Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 23: Hontoni Gomen’nasai!, Part 1


__ADS_3

Setelah Han pulang dari liburan yang cukup menyeramkan itu baginya, karena dia harus latihan berkencan dengan Maylene dan apa yang terjadi di Lions Pore, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumahnya. Dengan wajah yang cukup sebal saat baru bangun tidur, dia mengingat mimpi yang tidak begitu menyenangkan untuk dirinya. Matanya benar-benar pucat saat bangun, giginya begitu ketakutan, dan tubuhnya menggigil seperti manusia yang tidak memakai jaket musim dingin di saat musim dingin.


“Brrr!!!! Se-Seharusnya aku me-meminta Pa-Pa-Papaku un-untuk meng-urus uang-uang itu. Ke-kenapa hal me-mengerikan itu terjadi? Pa-Padahal su-sudah aku tutup se-semuanya.”



Kejadian saat Han pulang dari Lions Pore itu benar-benar mencengkam untuknya maupun keempat teman lainnya. Bagaimana tidak mencengkam? Han yang ingin pulang itu membawa total 3 tas, tas pertama adalah kopernya, tas kedua adalah tas jalan-jalannya, dan tas ketiga adalah tas yang diisi oleh uang sebanyak $ 100,000. Han lupa memasukkan uang itu ke dalam bank-nya karena bank di Lions Pore selalu ramai dan Han tidak mau membuang-buang waktunya disana.


Ketika mereka berlima masuk ke dalam imigrasi, tas mereka diperiksa oleh petugas dan melihat uang $ 100,000 melalui X-Ray Rontgen. Tobe yang juga ikut terseret itu pun menarik baju Han dan meneriakinya dengan wajah yang penuh dengan kekesalan.


“Han! Kau bodoh! Kenapa kamu tidak memindahkan uangmu ke Bank! Kau bodoh! Asli! Aku tak paham sama kamu! INI SUDAH KE BERAPA KALINYA?!”


“Bwehhhhhhh.”


Tubuh dan jiwa Han benar-benar seperti terpisah untuk sesaat, matanya benar-benar pucat dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan di tubuhnya. Di sisi lain, Maylene dan Jun juga ikut panik karena ini pertama kalinya mereka tertangkap oleh imigrasi. Levek kepanikan mereka saat ini bahkan sudah melebihi kepanikan mereka saat melihat soal dari Mr. Tsu.


“Ke-Ke-Kenapa hal ini terjadi?! Aku harusnya pu-pulang bersama Mi-Miyu dan Pa-Papaku! Aduh! Kau as-asli idiot, Han!”


“Han! Selesaikan masalahmu ini! Jangan seret-seret kita! Kenapa kamu harus menumbalkan kita juga!”


Dari sisi timur ruangan imigrasi, datanglah dua orang bagian imigrasi yang menahan Han dan keempat teman-temannya seketika. Rencana mereka adalah menginterogasi Han, namun dengan nada yang begitu kejam. Suara orang yang menginterogasi itu seperti jendral perang yang memarahi pasukannya yang lalai dalam menjalankan tugas berhasil membuat Maylene dan Jun takut, namun hal seperti ini sudah sering terjadi untuk Tobe dan Ryuu.


“SABUK CELANAMU DIMANA????!!!!”


“Umm, Pak, salah kalimat Pak.”


Petugas kedua bagian imigrasi itu menasihati petugas imigrasi pertama yang mengeluarkan kalimat-kalimat yang salah dengan berbisik pelan. Lalu petugas pertama itu menyadarinya dan meminta maaf kepada mereka berlima.


“Oh iya, maaf. Maksud saya APAKAH KALIAN *******???!!!!”


Tobe pun membalas kepada kedua petugas itu dengan wajah yang tenang. Matanya menatap tajam ke arah petugas itu dan berhasil meyakinkan mereka bahwa mereka bukan *******.


“Kita bukan *******, maupun Bandar Narkoba!”


Petugas kedua itu pun mengiyakan ucapan Tobe, karena tampang-tampang mereka tidak begitu meyakinkan bahwa mereka adalah ******* ataupun bandar narkoba. Petugas kedua itu lalu bertanya kepada petugas pertama yang masih dengan nada yang begitu kencang bertanya kepada Han mengapa dia membawa uang $ 100,000 ke dalam bandara udara.


“Saya percaya mereka, bagaimana menurutmu?”

__ADS_1


“KENAPA KALIAN MEMBAWA UANG $ 100,000??!!!”


Giliran Ryuu yang membalas ucapan petugas pertama, dengan nada yang meyakinkan itu membuat kedua petugas itu cukup merinding.


“Pak, maafkan kami. Yang bawa uang kan dia, bukan kita. Jadi anda bertanya kepada orang yang bersangkutan, jangan kami!”


“Benar juga, kalian berempat pergi dari sini.”


Petugas kedua itu memerintahkan mereka berempat untuk pergi dari ruang imigrasi dan melanjutkan untuk bersantai-santai di Lounge. Sedangkan Han yang tetap diinterogasi itu tetap tidak menjawab apa-apa, matanya benar-benar pucat dan tidak dapat berkata banyak.


“Kenapa kamu membawa uang sebanyak ini? Apakah kamu tidak mengetahui regulasi bandara internasional jika satu orang hanya diizinkan untuk membawa uang $ 10,000?!”


“---”


“Apakah kamu ingin membangun jaringan ******* di kota Eiyuu??”


Han pun menggelengkan kedua kepalanya dan memberikan isyarat bahwa Han mengatakan tidak.


“---"


Petugas pertama tiba-tiba tersulut emosinya karena Han yang tidak ingin menjawab pertanyaan petugas itu. Dia membentak dengan memukul meja petugas yang ada di depannya itu.


“TERUS KENAPA KAMU TIDAK MAU MENJAWAB?!!!! APAKAH KAMU BISU?? YANG CUMA BISA MENGATAKAN ‘NGIK NGOK’?”


“P-Pak, i-ini uang…”


Han yang menjawab dengan lemas itu dibentak sekali lagi oleh petugas pertama yang masih emosi itu.


“KAU PIKIR DISINI BISA MENYUAP?! KAU BODOH ATAU GIMANA, NAK?! KAU BISA BERURUSAN PAN-.”


“Tunggu sebentar, petugas pertama! Jangan memotong dia berbicara! Ini ada daftar transaksi Han selama di Lions Pore! Ini diambil dari situs Bay Park Auction!”


Petugas kedua itu menghentikan ucapan dari petugas pertama yang membentak Han, serta menyerahkan surat-surat transaksi dari Han selama di Lions Pore.


“Hmm, Okiniwa Resort Hotel, Gang Steel Ltd., Branch Market Lions Pore, …, ‘The Red Devils’.”


“Dia ini orang penting, bodoh! Dia datang untuk berbisnis!”

__ADS_1


Petugas kedua yang memperingati petugas pertama yang begitu kejam itu akhirnya membuka passport Han yang dia berikan sebelumnya untuk meyakinkan bahwa Han bukanlah seorang mafia. Dia tetap menelusuri visa dari Han yang sudah memiliki visa bisnis Lions Pore dan beberapa negara lainnya membuat petugas itu sedikit tegang dan berkeringat. Petugas itu berpikir bahwa Han adalah orang penting dan sudah menyejahterakan Lions Pore saat ini.


Akhirnya setelah 8 menit di-interogasi, Han akhirnya dibebaskan.


“Kau sekarang bebas, lain kali jangan diulangi lagi. Mengerti?!”


“---”


Han hanya menganggukan kepalanya dan pergi menuju Lounge bersama keempat temannya.



Tiba-tiba, handphone Han berbunyi dengan keras. Suara handphonenya nyaring di telinganya yang masih saja merenung kejadian itu. Layar handphone yang silau itu menusuk tajam mata Han yang juga masih mengantuk itu.


Pesan itu berasal dari Yoru, dan isinya adalah…


“Ayo, pergi. aku mau menemuimu.”


“Jam 11, WacDonul.”


Han yang melihat itu tiba-tiba merasakan aura negatif dari pesan Yoru. Ini bukan seperti Yoru yang biasanya, Yoru tidak pernah menulis pesan seperti itu kepada Han. Rasa kecemasan Han tiba-tiba naik dan sekarang giginya menggigil.


“A-A-Aku tidak mau pergi. Ta-Tapi aku harus pergi.”


Han akhirnya bersiap-siap dengan baju tidurnya dan pergi ke WacDonul.



“Lihat, orang aneh pakai piyama ke Wacdonul.”


“Hi, benar-benar ada. Dia itu setengah tidur atau bagaimana?”


Pakaian yang begitu mencolok dari Han saat dia berada di Wacdonul itu mendapatkan perhatian dari banyak orang. Han yang merasa menjadi bumbu perhatian dari banyak orang itu hanya merasa masa bodoh dengan mereka dan tidak peduli. Dia hanya tetap menunggu Yoru untuk datang ke Wacdonul.


“Hmm, perempuan itu dimana sih? Katanya jam sebelas dia datang. Ya ampun.”


Tiba-tiba, dari pintu masuk ada perempuan yang tidak terlihat matanya karena tertutup oleh poni rambutnya saat ini. Dia sedang melambaikan tangan dan berlari layaknya seorang perempuan yang berlari mengejar cintanya, nadanya yang begitu ceria dan menyeramkan itu benar-benar membuat Han sedikit takut terhadapnya saat ini.

__ADS_1


 


 


__ADS_2