Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 28: What a Festival, Part 2


__ADS_3

Sepupu Han yang satu adalah laki-laki yang tinggi, dia juga tampan, dan menggunakan baju yang mirip dengan Han. Baju yang tidak teralu mencolok, hanya ham merah dan celana panjang kain. Namun dia membawa kantongan baju yang bisa dikatakan bahwa itu adalah baju asli-nya. Dia juga membawa pacarnya yang juga cantik dengan baju yang juga santai. Dengan rok putih dan baju kaos merah, dia bersama laki-laki itu. Namun untuk kecantikannya sendiri, Maylene masih lebih cantik jauh daripada perempuan itu.


Sepupu satunya adalah perempuan, dia juga memakai kaos polo berwarna pink dan celana panjang berwarna merah. Rambutnya yang lurus pendek seleher itu benar-benar mirip dengan lady bos. Dia bersama laki-laki yang terlihat sangat stylish. Jika dilihat dari depan, bajunya tidak teralu mencolok dan celana berlubang itu menurut orang awam tidak ada harganya. Namun sebenarnya total harga pakaiannya berkisar di $ 300.


“Halo Han! Gimana kabarmu? Masih jomblo?”


“Aduh Han, jangan bilang kamu datang sendiri lagi tahun ini. Kamu bisa membuat Miko sedih melihatmu!”


Sapaan mereka yang begitu hangat namun penuh dengan sarkas itu membuat Han sedikit gugup untuk menyapa mereka. Dia menundukkan wajahnya dengan malu-malu menyapa mereka berdua, namun tidak untuk pacar mereka.


“Se-Selamat malam, Kazuki, Fuyumi! Malam yang indah yaa.”


Mereka berdua tersenyum melihat Han, namun Kazuki juga bertanya kepada Han dengan wajah yang bingung.


“Kenapa Han tidak masuk ke rumahnya? Itu kan rumahnya sendiri.”


Itu yang ada di pikiran Kazuki selama ini, tidak seperti biasanya Han berada di luar mobilnya dan bersandar untuk menutupi Maylene yang sedang ganti baju.


“Han, kamu tidak masuk?”


“Ti-Tidak! A-Aku mau melihat bintang-bintang di luar!”


Namun Fuyumi benar-benar mencurigai Han yang menutup-nutupi kaca mobilnya itu. Dia benar-benar curiga dengan apa yang dilakukan Han saat ini. Pacar dari Fuyumi dan Kazuki juga merasa kebingungan melihat Han. Nama mereka adalah Michi dan Sakura, dan mereka hanya pernah ditemui Han ketika acara ini. Suara mereka yang penuh dengan kecurigaan itu bertanya kepada Han yang menutup-nutupi kaca mobilnya.


“Ano, Michi. Kamu merasa tidak Han ini sedang menutup-nutupi kacanya?”


“Aku merasa begitu juga, Fuyu. Hmm, Menurutmu gimana, Sakura?”


“Benar-benar mencurigakan. Han apa yang kamu sembunyikan?!”


Sakura yang membentak itu membuat Han cukup gelisah. Maylene yang melihat Han sedang melindunginya saat mengganti pakaiannya itu tiba-tiba bergegas untuk mengganti pakaiannya itu. Dia tidak ingin merepotkan Han yang menutupinya sekarang.


“Aku harus cepat! Aku harus cepat memakai rok-ku dan sandalku!”

__ADS_1


Dua menit berlalu, Han yang berkeringat itu benar-benar menutupi Maylene tanpa menjawab pertanyaan Sakura sama sekali. Dia pun sedikit sebal terhadap Maylene, dalam hatinya dia pun memohon kepada Maylene agar cepat mengganti bajunya.


“Oi May! Cepat! Aku tidak bisa menahan lagi!”


“Minggir! Apa yang kamu sembunyikan dari kita!”


Michi yang melihat tingkah laku Han itu tiba-tiba mendorongnya dari mobil dan ingin melihat apa yang ada di dalam mobil Han saat ini. Han pun terdorong, namun dia tidak jatuh akibat dorongan dari Michi. Dia masih berdiri dan menutup kaca mobilnya lagi dan lagi.


“Oi, kamu benar-benar mencurigakan. Han! Apa yang kamu sembunyikan?”


Kazuki yang awalnya sabar itu tiba-tiba merasa sedikit sebal ketika melihat Han. Namun dia tidak bertindak kelewatan seperti Michi. Suaranya yang sedikit keras itu membuat Han tetap tidak menjawab ucapannya sama sekali.


Tiba-tiba, Han terdorong dari pintu mobilnya sendiri. Seorang perempuan yang berdandan cantik dan memiliki gaya rambut Chun Li itu dengan anggun menyapa mereka semua yang ingin melihat apa yang ada di dalam mobil Han.


Menggunakan Chinese Top berwarna biru tua dan rok berwarna biru muda, dia memperkenalkan dirinya di depan mereka semua.


“Selamat malam, namaku Maylene. Aku adalah pacar dari Han.”


“HAAAA??????!!!!!!!!!”


Empat tahun berturut-turut, mereka semua selalu membully Han karena hanya dia yang tidak membawa pacarnya ke acara Festival Lunar keluarga Lin. Namun tahun ini, dia membawa perempuan yang bahkan lebih cantik dari sepupunya sendiri maupun pacar dari sepupunya sendiri.


Tapi, tidak hanya sepupunya dan pacar sepupunya yang kaget. Han sendiri juga kaget.


“HAAA?????!!!!!!”


Mereka semua melirik ke arah Han yang kaget itu. Lalu Fuyumi melihat Han dengan sinis, mengapa Han kaget juga? Kan Maylene adalah pacar Han untuk saat ini.


“Oi, kenapa kamu kaget, Han? Dia kan pacarmu!”


“Oh ya, dia ‘pacar’ku!”


Maylene tiba-tiba menyenggol Han yang gugup itu dengan wajah yang menunjukkan ekspresi sedikit marah dan sebal. Dia menatap Han dengan serius, lalu Han menanggapi Maylene dengan wajah yang percaya diri.

__ADS_1


Han lalu mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam rumahnya dengan wajah yang senang.


“Ayo, kita masuk ke dalam. Ngapain juga di luar.”


“I-Iya…”


Mereka masih terkejut ketika Han datang ke acara dengan membawa seorang perempuan. Mereka pikir Han akan sendiri lagi di tahun ini, sehingga mereka bisa membully-nya dengan puas.


Ketika Han dan Maylene masuk ke rumah Han, Papa Han sudah menunggu di depan. Dengan wajah yang hangat itu dia menyambut Maylene yang sudah datang ke acara mereka.


“Hoho, selamat datang Maylene! Terima kasih sudah datang bersama anakku ya.”


Maylene pun harus bersikap anggun saat bertemu dengan Papa Han. dia membungkuk setengah ke arah Papa Han dan mengucapkan rasa terima kasihnya.


“Terima kasih Om sudah mengundang saya! Saya merasa terhormat disini.”


Tiba-tiba, Mama Han pun datang dan menghampiri Maylene dan membisik ke arah Maylene yang masih di depan pintu itu.


“Maylene, maafkan kami yaa memaksamu untuk ikut ke acara ini. Kami tidak tahan melihat Han dibully terus.”


“Oh… tidak apa-apa kok, Tante.”


Namun Papa Han lanjut melirik ke arah Han dan menanyakan tentang apa yang dikatakan Han sebelum Han pergi tadi.


“Han, kamu udah nagih utangmu?”


Han yang mendengarkan ucapan Papanya itu hanya memasukkan tangannya di kantong, mengambil cek yang sebelumnya diberikan oleh Papa Yoru sebelum Han pulang dan menyerahkan cek itu kepada Papa Han.


“Nih, Pa.”


“NANIIIIIIIII!!!!!!!!!”


Papa Han yang melihat cek itu benar-benar melotot ke arah selembar kertas itu, dia tidak menyangka Han yang turun tangan untuk memintanya untuk melunasi hutang dari Papa Yoru.

__ADS_1


Sebenarnya, Han sendiri mengikuti perjanjian Papa Yoru. Yaitu untuk menemani putrinya di acara Festival Lunar keluarga Sun.


“Ini benar! Ini tidak salah! Anakku! Kamu sangat berbakti kepada Papa! Papa sangat bangga sama kamu! Pertama, kamu sudah membawa pacar ke sini, kedua kamu membawa pulang uang perusahaan yang besar itu!”


__ADS_2