
“Hai, Hai. Han, kenapa kamu menelponku? Apakah kamu-.”
“WOI! YANG BENAR KAU! KAU CERITA APA AJA KE YORU!”
Han yang menyemprot Maylene itu membuat dirinya tertawa saat ini. Maylene yang berada di rumah tertawa dengan kencang dan membuat Han sangat bingung saat ini. Han ingin bertanya lagi saat ini, apa yang dia sudah ceritakan. Dengan nada suara yang begitu datar, dia bertanya kepada Maylene.
“May, ceritakan apa yang kamu ceritaka-.”
“HAHAHAHAHAHA, Han, kau lucu emang. Aku sengaja menjahili Yoru sebenarnya dan dia kepancing. Hahahahahahaha, aduh, aku benar-benar ingin berbicara kepada Yoru saat ini.”
Han memberikan handphone-nya kepada Yoru, dan Yoru tiba-tiba mengeluarkan ekspresi yang sedikit sebal kepada Maylene saat ini.
“Hai Yor-.”
“Setengah jam lagi, pergilah ke Wac Donul. Paham?!”
“Pa-Paham…”
Maylene pun menutup telponnya, dan Yoru mulai bertanya-tanya lagi kepada Han dengan wajah yang begitu manis. Wajahnya yang tersenyum dengan menunjukkan giginya, tangannya yang memegang burger-nya sekarang membuat Han begitu gugup saat ini.
“Nee, ceritakan ke aku. Bagaimana kamu bertaruh dengan om-om itu?”
Han yang mendengarkan itu pun senyum-senyum sendiri, dia mulai membual cerita yang dia lakukan saat itu di depan Yoru dengan nada yang sedikit sombong.
“O-Oh, bertaruh yaa? A-Aku saat itu harus melindungi Maylene dari om-om mata keranjang saat bermain. Ya aku bertaruh akhirnya di depannya.”
“Lho, dia bisa aja kan mencurangi kamu. Kenapa kamu kok bisa menang?”
“Dia mencurangiku, tapi… dia-nya yang bodoh itu. Kartu yang harusnya dia bawa saat itu di aku semua.”
Yoru yang terkejut pun membalas Han dengan wajah yang sedikit terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Han memang saat itu melindungi Maylene.
Yoru benar-benar dibohongi oleh Maylene di ceritanya.
Han yang melihat wajah bingung dan reaksi dari Yoru itu mulai bertanya kepadanya, apa yang Maylene ceritakan.
“Yor, Maylene cerita apa sama kamu?”
Dengan polosnya, Yoru menceritakan semua itu kepada Han yang sedang meminum soda-nya di depannya. Dia mengatakan semua itu dengan nada yang penuh dengan semangat membuat Han juga sedikit kaget karena cerita dari Maylene benar-benar di luar nalar.
“Dia bilang kalau Han mau menjualnya di depan om-om. Terus dia bilangm Han menang itu dan membuatnya terkenal, sehingga Han memaksa Maylene untuk pergi ke kamarnya dan tidur bersama karena Han sekarang terkenal dimana-mana. Besoknya-.”
“STOP!!!!!!! ITU BANYAK KELEWAT BOHONGNYA!”
Suara yang entah darimana itu datang benar-benar membuat Han dan Yoru bingung, karena Han tidak meminta Yoru untuk berhenti menceritakan kebohongan-kebohongan yang keluar dari mulut Yoru. Perempuan yang berponi samping, rambut panjang, dan menggunakan rok itu berada di depan mereka berdua. Perempuan itu sudah berada di depan Han dan Yoru, namun mereka berdua berpura-pura untuk menghiraukan perempuan itu.
“Hey, itu bukan suaraku. Aku juga ga tau itu suara darimana.”
__ADS_1
“Aku juga begitu, aku ma-.”
“AKU BENAR-BENAR MINTA MAAF!”
Perempuan itu benar-benar membungkukkan dirinya di depan mereka berdua yang sedang bercerita, suara perempuan itu begitu kencang dan penuh dengan perasaan memohon maaf kepada mereka berdua yang sedang berbicara itu.
Han yang melihat perempuan itu hanya melirik senyum jahat terhadapnya, dia mulai berdiri dan mengelilingi perempuan itu kesana-kemari. Han benar-benar beringas kali ini di depan Maylene yang meminta maaf, suaranya yang begitu licik dan jahat itu terdengar di telinga perempuan itu.
“Oya, Oya, kita lihat sekarang. Ada seorang perempuan yang asal masuk ke Wac Donul, datang dan langsung meminta maaf ketika temannya memerintahkannya untuk datang. Apakah itu baikkk??? Kenapa kamu menyesatkan semua cerita ini? Kamu benar-benar memberikan isu mental kepada Yoru hari ini.”
“AKU MINTA MAAF.”
Maylene yang terus menerus meminta maaf itu benar-benar membuat Han teriritasi saat ini. Dia pun melanjutkan kata demi kata yang harusnya dia tidak ceritakan kepada siapapun saat mereka berada di Lions Pore.
“Ohohoho, aku menemanimu saat kamu kesepian? Aku menjualmu di depan om-om? Aku memaksamu untuk ikut ke dalam kamarku? Apakah aku se-brengsek itu? Menurut perempuan yang ada di sana, dia iri dengan ceritamu. Tapi menurutku, kamu menganggap diriku ini begitu mesum? Kalo aja aku kalah saat itu, kamu benar-benar dibawa sama om-om itu, aku sendiri akan tutup mata melihatmu. Aku menyelamatkanmu, dan ini imbalannya?”
“AKU MINTA MAAF!”
Maylene benar-benar berkeringat di depan Han, matanya benar-benar putih dan Maylene yang sekarang dilihat oleh mereka adalah Maylene yang sangat empuk untuk dikerjai oleh Han di depan itu,
Yoru pun ikut berbicara, dengan berlagak layaknya seperti seorang malaikat. Senyumannya yang begitu hangat pun berkata kepada Maylene yang dibully oleh Han di depan tempat makan mereka berdua.
“Ayolah Han, cukup. Kasihan juga si Maylene. Jangan buat dia menangis lagi. Ya, Han??”
Wajahnya yang begitu memohon kepada Han benar-benar tidak mempan kepada Han saat ini. Han membalas dengan wajah yang penuh dengan senyuman dan mata yang tertutup.
“Kalau membuat May menangis, aku sudah melakukannya sebanyak 3 kali saat kita berada di Lions Pore.’
Yoru pun terkejut dengan ucapan Han itu yang mengatakan semuanya dengan santai. Dia benar-benar marah terhadap Han dan menggeret Maylene untuk duduk dengan mereka. Maylene pun menangis lagi di depan Yoru dan mulai menyudutkan Han saat ini.
“HUAAA, Terima kasih Yor! Tewima kasih! Aku udah lelah dibully oleh Han terus-menerus. Kamu mengerti aku kan Yor? Ne! Ne! Ne! Ne! Ne! Ne!”
“Dasar perempuan be-.”
Han yang sudah sebal oleh Maylene tiba-tiba diberhentikan oleh Yoru. Yoru pun tersenyum dingin terhadap Maylene, karena Yoru adalah perempuan yang susah sekali ditebak. Tangannya yang memegang garpu itu diangkat ke atas meja dan mulai bertanya kepada Maylene.
“May, May. Apa yang kamu ceritakan kepadaku tentang dirimu dengan Han itu benar semua? Hmm? Aku mau May yang jujur saat ini.”
Maylene sekarang begitu ketakutan, dia menolek ke arah Han dan meminta Han untuk menolongnya saat ini.
“Han… kamu kan ‘pacar’ku sekarang. Bantu aku! Bantu aku! Han!!!”
Namun Han hanya tertawa dan memasang wajah bodoh, dia menoleh ke arah kiri dengan membuang muka
“Gek”
“TIDAK!!!!!!!!!!!”
__ADS_1
…
Akhirnya Maylene pun menceritakan situasi yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua. Bagaimana mereka harus dipaksa untuk menghadiri Festival Lunar dari keluarga Lin di kemudian hari.
Perbuatan Papa Maylene yang begitu fanatik terhadap Papa Han benar-benar membuat Maylene dan Han berada di masalah yang sangat serius di mata Yoru.
Wajah Maylene yang memerah dan malu-malu itu hanya tersenyum sendiri dengan memalingkan kedua matanya dari tatapan Yoru.
“Jadi, kita sebenarnya di Lions Pore hanya berlatih untuk menjadi pacar. Aku diseret ke masalah keluarga Han saat ini, dan…”
“Dan?”
Yoru yang bertanya itu dengan wajah yang sinis benar-benar membuat Maylene sedikit takut. Namun Han yang melihat Maylene hanya menghembuskan nafas dan mulai membela Maylene yang benar-benar ketakutan itu.
“Dan Papa Maylene mengiyakan permintaan Papaku. Maylene anggapannya sekarang dijual oleh keluarganya kepada keluargaku hanya untuk Festival itu.”
“Han!!!! Tewrima kasih! Kamu memang ‘pacar’ku!”
“HENTIKAN ITU MAY! KITA PACARAN HANYA UNTUK SATU HARI! TIDAK KURANG DAN TIDAK LEBIH!”
Han mengomel kepada Maylene saat Maylene menganggap Han adalah pacarnya di depan Yoru. Tapi Yoru di sisi lain hanya melihat Han yang sedang menunjuk ke arah Maylene dengan omelan-omelan saat ini. Yoru pun bersuara dengan nada yang sedikit halus ke arah Han.
“Kau tunjukkan bukti chat-mu dengan Yoru saat ini! Apa yang kau ceritakan! Anggap aku ‘pacar’mu hari ini!
“Kamu bilang aku bukan ‘pacar’mu! Ya aku tidak mau buka! Bodoh!”
“Umm, Han, aku punya permintaan juga kepadamu. Kamu mau mendengarkan tidak?”
Han dan Maylene tiba-tiba berhenti mengomel satu sama lain, mereka melihat Yoru yang wajahnya benar-benar memerah dan melihat Han dengan begitu dekatnya saat ini. Han pun meneggukan air ludahnya dan melihat Yoru dengan pucat.
“Ke-Kenapa Yor?”
“Ano, kamu bisa tidak datang ke rumahku 1 minggu lagi? A-A-Aku mau mengenalkanmu kepada orang tua-ku. Nasibku mu-mungkin sama denganmu sa-saat ini.”
“Oh, bukan sebuah masala--.”
“HEEE?????!!!”
Han benar-benar terkejut, namun dia juga sudah terlanjur mengiyakan ajakan Yoru. Tiba-tiba Maylene melihat kasihan ke arah Han yang memakai piyama itu dan memegang piyama itu.
“Yor, Yor, mungkin cuma kamu. Cuma kamu yang mau berpacaran dengan laki-laki di luar dengan memakai piyama! Apa kamu tidak malu melihatnya?”
Han dan Yoru tiba-tiba bersama-sama mereaksi keluhan Maylene itu dengan wajah yang merah dan berteriak ke arah Maylene dengan penuh rasa sebal terhadapnya.
“DIA BUKAN PACARKU!”
“Kan, kalian itu begitu serasi!”
__ADS_1