Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 28: What a Festival, Part 3


__ADS_3

Semua keluarganya yang melihat Han itu tiba-tiba menoleh ke arah pasangan itu. Mereka datang dengan memberikan kabar baik kepada mereka semua.


Bagaimana tidak? Karena Hoseki Inc. adalah perusahaan yang sangat besar, dan kelima orang tua dari Han, Miko, Nagi, Kazuki, dan Fuyumi adalah orang penting di perusahaan itu. Mereka berlima adalah pemilik saham 99% dari perusahaan itu, walau porsi terbesar tetap dipegang oleh Papa Han. Hanya satu persen saja yang beredar di pasar terbuka, dan itu menunjukkan seberapa besar nilai perusahaan yang dimiliki oleh keluarga besar Lin.


Miko tiba-tiba menghampiri Han dengan wajah yang penuh dengan senyuman. Miko benar-benar berdandan cantik, dia benar-benar senang dengan Han saat ini. Namun, suara teriakannya itu tiba-tiba menciut ketika dia melihat Maylene yang berada di sebelahnya.


“Han! Han! Han! Memang kamu sepupu yang ke…ren. Tapi, mengapa perempuan itu ada di sebelahmu?”



Miko benar-benar tidak peduli dengan pacarnya saat ini, karena pacarnya sudah diperingati oleh Miko sebelumnya, bahkan sebelum mereka menjadi pacar.


“Ingat! Kamu tidak boleh iri ketika aku bersama sepupuku yang bernama Han!”


“T-Tapi mengapa? Aku kan pacarmu.”


“Kalo kamu bisa lebih hebat dan lebih baik darinya, kamu akan aku pertimbangkan. Tapi, sepertinya mustahil sih.”


Benar-benar pacar yang sangat inferior, pacar Miko sendiri sangat iri kepada Han. Namun dia juga sadar diri, dia tidak bisa bermain di casino dan menghabisi lawan-lawannya sekaligus mengakusisi perusahaan yang sebagai bahan taruhan.


Bahkan sampai sekarang, seluruh saudaranya tidak tahu nama pacar Miko.



“AHHHH!!!! Kamu kan perempuan yang suka dengan Han juga kan!”


Maylene yang menunjuk ke arah Miko itu benar-benar sudah membuat gaduh suasana. Han tiba-tiba menengahi mereka berdua dan memperkenalkan dengan suaranya yang rendah hati. Han lalu menoleh ke arah Miko dan memperkenalan Maylene dengan mengulurkan tangan kanannya ke arah Maylene.


“Miko, dia namanya Maylene. Seperti yang kamu ketahui, dia ‘pacarku’.”


Han juga melakukan hal yang sama, namun dia balik sekarang. Dia memperkenalkan Miko kepada Maylene sehingga berharap mereka dapat menghentikan kesalah pahaman mereka selama ini.


“Maylene, dia namanya Miko. Dia adalah saudara sepupuku.”

__ADS_1


Mereka pun menghentikan drama mereka, dan mulai menyapa satu sama lain dengan wajah yang lebih ramah.


“Salam kenal, aku Maylene.”


“Salam kenal, aku Miko.”


Dari sisi timur ruang tamu, ada pasangan yang sangat mereka kenal. Mereka pergi ke arah Han, Miko, dan Maylene berada dengan suara yang santai.


“Lho, tuan rumah-nya sudah datang.”


“Halo Maylene, Han!”


Mereka berdua yang menyapa Han dan Maylene. Maylene yang mengenal mereka berdua itu menyapa mereka berdua yang berjalan ke arah mereka.


“Halo Yui… dan kamu Nabe? Naka?”


“Nagi! Namaku Nagi! Han, pacarmu kenapa sih?”


“Yaa, maklumkan saja. Dia juga baru kenal sama kamu kemarin kan?”


Han yang membela Maylene itu membuat seisi ruangan tertawa, namun tiba-tiba tawa mereka semua dihentikan oleh para-para orang tua dan Kakek Han yang tiba-tiba datang ke ruang tamu itu. Kakek Han dengan aura-aura yang sangat mengintimidasi itu dengan menggunakan baju Sam foo putih dan dilapisi oleh Haori hitam pekat benar-benar gagah dan membuat Maylene sedikit takut. Dia bertanya kepada Han yang berada di sebelahnya saat ini.


“H-Han, dia siapa?”


“Kakekku.”


Han yang berbicara sedikit itu membuat Maylene mengangguk, dia tetap diam di situ dan tidak berbuat apa-apa. Semua orang yang ada disana juga diam, maupun orang tua mereka semua.


“Selamat malam semua! Saya sangat senang kalian semua disini dan membawa pasangan kalian masing-masing. Terutama Han, yaa.”


Han yang namanya disebut-sebut itu pun memasang wajah yang tidak enak dan berbicara di dalam hatinya itu. Dia merasa terintimidasi saat namanya disebut-sebut.


“Tahun ini aku bawa pacar, aku masih aja disebut-sebut. Ya ampun!”

__ADS_1


“Saatnya kita semua makan! Semua pilihan ada di sepanjang rumah ini! Carilah di lantai pertama dan lantai kedua! Setelah itu, kalian yang bawa pacar dan belum menikah kembali ke sini jam 8! Kita akan bermain sesuatu! Kita akan bermain ‘Water Riffle’, permainan ini akan melihat seberapa dekatnya kalian dengan pacar kalian!”


Tiba-tiba, Nagi membangkang ke arah Kakek Han dan menolak permainan itu.


“Gong, dulu masih seru karena ga ada Han. Sekarang Han udah bawa pacar, kita semua pasti kalah!”


“Benar juga, Gong! Cari permainan lain!”


Lalu Kakek Han mengajukan permainan berikutnya, yaitu permainan yang bermain dengan otak dan inteligensi.


“Kita akan bermain ‘Find My Treasure’.”


Namun, giliran Kazuki yang membangkang dan menolak permainan itu.


“Gong, dua tahun yang lalu Miko menang tanpa adanya perlawanan. Permainan bisa tidak seru nanti!”


Kakek Han yang dibuat pusing itu pun tiba-tiba marah sendiri. Wajahnya sebal dan mengomel kepada mereka semua.


“KALIAN INI! GONG-GONG SUDAH CAPEK-CAPEK MIKIR PERMAINAN, TAPI KALIAN SEMUA PESIMIS! GIMANA SIH KALIAN INI!”


Namun, kelima anak dari Kakek Han pun maju dan membawa air soda, papan permainan, dadu, pion, dan kartu. Mereka memperkenalkan permainan yang mereka desain dan berharap tidak ada yang merasa inferior terhadap saudaranya sendiri. Papa Miko pun memperkenalkan permainan baru yang mereka desain kepada semua anggota keluarganya yang membawa pacar namun belum menikah itu.


“Papa, tenanglah. Kita sudah mendesain permainan baru. Permainan ini dinamakan sebagai ‘Chug or Blast’. Seperti Monopoli pada umumnya, namun semua sudah didesain dengan rapi. Kalian harus melewati kota-kota yang ada disana, namun dengan syarat harus menjawab apa yang ada di kartu itu. Yang boleh minum hanya anak-anak kita, tugas kalian pacar adalah untuk menjawab isi kartu itu dengan jujur. Jika jawaban itu benar, maka kalian, anak-anak kami akan meminum soda itu dan itu menjadi tanah kalian. Jika ada pasangan lain yang menyentuh tanah kalian, maka mereka harus minum air soda itu.”


Lalu Fuyumi bertanya kepada Mama Miko, dengan nada yang polos. Fuyumi benar-benar tidak memahami apa kata ‘blast’ yang berada di nama permainan itu.


“Om, terus kata ‘Blast’ ini buat apa? Kalau kata ‘Chug’-nya sih kita udah paham.”


Tiba-tiba, Papa Fuyumi maju dan menjawab pertanyaan itu kepada putrinya dengan wajah yang tersenyum licik.


“Fuyumi, jadi permainan ini memiliki komposisi tim yang merupakan pasanganmu sendiri. Kami sudah mempersiapkan Lie Detector di tangan semua keluarga Lin nanti. Jika pacarmu menjawab salah atau tidak jujur, maka kalian semua yang mendengarkan jawaban itu boleh menyemprotkan soda itu ke arah pacar dari saudaramu itu.”


__ADS_1


Lalu ucapan itu diteruskan oleh Papa Nagi yang berada di sebelah Papa Fuyumi.


__ADS_2