Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 25: You Stupid!, Part 1


__ADS_3

Setelah minggu yang cukup melelahkan bagi Han, akhirnya dia masuk kuliah lagi. Han tidak begitu bersemangat mengikuti kuliah kali ini karena apa yang terjadi saat Ujian Akhir kemarin. Tapi tidak hanya Han, hampir dua puluh empat anak yang berada di kelas itu juga tidak merasa bersemangat untuk masuk kelas. Dengan wajah yang kurang antusias, Han menyipitkan matanya dan membuka mulutnya ketika dia berjalan menuju kelasnya.


“Ahh, sial, sial, sial. Aku benar-benar tidak suka kuliah semester ini! Aku bakal dikasih nilai berapa sama Mr. Tsu, aku benar-benar tidak ada antusias sama sekali dengan kuliah ini!”


Han jelas tidak menyukai kuliahnya saat ini, bagaimana tidak? Satu soal yang diberikan Mr, Tsu benar-benar menghancurkan mental Han dan dua puluh tiga murid lainnya. Semua anak pun mendapatkan nilai 0 dan itu sangat berdampak dengan rapot mereka.


GPA Han memang masih lumayan tinggi, yaitu 3.24, namun dia benar-benar tidak bisa melupakan trauma masa lalu-nya yang menghantui Han selama kuliah. Namun perlahan demi perlahan, perkembangan nilai Han memang sudah membaik dan kembali kepada trek yang benar.


“Kau kenapa? Jangan murung begi~tu. Ini baru hari pertama di semester dua, cheer up ma~te!”


Suara yang sedikit samar-samar itu karena perempuan itu masih mengemut lollipop yang baru dia beli, dengan wajah yang melirik ke arah Han dengan tajam itu membuat Han melihat ke arahnya.


Perempuan itu sedang memakai baju kasual dengan jaket yang dia ikatkan di pinggangnya dan celana panjang ketat berwarna biru tua.


“Ahh, Leonne. Pagi.”


Han yang menjawab itu dengan lemas pun pergi ke arah kelas dimana Jun dan Ryuu sudah menunggu di depan kelas dengan mood yang sama dengan Han. Leonne yang merasa dia dihiraukan itu tiba-tiba sedikit jengkel dan mulai menggengam tangannya dengan wajah yang marah.


“Kau brengsek!!!!!! Aku sudah menghiburmu tapi ini reaksimu! Benar-benar kau ini! semua laki-laki sama aja!”


Tiba-tiba, ada perempuan lain yang berjalan ke arah Leonne. Rambutnya yang panjang sebadan itu dengan jepit rambut bunga sakura menghampiri Leonne yang geram itu. Dia bertanya kepada Leonne dengan nada yang sedikit terheran-heran.


“Apa mereka semua itu masih tidak bisa melupakan ujian Mr. Tsu?”


“Sepertinya begitu. Padahal sudah 1 bulan, kenapa mereka tidak bisa melupakan ujian itu? Aku tau itu ujian memang traumatik, tapi mereka harusnya udah move on lah. Benar kan, Miko?”


“Aku tidak pernah bisa memahami perasaan laki-laki, Leonne.”


Perempuan itu adalah Miko, dia adalah rank 1 dari kelas mereka. Walaupun GPA dari perempuan itu juga hancur karena Mr. Tsu, tapi dia sebenarnya tidak mengambil dalam hati itu.


Apakah itu benar?

__ADS_1



Setelah ujian, di siang yang gelap karena hujan saat itu.


Miko yang berada di kamarnya setelah pulang dari kuliah itu benar-benar menunjukkan ekspresi yang sedikit hancur karena ujian itu. Mamanya sendiri yang ingin menawarkan Miko untuk makan siang pun dihiraukan oleh Miko.


“Miko, kamu mau makan?”


“Ti~dak, Ma! Miko la~gi tidak nafsu makan.”


Sesampainya di kamar, dia mulai murung dan memeluk bantalnya dengan erat. Miko mulai bergumam dengan keras. Wajahnya memerah dan mulai meneteskan air matanya itu.


“MR. TSU SIALAN! SIALAN! SIALAN! KENAPA SOAL ANDA BEGITU KEJAM! ANDA BENAR-BENAR MERUSAK GPA-KU! AKU BISA DAPAT GPA 3.8 DI SEMESTER INI, TAPI GARA-GARA ANDA! GARA-GARA ANDA MR. TSU, GPA-KU HANYA 3.6 INI!”



“Yaa, sebenarnya aku tidak teralu pusing sih…”


“Hmm, benarkah?”


“B-B-Benar kok. Tidak apa-apa.”


Namun Leonne tetap melihat Han yang berjalan menuju ke arah Jun dan Ryuu dengan wajah yang cukup sedih. Tatapannya yang menyedihkan itu tiba-tiba bertanya kepada Miko yang bersama dengannya saat ini.


“Hey, Miko. Kamu kenal Han dari dulu?”


Leonne yang bertanya dengan wajah yang sedikit heran itu kepada Miko membuat Miko sedikit tidak enak jika dia tidak menceritakan sesuatu yang dia tutupi selama ini.


“B-B-Bodoh! A-Aku kan sau-saudaranya Han! Ma-Mana mungkin aku tidak kenal!”


Miko adalah saudara dalam keluarga Lin, namun Han maupun Miko sendiri tidak pernah bercerita tentang itu sama sekali di depan semua teman-temannya. Mengapa?

__ADS_1


Karena Miko tidak ingin Han dihujat oleh teman-temannya sendiri. Miko sendiri dapat membayangkan di angan-angan bagaimana jika Han maupun Miko menceritakan hubungan mereka.



“Han, kamu kan bisa aja memacari saudara sepupumu itu! Dia kan cantik! Nikahilah dia, kamu tidak akan jomblo lagi kan!”


“I envy you, Han! You have a beautiful cousin but you never take advantage or any move towards her?! You are stupid! The lowest scum of all! Recommend your beautiful cousin to me! She will be happy with me rather than with you!"


“STUPID! STUPID! STUPID! STUPID!”


Miko dapat membayangkan suara-suara hujatan yang akan dikeluarkan oleh Jun maupun Alex jika mereka mengetahui itu. Wajahnya yang penuh dengan ketakutan itu tiba-tiba merinding dan berteriak kecil.


“Kyaaa!!!!”



Sebenarnya, Miko juga tidak keberatan jika menjadi pacar palsu dari Han di saat Lunar Festival. Miko tidak tega melihat Han yang makan di lantai di saat semua saudaranya sedang makan di meja. Tapi Miko tidak akan bisa melakukan itu karena Miko dikenal oleh semua anggota keluarga Lin.


Leonne tiba-tiba tersenyum dan menutup mulutnya, dia mulai membual di depan Miko yang berada di sebelahnya saat ini.


“Nee, kamu kan bisa bersama Han si jomblo itu. Apalagi, kalian kan terlihat dekat. Kamu juga cantik, Miko. Siapa yang tidak tertarik denganmu? Langsing, muka terawat, rambut yang indah, dan mata yang begitu indah.”


Leonne yang mulai memuji Miko itu berjalan ke arahnya dan memegang rambut Miko yang begitu indah. Namun Miko pun menggelak ucapan Leonne yang penuh dengan pujian. Miko terlihat sebal dengan tersenyum itu melihat ke arah Leonne.


“Leo, kamu tau tidak kalo otak Han sendiri adalah musuh para perempuan seperti kita?”


Leonne yang melihat Miko itu hanya tertawa mendengar Miko berkata seperti itu. Rupanya, selama ini di kampus, tidak hanya satu perempuan yang berpikiran seperti itu menurut Leonne. Leonne mulai membual dan bercerita apa yang terjadi di saat mereka pergi di pegunungan.


“HAHAHAHAHAHA. Yah, aku juga berpikir seperti itu. Han benar-benar penuh dengan logika, dan itu benar-benar meresahkanku. Apalagi saat kejadian di pegunungan, aku berniat untuk menolongnya, tapi dia sendiri mengerjaiku.”


Miko yang mendengar Leonne itu tiba-tiba melihat Leonne dengan serius. Tatapannya benar-benar tajam, seperti Han menatap Leonne pada saat mereka terakhir kali di pegunungan. Namun, Leonne merasa terintimidasi ketika Miko menatap Leonne seserius itu.

__ADS_1


__ADS_2