Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 3, Chapter 21; Little Closer! Little Closer! Little Closer! Little Closer!, Part 2


__ADS_3

“AAAAAA!!!!!!!”


“ADA TABRAKAN!!! ADA TABRAKAN!!! SIAPAPUN! TOLONG MEREKA!!!!”


Banyak orang yang ketakutan di saat mereka melihat itu dan mengerumuni kedua mobil yang tertabrak itu. Jun juga pergi ke arah situ untuk melihat kondisi kedua mobil itu. Namun, dia melihat satu orang yang berjalan menuju ke arah kerumunan itu, membawa dokumen-dokumen, dan berbicara dengan nada-nada yang penuh dengan emosi.


“Lihat, kedua mobil ini. Betapa kasihannya kedua mobil ini harus tertabrak satu sama lain karena mereka balapan. Kalau mereka meninggal, apa jaminan mereka di dunia, apa yang dapat mereka tinggalkan kepada keluarga mereka tercinta? Apa jaminan hidup mereka selama ini? Kalau mereka selamat, uang di rumah sakit begitu mahal, uang yang keluar bisa banyak. Kalian semua, masuklah, masuklah, terimalah asuransi! Asuransi akan menyelamatkan nyawa.”


Ketika Ryuu mengatakan seperti itu di depan orang banyak, orang-orang yang berada di sana hanya melihat Ryuu dengan wajah yang sedih terlebih dahulu. Hal ini memancing Ryuu untuk berbuat lebih.


“Iya, ini adalah formular-.”


“JANGAN BERCANDA BODOH!!!!!!!”


“Gwak!!!!!!!!”


Orang-orang meneriaki Ryuu seperti itu membuat Ryuu langsung kaget seketika, matanya tiba-tiba memutih dan tubuhnya merasakan sesuatu yang tidak enak sama sekali.


“KAU PIKIR KITA TIDAK PUNYA ASURANSI DARI PEMERINTAH ATAU APA?!”


“KAU NGAPAIN PROMOSI ASURANSI?! ORANG SEPERTI INI TIDAK BUTUH ASURANSI! PERGILAH DARI SINI, TIDAK ADA YANG AKAN MEMESAN ASURANSIMU!”


“Oi bodoh! Kita pergi dari sini! Idiot!”


Jun langsung pergi ke depan dan menarik tangan Ryuu yang benar-benar pucat itu setelah mendengarkan orang-orang itu. Jun menariknya dengan membawa kedua es krim roti itu menuju ke arah Mall. Jun begitu kelelahan menarik Ryuu, bertanya kepada Ryuu setelah itu dengan wajah yang benar-benar kelelahan dan memberikan es krim-nya kepada Ryuu.


“Woi, kenapa kau promosi asuransi di negeri ini? Mereka ini sudah mendapatkan jaminan dari pemerintah, jangan harap kamu bisa promosi asuransi disini, bodoh!”


Jun yang mengomeli Ryuu itu hanya murung dengan wajah yang tersenyum dan membalas Jun dengan wajah yang masih pucat.


“I-I-Iya, ma-maaf.”


“Ini rotimu.”


“T-Terima ka-kasih.”


Ryuu dan Jun akhirnya makan sambil berjalan untuk pergi mencari game ‘Yakuza 5’ itu, karena Jun tau bahwa Ryuu tidak membeli game itu.


“Aku yakin, kamu belum membelikanku game-nya kan?”


“Be-Belum.”

__ADS_1


Mereka akhirnya pergi mencari kaset itu, dalam waktu 20 menit mereka menemukan kaset ‘Yakuza 5’ yang berada di toko yang dikunjungi Ryuu sebelumnya. Ryuu sudah lebih lega saat ini, ekspresinya sudah sangat biasa ketika melihat Jun membeli aksesoris komputer gaming di Pirchard. Jun yang bahagia itu hanya menatap kaset yang baru dia beli.


“Untung aja ini belum habis! Untung!”


Tiba-tiba, Jun ditelpon oleh Han yang masih berada di pulau Gao Xing itu dengan ekspresi yang begitu lega di dalam kererta.


“Jun! Kita mau makan dimana nanti malam?”


“Enaknya dimana? Aku sih di Pirchard sekarang.”


“Ya udah, kita berempat pergi ke Pirchard aja kalau begitu.”


“Ber-empat?”


“Aku, kamu, Ryuu, dan Maylene. Benar kan berempat? Di Takashimaya Mall ya.”


“Oke.”


Lalu Jun menutup telpon dari Han, dan Ryuu bertanya kepada Jun dengan nada yang sedikit sinis mendengarkan Han berbicara tadi.


“Apakah mereka baik-baik aja? Sepertinya mereka sedang bertengkar.”



“WOI! KENAPA KAMU AJAK AKU SEKARANG KE PIRCHARD?”


“Kamu pikir ngapain? Memulangkanmu sekaligus makan disana!”


Han dan Maylene yang mengomel lagi di dalam kereta itu benar-benar kelewatan kali ini, suara mereka begitu kencangnya membuat orang-orang melirik mereka. Namun kedua orang itu tidak peduli lagi dengan tatapan orang-orang.


“Ya udah! Kalau kamu tidak mau pergi, sana pergi sendiri!”


“A-Aku tidak mau pergi sendiri! Ya udah! Aku ikut dengan kalian! Hmph!”


Omelan-omelan mereka itu dimulai dari Bay Park hingga mereka sampai di Pirchard. Sesampainya mereka di Pirchard, Maylene melihat Miyuki yang berada di depan stasiun kereta kereta.


“Mi-Miyu? Kenapa kamu disini?”


Maylene yang melihat Miyuki itu hanya kaget dan menaikkan alis matanya dan menutup mulutnya dengan tangannya. Miyuki di sisi lain, menatap Han dengan tajam dan penuh amarah karena kejadian sebelumnya di pulau Gao Xing. Dia menaikkan nada suaranya dan bersiap untuk menyemprot Han saat ini juga. Dia berjalan ke arah Han dan menunjuknya.


“Mulai hari ini, aku menginap di ‘Three Trees Yacht’ Bay! Aku disuruh Papaku, aku akan menjaga Ceceku dari laki-laki liar yang menjadi pacarnya sekarang! Tidak keberatan kan?”

__ADS_1


“HA?!”


Han yang tidak dapat berkata-kata itu ditinggal oleh Miyuki yang akan menuju ke Bay Park pada saat ini. Maylene di sisi lain hanya berkeringat dan menepuk pundak Han dan menjelaskan tentang sifat Miyuki dengan wajah yang tertangkap basah itu.


“Ano, Han, jangan anggap ucapan Miyu serius. K-Kamu tau, dia adalah laki-laki yang sayang dengan Cece-nya.”


Han hanya berteriak kepada Maylene dengan penuh kekecewaan dan menegur Maylene yang bersikap santai itu.


“A-APA?!!!! ITU UDAH BUKAN RASA SAYANG LAGI NAMANYA! DIA ITU BENAR-BENAR MENERORKU! APA ITU RASA SAYANG YANG ADA DIAJARKAN OLEH KELUARGAMU?!!”


“KAN WAJAR KALAU DIA KHAWATIR SAMA CECE-NYA SENDIRI! Hmph.”


Akhirnya mereka berjalan menuju ke Takashimaya Mall dan melihat Jun dan Ryuu yang sudah menunggu. Ryuu yang bertanya kepada Han dan Maylene dengan wajah yang penuh tawa jahat itu berjalan melihat mereka berdua yang terlihat akrab.


“Hey, gimana k-e-n-c-a-n-n-y-a?”


Maylene yang wajahnya memerah itu pun mulai terlihat sebal, tapi dia menjawab dengan santai terhadap pertanyaan Ryuu itu.


“K-K-KAMU!!!! Yaa, tidak buruk-buruk amat kok. Ya kan, Han?”


Maylene yang menatap Han dengan wajah yang tersenyum itu direspon oleh Han dengan wajah yang sedikit licik, senyuman yang jahat, dan mata yang menatap Maylene dengan tajam.


“Buruk amat! Kau buang-buang uang milik Papamu!”


“HA?! JADI YANG MEMBELIKAN TIKET ITU PAPAKU?!”


“Iya, benar sekali. Papamu yang membelikan tiket itu.”


Jun yang membalas Maylene itu benar-benar membuat Maylene jengkel dengan Papanya saat ini. Dia mengangkat tangan kirinya dan mengenggamnya dengan erat. Matanya begitu tajam dan dingin membuat ketiga laki-laki itu ketakutan pada saat itu.


“PAPA!!!!!! NANTI KITA BICARA YA! DASAR PAPA!”


Mereka akhirnya masuk ke dalam Mall dan makan bersama setelah itu.



Di Eiyuu, Xingxi Mall. Haruki sedang makan bersama seorang laki-laki yang misterius dan mereka berdua sedang berbicara satu sama lain dengan wajah yang begitu dingin.


“Apakah kita bisa mengakhiri ini semua?”


“Hmm, aku ingin tau tentang itu. Apakah kamu jatuh cinta… kepada Han, lagi?”

__ADS_1


__ADS_2