
Keesokan harinya, pada saat matahari mulai terbenam, Han masih saja tertidur seolah-olah dia sudah lupa dengan reuninya. Ada 2 teman SMA Han yang berkunjung ke rumahnya, yaitu Yui dan Wang. Yui dan Wang sudah meminta Han untuk pergi bersama-sama ke tempat reuni itu kemarin, walau mereka mengirim pesan kepada Han di waktu dan tempat yang terpisah. Wang menelpon Han, sedangkan Yui memesan Han lewat Lane.
Mereka berdua pun sampai di rumah Han secara kebetulan. Mereka berdua sedikit canggung karena sudah lama mereka tidak bertemu, namun Wang menyapa Yui terlebih dahulu.
“Oh, h-halo Yui.”
“Oh, Wang! Udah lama juga kita tidak bertemu.”
“Kamu pergi sama Han?”
“I-iya, kamu juga memangnya?”
“Oh, aku pikir kamu udah jadi pacarnya.”
“Ayolah, kita ini cuma teman akrab saja. Aku sendiri juga udah lama ga ketemu sama Han.”
Mereka berdua masuk ke rumah Han, namun tidak ada yang menyambutnya. Kedua orang tua Han sedang pergi menjemput adik dari Han saat itu, dan memang terlihat rumah itu seperti rumah kosong.
Wang yang heran dengan Han itu mulai menelpon Ryuu. Sedangkan Yui menelpon Han, namun Han tidak mengangkatnya. Yui pun kesal dengan Han yang tidak menganggap telponnya itu.
“Anak ini dimana sih! Bingung aku, kita disuruh ke rumahnya tapi anaknya hilang!”
“Sabar Yui, aku lagi menelpon Ryuu. Dia mungkin paham dengan rumahnya Han.”
Tiba-tiba telpon itu tersambung, dan Ryuu sedang berada di jalan untuk pergi ke tempat reuni itu. Wang yang sedikit kesal dengan Han itu menjawab dengan nada yang kesal di depan Ryuu.
“Halo, Wang? Ada apa?”
“Oh, Ryuu. Untung kau angkat telponnya. Han ini dimana sih?”
“Oh, kamu di rumahnya Han. Sama siapa?”
“Yui.”
“Kamu berselingkuh?”
“Mana mungkin lah bodoh! Ngomong-ngomong, Han kamar tidurnya dimana?”
“Aku takut kamu tidak akan tau dimana letak kamar Han.”
Wang yang awalnya kesal itu pun mulai jengkel, Yui yang mendengarkan itu mulai mencoba menenangkan Han dengan sabar.
“KENAPA AKU TIDAK AKAN TAU?! KAMU BERIKAN DENAH KAMARNYA SAJA MENGAPA?!”
“Wang, sabar-sabar. Masih untung kita dibantu sama Ryuu.”
“Oh, itu Yui yaa. Jadi begini, Han memiliki 2 kamar, kamar pertama adalah kamar utamanya dan kamar kedua adalah kamar dimana Han sempat mengungsi karena barang-barangnya sempat dijual semua oleh Mama-nya.”
“HA?! KAPAN ITU!”
“Ya saat Han divonis meninggal itu.”
Tiba-tiba, ada sosok binatang yang muncul di depan pintu rumah Han. Binatang itu berwarna merah dan memiliki bulu yang halus. Itu adalah Akaichi, binatang peliharan Han. Seekor panda merah yang sudah dipelihara oleh Han sejak dia masih kecil. Ryuu melanjutkan pembicaraannya di telpon bersama Wang dan Yui.
“Satu-satunya petunjuk dimana Han berada adalah kemana Akaichi berlari. Akaichi selalu mengetahui posisi tuan-nya itu.”
Yui yang bingung sambil melihat panda merah itu yang tiba-tiba berdiri, seolah ingin mengajak Wang bertarung.
“Ryuu, siapa Akaichi yang kamu maksud ini? Aku sekarang sedikit takut. WANG TOLONG AKU!!!!!”
Tiba-tiba Akaichi menerjang Yui dengan mulut yang terbuka. Yui yang menggunakan tas berwarna hijau itu membuat Akaichi berpikir bahwa ta situ adalah bamboo. Tas dari Yui pun terdapat bekas liur dan gigitan Akaichi.
__ADS_1
“HENTIKAN! HENTIKAN!”
“Akaichi itu panda merah yang dipelihara Han. Kalau tidak ada orang, dia biasanya pergi ke tempat Han berada.”
“Ryuu, dia tidak pergi ke kamar Han. Dia sekarang sedang menggigit tas punya Yui.”
“Oh, Tas Yui berarti berwarna hijau.”
“Kamu tau darimana?”
“Akaichi suka bamboo. Ketika ada yang berwarna hijau, dia akan langsung menerjang. Mangkanya di rumahnya Han, tidak ada satupun hiasan yang berwarna hijau.”
Yui yang masih sedikit ketakutan itu berteriak dengan keras. Dia ingin melepaskan Akaichi secara paksa, namun Akaichi adalah peliharaan Han yang paling dia cintai.
“AYOLAH LEPASKAN! LEPASKAN! LEPASKAN PANDA BODOH!”
Suara Yui itu membuat sosok orang yang berbadan besar muncul di hadapan mereka. Dia adalah paman dari Han, sebenarnya dia mengambil program Master dan saat ini dia menginap di rumah Han karena relasi yang sangat dekat dengan Papa Han dan dia baru saja pulang dari luar negeri.
“Aduh ada ribut-ribut apa ini? Hey, Akaichi! Jangan gigit tas orang itu! Kau pergi ke taman sana, bermain sana dengan Moku!”
Wang yang bingung dengan sebutan Moku yang keluar dari orang itu mulai menaikkan alisnya. Namun Ryuu menyahut agar Wang tidak bingung.
“Moku itu burung hantu milik adik dari Han. Dia kalau malam selalu di luar memburu tikus. Burung hantunya juga imut kok. Ya sudah, aku tutup dulu ya!”
Ryuu menutup telpon dari Wang, sementara itu Yui yang mendengar penjelasan Ryuu itu mulai merenungkan tentang peliharaan dari keluarga Han.
“Kenapa peliharaan keluarga ini aneh-aneh!”
Lalu orang yang berbadan besar itu melihat dua tamu yang sedang kebingungan itu. Dia juga bingung melihat mereka berdua.
“Kalian siapa?”
“Namaku Ken, paman dari Han, salam kenal. Kalian pasti Wang dan Yui? Han berpesan padaku kalau kalian akan datang.”
“Oh begitu, salam kenal juga Om. Han sekarang dimana Om kalau boleh tau?”
“Oh, dia sepertinya tidur. Ayo aku antarkan kalian ke kamarnya.”
Mereka berdua yang mendengar itu mulai bingung. Wajahnya kosong dan mulutnya terbuka lebar. Mereka tidak habis pikir bahwa selama ini Han sedang tertidur.
“HAA!!!!!! DIA TIDUR?! APA DIA LUPA KALAU HARI INI DIA REUNI?!”
“Iya, dia tidur. Dia selalu melakukan hal ini.”
Setelah 2 menit berlalu, mereka bertiga sampai dan pintu dari kamar Han tidak terkunci sama sekali. Yui dan Wang akhirnya masuk ke kamar Han.
Memang benar, Han masih tertidur dengan pulas. Wang mulai bertanya kepada Yui siapa yang akan membangunkannya.
“Yui, kamu kan pacarnya. Bangunkan dia sana!”
“B-Bodoh kau ini. Aku kan perempuan! Aku tidak mungkin membangunkan laki-laki yang sedang tertidur. Aku bukan penggoda tau!”
Lalu Akaichi menyusul dari belakang, Panda itu berlari dengan kencang dan menggigit tas Yui lagi. Yui pun berteriak dengan keras di kamar Han.
“AYOLAH!!!!!”
Han tiba-tiba terbangun, dan mukanya benar-benar masih mengantuk.
“Yo-Yo.”
“Ini Yui, Han! Cepat bereskan pandamu!”
__ADS_1
“Oh, Yui dan Wang ya. Memang sekarang sudah jam berapa?”
“Ini sudah jam 6. Kita reuni jam setengah 7 kan?”
“OH YA! REUNI! AKU AKAN MANDI SEGERA! KALIAN TUNGGU DI RUANG TAMU!”
“PANDAMU BAGAIMANA YA AMPUN!”
“KAU URUS SENDIRI ITU PANDANYA!”
“HAAAA!!!!!”
Mereka pun turun ke ruang tamu dan Yui masih sedikit ada keributan dengan Akaichi. 5 menit kemudian, Han sudah siap untuk pergi. Han yang melihat tas dari Yui itu pun sedikit kaget karena sudah mau rusak.
“Yui, tasmu kenapa?”
“Hey, kamu kalau punya peliharaan jangan biarkan dia pergi kemana-mana!”
“Tapi… Akaichi suka pergi-pergi sih. Salahmu sendiri pakai tas hijau. Kamu buang aja tas-nya, nanti aku belikan yang baru gimana?”
“Gapapa sih…”
Han lalu pergi bersama mereka bertiga, namun ketika mereka bertiga sudah sampai di luar rumah, Han menyadari bahwa mobilnya sudah tidak ada.
“Ah, pasti dibawa Papa pergi ini mobilnya! Ko Ken, kalo Ko Ken mau pergi bawa mobil satunya aja! Kunci ada di taman!”
“Oh, begitu. Oke Han, hati-hati ya.”
“Ko Ken juga! Aku pamit dulu!”
Mereka bertiga pun pergi, dan Wang mulai bertanya-tanya mengapa mereka bertiga tidak memakai mobil. Di saat mereka bertiga sedang berjalan, Yui juga mulai banyak bicara kepada Han.
“Oi, kenapa kita tidak memakai mobil?”
“Kita udah jauh-jauh pergi ke rumahmu dan sekarang kita jalan kaki! Kau jahat sekali! Pantas tidak ada perempuan yang mau sama kamu!”
“Oh, mobilnya tinggal satu dan Ko Ken mau pergi nanti. Jadi kita pergi pakai kendaraan lain. Ikuti aku saja, dan ga usah banyak protes.”
Mereka berjalan sejauh 20 meter, dan terdapat stasiun kereta bawah tanah yang selalu dipakai oleh Yoru. Wang dan Yui cukup takjub dengan adanya stasiun itu.
“Kenapa kita tidak tau ini Han? Kenapa kamu menyembunyikan itu pada kami!”
“Kereta bawah tanah ini baru diresmikan Februari. Jadi, tidak banyak yang tau tentang ini. Tapi kalian percuma saja, kalian tidak akan dapat masuk jika tidak ada aku.”
Mereka turun ke bawah tanah, dan Wang sendiri cukup kaget dengan interior stasiun itu. Dia mulai bergumam sendiri dan mengatakan kepada Han dan Yui apa yang telah dia lihat.
“Ini sih sudah secanggih dan sebagus Yumemachi punya stasiun sih. Sejak aku pergi 6 bulan yang lalu, kota ini sudah sangat maju ya Han.”
“Ya maju sih maju. Tapi kalau sudah diresmikan jangan sampai dalam waktu 1 hari saja sudah rusak semua. Apalagi kalau ada yang sampai piknik disini.”
“Tempat kita reuni ada di Eastern Hotel. Kamu tau itu dimana kalau dari stasiun ini?”
“Hmm, Eastern Hotel ya. Kita turun di Xingxi kalau begitu.”
Dalam waktu 4 menit, mereka bertiga telah sampai di stasiun yang dituju itu. Mereka berjalan lagi dan mereka sampai di hotel itu.
Selamat datang, teman-teman lama!
__ADS_1