Guzen No Ai/Accidental Love

Guzen No Ai/Accidental Love
Volume 4, Chapter 23: Hontoni Gomen’nasai!, Part 2


__ADS_3

“Ahhh! Han! Han! Han! Han! Han! Rupanya kamu sudah datang duluan! Ahh, aku mengkhawatirkanmu selama ini!”


“Gekkk!! Yo-Yoru, ka-kamu kenapa?”


Yoru yang sudah sampai di tempat duduk Han pun tersenyum lebar, tapi senyumannya itu begitu dingin dan menakutkan. Han di sisi lain masih saja tidak dapat melihat mata dari Yoru. Han lalu berpikir sejenak, dengan keringat dingin yang keluar dari kepalanya dan mata yang penuh dengan kebingungan itu mulai memikirkan tentang Yoru saat ini.


“Yoru, apakah kamu kesurupan? Apakah aku perlu memanggilkan exorcist palsu itu untuk menyelamatkanmu? Hey! Kamu kenapa Yoru! Kamu kenapa?!”


Han yang giginya bergemetar itu tiba-tiba membuat Yoru semakin tersenyum melihat Han. Senyuman itu benar-benar seperti seorang perempuan yang benar-benar hancur saat ini.


“Han, kamu kenapa? Kamu sedih? Apakah aku harus menghiburmu? Sini! Sini! Tidurlah di tangan kiriku ini.”


Yoru yang mengulurkan tangan kirinya di atas meja benar-benar membuat Han semakin ketakutan, dia benar-benar pucat saat ini. Semakin peliknya lagi karena banyak orang yang melihat Yoru yang bertingkah aneh di depan Han yang menggunakan piyama rumah-nya.


“Itu pasangan benar-benar aneh! Aku begitu takut melihat anak-anak muda berpacaran saat ini.”


“Anakku bisa mati muda jika punya pacar seperti perempuan itu. Tapi kalau sifat anakku seperti laki-laki itu, maka dia tidak mungkin bunuh diri.”


Semua orang yang melihat Han dan Yoru sedang berbincang begitu anehnya membuat Han semakin khawatir akan kesehatan mentalnya saat ini.


“Yo-Yoru, ka-kamu baik-baik aja kan?”


“Mmm, Aku benar-benar baik-baik aja. Sangat baik! Setelah aku liburan begitu kesepian.”


“Tunggu!”


Yoru yang mengatakan itu dengan nada yang begitu dingin namun nada suara yang begitu menyeramkan membuat Han sedikit menggigil. Tapi, Yoru masih saja tersenyum mengerikan di depan Han saat ini.


“Kamu tau, aku benar, benar, benar, benar ingin ditemani saat aku sedih di kereta. Aku mau kamu melakuuukan itu hanyaa untukku. Hanya untukku.”


“Gwak!!!!”


Han menyadari sesuatu.


Dia menyadari sesuatu, sesuatu yang aneh.


Ini pasti ulah dari Maylene. Maylene yang membuat Yoru seperti ini sekarang.


Nadanya yang mulai menggoda Han dengan suara yang direndahkan lalu ditinggikan itu menghantam Han secara tiba-tiba. Suara yang dingin tapi dengan tersenyum itu benar-benar membuat Han seperti ditusuk oleh satu pisau saat ini.


“Ano ne, kamu tau, aku juga mau dijual di depan Om-Om yang ada di Casino itu. Aku mauuuu kamu memenangkan perjudiaan itu dan mengatakan kepadaku ‘Aku menghargaimu sebagai temanku, jadii aku memenangkan permainan itu’.”


“Berhenti.”

__ADS_1


Han yang berkata dengan pelan itu di saat Yoru terus berbicara dan membual benar-benar membuatnya ketakutan saat ini. Situasi ini lebih menakutkan daripada saat Han bertemu dengan Haruki di acara reuni.


“Terus, Terus, aku mauuu dibawa paksa olehmuuu dan berada di satu kamar yang sama denganku. Memelukku dengan eratt di saat aku kesepiann itu sungguh, sungguh, sungguh, sungguh menenangkan hatiku.”


“Berhenti!!! Kau benar-benar dibohongi oleh temanmu saat ini!”


Han mulai mengecangkan suaranya satu level dari sebelumnya, dia benar-benar sadar bahwa Maylene sudah membuat cerita karangan kepada Yoru.


Di sisi lain, Yoru masih tidak ingin mengerem apa yang dia katakan dengan ekspresi senyuman yang menyeramkan itu. Yoru seperti perempuan yang benar-benar kehilangan akal dan tidak ada orang yang bisa mengerem mulutnya yang terus membual itu.


“Terus, terus, terus, aku juga mau dibelikan tiket buat kiitaaa berkencaan di Sekaii Studio.”


“Itu aku terpaksa Yoru, itu permintaan Papan-.”


“Menontonn operaa sabun bersamamu juga, juga, juga akan terlihat menyenangkannn. Melihatt romanssa yang bertepukk sebelah tangan, apaaakah kamu tidak menyukainya??”


“Yoru, kembali ke akal sehatmu! Tolong! Tolong! Tolong Yoru! Kita sekarang dilihat oleh banyak orang!”


Han yang merasakan ketakutan saat ini karena banyak mata yang melihat dirinya dan Yoru saat ini benar-benar seperti tujuh pedang lainnya yang menusuk ke bagian dadanya. Namun Yoru masih belum berhenti, Yoru benar-benar seperti orang yang ingin menghabisi Han di depan banyak orang dengan wajah yang ceria dan nada yang begitu dingin.


“Akuuu juga mau dipanggil sebagai ‘partner’ sebelum bermainnn!! Itu akan menyenangkan sekali mendengarkanmu menyebutku sebagai partnerrrr!”


“Yaa, kalo itu sih…”


“---”


Han benar-benar kehilangan akalnya saat ini, dia tidak menyangka seberapa banyak yang sudah dibocorkan oleh Maylene saat ini. Nadanya penuh dengan kemarahan itu mulai bergumam ke arah Maylene, dia benar-benar tidak habis pikir jika Maylene membocorkan semua hal yang terjadi di Lions Pore saat itu.


“MAY!!!!!! SEBERAPA BANYAK YANG KAU CERITAKAN KEPADA YORU!!!! KAU GILA ATAU BAGAIMANA SAAT INI!! INI KAN PAKSAAN DARI KEDUA ORANG TUA KITA!”


“Akuu jugaaa mauuu disuapin di restoraaannn. Ahhh, betapa romantisssnya itu!”


Yoru yang memegang pipinya dengan mata yang tertutup itu dengan tersenyum malu-malu membuat Han menyuapkan kentang miliknya ke mulut Yoru dengan wajah yang sedikit tenang namun tatapannya tajam.


“Kalo kamu mau disuapin, aku bisa melakukannya sekarang!”


“Aaaa, Ummm.”


Han yang berhasil menyuapi Yoru itu akhirnya melihat mata dari Yoru. Mata dari Yoru benar-benar seperti api yang membara. Api yang tidak akan bisa padam, api penuh dengan amarah itu benar-benar membara di mata Yoru. Han benar-benar ketakutan saat ini, mengapa Maylene membocorkan semua informasi itu, sampai detail-detail terkecil.


“Terus, Terus, aku juga maauuuu diberikann senyumann yang hangatttt!! Mengatakan bahwaaa ‘Ini adalahhhh kencannn terbaikk dalam hidupkuuuu, darlingggg.’”


Han langsung berdiri, tanpa melihat Yoru yang matanya menyimpan amarah yang begitu kuat membuatnya pergi ke arah Yoru dan dia langsung berlutut di depannya dan bersujud di depannya. Nada yang dikeluarkan Han benar-benar seperti orang yang sedang putus asa dan memohon untuk mengampuni kesalahannya saat ini. Han berteriak dan matanya benar-benar serius untuk meminta maaf kepada Yoru yang benar-benar marah saat itu.

__ADS_1


“AKU BENAR-BENAR MINTA MAAF! MAAFKAN AKU! MAAFKAN AKU! MAAFKAN AKU! MAAFKAN AKU! MAAFKAN AKU ATAS SEMUA ITU! TOLONG KEMBALI MENJADI DIRIMU, YORU! AKU KETAKUTAN SAAT INI!”


Kepalanya yang tertunduk di depan kakinya benar-benar menghantam perasaan Yoru saat ini. Yoru tidak ingin menganggap Han sebagai manusia yang rendahan. Yoru dengan nada yang penuh kesedihan itu tiba-tiba meneteskan air matanya ketika melihat Han yang meminta maaf itu.


“Ka-Kamu ti-tidak perlu me-melakukan itu di de-depanku.”


Yoru pun turun ke lantai dan memegang Han yang sujud di depannya dan menangis.



30 menit setelah kejadian itu, Yoru sudah kembali menjadi diri aslinya. Wajahnya yang benar-benar seperti biasanya itu bertanya kepada Han dengan serius, apa yang terjadi di saat Lions Pore.


Namun Han menjawab pertanyaan Yoru dengan begitu lemasnya karena semua informasi itu bocor di depan Yoru saat ini.


“Kamu menemaninya sampai di kereta?”


“Iya, karena dia habis bertengkar dengan Chen di café yang berada di Chinatown.”


“Kamu menjualnya ke om-om?”


“Tidak, om-om itu mau Maylene dan dia secara sepihak memasukkannya ke dalam kontrak. Ya udah, aku taruhkan Maylene dan menang.”


“Terus, gara-gara itu, kamu menjadi pemilik ‘The Red Devils’ untuk sesaat?”


“Iya, benar sekali kamu. Lalu Papaku membagi-bagikannya kepada Papa dari Tobe dan Maylene karena menjadi korban taruhan.”


“Kamu mengajaknya ke kamarmu dan tidur dengannya?”


“Dia halusinasi itu, atau dia membohongimu. Aku hanya meminjamkannya kamarku, karena aku punya 3 kamar. Kamar pertama aku yang pakai, kamar kedua dipakai oleh Ryuu, dan dia berada di kamar ketiganya bersama titinya yang asal menerjang itu.”


“Terus kamu berkencan dengannya di Sekai Studio, lalu menonton opera sabun, bermain di kapal bersamanya layaknya sebagai pasangan, dan menyuapinya? Apakah itu benar?”


“Be-Benar.”


Yoru pun terdiam sejenak, lalu dia menarik nafas dalam-dalam dan dia mulai mengatakan beberapa kata. Dia menatap Han yang begitu lemas di depannya dan mulai berteriak di depannya.


“MAYLENE KAU BODOH! BODOH! BODOH! BODOH! BODOH! KENAPA KAMU MEMBOHONGIKU! APA KAMU SENANG MEMBOHONGIKU? HA?”


Yoru yang mengomel itu membuat Han menelpon Maylene secepat mungkin. Han juga benar-benar muntab saat ini dan ingin membicarakan masalah ini. Dalam waktu 10 detik, Maylene mengangkat telponnya dan mulai menyambut Han yang sudah siap-siap menyemprot Maylene.


 


 

__ADS_1


__ADS_2