Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 2, Chapter 10: Han's Past, Part 2


__ADS_3

Tiba-tiba Tobe menyela ucapan guru itu, dia dengan nada yang cukup sinis mengatakan kepada wakil kepala sekolah itu.


“Oh, opsi pertama? Mister, pertimbangkan apakah dia tidak akan mengulangi kejadian seperti ini?”


Wakil kepala sekolah yang melihat Tobe itu mulai menghela nafas dan mengatakan dengan nada yang cukup bijak.


“Tobe, kita sebagai manusia harus mengampuni orang yang bersalah. Siapa tau dia akan belajar untuk menjadi pribadi yang baik. Maka saya memutuskan untuk memecatnya secara tidak hormat!”


Guru itu pun kaget, dia seolah-olah tidak mempercayai wakil kepala sekolah itu. Dia tidak terima dan mulai membantahnya, namun wakil kepala sekolah itu menghampirinya dan mulai berbisik dengan nada penuh ancaman.


“Mi-Mister! Apa-apaan ini! Anda memberikan saya opsi kan!’


“Kalau anda mau mencari gara-gara, carilah lawan yang baik! Kamu sudah salah mencari lawan disini, bodoh. Sekarang keluarlah dari sekolah ini dengan damai!”


Guru itu keluar dari lapangan, membawa barang-barangnya dan dia keluar dari sekolah itu dengan wajah yang lesu. Akhirnya festival olahraga itu dilanjutkan setelah melihat penghinaan yang luar biasa di panggung tadi.


Festival olahraga itu dimulai dengan perlombaan basket antar kelas, dimana ada 3 angkatan dan 32 kelas yang bertanding. Kelas Han berhasil mencapai final dan memenangkan perlombaan antar kelas basket, dengan Han yang dinobatkan sebagai top assister serta Naoto yang dinobatkan sebagai top scorer. Ketika mereka masih berada di lapangan, rupanya ada pelatih basket sekolah yang melihat permainan mereka berdua. Pelatih itu datang menghampiri Han dan Naoto yang sedang tertawa karena festival sekolah itu sambil tersenyum.


“Perkenalkan, nama saya Mr. Kibe, saya adalah pelatih basket di sekolah ini. Pertama-tama, mengapa kalian tidak mengikuti seleksi saya pada tahun lalu?”


Han dan Naoto yang diberikan pertanyaan yang cukup menohok itu mulai membalas pelatih itu dengan rendah diri.


“Maaf Mister, saya masih me-menimba ilmu.”


“Saya baru tau a-ada tim basket disini. Sa-Saya pikir kita berdua-lah yang membuat tim.”


Pelatih itu tetap menatap Han dan Naoto dan wajahnya tiba-tiba serius melihat Han dan Naoto. Han dan Naoto yang ditatap seperti itu merasa ketakutan. Pelatih itu mulai menanyakan komitmen Han dan Naoto.


“Apakah, apakah kalian serius mau mengikuti tim basket atau tidak?”


Han dan Naoto yang saling melihat satu sama lain pun mulai meneggukan air liurnya, mereka berdua melihat pelatih itu dan menjawab ajakan pelatih itu.

__ADS_1


“Iya! Kami serius!”


Pelatih itu membalikkan badannya dan mulai memberikan seruan kepada mereka berdua. Apapun harus disiapkan oleh Han dan Naoto, setalenta apapun mereka tetaplah jadwal dadakan adalah musuh mereka berdua.


“Baik! 3 hari lagi sekolah kita akan mengikuti turnamen 4 sekolah dengan sistem round robin! Bersiaplah! Karena kalian berdua saya putuskan untuk main dari menit awal! Satu lagi, ini turnamen tuntas 1 hari. Persiapkan stamina kalian!”


Mulut Naoto tiba-tiba terbuka lebar dan cukup mempertanyakan keputusan pelatih itu.


“HAAAA???”


Di sisi lain, Han berusaha bertanya kepada pelatih itu. Han ingin melihat kejiwaan pelatih itu yang tiba-tiba menunjuk mereka untuk bersiap.


“Mister, apakah anda bercanda? Kita bahkan tidak mengenal siapa saja yang bermain bersama kita nanti.”


Tapi, pelatih itu menjawab pertanyaan Han, dia tetap berada di posisi yang berlawanan dengan Han dan Naoto. Pelatih itu mulai menunjuk semua pemainnya yang berada di lapangan yang sama dengan Han dan Naoto.


“Kamu lihat mereka, yang sangat bodoh ini? Merekalah teman-teman kalian nanti. Saya yakin kalian akan memberikan angin segar kepada tim. Jam 9 Pagi, di Empire Stadium. Mengerti?”


Tiba-tiba, sang kapten dari tim basket sekolah itu menghampiri mereka berdua dan memperkenalkan dirinya kepada mereka berdua.


“H-Halo. Namaku Barou, salam kenal. Aku kapten dari tim sekolah ini dan aku mengakui kehebatan kalian berdua. Selamat datang di tim basket sekolah!”


“S-Salam kenal, Barou. Semoga kita bisa mendapatkan prestasi untuk sekolah ini.”


Pelatih itu keluar dari lapangan, dan festival sekolah untuk cabang basket telah ditutup.


3 hari kemudian, mereka berdua akhirnya melakukan debutnya untuk tim basket sekolah. Tidak sampai disitu, satu kelas rela datang untuk mendukung mereka berdua. Ryuu yang membawakan minuman isotonic untuk mereka berdua menyerahkan minuman itu kepada mereka berdua.


“Ini, minuman isotonic untuk kalian berdua! Menanglah, walaupun ini pertandingan pertama kalian! Kita satu kelas akan mendukung kalian!”


Han yang mendengarkan Ryuu itu menepuk pundaknya dan tatapannya sangat tajam penuh konfidensi. Naoto di sisi lain tertawa dan mulai mengatakan sesuatu di depan mereka berdua.

__ADS_1


“Terima kasih temanku! Percayakan ini kepada kami!”


“Hahahaha, Han, apakah ini sangat nostalgia menurutmu? Kita sudah pernah melakukan ini saat kecil.”


“You bet! Ayo kita menangkan turnamen ini!”


Mereka berdua pergi ke tim-nya, dan Ryuu kembali ke tempat duduk penonton bersama teman-teman kelasnya. Teman-teman kelasnya bertanya-tanya kepada Ryuu dengan wajah yang cukup khawatir.


“Apakah Han bisa memenangkan turnamen 1 hari ini? Dia dan Naoto hanya terlihat di festival sekolah, ini kan sudah di luar sekolah kita.”


Tiba-tiba, ada seorang pria yang berada di umur 40 dengan menggunakan jas mulai duduk di dekat mereka. Pria tua itu mulai meyakinkan teman sekelas Han, tanpa disadari dia adalah Papa Han. Papa Han mulai berbicara dan menggunakan nada yang sinis untuk menyindir ucapan teman-teman sekelas Han.


“Oh, memenangkan? Kalian harus melihat mereka bermain walau kalian tidak mengerti tentang olahraga ini.”


Apa yang diucapkan oleh Papa Han itu benar-benar terjadi. Permainan Naoto dan Han benar-benar membuat lawan-lawan mereka tumbang satu per satu. Mereka bahkan kehabisan ide untuk menjaga dua orang itu, bahkan ketika Han dijaga oleh 3 orang sekalipun tidak dapat membendung serangan dari Naoto dan ketiga temannya yang berada di lapangan. Permainan mereka sangat cair dan membuat mereka mendapatkan 2 kemenangan di grup dengan skor akhir 50-8 di pertandingan pertama dan 60-4 di pertandingan kedua!


Ketika tim sekolah Han dijadawalkan untuk melakukan pertandingan terakhir, Pelatih lawan menghampiri Mr. Kibe dan dengan nada yang cukup sedih dia mengucapkan sesuatu yang tidak ingin didengar oleh seisi stadion.


“A-Anu Mister Kibe. Maafkan bahwa saya ini kurang etis, tetapi tim saya sudah melarikan diri, mereka tidak ingin berhadapan dengan sekolah anda. Ma-Maafkan kami.”


“O-Oh begitu? Baiklah kalau begitu.”


Teman-teman Han yang mendengarkan ucapan memalukan dari pelatih lawan itu hanya terdiam bingung. Han sendiri juga bingung, padahal mereka hanya ingin bersenang-senang.


“O-Oh, apakah karena mereka saja sudah membuat lawan ketakutan?”


Papa Han tiba-tiba berdiri dan membuat banyak teman-teman Han sedikit takut karena dia ingin berbicara beberapa kata di depan mereka semua.


“Kalian sudah melihat kan, KALIAN SUDAH MELIHAT KAN?”


“I-Iya Om.”

__ADS_1


Setelah turnamen itu, sekolah Han menjuarai turnamen basket berturut-turut selama 10 kali. Sekolah Han diyakini adalah sekolah yang terkuat dalam bola basket di kota Eiyuu.


__ADS_2