
Setelah acara reuni itu, Han pergi keluar hotel dengan menunduk. Dia masih tidak mempercayai bahwa Haruki yang dia kenal sudah tidak ada lagi di dunia ini. Wajahnya yang sudah sangat-sangat jahat dari waktu ke waktu itu membuat Han lupa siapakah Haruki itu.
“Apa yang terjadi padamu, aku ingin tau. Kau tidak pernah bercerita selama ini kepadaku, siapa yang membuatmu terlihat kacau seperti ini? Beritahulah padaku!”
Han yang bergumam sendiri itu dengan perut yang kosong, karena dia tidak sempat makan di hotel itu. Dalam arti, Han membayar tanpa makan di hotel itu dan saat ini Han benar-benar kelaparan di malam hari. Malam yang sangat dingin karena angin yang berhembus kencang membuatnya sedikit kedinginan, Han berjalan seperti zombie yang sedang mabuk. Matanya putih dan giginya bergemetar itu membuat orang-orang di jalan sedikit takut terhadapnya.
Wajah-wajah ketakutan dari orang-orang yang melihat Han itu membuatnya mengingat bahwa apa yang pernah terjadi di masa lalu Han.
“Ah, tatapan ini. Aku sudah sering melihatnya sebelumnya. Aku sudah terbiasa dengan ini.”
Han yang terus dilihat oleh sekelilingnya itu tidak mengucapkan banyak kata-kata, dia sudah pasrah setelah melihat Haruki sebelumnya. Pertemuannya dengan Haruki seperti membuka luka lamanya. Namun tiba-tiba dia berteriak sendiri di depan banyak orang yang melihatnya, dengan nada yang frustasi dan penuh dengan kepasrahan membuat banyak orang ketakutan melihatnya.
“BISA BERHENTI MELIHATKU TIDAK!”
Ketika orang banyak itu ketakutan, Han melihat mereka semua dan semakin stress sendiri. Dia akhirnya menundukkan kepalanya dan tetap berjalan ke arah stasiun kereta bawah tanah. Stasiun kereta itu sudah berada di depan matanya, dan dia tetap tertunduk lemas.
Ketika dia sudah sampai di depan stasiun itu, dia turun dan masuk ke dalam gerbang masuk. Han berharap tidak bertemu dengan siapa-siapa di dalam kereta itu, dia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan teman-temannya. Tapi dia lupa, bahwa ada satu orang yang selalu menaiki kereta.
Yoru
“Perempuan itu, yang aku kenal dari sebuah kecelakaan. Apakah dia akan berada di kereta ini? Hahaha, aku tidak ingin bertemunya saat ini.”
Tiba-tiba ada perempuan yang bertanya itu dengan nada bingung. Perempuan itu memakai topi baseball, kaos, rok yang sampai di lutut dan sandal jepit. Perempuan itu sedang minum boba dan mulai berbicara dengan nada yang halus.
“Sepertinya, perempuan yang kamu kenal dari kecelakaan itu ada disini.”
Han tiba-tiba menoleh ke arah perempuan itu yang minum dengan polosnya, dia dengan muka yang terlihat putus asa itu memanggil namanya.
“Yo-Yoru? Ke-Kenapa kamu ada disini?”
Yoru yang melihat wajah Han yang terlihat putus asa itu membalasnya dengan santai. Sisi tsundere-nya masih tidak terlihat, Han yang melihat Yoru itu melihat Yoru cukup manis dengan berpakaian seperti itu.
“Hmm, aku bosan aja sih sebenarnya. Terus ada toko boba yang baru aja buka di Xingxi Mall, jadi aku kesana aja.”
“Oh, begitu.”
Mereka berdua akhirnya pergi ke kereta itu, kereta yang sunyi dan tidak ada orang, di malam Natal yang sangat hampa bagi Han. Han hanya terlemas dan duduk di bangku penumpang membuat Yoru ikut duduk di sebelahnya.
Yoru yang melihat Han seperti itu membuatnya berpikir
“Apa yang harus aku lakukan? Dia terlihat lemas dan putus asa. Apakah dia menderita lagi seperti kemarin-kemarin? Mungkin aku harus menawarkan minumanku.”
__ADS_1
Yoru akhirnya mulai menawarkan minumannya, wajahnya malu-malu dan mengulurkan tangannya yang memegang minuman itu ke arah Han.
“I-Ini minumanku, kamu mau coba?”
“---”
Han tidak ada reaksi sama sekali, dia hanya menunduk lemas membuat Yoru bingung. Yoru menarik minumannya dan mulai melihat handphonenya. Tiba-tiba ada video pertandingan basket yang pernah ditayangkan Tobe di Ourtube, Yoru lalu menunjukkan handphonenya ke arah Han.
“Han, ini kamu kan? Aku baru tau kamu sehebat ini dulu.”
Han yang melihat handphone Yoru itu tiba-tiba matanya fokus dan mulai merampas handphone Yoru dengan cepat. Yoru, di sisi lain juga marah kepada Han, dengan nada yang tinggi dia memarahi Han untuk mengembalikan handphonenya.
“KEMBALIKAN HANDPHONEKU!”
“---”
Han masih tidak ada reaksi, membuat Yoru semakin kesal dan memarahinya sekali lagi.
“KEMBALIKAN HANDPHONEKU, HAN!”
“---”
Han yang tidak ada reaksi membuat Yoru kesal.
Dia lalu memarahinya lagi dengan menampar pipi Han dengan keras. Han yang tertampar itu tiba-tiba mengeluarkan air matanya membuat Yoru merasa sedih. Yoru mengambil handphone-nya dan melihat kelanjutan dari video itu dan saat dia melihat lanjutan dari video itu, dia melihat insiden yang terjadi pada Nagi. Yoru langsung kaget dengan itu dan melihat Han yang masih putus asa itu.
“Kamu tau ini akan terjadi?”
“A-A-Aku melihatnya sendiri.”
Yoru lalu menghembuskan nafasnya dan mulai meminta maaf Han atas ucapannya tadi. Nadanya yang halus itu terucap dari nada Yoru saat itu.
“Hey, aku minta maaf atas ucapanku tadi. Apakah itu menyakitkan untukmu?”
Han yang melihat Yoru itu hanya terdiam berkaca-kaca, dia membalikkan kepalanya dan mengusap air mata yang keluar dari matanya itu. Dia lalu membalas kepada Yoru dengan nada yang sedih.
“Tidak apa-apa. Maafkan aku juga, aku merampas handphone-mu.”
Yoru yang mendengar Han itu mulai bertanya sekali lagi dan dia menuntut Han membalasnya dengan jujur. Yoru ingin mengenal Han lebih jauh, lebih jauh lagi dari sebelumnya.
“Apa yang terjadi di reunimu? Jawablah aku dengan jujur!”
__ADS_1
Han yang mendengarkan itu hanya terlihat lemas, dia ingin berbicara namun dirinya tidak mampu. Dia berusaha berbicara, terlihat stress, dan nadanya tersendat. Han ingin menceritakan itu kepada Yoru, namun matanya pucat dan dia tidak bisa berkata-kata, dia ingin menulis namun tangannya membeku dan menolaknya untuk menulis sesuatu.
“T-*-*-*-*-*-*-*-*-*-T…”
Yoru yang melihat Han itu hanya terdiam dan mulai memegang pipi Han, dia ingin Han melihatnya dan tenang sedikit.
“Han, tenanglah! Disini hanya kita berdua aja dan kamu bisa menceritakan segalanya. Okay?”
Han yang melihat Yoru pun akhirnya sedikit tenang, akhirnya Han mulai bercerita dengan sedikit sedih.
“Yor, apakah aku menyedihkan?”
“Mmm, tidak, tidak, tidak. Kamu bukanlah orang yang menyedihkan di mataku.”
“Aku tadi ke tempat reuni.”
“Iya, aku tau itu.”
“A-A-Aku bertemu perempuan yang menghantui masa laluku. AKU BERTEMU DENGANNYA! AKU BERTEMU DENGANNYA! AKU SUDAH GILA! AKU TIDAK MAU BERTEMU DENGANNYA! AKU TI-”
Tiba-tiba, Yoru memeluknya dan mengelus kepalanya. Han yang benar-benar kacau itu mulai tenang dan air matanya keluar, Han tersedu-sedu dan benar-benar tenang ketika Yoru memeluknya.
“Yosh, tenanglah. Aku mengerti perasaanmu, sudah jangan biarkan itu menghantuimu.”
“Di-Dia benar-benar mem-mem-membenciku ta-tanpa a-aku ketahui alasannya!”
“Tidak apa-apa, seenggaknya aku tidak membencimu. Aku, aku mencintaimu.”
Han yang mendengar itu tiba-tiba berhenti menangis dan wajahnya sungguh datar. Dia tidak menyangka bahwa Yoru akan mengatakan seperti itu.
“Tunggu sebentar, ulangi lagi.”
“A-Aku mencintaimu. Apakah ada yang salah?”
Han yang kaget itu tiba-tiba hanya terdiam saja, dia sungguh bingung dengan situasi yang canggung itu.
“Sekali lagi, apakah aku tidak salah dengar?”
“Mooo! Memalukan tau! AKU MENCINTAIMU!”
Han yang mendengarkan itu hanya tersenyum, dia merasa bahwa di dalam hidupnya hanya ada 4 sahabat yang benar-benar mengerti tentangnya; Naoto, Jun, Ryuu, dan Tobe. Dia tidak mau percaya lagi kepada orang banyak sebenarnya, tapi Yoru berhasil menembus hati Han yang dingin itu. Han yang merasa tenang itu keluar dari pelukan Yoru dan dia sedikit tersenyum.
__ADS_1