Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 24: Yoru's Family, Part 3


__ADS_3

Papa Yoru hanya meneggukan air ludahnya dan sedikit takut melihat Han yang menunjukkan kedua kartunya itu, dia berpikir bahwa Han bukanlah orang yang bisa dipandang sebelah mata saat ini.


“Siapa sebenarnya anak ini! Saya kenapa takut melihat anak ini yang aku katakana miskin tadi! Dia pasti menyembunyikan sesuatu!”


Han lalu menunjukkan handphonenya, yang berisi dengan daftar perusahaan yang berhasil dia akusisi sebelum diakusisi oleh Papanya.


“ Okiniwa Resorts Hotel 100% Ownerships


Gang Steel Ltd. 92% Ownerships


Branch Market Lions Pore 56% Ownerships


Aquarium Land Nu Chang 71% Ownerships


Glanzend Papier Ltd. 63% Ownerships


Sober Online Transportation 51% Ownerships


Byeonhwa Ltd. 50% Ownerships


The Red Devils 10% Ownerships “



Papa Yoru tidak dapat berkata-kata lagi.


Dia benar-benar bengong saat ini.


Papa Yoru benar-benar terkejut ketika melihat Han yang benar-benar memiliki nyali untuk menunjukkan beberapa kekayaan-kekayaan yang dia miliki dari hasil dia bermain casino itu. Yoru juga membatu wajahnya, dia tidak dapat berekspresi karena baru ada satu orang yang berani menantang Papa Yoru.


“Selama ini, tidak ada orang yang berani melawan Papa karena Papa adalah orang yang benar-benar memperhatikan harga dirinya. Tapi Han, dia benar-benar punya nyali untuk menghadap Papa dengan serius.”


Papa Yoru pun kembali ke pijakannya, dia lalu menantang Han lagi dengan wajah yang serius. Dengan konfidensi tinggi dia benar-benar meremehkan Han lagi karena dia melihat Han hanya menunjukkan itu sebagai gertakan saja.


“Heh! Kekayaan seperti itu tidak dapat menaklukan saya! Apa yang sudah kamu perbuat kepada Yoru sehingga Yoru menyukaimu?!”


Yoru tiba-tiba memegang tangan Han yang berada di sofa itu, dengan wajah yang percaya diri dia menceritakan pengalaman pertamanya ketika Han menyelamatkan Yoru yang hampir meninggal saat di pegunungan. Nada yang begitu lembut dan tegas itu menceritakan kepada Papanya yang benar-benar menantang Han.


“Pa! Han adalah… Han adalah… Orang yang menyelamatkanku di pegunungan! Aku bisa mati ditabrak dengan mobil jika tidak ada Han!”


Han hanya membeku ketika Yoru mengatakan seperti itu, dia tidak habis pikir dengan Yoru yang menceritakan itu secara gambling kepada Papanya sendiri.


“Yor, k-kau menceritakannya?!”


Yoru pun tersenyum melihat Han dan terlihat begitu imut.


“Iya!”


“NANIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!”


Papa Yoru benar-benar terpojokkan saat ini, kesombongannya untuk menjaga anaknya benar-benar dihabisi oleh Han yang berada di depannya. Dia berteriak frustasi dengan begitu kencang sehingga membangunkan Papa dari Papa Yoru itu sendiri.

__ADS_1


Kakek Yoru berjalan keluar kamar menuju ke ruang tamu dan melihat Han bersama Yoru.


“Kenapa kalian berisik begini?”


“Selamat pagi, Gong-Gong!”


“Iya, selamat pagi, Yoru.”


Han juga melihat Kakek Yoru yang berjalan ke arah Papa Yoru saat ini. Han juga menyapa Kakek Yoru agar terlihat sopan di depannya dengan wajah yang ramah dan bodoh.


“Se-Selamat pagi, Gong-Gong.”


“Saya bukan Gong-Gong-mu.”


Kakek Yoru yang menatap Han itu dengan wajah yang tidak biasa, namun Kakek Yoru dapat merasakan sesuatu yang aneh dari Han. Dia lalu berbicara dalam hatinya dan melihat semua acara dari awal.


“Berpakaian seperti orang miskin dan dua kartu kelas atas. Anak ini sebenarnya siapa?!”


Lalu Kakek Yoru menghampiri Han dan bertanya kepadanya dengan suara yang baik-baik dan tidak seperti Papa Yoru yang penuh dengan harga diri ketika melihat Han. Karena sikap ramah dari Kakek Yoru membuat Han bisa lebih terbuka kepada Kakek Yoru.


“Namamu siapa, nak?”


“Han Lin.”


Kakek Yoru pun melotot ke arah Han, dia tidak menyangka bahwa Han adalah cucu dari Mang Lin, teman jalan-jalan dari Kakek Yoru itu sendiri.


“Apakah kamu adalah cucu dari Mang?”


“Maka sudah jelas, aku rasa.”


Kakek Yoru menghampiri anaknya yang berada di depan Han dan Yoru dengan wajah yang sedikit marah. Wajah yang menyeramkan itu tidak pernah dilihat oleh Yoru selama 20 tahun dia hidup. Yoru begitu ketakutan melihat Kakeknya dan menarik baju Han saat ini. Han yang melihat Yoru melakukan itu hanya berbisik kepadanya dan bertanya.


“Yor, kamu kenapa takut?”


“Gong-Gong tidak pernah marah seperti ini Han. Ini ada sesuatu pasti.”


Tiba-tiba, Kakek Yoru membentak Papa Yoru dengan keras dan menunjuk jari telunjuknya ke arah Papa Yoru. Papa Yoru di sisi lain juga sedikit merinding karena omelan dari Kakek Yoru yang langsung mengenai Papa Yoru saat ini.


“WOI! KAMU TAU DIA ITU SIAPA?! DIA ITU CUCU DARI PEMILIK PABRIK TAMBANG TERBESAR DI NEGARA INI BODOH! HOSEKI ITU KELUARGANYA YANG PUNYA!”


“HAAAAAAAA?!!!!”


Papa Yoru kaget ketika mengetahui identitas dari Han, dia lalu bertanya kepada Han apakah itu benar atau tidak. Dengan wajah yang sedikit takut, Papa Yoru pun mulai bertanya kepadanya. Di sisi lain, Kakek Yoru pun pergi kembali ke ruangannya.


“N-Nak, apakah Papamu yang bernama Mister Zhang?!”


Han pun menjawab dengan wajah yang sedikit sopan dan melihat ke langit-langit ruang tamu itu.


“Iya, kenapa? Itu Papaku.”


Papa Yoru pun berdiri, dia tiba-tiba bersujud meminta maaf kepada Han secara tiba-tiba. Han sendiri juga merasa aneh, apalagi anaknya Yoru yang benar-benar polos dan tidak mengetahui apa-apa. Dengan suara yang memohon maaf itu, Papa Yoru meminta ampun terhadap Han.

__ADS_1


“Nak! Maafkan Om! Om belum bayar utang perusahaan Papamu! Om akan segera bayar! Om janji di atas kertas ini!”


Han yang bingung itu mengingat kembali, utang apa yang pernah diberitau oleh Papa Han sebelumnya.


“Utang $ 3,000,000…”


“Oh, itu pasti utang $ 3,000,000. Aku sekarang sadar mengapa Papa Yoru sujud seperti itu kepadaku.”


Han pun berdiri dan meminta Papa Yoru untuk berdiri juga, Yoru di sisi lain merasa geli terhadap perbuatan Papanya. Ini pertama kalinya Yoru melihat Papanya sendiri merendahkan harga dirinya di depan seorang anak remaja, lebih memalukannya lagi itu adalah laki-laki yang Yoru sukai.


 


 


“Sebenarnya, Om adalah pemilik perushaan Kereta cepat. Nah, baterai itu Om ambil dari Papamu. Proyek Om tahun ini adalah membangun kereta bawah tanah yang sering digunakan oleh Yoru di kota Eiyuu. Itu adalah proyek kolaborasi dengan pemerintah dan biaya itu cukup besar sebenarnya. Jika proyek ini berhasil, maka Om bisa melebarkan potensi-potensi di luar negeri dan di kota-kota lain.”


Han yang diceritakan seperti itu oleh Papa Yoru pun akhirnya sadar, mengapa Yoru sering sekali menaiki kereta bawah tanah itu. Itu adalah proyek yang diusung oleh Papa Yoru sendiri, mulai dari Stasiun hingga kereta dan rel-nya adalah hasil rancangan dari Perusahaan Papa Yoru. Wajahnya yang begitu takjub pun melihat ke arah Yoru dan Papa Yoru, Han tidak lupa juga memuji mereka karena proyek perusahaan mereka sangat lancar saat ini.


“Sejauh ini tidak ada kendala sih Om, saya juga beberapa kali naik kereta itu dan tidak pernah terlambat.”


Yoru pun yang mendengarkan Han memuji Papa Yoru benar-benar meragukan ucapan Han. Wajahnya yang jengkel dan terlihat marah itu bertanya kepada Han yang tersenyum itu.


 


 


“Kamu menghina, sarkas, atau menyindir?”


“Aku memuji dari dalam hatiku sendiri. Itu faktanya. Kenapa kamu selalu negatif terhadapku? Apakah kamu tidak mempercayaiku, Yor?”


“Serius? Daritadi kamu benar-benar memojokkan Papaku.”


“Kan salahnya Papamu sendiri, sejak kapan kesalahan orang lain menjadi tanggung jawabku?”


“HAHAHAHAHAHA! BENAR JUGA KAMU.”


Yoru pun tertawa di depan Han yang menjawab seperti itu, karena dari awal memang salah dari Papanya sendiri. Papa Yoru memang tidak mengetahui identitas Han sama sekali, sehingga wajar saja Papa Yoru benar-benar menghabisinya sebelum Han membalikkan semua ucapan Papa Yoru di saat mereka berbicara.


“Oke kalau begitu. Om akan bayar utang itu, namun dengan syarat kalau kamu menemani Yoru di Festival Lunar. Bagaimana?”


Han langsung bingung, dia mengingat bahwa dia harus bersama Maylene di rumah Han pada saat Festival Lunar. Wajahnya yang tenang itu bernegosiasi dengan Papa Yoru yang kembali dengan wajah yang sedikit melunak.


“Sial, Sial, Sial! Kenapa jadi begini?! Situasi ini benar-benar rumit buat aku! Aku harus berbuat apa ini. Pak Tua, utang kan urusan anda dengan Papaku, jangan sangkut pautkan dengan aku!”


Namun dia juga ingat bahwa acara keluarga Han dimulai pukul 7 malam. Tiba-tiba, Yoru pun bersuara dengan lembut ke arah Han yang sedang bingung memikirkan jadwalnya itu.


“Acara kita mulai jam 5, kamu bisa kok pergi jam 6. Bagaimana?”


Han mau tidak mau harus menerima pinangan itu, karena dari awal tujuan Han diajak oleh Yoru adalah untuk mengenalkan dirinya kepada Papa dari Yoru itu sendiri.


“I-Iya, 1 jam aja.”

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Han pun pergi dari rumah Yoru dan kembali ke rumahnya.


__ADS_2