
Namun Yoru yang berhasil sampai di sebelah itu hanya mengatakan sesuatu kepada orang itu, dia menyebutnya dengan senang membuat Han berpikir ulang lagi dan lagi. Dia benar-benar kaget karena Yoru memanggilnya dengan
“Papa, aku sudah membawakan orangnya.”
Di sisi lain, Papa Yoru yang melihat Han berdiri di depan hanya menghiraukan Han dengan angkuh dan menasihati Yoru dengan sedikit terlihat kejam terhadapnya.
“Yoru, apakah kamu ingat motto hidup keluarga Sun? Orang yang berpakaian berantakan tidak boleh masuk! Kamu saat ini, membawa laki-laki yang tidak punya pakaian ke rumah! Apakah itu benar, Yoru?”
Han sudah berpikir jika akan terjadi seperti ini. Sekarang pikirannya hanya satu, dia ingin pulang saat ini.
Han tidak bergerak sama sekali disana, dia benar-benar membeku dan ketakutan ketika dia melihat Papa Yoru yang benar-benar terlihat seperti mafia kelas atas.
“Aku… Aku… Aku mau pu-pulang!!!”
Yoru yang ditanya seperti itu hanya mengelak saja, wajahnya yang sedikit kesal itu pun menasihati Papanya yang tidak menerima Han sama sekali.
“Papa, kenapa Papa tidak mau menerima orang karena gaya pakaiannya? Pakaian seperti itu kan terlihat ‘rapi’, lihat bajunya Pa. kaos putih bermotif segitiga berwarna-warni dan celana pendek warna merah. Itu kan sangat bergaya sekali.”
Papa Yoru mulai mengangkat kakinya ke atas pahanya, wajahnya begitu menyeramkan dan menasihati Yoru lagi dan lagi.
“Yoru, tapi dia berpakaian sangat tidak sopan! Dia harusnya datang memakai jas seperti Papa! Lihat Papa, Papa kan rapi pakaiannya, tidak seperti orang itu yang teralu santai.”
Han yang mendengarkan Papa Yoru itu hanya mengangguk kepalanya dan mengingkan dirinya untuk pulang saat ini.
“Benar om, itu benar! Aku lebih baik pulang aja! Buat apa aku pakai jas di rumah orang coba!”
Namun Papa Yoru meminta Han duduk di depannya saat ini ketika Papa Yoru melihat Han dengan gestur yang mengangguk.
“Apa? Kau mau duduk! Sini duduk!”
“I-I-Iya.”
Akhirnya Han duduk di depan Papa Yoru dan Yoru duduk di sebelah Han saat ini. Wajah Yoru begitu tersenyum melihat Han yang gugup di depan Papa Yoru saat ini, Han seperti tidak mengetahui apa yang ingin dia katakan sekarang.
“---”
Papa Yoru menatap Han yang begitu pucat saat ini, dia benar-benar curiga dengan Han yang masih saja diam itu. Nadanya yang mulai meninggi itu bertanya kepada Han yang ketakutan.
Sensasi ini mirip seperti Han yang ditahan oleh petugas imigrasi Lions Pore, suaranya yang sedikit keras itu benar-benar menghancurkan mental Han saat ini. Han tidak dapat berpikir jernih, pikirannya sekarang kemana-mana, matanya pun tidak dapat melihat Papa Yoru yang duduk di depannya.
“Anak muda, kamu siapanya si Yoru.”
Han yang benar-benar kosong itu menjawab dengan suara yang nyaring. Matanya melihat ke atas langit-langit ruang tamu itu dengan ekspresi yang tidak biasa saat ini.
__ADS_1
“Aku… Aku… Aku istri dari Yoru! Se-Selamat pagi, Om!”
“HAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Yoru dan Papanya langsung kaget seketika, mereka berdua pun berteriak histeris karena Han yang mengatakan seperti itu. Papa Yoru sendiri merasa dirinya sedang ditikam dari belakang oleh anaknya, karena Yoru tidak pernah bercerita apapun tentang Han sama sekali.
“O-Oi, ‘ge-be-tan’. Kenapa kamu bilang aku ini istrimu?”
Yoru membisikkan suaranya kepada Han yang begitu gugup dengan begitu lembut namun terdapat nada amarah dari Yoru, tangan kirinya menutup bisikan mulut dari Yoru agar tidak dilihat oleh Papanya sendiri. Suasana di rumah itu benar-benar aneh sekali, baik untuk Han maupun Papa Yoru dan Yoru. Papa Yoru sudah terlanjur berteriak dengan kencang, namun Yoru masih saja membisik ke arah Han yang benar-benar tidak mengerti situasinya.
“KA-KA-KAU-.!”
“Han, Papaku bisa salah paham mendengarkan ini, kau bodoh!”
“Oh iya, a-aku ini gebe-.”
Han yang baru saja sadar itu ingin meralat ucapannya saat itu. Dia benar-benar salah
“DIAM!!!!!!!!!!!!!! DASAR KAU ANAK CABUL!”
“Ha??!!!!”
Han yang terkejut itu benar-benar membuat Papa Yoru semakin jengkel dengannya. Dia tiba-tiba berdiri dan menunjukkan ekspresi marahnya kepada Han yang benar-benar kosong itu.
“Pa! Han benar-benar gugup melihat Papa yang seperti itu! Bicara yang enak kenapa sih Pa!”
Yoru dengan wajah yang geram itu menunjukkan ekspresi yang tidak enak kepada Papanya sendiri. Dia benar-benar membela Han yang kosong itu, karena Han tidak mungkin membentak Papa dari Yoru. Han adalah orang yang ingin menghindari konflik, tapi dia sendiri yang membuat konflik.
“Maafkan Papa, Yoru. Papa akan berusaha untuk lebih tenang dalam berbicara kepada anak muda ini.”
Han yang mendengarkan Papa Yoru menurunkan suaranya itu mengeluarkan keringat dinginnya dan menatap lututnya saat ini. Han benar-benar mati di dalam, dirinya seperti manusia yang tidak bernyawa saat ini.
“Bukan suara om yang harus dikecilkan, tampang om sendiri yang harus diubah! Tampang anda, om, yang menyeramkan itu!”
Lalu Papa Yoru bertanya kepada Han, siapakah namanya dan apa hubungannya dengan Yoru saat ini dengan nada yang lebih santai.
“Jadi, siapa kamu dan apa hubunganmu dengan Yoru.”
“Namaku Han.”
“Hubunganmu?”
Tiba-tiba Yoru membalas pertanyaan dari Papanya sendiri, suaranya yang lembut itu benar-benar membuat Han cukup tenang.
__ADS_1
“Jangan kamu paksakan, oke?”
“Han adalah gebetanku, Pa.”
Papa Yoru pun terdiam sejenak, karena tidak menyangka bahwa anaknya sekarang berpacaran dengan anak yang kurang mampu. Jika dilihat-lihat, Han benar-benar seperti orang yang tidak memiliki uang walaupun Papa Yoru sendiri sedang memakai emas yang berasal dari perusahaan dari Papanya sendiri.
“Yoru, sejak kapan kamu suka dengan orang yang miskin ini? Papa tidak ingin kamu bersama laki-laki yang miskin dan mengatasnamakan cinta untuk mengelabui Papa!”
Han yang dikatakan miskin itu tiba-tiba berbicara dalam hatinya, dia benar-benar tidak terima dikatakan miskin oleh Papa Yoru saat ini.
“Om, apakah Om sadar? Jam tangan Om yang dilapisi emas itu berasal dari perusahaannya Papaku. Semua perhiasan rumah Om sendiri juga berasal dari perusahaan Papaku. Anda mengatakan saya miskin? Anda tau siapa saya? Ha?!”
Han tiba-tiba sedikit geram karena tersulut emosinya oleh Papa Yoru tiba-tiba membuka dompet yang ada di handphone-nya. Yoru yang melihat Han juga sedikit cemas melihat Han saat ini, dia memegang pundak Han dan berbicara dalam hatinya saat ini.
“Han, maafkan aku. Papaku benar-benar sakit ucapannya. Kamu baik-baik aja kah saat ini?”
Wajahnya yang sedikit cemas itu dilihat oleh Han, tiba-tiba Han pura-pura bersin dan mendorong kedua kartunya keluar dari dompet handphone-nya.
“HA-CHOOO!!!!!”
Kartu debit Platinum ACB dan Black Card itu keluar dan jatuh di depan meja Papa Yoru saat ini. Yoru yang melihat aksi Han itu terdiam dengan wajah yang sedikit kaget melihat Han yang sengaja mengeluarkan kedua kartu itu, dia tidak menyangka Han akan bertindak sejauh ini untuk menjaga harga dirinya di depan Papa Yoru. Yoru memukul pundak Han dan sedikit sebal melihat tindakannya yang kurang ajar itu.
“Oi, Oi, Oi! Han! Kamu benar-benar kelewatan! Aduh, aku harus bagaimana ini? Papa bisa mengusirnya. Han kau bodoh!”
Di sisi lain, Han pun juga berbicara dalam hatinya. Menurut logikanya, laki-laki harus bertindak, bukan banyak bicara. Han tidak ingin berbicara banyak-banyak saat ini, namun dia menatap Yoru yang kesal saat itu.
“Measure a man's worth by his actions alone. For the devil also promises the moon! Do you get it, Mr. Sun?”
Papa Yoru lalu melihat seklilas kartu yang terlempar dari dompet Han. Dia cukup kaget bahwa Han merupakan orang kelas atas di bank ACB, tapi dia berusaha untuk berpikir negatif terhadap Han karena kartu debit bisa saja isinya tidak ada.
“Hmm, kamu mempermainkan saya? Bisa aja kartu debit ini tidak ada isinya. Jangan mengakaliku!”
Padahal isi kartu itu ada $ 140,000, dimana $ 100,000 itu adalah uang yang dia menangkan di dalam casino.
Namun ketika Papa Yoru melihat Black Card yang terlempar itu, ekspresinya langsung berubah. Dia benar-benar terkejut dan berteriak histeris, karena dirinya sendiri tidak dapat mendapatkan kartu ‘sakral’ itu.
“HAAAAA!!!!!! ANAK SEPERTI ANDA BISA MEMEGANG BLACK CARD!!!!! OM SENDIRI TIDAK PUNYA BLACK CARD!”
Tidak sampai disitu saja, Han terus-menerus menghabisi Papa Yoru dengan tenang. Yoru yang melihat Han menunjukkan semuanya itu benar-benar kaget dan melihat Han dengan wajah yang sedikit bingung. Dia berpikir sendiri, apa yang Han ingin lakukan di depan Papanya saat ini.
“Han, Han! Rem! Rem! Aku tau kamu tidak terima dengan ucapannya Papaku, tapi jangan melindungiku sampai sejauh ini!”
Han membuka handphone-nya, dan melihat-lihat perusahaan apa saja yang sudah dia akusisi semenjak di casino. Yoru yang melihat Han yang tanpa ekspresi itu benar-benar membuatnya takut saat ini. Dia tidak paham mengapa Han melakukan sejauh ini hanya untuk dirinya, walaupun sebenarnya juga ada alasan mengapa Han melakukan tindakan itu di depan Papa Yoru.
__ADS_1