
Tobe yang tiba-tiba menelpon Han membuat Han sedikit takut di malam itu.
Apakah dia ketahuan?
Apakah dia menikung temannya sendiri?
Dengan segelintir kegelisahan itu, Han ragu-ragu untuk mengangkat telponnya. Tetapi Han menguatkan hatinya, karena dia mengetahui bahwa ini adalah resiko yang harus diterima karena telah membawa kabur dua perempuan dari rumah, terutama salah satunya adalah pacar teman dekatnya.
Han mengangkat telponnya, tiba-tiba Tobe mengatakan sesuatu, dengan nada yang cukup sedih dia mengucapkan beberapa kata-kata saja.
“Besok, jam 11 siang, di Stormcup Coffee.”
“O-ok.”
Han merasakan aura yang kurang enak dari Tobe. Han tiba-tiba mengajak Ryuu sebagai perlindungan jika Tobe ada apa-apa dengannya. Han langsung menelpon Ryuu, berhubungan Ryuu juga akan sedikit longgar karena Manager perusahaan asuransinya memberikannya jatah libur.
“Oi Ryuu, besok aku jemput kamu jam 10!”
“Ok, pergi kan?”
“Iya, teman kita ada gangguan mental lagi sepertinya…”
“Hmm, sepertinya… aku juga penasaran.”
Han menutup telponnya, merasakan tekanan yang sangat mendalam. Bagaimana kalau Han ketahuan menyelingkuhi Maylene? Bagaimana dia harus berhadapan sama Tobe ketika Tobe mengetahui hal ini? Han sendiri tidak dapat tidur semalaman, membuat matanya cukup hitam.
Keesokan harinya, Han telah sampai di rumah Ryuu. Ryuu sendiri sudah menunggu di depan rumahnya sendiri dengan yakin bahwa Han akan sampai di rumahnya dengan tepat waktu. Ketika dia melihat mobilnya Han, waktu sendiri sudah telat 10 menit. Ryuu cukup kepanasan dan matanya sedikit menunduk ketika dia melihat Han yang kurang sehat itu.
“Oi Panda! Kau telat 10 menit! Kau habis makan bamboo di rumahmu?”
“Aku… aku lagi mimpi indah. Jadi aku cukup telat.”
Mereka berdua akhirnya sampai di Stormcup Coffee, mereka melihat Tobe yang duduk dengan murung dengan gelas kopi yang hangat berada di depannya. Ryuu yang melihat itu menoleh ke Han, dia mulai mengatakan dengan nada yang cukup serius
“Han, sepertinya kita tidak bisa mengerjai dia lagi.”
“Dari dulu dia memang bukan orang yang bisa dikerjai sembarangan, bodoh!”
__ADS_1
Mereka pun masuk ke Stormcup Coffee, di sebelah Tobe terdapat satu meja yang diisi oleh satu orang saja. Orang itu sangat mencurigakan, dia memakai jubah hitam dan kepalanya pun tertutup oleh jubah itu. Orang itu daritadi menggumamkan sesuatu yang sangat aneh.
“TAKDIR, TAKDIR, TAKDIR, TAKDIR, TAKDIR, TAKDIR…”
Ryuu pun bertanya kepada Han, wajahnya sudah semakin takut dan situasi ini adalah situasi yang sangat dingin bagi Ryuu. Bagaimana tidak? Di sisi kiri ada orang yang sedang bersedih dan di sisi kanan ada orang yang menggumamkan kata-kata yang sangat abu-abu.
“Han, ini sebuah situasi yang sangat k-k-k-k-keren. B-b-bagaimana k-kamu bisa setenang ini?”
Han, orang yang sudah pernah merasakan bagaimana dianiaya oleh keluarga sendiri dan dikatakan iblis oleh orang-orang yang dia temui sepanjang hari, memiliki mental yang sangat kuat. Situasi ini bukan apa-apa bagi Han.
Mereka berdua menemui Tobe yang sedang sedih dan lemas. Tobe seperti manusia yang telah kehilangan jiwa di dalamnya, penampilannya walaupun sangat rapi.
“Yo, Tobe!”
Han yang memulai percakapan itu, dilihat oleh Tobe dan Tobe menyapanya kembali.
“Han! Ryuu!”
Tobe akhirnya mulai berbicara tentang masalahnya, dengan nada yang sedikit lemas dan pelan dia bahkan tidak ingin melihat Han dan Ryuu. Tobe berpikir, dia yang awalnya pamer tentang pacar barunya di depan mereka sekarang ini sedang memakan pil pahitnya.
“Aku dulu sudah pamer di depan mereka, tapi sekarang situasiku yang ini sangat menyedihkan. Bagaimana jika aku cerita ke mereka tentang masalahku, dan mereka menapatku dengan jahat sambil mengatakan ‘Oh, lucunya dirimu.’ Tidak, tidak! Lebih baik aku menceritakannya kepada mereka!”
“Sebenarnya…. Aku merasakan… MAYLENE MENYELINGKUHI DIRIKU!”
Ryuu yang mendengar itu langsung memukul mejanya, dia melihat Tobe dengan tatapan yang tajam dan nada yang serius. Tatapannya yang penuh dengan intimidasi itu membuat Tobe sedikit takut.
“K-kenapa Ryuu? Jangan menatapku dengan seperti itu.”
“JANGAN BERCANDA, BRENGSEK! KITA DATANG KESINI HANYA UNTUK MENDENGARKAN ITU?!”
“T-t-tapi, itu benar kejadiannya. Aku diberitahu pegawaiku saat pegawaiku pergi ke barat kota. Dia melihat perempuan seperti Maylene sedang bersama laki-laki lain. Benar kan kalau aku mengasumsikannya seperti itu?”
“Oi Han! Kau cepat bicara! Temanmu ini sedang gila atau bagaimana! Waraskan dia dengan logika-logika yang tak masuk akalmu itu!”
Han yang mendengar itu hanya menunduk, dia berkeringat dingin dan matanya kosong. Dia menduga bahwa masalah ini akan dibawa oleh Tobe.
“Maafkan aku, ini semua karena aku. Iya, pegawaimu tidak salah lihat, itu aku. Aku itu laki-laki yang bersamanya.”
__ADS_1
Tiba-tiba Han bersikap gagah, dia menceramahi Tobe dengan kata-kata yang cukup meyakinkan.
“Tobe, apakah pegawaimu tidak salah lihat? Aku tidak yakin perempuan yang dia lihat itu Maylene. Bisa saja perempuan lain yang dia lihat.”
Itu yang dikatakan Han, tapi sebenarnya dia mengharapkan sesuatu yang lain.
“SEMOGA YANG DILIHAT PEGAWAINYA ITU YORU! YORU LEBIH IMUT DARIPADA MAYLENE!”
Tobe tiba-tiba membalas ucapan Han, seketika Han langsung mendapatkan hantaman keras dari kata-kata yang dikeluarkan Tobe.
“Mungkin saja, tapi perempuan itu memakai cardigan putih dan celana pendek.”
Han langsung terdiam, dia tidak dapat membalas perkataan Tobe.
“SIALAN! ITU MAYLENE! ITU PEGAWAI BISA TAU MAYLENE DARIMANA! GIMANA INI?! AKU HARUS MENGATAKAN APA?! AKU KETAHUAN INI! AHH! DEWI LANGIT! AMPUNI DOSAKU!”
Tobe pun meminta pendapat mereka mengenai hubungannya dengan Maylene. Mukanya yang begitu polos memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu yang penting di hadapan mereka berdua.
“Han, Ryuu, apakah aku harus memutuskan Maylene?”
Ryuu langsung menggelak, dia menentang Tobe dengan nada yang tegas. Dia tidak melihat sisi ketegasan dari Tobe dari tadi.
“Kamu tidak boleh memutuskannya! Kalian baru pacaran 2 minggu pula! Kau gila? Kau sudah mengenalnya sampai akar-akarnya?!”
Tobe pun menegaskan nadanya, dengan emosi yang penuh dengan keputusasaan dia pun melawan Ryuu.
“APA YANG KAMU KETAHUI TENTANG MAYLENE?! KAMU BAHKAN TIDAK MENGENALINYA! MAYLENE ADALAH PEREMPUAN YANG CANTIK! SEMUA LAKI-LAKI AKAN JATUH KEPADANYA!”
Han yang mengetahui apa yang terjadi pada Maylene kemarin pun ikut membela Maylene. Han merasa apa yang terjadi pada Maylene adalah kesalahan Tobe sendiri yang sudah memiliki jadwal pergi dengan teman-teman kampusnya. Jelas Han mendapatkan keuntungan disini. Dia pun tiba-tiba mengatakan beberapa patah kata yang membuat takut Tobe.
“Oi, kau sudah telpon Maylene kemarin?”
Tobe tiba-tiba meneggukan ludahnya membalas Han dengan sedikit lemas.
“B-b-belum.”
Han yang membela Maylene membuat Tobe semakin terpojokkan. Kata-kata yang dikeluarkan Han sedikit pedas dan membuat Tobe semakin takut. Han menatap sinis Tobe yang sekarang sangat mengenaskan.
__ADS_1
“Gunanya apa kau pacaran kalau kau tidak bisa mempercayainya? Maylene di sana pasti memikirkanmu, kamu sendiri tidak menelponnya dan meminta penjelasan darinya. Apalagi kamu sendiri pergi ke Xingxi Mall tanpa mengajaknya, dan sekarang kamu memintanya putus? Kau bodoh atau bagaimana?!”