
Orang itu yang ingin mengatakan hal itu tiba-tiba dipotong oleh Haruki dengan nada suara yang membentak ke arah orang itu. Orang itu yang dibentak oleh Haruki tiba-tiba terkejut seketika, matanya melotot ke arah Haruki dan bertanya kepada Haruki yang benar-benar teracak-acak dari emosinya.
“A-Apa?! Kau jangan berbohong kepadaku!”
“Iya, aku tidak membohongimu! Aku melihatnya sendiri di ‘Perfect House’ saat itu. Han dengan perempuan yang benar-benar anggun berkencan disitu! Mulai dari perempuan itu diantar dengan mobil mewah oleh Han sampai mereka begitu akrab!”
Padahal, sebenarnya tidak seperti itu. Han dan Maylene benar-benar saling ejek di ‘Perfect House’.
“Ini Aneh, Tidak Mungkin! Tidak Mungkin ini terjadi! Orang sepertinya bisa mendapat pacar! INI TIDAK MUNGKIN TERJADI!”
Orang itu berteriak seperti orang yang benar-benar tidak dapat mempercayai apa yang Haruki katakana sebelumnya. Dia benar-benar kehilangan akalnya saat ini ketika Haruki mengatakan bahwa Han berkencan dengan Maylene saat itu.
“Aku sudah membuatnya hancur! Aku sudah berpura-pura menjadi temannya! Aku sudah membuatnya mati kutu di sekolah! Kenapa! Kenapa! Kenapa! Kenapa! Kenapa! Kenapa dia sekarang dicintai oleh seseorang!”
Lalu dia melihat Haruki yang sedih itu karena dia melihat reaksi orang itu yang begitu mengerikan dan mendadak menjadi gila karena ucapannya sebelumnya. Suasana yang begitu dingin diantara mereka berdua, orang itu benar-benar menjadi gila dan mulai bergumam di depan Haruki.
“Aku akan membunuhnya! Aku harus menyayatnya! Aku harus mengeluarkannya dari dunia ini! Aku tidak akan membiarkan dia bahagia! Dia harus mengetahui penderitaanku selama ini! Orang sepertinya tidak layak mendapatkan kekayaan dan seluruh hasil yang instan! Aku benci dengannya! AKU MEMBENCI DIRINYA!”
Orang itu yang mengeluarkan rasa kebenciannya terhadap Han di depan Haruki membuat dia bertanya kepada orang itu dengna nada yang ketakutan karena orang itu sudah terlanjur gila. Wajahnya yang benar-benar panas itu sudah tidak dapat berpikir dengan sehat lagi, dia bahkan memiliki tingkat kegilaan yang lebih parah daripada Chen saat ini.
“Kamu kan sudah memiliki pacar. Kenapa kamu masih mengusik hidupnya?”
“APA! KAU MAU MENENTANGKU?! AKU UDAH TIDAK PUNYA PACAR LAGI! PUAS!”
Orang itu membentak Haruki dengan wajah yang benar-benar penuh dengan amarah. Orang itu sudah di ambang level kewarasannya saat ini, dia benar-benar menakutkan dan membuat Haruki berdiri dan ingin berlari menjauh darinya.
“A-Aku mau pergi! Selamat tinggal”
“JANGAN PERGI, BRENGSEK!”
Haruki yang pergi meninggalkan orang itu pun berlari dengan penuh tanngisan. Dia tidak dapat melihat apa yang berada di depannya.
Matanya buram karena dia sedang menangis.
“Apa yang harus aku lakukan! Apa, apa, apa! Aku tidak ingin melihat orang itu menjadi gila di depanku! Tolong aku! Tolong aku!”
Haruki yang benar-benar menjerit di dalam hatinya itu benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa lagi sekarang. Dia benar-benar tersiksa selama ini tanpa ada orang yang membantunya untuk keluar dari jeratan orang itu.
“Aku tidak ingin meminta Han bantuan! Aku tidak ingin meminta Ryuu untuk membantuku! Mereka tidak mungkin akan menolongku saat ini! Tolonglah aku!”
__ADS_1
Ketika Haruki masih berlari saat itu, tiba-tiba dia terbentur dengan orang yang memakai jaket kuning dan celana panjang. Mereka berbenturan dengan keras di koridor Xingxi Mall. Orang itu yang sebal pun mulai mengomel Haruki yang tidak melihat sama sekali.
“Aw, Aw, Aw. Ayolah apa kamu punya mata atau… Haruki? Kenapa kamu…?”
Haruki yang akhirnya terbangun dari lantai itu berdiri dengan wajah yang menangis. Dia sudah tidak dapat membendung tangisannya dan mengajaknya untuk pergi dari sini.
“Naoto! Aku mohon! Aku mohon! Bawa aku pergi dari sini! Tolonglah aku!”
Naoto yang melihat Haruki menangis itu akhirnya dengan cepat menarik tangan Haruki dan membawanya pergi dari Xingxi Mall. Naoto pun membawanya ke mobil dan menyetir mobil itu.
“Haruki, ada apa denganmu? Ini tidak seperti dirimu yang biasanya!”
“Apa? Kamu mengatakanku yang biasa itu orang yang jahat begitu di depan Han?”
Naoto yang bertanya itu melihat Haruki yang sedang nangis tersedu-sedu benar-benar membuat Naoto penasaran terhadapnya saat ini. Apa yang selama ini ditutup-tutupi oleh Haruki? Naoto ingin tau tentang itu, karena hanya Naoto yang sadar bahwa Haruki sebenarnya tidak membenci Han sama sekali.
Haruki hanya terpaksa membenci Han, karena orang itu yang memerintahkannya atau taruhannya adalah menghilangkan eksistensi seluruh pertemanan dari Haruki.
“K-Kamu tau, H-Hanya Han ya-yang menerimaku de-dengan tulus selama di sekolah dulu.”
Haruki yang masih saja menangis itu benar-benar meluapkan emosinya di depan Naoto. Naoto yang merasa dirinya tidak dekat dengan Haruki itu hanya melihatnya dengan kasihan, karena apa yang dialami oleh Haruki itu benar-benar tidak pantas dan Haruki tidak layak mendapatkan perlakuan itu.
“A-Aku ingin me-meminta maaf kepadanya, ta-tapi a-aku tidak bisa me-melakukannya!”
Haruki yang terus-menerus menangis itu membuat Naoto cukup iba dan ingin memancing Haruki untuk menjawab seluruh pertanyaannya saat ini.
“Jika perempuan saat ini menangis, maka rahasia-rahasia akan semakin cepat terbongkar darinya. Ini adalah kesempatanku untuk mengetahui semua yang disembunyikan oleh Haruki. Ini juga untuk kebaikan sahabatku, Han yang begitu menderita saat Haruki mengkhianatinya.”
Naoto yang berbicara dalam pikirannya itu dengan tekad yang kuat mulai bertanya kepada Haruki tentang apa yang terjadi di Xingxi Mall sebelum Haruki menabrak Naoto. Dengan tatapan yang ramah dan senyuman yang hangat dia mulai bertanya kepada Haruki yang sedang menangis itu.
“Haru, sebelum kamu menabrak diriku. Apa yang terjadi sama kamu?”
“A-Aku di-di-ka-kasar-kan o-oleh se-seorang!”
“Kenapa?”
“Ka-Karena di-dia ti-tiba me-menja-jadi gi-gila.”
“Oh, begitu.”
__ADS_1
Namun Naoto berbicara dalam hatinya, bahwa usaha ini akan sia-sia saja. Haruki tidak akan membongkar hal itu kepadanya saat ini.
“Sial, rahasianya begitu ketat! Aku tidak bisa menggali lebih dalam! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bersikap dingin lagi seperti di hotel atau bersikap ramah seperti ini?”
Tiba-tiba, Haruki mengatakan sesuatu kepada Naoto yang sedang menyetir mobil dan berpikir seperti itu. Suaranya yang halus seperti orang yang meminta pertolongan saat ini benar-benar melukai hati Naoto yang awalnya juga tidak teralu senang dengan Haruki.
“Sebenarnya\, orang yang menyuruhku untuk ******** Han ****** ****.”
Naoto yang diberikan jawaban seperti itu hanya terpukul. Matanya tiba-tiba memutih dan tidak dapat berpikir lagi tentang apa yang terjadi di SMA saat itu. Naoto dengan nada yang begitu halusnya bertanya kepada Haruki.
“Haru\, apakah **** mengancammu jika kamu memberitahukannya kepada orang lain?”
“Iya, dia mengancamku.”
Naoto tiba-tiba membentak Haruki yang sedang menangis itu, wajahnya yang merah karena emosi terhadap orang itu benar-benar menyulut api kesabarannya saat ini. Dia juga marah terhadap Haruki yang sembarangan mengumbar informasi itu, walau di sisi lain Naoto sangat ingin tahu tentang informasi dari Haruki.
“KAU MEMBERITAHUKAN ITU KEPADAKU?! JANGAN BERCANDA KAMU\, BODOH! APAKAH KAMU TIDAK MENGETAHUI RESIKOMU?! KAMU AKAN SELALU DIBAYANG-BAYANGI OLEH ****! HIDUPMU BISA HANCUR\, LEBIH HANCUR DARIPADA HAN SELAMA DI SMA! APAKAH KAMU INGIN HIDUPMU SEPERTI ITU?! JIKA KAMU BUNUH DIRI\, APAKAH ITU AKAN MENARIK SIMPATIKU?! TIDAK! AKU TIDAK AKAN DATANG KE PEMAKAMANMU JIKA KAMU MEMUTUSKAN UNTUK BUNUH DIRI! KAU PAHAM ITU?! SEHARUSNYA KAMU TIDAK MEMBERITAHUKAN ITU KEPADAKU! HARU\, KAU BENAR-BENAR BO-.”
“AKU TIDAK MEMILIKI PILIHAN LAIN, KAU TAU! AKU TIDAK MEMILIKI PILIHAN LAIN SELAIN MEMBERITAHUKAN HAL INI KEPADAMU! SIAPA ORANG YANG DAPAT MENAMPUNG INI?! AKU TIDAK MEMILIKI SIAPA-SIAPA SAAT INI! AKU BENAR-BENAR GILA SAAT INI! AKU MASIH MENYUKAINYA, KARENA ORANG ITU! ORANG ITU! ORANG ITU MEMBUATKU HABIS SAAT DI MASA-MASA SMA!”
Haruki yang membalas bentakan dari Naoto dengan wajah yang penuh tangisan itu benar-benar menghajar Naoto saat ini di mobil. Tangisan Haruki yang begitu kencang membuat Naoto berpikir ulang, apakah dia harus melakukan hal itu di depan Haruki atau tidak. Apakah dia salah di mata perempuan ini atau tidak, itu benar-benar membuat Naoto pusing saat ini.
“Apakah aku salah membentaknya? Aku hanya ingin menjaganya dari orang itu, namun aku tidak dapat menceritakan itu kepada Han. apa yang harus aku lakukan saat ini?”
“Ha-.”
“Kumohon, jangan sebarkan hal ini kepada siapapun.”
Haruki yang menangis dengan memohon itu membuat Naoto berpikir lagi untuk mengatakan lagi kepada Haruki yang mentalnya benar-benar hancur saat ini. Naoto akhirnya mengeluarkan nada yang sangat tegas dari mulutnya dan mengatakan beberapa kata kepada Haruki.
“Percayakan itu kepadaku.”
Setelah mereka berada di jalan, Haruki diantarkan pulang oleh Naoto di rumahnya. Haruki akhirnya turun dari mobil Naoto dengan wajah yang dipenuhi usapan air mata pun mengatakan rasa terima kasih yang begitu baik terhadap Naoto. Naoto yang mendengarkan itu hanya tersenyum melihat Haruki yang memberikan rasa terima kasihnya.
“Naoto, terima kasih!”
“Iya, sama-sama. Jaga dirimu ya.”
Naoto akhirnya pergi dari rumah Haruki dengan wajah yang begitu serius setelah mendengarkan cerita Haruki. Dia benar-benar kehabisan akal bahwa orang itu adalah dalang rusak-nya kehidupan SMA mereka, terutama Han. Giginya pun dia getarkan dengan wajah yang begitu penuh dengan amarah.
__ADS_1
“Tidak kusangka\, **** adalah dalang dari semua ini. Dasar brengsek kau! Kau benar-benar licik mempermainkan hati perempuan yang mentalnya sudah rusak! Kau tidak akan diampuni oleh semua orang jika informasi ini bocor\, bahkan aku sendiri akan membunuhmu dengan kejam jika ini adalah zaman kegelapan!”