Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 26: Date and Run, Part 1


__ADS_3

Siang hari, di dalam mobil Han. Han sedang menyetir mobilnya dan ingin mengantarkan Maylene pulang. Namun, Han sekarang benar-benar terlihat seperti maniak yang ingin cepat-cepat memulangkan Maylene, wajahnya yang tegang itu dengan menyetir dengan cepat benar-benar membuat Maylene sedikit takut.


Jantung Maylene saat ini berdetak dengan sangat kencang, ini bukan karena dia sedang jatuh cinta atau bagaimana. Maylene sekarang begitu takut dengan kematiannya, wajahnya yang benar-benar memucat dan rasa mual yang timbul di dalam perutnya benar-benar membuat dia ingin muntah saat ini.


Bagaimana Maylene tidak mabuk saat ini? Han menyetir mobil dengan kecepatan 60 km/jam! Tidak ada penurunan kecepatan maupun kenaikan kecepatan. Han benar-benar menyetir dengan kecepatan konstan.


Mata Han begitu fokus melihat jalan saat ini, dia menegakkan badannya dan mencondongkan badannya ke depan. Reflek kaki dan tangan di setirnya juga begitu hebat, dia dapat mengganti kakinya kapan dia harus melakukan rem dan kapan dia harus menginjak pedal gas. Tangannya sudah seperti penyetir yang handal, dia dapat masuk dan keluar di antara mobil-mobil yang memberikan celah. Walaupun celah itu sangat tipis, Han berhasil mengelabui itu semua.


“Aku tidak mau mati! Aku tidak mau mati! Aku masih mau jatuh cinta, menikah, dan hidup bahagia! Dewi, tolonglah aku! Aku tidak mau mati di tangan orang ini!”


Itu adalah doa Maylene yang sudah memberikan begitu banyak masalah kepada Han. Dia dengan begitu polosnya menyusup kampus Han dan memancing banyak perhatian orang-orang. Maylene begitu tegang saat ini, matanya pucat dan tangannya seperti orang yang berdoa pada saat ini.


Maylene sudah tidak tahan lagi. Dia akhirnya berteriak dengan kencang, dia menoleh ke arah Han yang sedang menyetir dengan begitu cepatnya di jalan. Maylene begitu kesal melihat Han yang mengebut itu ditanggapi oleh Han yang sedang fokus itu.


“WOI! NYETIR YANG BENAR KENAPA! KAMU BAWA SATU NYAWA SEKARANG! TIDAK BISAKAH KAMU PELAN-PEL-.”


“BERISIK! Ini semua salahmu! Sadar diri mengapa, kau perempuan!”


“KAMU BENAR-BENAR MEMBAHAYAKAN NYAWAKU! PAPA BISA MARAH MELIHATMU SEKARANG! HMPH!”


Han yang menanggapi Maylene dengan wajah yang sedikit sebal, dia berteriak di awal namun suaranya dia turunkan pelan-pelan itu membuat Maylene semakin membangkang. Maylene menutup matanya, melipat kedua tangannya, lalu dia memalingkan wajahnya dengan cemburut seperti perempuan yang benar-benar sedang sebal itu.


Yang membuat suasana di dalam mobil itu semakin asik adalah lagu yang diputar oleh Han. Lagu yang diputar saat ini benar-benar kencang dan suara-suara yang sangat funky itu benar-benar membuatnya ‘berdansa’ dengan pedal mobilnya.


Lagu itu adalah lagu pembuka dari anime yang begitu terkenal di kalangan remaja-remaja. Anime itu berjudul ‘Kaguya-sama, Love is War’, dimana anime itu menceritakan tentang seorang laki-laki dan perempuan yang saling gengsi untuk mengungkapkan perasaan cintanya.


Sepertinya, baik Han maupun Maylene begitu menyukai anime ini. Dengan cerita yang begitu ringan, siapa yang tidak menyukai anime ini di kalangan anak muda yang ingin jatuh cinta?


“Pikiranku berkecamuk


Aku akan kehilangan tatapan itu


Hanya kita berdua, PERMAINAN yang berbahaya


Cinta itu Perang


Cinta itu Perang


Cinta itu Perang”

__ADS_1


(Love Dramatic, Masayuki Suzuki ft Rikka Ihara)



Maylene yang tidak tahan melihat Han sedang menyetir dengan cepat itu tiba-tiba menarik hand rem mobil Han. Maylene menarik hand rem itu dengan begitu kencang, dia mengeluarkan seluruh kekuatannya saat ini untuk menghentikan mobil Han yang melaju dengan kencang.


*GRAKKKK*


Mobil itu berada di tengah jalan dan berhenti secara tiba-tiba, untung saja tidak ada mobil lain yang melewati tempat itu. Han yang melihat Maylene menghentikan mobilnya hanya melihatnya dengan wajah yang sadis. Dia benar-benar seperti orang yang tidak dapat mengampuni Maylene saat ini. Ketika Han ingin bertanya alasan mengapa Maylene menghentikan paksa mobilnya, Maylene mengalihkan pertanyaan Han secara tiba-tiba dengan wajah yang polos.


“APA YANG KAU LA-?”


“Nee, kamu suka nonton ‘Kaguya-sama’?”


Han yang melihat Maylene dengan wajah yang sadis itu tiba-tiba berubah ekspresi. Dia benar-benar kebingungan saat ini, karena Maylene dengan polosnya bertanya seperti itu di saat dia sudah hampir membahayakan baik nyawa Han maupun nyawanya sendiri.


“HA?! Kau gila?! Kau buat apa narik hand rem?! Kau bisa membunuh kita berdua kalo ada mobil di belakang, bodoh!”


“Ma-Maaf. Aku cuma tidak mau kamu mengebut aja!”


Maylene yang menyesali perbuatannya itu membuat Han melihat kembali ke arah jalan dan menyetir dengan santai. Maylene berhasil mengubah cara menyetir Han, lalu Han menjawab pertanyaan Maylene dengan wajah yang santai.


Maylene yang diberikan jawaban seperti itu pun mulai mengubah ekspresinya lagi, dia sekarang lebih ceria. Dengan menutup matanya dan menunjuk ke arah langit mobil itu menjawab Han yang masih menyetir itu.


“Oh iya! Aku juga suka dengan ‘Kaguya-sama’. Kamu tau? Aku suka sama karakter yang namanya Chika Fujiwara.”


Han yang menyetir itu tiba-tiba menatap ke arah Maylene dengan sinis, dengan membuka mulutnya dia berpikir dengan nada suara yang begitu menyedihkan saat ini.


“Pantas aja, kamu suka menjadi pengacau! Karakter favoritmu aja pengacau, dasar bodoh!”


Maylene yang dilihat sinis oleh Han itu membalas tatapan Han dengan sedikit takut. Dia menganggap Han sekarang menatapnya dengan jijik ke arah-nya. Dengan nada suara yang rendah itu dia melihat Han dan bersuara.


“Apa? Kau menjijikan sekali sekarang!”


“Kau benar-benar menyebalkan! Seperti karakter favoritmu!”


Han yang membalas Maylene itu membuat Maylene jengkel saat ini, namun Han melihat ke arah jalan lagi dan sudah berada di barat kota. Han melihat ke arah Maylene dan menawarkan Maylene untuk pergi jalan-jalan dengan wajah yang biasa.


“Hey, mau mampir ke Guanghui?”

__ADS_1


Maylene yang mendengarkan ajakan Han itu tiba-tiba tersenyum dan mengatakan dengan wajah yang gembira.


“Boleh, kita juga bisa-.”


“Latihan menjadi pacar, kah?”


Han yang menebak kata-kata dari Maylene tiba-tiba menelpon seseorang melalui mobilnya. Lalu Han meminta Maylene untuk diam sejenak karena orang yang dia ingin hubungi adalah orang yang sangat penting.


Dengan wajah yang serius, dia mengucapkan suara-suara yang rendah dan tajam ke arah Maylene. Di sisi lain, Maylene juga mengiyakan permintaan Han dengan melirik ke arah belakang mobil Han.


“May, diamlah untuk sementara waktu!”


“I-Iya.”


Lalu telpon itu tersambung dan terdapat suara perempuan yang sangat mereka berdua kenal.


“Han?? Ada apa?”


“Yor, kamu nganggur?”


“I-Iya, kenapa Han?”


“Jam 3 sore, di Guanghui Mall.”


“Hmm, boleh-boleh. Nanti kita pergi kan?”


“Iya, tenang aja Yor.”


“Bye-bye.”


Han menutup telpon-nya dan melanjutkan perjalanannya ke Guanghui Mall bersama Maylene.



Setelah mereka sampai di Guanghui Mall, mereka mulai turun dari mobil. Namun Maylene tidak mau turun karena dia ingin Han yang membukakan pintunya bak seorang putri.


“Sudah tidak ada orang yaa. Ya sudah.”


*Peep-Pop*

__ADS_1


Tapi Han merasa bodoh amat, dia mulai mengunci mobilnya dan meninggalkan Maylene sendirian di dalam mobil. Han cuek-cuek saja karena dia merasa Maylene tidak ingin turun dari mobil, jadi dia tinggal saja si Maylene di dalam mobil.


__ADS_2