fuyumi yang menjadi juri itu bertanya kepada Yuki apakah itu benar, Yuki mengangguk. Namun lie detector itu tidak bohong. Lie detector itu bunyi dengan keras dan mereka semua sudah siap untuk menyemprot soda mereka kepada pacar dari Yuki.
“SEMPROT! SEMPROT! SEMPROT!!!!!”
Semua penonton yang melihat itu meminta anak-anak mereka untuk menyemprotkan soda itu ke arah pacar Yuki.
*Blerrrrrrrrr*
Pacar Yuki sekarang benar-benar basah kuyup dengan soda.
Sekarang giliran Michi yang mengocok dadunya, dia mendapatkan angka ‘9’ dan itu mengarahkan mereka ke tempat “Auto Basah’. Ketika Michi bertanya apa artinya itu, Mama Han yang di dekat meja itu memerintahkan mereka semua untuk menyemprot Michi dengan soda, namun tidak untuk Fuyumi.
“Semprot!!!!!”
*Blerrrrrrrrr*
Permainan pun berlangsung cepat hingga mereka ada di zona kedua, Miko, Nagi, Paman Ken, dan Kazuki pun menjawab semuanya dengan normal sehingga mereka hanya meminum soda itu.
Masuk ke zona kedua, dimana pertanyaan mulai ekstrim, Dimulai dari Han dan Maylene yang masuk ke zona kedua dan mengarahkan mereka ke ‘Lound Doun’. Pertanyaan itu dibaca oleh Han, dan Han membaca dengan nada yang ketakutan.
“A-Apakah ka-kamu pernah di-dijual oleh pa-carmu?”
Maylene pun menjawab dengan dramatis, dia mengatakan dengan suara yang sedih dan meminta afeksi dari penonton.
“A-Aku pernah hampir dijual sama Han ke om-om tua! Ini pelecehan.”
“Woi Han! Kamu kenapa jual perempuan di negeri orang!”
“Han, kau biadab! Manusia hina!”
Han yang melihat Maylene menjawab jujur itu membuatnya sedikit kaget. Dia tidak menyangka Maylene akan menceritakan itu kepada mereka semua.
__ADS_1