
Maylene menjawab dengan lantang dan percaya diri, dia akan memenangkan permainan ini bersama Han.
“Aku tau jika aku meminta Han untuk menikahiku di tempat yang mewah dan megah, aku pasti diputuskan olehnya secara sepihak. Namun, aku juga tidak merasa keberatan jika pernikahan kita benar-benar sederhana dan di kuil yang selalu dikunjungi oleh keluarga Han. Permasalahan cinta itu bukan berasal dari materi, aku tau jika Han adalah anak orang kaya, tapi namanya cinta itu tidak pernah memandang harta maupun jabatan. Aku hanya mencintainya dan hanya itu!”
Lie detector Maylene tidak berbunyi.
Lie detector Han juga tidak berbunyi.
Seluruh isi keluarga Han pun terharu dan tergerakkan hatinya dengan pengakuan Maylene yang sebenarnya tidak masuk di akal. Mereka berdua yang memenangkan permainan ini, tapi dengan semprotan dan tegukan yang sangat banyak.
“Han! Kita menang! Kita menang! Kita menang, Partner!”
Maylene yang bahagia itu dengan mengedipkan matanya itu melihat ke arah Han, namun Han hanya menggerutu di sebelahnya dan terlihat cukup sedih.
“Kita menang, tapi dengan mempertaruhkan apa?”
Kakek Han pun menghampiri kedua orang itu, dengan wajah yang penuh dengan senyuman itu memberikan ‘tas merah’ kepada mereka berdua.
“Selamat, kalian menang ya.”
Han yang menggerutu itu pun tersenyum kembali bersama Maylene, mereka berdua pun memberikan tos. Setelah itu, mereka berdua berfoto dengan Kakek Han di ruang tamu itu.
Miko yang melihat dari kejauhan itu pun mengomeli pacarnya yang bodoh itu. Dia benar-benar tidak terima karena mereka yang berpacaran lebih lama bisa kalah dengan pacar palsu seperti Maylene.
“Kau ya! Pacar bodoh banget! Kamu kenapa membiarkan diriku dan dirimu disemprot mereka sebanyak 10 kali! aku harus meneguk soda juga! Hmph!”
“Ma-Maafkan aku, Nyonya. Aku benar-benar menyesal.”
Tapi Miko hanya tertawa dan melihat pacarnya itu.
“Ya, namanya juga permainan. Se-enggaknya aku juga mengetahui isi hatimu.”
Mereka semua yang bermain juga sadar bahwa permainan ini adalah menguji seberapa kenal mereka dengan pacarnya itu. Mereka pun tersenyum dan keluarga besar Lin pun bertepuk tangan kepada mereka semua.
“Baik semuanya yang bermain, kalian mandi ya.”
Akhirnya, mereka semua pun pergi ke ruangan mereka masing-masing untuk mandi. Namun Miko ikut dengan Han ke kamarnya karena Miko sudah meletakkan baju gantinya di kamar Han.
“Pacarmu dimana?”
“Aku suruh dia mandi di penjara rumah. Kenapa?”
“Jahatnya…”
“Penjara rumah punya kamar mandi bagus kok. Aku tidak jahat-jahat amat kan?”
Miko yang tersenyum itu melihat Han yang sedang berdiri di kamarnya menunggu Maylene yang sedang mandi. Miko pun bercerita kepada Han dengan wajah yang penuh dengan senyuman.
“Seandainya aku yang bersamamu, kayaknya kita tidak akan disemprot banyak-banyak, kan?”
Han yang melihat senyuman tulus Miko itu hanya tersenyum melihat Miko. Dia bertanya kepada Miko, bagaimana permainan tahun ini.
__ADS_1
“Hahahaha, iya mungkin yaa. Tapi, bagaimana menurutmu permainan ini? Apakah seru?”
“Hm-mm, seru kok. Cuma masalahnya, kamu itu teralu kuat di semua permainan. Hmph!”
Miko yang cemburut itu membuat Han tertawa, karena Han sendiri tidak merasa dirinya teralu kuat di permainan ini. Tidak seperti saat dia bermain kartu ataupun olahraga.
“Aku tidak teralu kuat di permainan ini. Aku hanya beruntung saja.”
Tiba-tiba lie detector Han dan Maylene yang mereka letakkan di meja belajar Han itu bunyi dengan kencang. Miko yang menyadari itu pun juga terkejut.
“Al-Alatnya rusak?”
“Sepertinya begitu…”
Maylene pun yang sudah selesai mandi dengan baju Chinese Dress-nya itu langsung di-interogasi oleh Miko dengan wajah yang serius.
“Hey! Kamu tidak serius menjawab itu kan?”
“Ha? Emang siapa yang mencintai laki-laki ini? Sejak di zona empat, aku sudah menyadari bahwa alat ini sudah rusak.”
Maylene yang berbicara dengan kasar itu membuat Han sadar, dia menyadari bahwa Maylene dapat membaca situasi lebih jernih daripadanya.
“Hebat sekali kau… May! Mungkin hanya hari ini aku memberikanmu dua pujian.”
Han pun masuk ke kamar mandi dan mandi selama 5 menit cepatnya, lalu Miko bergantian dengan Han.
Setelah mereka selesai mandi, Miko dan Maylene berada di meja rias Han dan mulai membantu make-up mereka berdua.
Maylene yang bertanya itu dengan kebingungan ketika Miko mendandaninya membuat Miko menjawab dengan senyuman ke arah Maylene.
“Hmm, kenapa yaa? Karena aku sering tidur di rumah ini.”
“Oh, begitu.”
Mereka yang masih saling mendandani satu sama lain pun membuat Miko bertanya kepada Maylene dengan suara yang lemah lembut.
“May, bagaimana acara tadi? Apakah itu seru?”
“Hmm, seru! Aku tidak pernah mendapatkan permainan ini di acara keluargaku!”
Mereka berdua sudah selesai melakukan make up, dan mereka mulai turun ke bawah untuk mendapatkan ‘tas merah’ dari keluarga besar Lin.
Mereka pun mengantri di barisan untuk mendapatkan ‘tas merah’, dimulai dari Kakek Han dan saudara-saudara Kakek Han. Lalu dilanjutkan oleh anak-anak Kakek Han dan saudara-saudara dari saudara Kakek Han. Mereka begitu bahagia saat mendapatkan ‘tas merah’ dari keluarga besar Lin.
Ketika waktu sudah mencapai jam 11 malam, mereka semua pergi ke taman dan menembakkan kembang api ke langit.
*DUARRRR*
Akaichi yang kaget itu tiba-tiba berlari menuju ke arah Han yang bersama dengan Maylene. Akaichi lalu dibawa oleh Han dan Han tersenyum melihat kembang api itu.
Maylene di sisi lain dengan senyuman yang tulus dan mata yang tertutup itu menoleh ke arah Han dengan bahagia.
__ADS_1
“Mungkin ini akan menjadi yang pertama dan terakhir, tapi aku bersyukur aku bisa berada di sini! Terima kasih, Han!”
Han yang diucapkan seperti itu pun hanya tersenyum ke arah Maylene dan mulai mengucapkan kata-kata yang penuh sindiran, namun dia juga tidak menyesal telah membawa Maylene ke acara ini.
“Mungkin aku lebih berharap Yoru yang datang, tapi kamu juga tidak buruk-buruk amat. Terima kasih, May!”
Mereka berdua pun tertawa, dan acara Lunar Festival keluarga besar Lin ditutup dengan meriah.
…
Hasil ‘Chug or Blast’
Tim 1:
Han : 6 kali Tegukan, 8 kali Semprotan
Maylene : 8 kali Semprotan
Tim 2:
Yuki : 7 kali Tegukan, 6 kali Semprotan
Pacar Yuki : 7 kali Semprotan
Tim 3:
Miko : 5 kali Tegukan, 9 kali Semprotan
Pacar Miko : 9 kali Semprotan
Tim 4:
Nagi : 4 kali tegukan, 6 kali Semprotan
Yui : 10 kali Semprotan
Tim 5:
Kazuki : 7 kali tegukan, 3 kali Semprotan
Sakura : 6 kali Semprotan
Tim 6:
Fuyumi : 8 kali Tegukan, 2 kali Semprotan
Michi : 3 kali Semprotan
Tim 7:
Ken : 10 kali Tegukan, 1 kali Semprotan
__ADS_1
Pacar Ken : 1 kali Semprotan