
Setelah mereka bertiga sampai di Eastern Hotel, Han melihat Ryuu yang sudah menunggu mereka bertiga di lobby hotel. Ryuu sendiri memakai baju yang cukup rapi melihat Han yang memakai baju hem lengan pendek berwarna merah dan celana panjang yang…
“Han, kamu terlihat rapi kali ini. Tapi mengapa kamu memakai celana berwarna hijau? Satu lagi, kamu mengapa memakai sandal karet? Kita di hotel woi! Aku ga mau bawa badut ke acara reuni bodoh!”
Ryuu yang sedikit kecewa melihat Han berdandan itu membuat kedua teman Han, Yui dan Wang tertawa. Ryuu pun bertanya kepada mereka, mengapa mereka tidak memberitahu Han tentang cara berpakaiannya.
“Kalian berdua, kan pergi bersama Han. Kenapa kalian ga bilang kalau dia kayak badut?!”
“H-Habis, panda-nya sudah menghabisi tasku. Aku mau balas dendam lah!”
“Yaa lucu aja Ryuu lihat Han berlagak bodoh seperti ini.”
Ryuu pun melegakan nafasnya, dia menyerahkan kunci mobilnya kepada Han.
“Oi, di mobilku masih ada celana panjang hitam dan sabuk. Ganti sekarang atau kau pergi dari sini.”
“I-Iya. Terima kasih.”
Han pergi ke mobil Ryuu yang berada di parkiran mobil, selama 15 menit dia berkeliling untuk mencari mobil Ryuu. Dia sendiri sudah kelelahan dan merenung.
“Kenapa aku berpakaian seperti Yoru! Terus dimana mobilnya Ryuu? Aku sudah capek mencarinya!”
Han akhirnya menemukan mobilnya, dia memakai celana Ryuu dan karena dia kepanasan. Dia mulai menyalakan mobilnya.
“Dia sudah menjebakku! Saatnya balas dendam.”
Han pindah ke kursi depan mobilnya, lalu dia mulai menyalakan mobilnya dan mulai menginjak gas. Dia keluar dari zona parkir yang ditempatkan Ryuu pada awalnya dan mengendarai mobil itu dengan kencang dan mengepot. Suara gesekan ban mobil itu dengan lantai terdengar sangat kencang.
Tobe yang baru sampai di parkiran mobil itu melihat mobil yang liar sedang berputar itu membuatnya cepat-cepat keluar dari mobil dan pergi menuju mobil itu. Dia berlari dan berdiri di jalan depan mobil itu. Mobil itu tiba-tiba berhenti di depan Tobe.
“WOI! KAU PAKAI MATA KALAU LIHAT! KAU BISA MATI KALAU AKU GA REM!”
Han sangat marah dan dia berteriak di depan Tobe. Raut wajahnya pun sudah tidak enak. Tobe memaksa Han untuk masuk ke mobil Han, walau itu sebenarnya bukan mobilnya juga.
__ADS_1
“Ayo Han, ayo. Kita buat mobilnya mengepot.”
“Ini mobilnya Ryuu sebenarnya.”
“Bodoh amat. Kita nyetir dulu aja!”
Ryuu tiba-tiba pergi ke parkiran dan melihat Han menyetir mobilnya dan dia tidak emosi sama sekali. Dia hanya melihat Han yang berada di mobil itu dan Tobe yang mau menaiki mobil Ryuu. Tobe yang merasa tertangkap basah itu mulai gugup, keringatnya mulai keluar dari kepalanya, dan dia mulai berbicara dengan gugup.
“H-H-Halo Ryuu, Ada apa kamu kesini??”
“Han!”
“Apa?”
“Ayo drifting!”
Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan Han melakukan drifting tersebut. Han menginjak gas dan mobil Ryuu itu melaju dengan sangat cepat. Ryuu pun bernostalgia mengingat masa-masa SMA-nya itu bersama Han dan Tobe. Ketika mobil itu sudah sampai di belokan, Han mulai mengepotkan mobilnya untuk melewatinya.
“Ahh, sudah lama terakhir kali kita drifting.”
Mobil Ryuu pun mengepot dengan cukup sempurna, suara gesekan itu sungguh kencang hingga membuat orang-orang di dalam parkiran itu menutup kupingnya. Tobe yang melihat reaksi mereka yang menutup kupingnya itu tertawa.
“HAHAHAHAHA!!! MAKAN TUH DRIFTING!!”
“Ya ampun mereka itu, menjauh begitu kenapa.”
Han yang masih tertawa bersama Tobe itu tiba-tiba dicela oleh Ryuu. Ryuu dengan nada yang cukup pelan membisikkan sesuatu kepada Han yang lagi tertawa itu.
“Han, disini ada Haruki…”
Han tiba-tiba kosong, matanya seolah-olah tidak melihat sesuatu dan di depan Han ada mobil yang datang berlawanan. Han tiba-tiba sadar dan dia membanting setir mobil itu dengan reflek yang cukup baik. Tobe di kursi belakang itu mulai marah-marah. Ekspresinya tiba-tiba berubah da dia merasa bahwa apa yang terjadi tadi sungguh menakutkan.
“WOI! KITA HAMPIR NABRAK BODOH! KAU LIHAT DEPAN KENAPA?!”
__ADS_1
“Oh maaf, aku baru sadar juga tadi.”
Han yang masih tidak menyangka bahwa nama perempuan itu disebut oleh Ryuu, nama perempuan itu sangat tidak ingin didengar oleh Han selama ini. Dia tidak ingin mengingat nama itu, nama itu sungguh membuatnya marah dan kebenciannya meluap-luap. Giginya penuh dengan gertakan dan matanya mulai memberikan aura kebencian untuk saat itu. Han mulai bertanya kepada Ryuu dengan nada yang dingin.
“Apakah perempuan itu ada disini?”
Ryuu yang merasakan tekanan yang sangat tinggi dari Han membuatnya sedikit tertekan untuk mengucapkan itu. Tiba-tiba Tobe menyahut Han yang bertanya itu dengan nada yang biasa-biasa saja.
“Oh, dia datang katanya. Dia sudah bilang itu di grup kok.”
Han yang mendengarkan itu tiba-tiba mengubah emosinya, tiba-tiba dia sangat bahagia. Wajahnya tersenyum dan menoleh kepada Tobe, walau Ryuu dapat melihat bahwa ekspresi Han ini sangat menipu.
“Oh, begitu. Aku menantikan untuk bertemu dengannya.”
“Gila anak ini, aku tau bahwa dia menyembunyikan sesuatu. Han tidak mungkin berbicara sesantai ini jika dia merasa tertekan. Seberapa jauh kamu bisa menipu perasaanmu itu?”
Akhirnya mereka memarkirkan mobilnya, dan di luar parkiran banyak sekali asap dan bau karet. Mereka bertiga yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak, seolah-olah tempat parkir ini sudah layaknya seperti pabrik ban yang terbakar.
“HAHAHAHAHA!! ORANG YANG KELUAR DARI MOBIL BISA PINGSAN INI! ADUH, INI SANGAT NOSTALGIA SEKALI!”
Mereka bertiga pada saat SMA pernah melakukan hal serupa, dan pernah membuat pengunjung hotel itu pingsan ketika mereka keluar dari mobil dari parkiran. Akhirnya mereka bertiga kembali ke lobby hotel, Wang dan Yui sudah pergi menuju ke restoran itu.
Pada saat mereka bertiga berjalan bersama, mereka bertiga pun bertanya dengan harga yang harus dibayar untuk makan disana. Tobe dan Han yang dari awalnya sangat menghiraukan pesan dari grup SMA mereka.
“Oh ya, harga per orang berapa yaa Ryuu. Kamu tau ga?”
“Iya Ryuu, kau tau ga harganya? Aku ga bawa uang soalnya.”
Han tidak membawa uang sama sekali. Dia hanya membawa handphonenya yang memiliki casing yang menyerupai dompet. Di dalam dompetnya itu hanya berisikan Black Card, lisensi mengemudi, dan kartu debitnya.
“Ano, aku tidak membawa uang sama sekali sih. Kalau misalnya aku tidak bisa bayar, kamu yang bayar dulu ya.”
Ryuu melihat dompet Han, dia melihat Black Card dan kartu debitnya. Dia melihat dompet Han yang sangat terbuka dan kelihatan di perjalanan, membuat Ryuu yang sangat iri. Dia menatap tajam menuju Black Card milik Han, tiba-tiba dia mencabut Black Card itu dan menunjukkan itu di matanya Han. Gerakannya yang sangat cepat itu membuat Han sangat terkejut, Han tidak sempat menutup handphonenya itu.
__ADS_1