Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 25: You Stupid!, Part 2


__ADS_3

“Mi-Miko, kamu kenapa? Aku sedikit takut, kau tau?”


“Leo, jangan cerita kepada siapa-siapa. Aku ini sepupu dari Han!”


Leonne tiba-tiba kosong, dia tidak dapat berpikir dengan jernih saat ini. Leonne benar-benar terkejut ketika Miko menceritakan bahwa Miko adalah saudara sepupu dari Han.


“K-K-Kamu sepupunya Han??!!! Kamu bercanda, bukan?”


Miko yang melihat reaksi Leonne hanya menghembuskan nafasnya, lalu dia membuka handphone-nya dan menunjukkan foto bersama saudara-saudara seangkatannya.


Foto mereka berlima hanyalah foto biasa di saat festival Lunar dengan mengangkat gelas mereka bersama-sama. Tidak ada yang spesial dari foto itu sebenarnya.


“Ini, kalo kamu tidak percaya sama aku. Ini kan ada Han dan aku.”


Leonne hanya terkejut dan mulai melihat-lihat foto itu terus menerus. Karena Leonne dan Miko adalah teman dekat di perkuliahan, maka Miko sebenarnya tidak keberatan untuk menunjukkan itu kepada Leonne.


Han yang sudah sampai di depan Jun dan Ryuu yang memiliki raut wajah yang sama seperti Han itu menyapa Han yang berjalan ke arah mereka.


“Halo~.”


“Ah, kuliah ini menyiksa kita. Ini baru semester pertama kita udah dikerjai oleh Mr. Tsu.”


“Apakah kita oleh pulang sekarang? Aku benar-benar malas.”



Mereka akhirnya masuk ke dalam kelas, namun di sisi lain Leonne masih bersama Miko di luar. Leonne masih saja melihat Han yang wajahnya penuh dengan kemurungan dan tatapannya yang kurang enak menurut Leonne.


Han benar-benar mirip seperti sad boy di mata Leonne, walaupun pergi liburan bersama itu tidak mengubah ekspresi Han. Dia sendiri penasaran dengan tingkah laku Han dan bertanya dengan menaikkan alis matanya kepada Miko yang sedang menutup handphonenya.


“Hei, Miko. Han apakah selalu seperti ini? Laki-laki yang murung dan tanpa ekspresi? Aku sedih melihatnya, walaupun dia sering memaki-makiku! Dia laki-laki yang menyebalkan memang!”


Miko yang mendengar keluh kesah Leonne hanya tersenyum kecil, dia merasa ada orang yang memperhatikan sifat Han walau orang itu bukanlah sahabatnya maupun saudaranya sendiri. Dia pun melihat Leonne dan menceritakan sekilas tentang Han dengan ekspresi yang sedikit ceria, namun lama kemudian suaranya pun menurun seperti orang yang sedang kelam.


“Kamu tau, Han itu tidak seperti yang kamu ceritakan. Dia itu laki-laki yang selalu bahagia, dia tidak akan segan-segan memberikan candaan kepada teman-temannya. Namun…”


“Namun?”

__ADS_1


Leonne bertanya itu dengan wajah yang sedikit penasaran, namun Miko sendiri tidak akan menceritakan apa yang terjadi pada Han dua tahun yang lalu. Baik Miko maupun Ryuu tidak mengetahui siapa yang berada di balik layar.


Yang mengetahui sekilas di balik layar hanya Naoto sendiri, namun Haruki sendiri juga melarang Naoto untuk bercerita kepada siapapun mengenai Han. Jadi, sebenarnya tidak ada yang mengetahui siapa orang yang menjadi dalang dibalik masalah kelam Han saat ini.


“Tidak mungkin aku ceritakan ke kamu, bodoh! Aku sendiri mual jika menceritakan itu kepada orang lain, apalagi kamu yang aku ceritakan permasalahan Han!”


Miko yang mengeluarkan keluh kesahnya itu di dalam hati tiba-tiba menepuk kedua pipinya dengan keras. Dia tiba-tiba menoleh ke arah Leonne yang penasaran itu dengan wajah yang tersenyum melihatnya dengan memejamkan matanya.


“Hmm, tidak apa-apa.”


“Oh, begitu? Baiklah! Ayo masuk ke kelas.”


Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam kelas dan kelas sudah lengkap dengan 24 murid. Han yang lupa jadwal itu bertanya kepada Miko yang baru saja masuk ke dalam kelas dengan Leonne. Dia menatap tajam kepada Miko yang berada di depannya sekarang membuat Leonne semakin takut terhadap Han.


“Miko…”


“Woi! Kau mesum! Pergilah dari Miko!”


Han yang bingung itu menaikkan alis matanya, dia bertanya dalam hati dengan nada yang kebingungan itu. Mengapa Leonne bisa menganggap Han sebagai laki-laki yang ingin mengincar sepupunya sendiri.


“Ha?! Kau gila! Mana bisa aku mengincar sepupuku sendiri?!”


“Jadwal pertama kita apa yaa?”


“Gwek!!!!!!!!!”


Leonne benar-benar terkejut dengan pertanyaan Han kepada Miko saat ini, raut wajahnya yang terkejut itu mengangkat kedua tangannya dan memberikan gestur agar Han menjauh darinya. Namun Miko menjawab pertanyaan Han dan berjalan menuju ke arah kursinya.


“Kimia Dasar II, kenapa Han?”


Tiba-tiba, ada Mr. Tsu yang sudah berdiri di depan pintu sejak dua menit yang lalu. Wajahnya yang tersenyum jahat itu melihat mereka bertiga yang di depan Mr. Tsu sendiri.


“Hoho, kalian sedang memanggil saya? Apakah kalian merindukan saya? Saya sudah memiliki keluarga/”


Satu kelas tiba-tiba terdiam sebentar, menatap Mr. Tsu yang tiba-tiba ada disana dengan wajah yang sedikit pucat.


“Saya sudah disini sejak dua menit yang lalu.”

__ADS_1


Saat Mr. Tsu berkata seperti itu, satu kelas berteriak dengan kencang dan histeris. Mereka semua rupanya masih trauma dengan ujian akhir yang dibuat oleh Mr Tsu.


“AAAAAAAA!!!!!!!!!”


“DEWI TOLONGLAH KAMI! KAMI TRAUMA!!!!!”


“AKU TIDAK INGIN SEKOLAH LAGI!!!!!!”


“TIDAK! TIDAK! TIDAK! TIDAK! EMAS SIALAN! EMAS BIADAB! EMAS PENYIKSAAN! TIDAK!!!!”


Satu kelas itu benar-benar berubah ketika Mr. Tsu menampakkan dirinya. Bahkan orang awam jika masuk ke kelas mereka saat ini tidak dapat membedakan apakah itu kelas atau hutan saat ini.


Mr. Tsu ke depan kelas dan mulai duduk, dia mulai berbicara dengan pura-pura batuk terlebih dahulu.


“Ahem. Selamat pagi semuanya, hari yang cerah bukan?”


Miko pun berdiri dengan wajah yang murung, dia melihat Mr. Tsu dengan wajah yang sedih memohon sebenarnya. Miko mulai bertanya kepada Mr. Tsu apakah dia sekejam itu untuk memberikan nilai nol kepada semua murid-muridnya.


“Mi-Mister! Apakah kamu se-tega itu un-untuk memberikan nilai nol? Sa-Saya bertanya kepadamu!”


Dia mengeluarkan air mata dan nada yang terlihat seperti orang menangis, Leonne dan beberapa teman-teman lainnya pun menghampiri Miko yang menangis dan mengusapkan matanya itu.


Namun tidak untuk Han. Han sudah mengerti jelas sepupunya itu sedang bersandiwara menangis.


“Miko kau pintar! Teruskan! Buat Mr. Tsu terpojokkan! Kau memang sepupu perempuan terpandai!”


Han memuji Miko di dalam hatinya, namun tatapan dan senyuman Han itu dapat dipahami Miko. Miko pun mengacungkan jempolnya dan tetap bersandiwara.


“HUAAAA!!!!! BAGAIMANA INI AKU MENGHADAP KE PAPA DENGAN NILAIKU!”


Mr. Tsu pun hanya menghembuskan nafasnya dan melihat ke arah murid-muridnya saat ini. Mr. Tsu ingin membela dirinya dan memberikan hasil kerja mereka.


Han yang mendapatkan hasil ulangannya itu cukup kaget karena dia mendapatkan nilai


“Enam puluh?”


Miko juga melihat hasil ujian miliknya, dia juga kaget dan tidak jadi menangis lagi karena dia mendapatkan nilai

__ADS_1


“Enam puluh?”


Namun tidak berlaku dengan 22 murid lainnya, mereka semua tetap mendapatkan nol karena jawaban mereka tidak ada yang mendekati dengan jawaban sebenarnya.


__ADS_2