
"Sepertinya, aku berada di tempat yang salah," tangisnya membenamkan wajah, meringkuk di atas ranjang.
"Selama ini dia memiliki pilihan lain, tiba-tiba aku hadir menjadi wanita kedua di dalam kisah mereka."
"Bagaimana ini Abi? Apa yang harus Ala lakukan?"
Beberapa waktu, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri. Ia mengambil wudhu menenangkan batinnya yang dilanda kegalauan bagaimana harus bersikap. Dalam rasa gundahnya, ia melakukan salat sunah istuqarah, berdoa dengan khusyuk menengadahkan tangan dalam wajah sendu.
βYa Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidak mampu melakukannya."
"Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui masalah gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa masalah ini baik perlindungan dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah dia untukku."
"Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa masalah tersebut buruk bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau menyakitkan perasaanku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah dia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginanya.β
"Meskipun dia adalah jodoh yang ditunjuk Abi untukku, belum tentu sama! dengan jodoh yang Engkau takdirkan untukku. Aku pasrahkan segalanya kepada-Mu, Tuhanku. Tak ada tempat untukku berserah diri selain kepada-Mu."
Ala melirik sekelilig sisi kamar, tetapi ia sama sekali tak menemukan apa yang ia butuhkan. Namun, akhirnya ia mengambil ponsel yang tak jauh dari sisinya membuka aplikasi Alquran dan melantunkan ayat suci tersebut.
Di beranda atas, Uqi masih asik dengan obrolannya dengan kekasih yang tengah merajuk sedih karena ia menikah dengan Ala. "Baik lah calon ibu dari anakku. Kamu jangan bersedih lagi. Jika dia tidak berniat untuk mengakhiri pernikahan kami, maka aku yang akan melakukannya."
Uqi menegakan kepalanya kala mendengar lantunan Alquran syahdu nan indah dari lantai bawah.
"Sekarang kamu beristirahat ya? Udah terlalu larut, besok kamu harus mengajar lagi kan? 'Atamanaa lak hulm jamil eaziziun ...." (Semoga mimpi indah sayangku.)
__ADS_1
"...."
"Walaikum salam warrahmatullah wabarakatuh ..."
Panggilan usai, Uqi bangkit dan masuk ke dalam rumah. Suara merdu itu semakin jelas terdengar dan sungguh begitu syahdu.
"Heheh, sepertinya dia mulai pamer kebolehan Qiroah-nya padaku." Uqi perlahan menuruni tangga dan suara Ala terdengar semakin jelas.
Saat akan menuruni anak tangga terakhir, Uqi menghentikan langkahnya. Kepalanya menggeleng sejenak dan memutar badan kembali naik ke lantai atas, masuk ke dalam kamar yang ada di sana.
Setelah menyelesaikan satu juzz bacaannya, Ala menutup kajiannya dan menangkupkan kedua tangan pada wajah. Hatinya jauh terasa lebih tentram dan rasa perih tadi hilang begitu saja.
"Alhamdulillahirabbil'alamin."
Ala menyadari akan sesuatu. Suaminya tak kunjung kembali dan Ala teringat bahwa pintu kamarnya ini sedang dalam keadaan terkunci. "Astahhfirullah ...." Ala dengan lekas membuka kunci pintu kamarnya dan melongokan kepala ke arah atas.
Ala ingin melangkah naik ke atas. Namun, ia mengurungkan niatnya. "Aku takut mengganggu obrolan mereka. Nanti, Uda akan semakin membenciku bagaimana?"
Ala memilih duduk di kursi ruang makan yang ada di dekat sana. Ia menunggu sang suami yang tak kunjung turun juga. Waktu terus bergerak dan tanpa sengaja ia tertidur di sana.
*
*
__ADS_1
*
Azan Subuh pun menggema dan Uqi telah bersiap melaksanakan salat subuh di mesjid terdekat. Perlahan kakinya melangkah menuruni anak tangga. Dan, pemandangan istrinya yang tertidur di ruang makan membuatnya tertegun.
"Astaghfirullah, kenapa dia tidur di sana?"
Ini untuk pertama kali ia melihat rambut wanita yang selalu mengenakan kerudung itu. Uqi tampak bingung harus bagaimana.
Satu tangannya ingin bergerak untuk mencolek wanita yang memiliki rambut panjang nan hitam itu. Uqi memperhatiakan helaian rambut indah itu tergerai hingga ke punggung sang istri.
"Ah, aku sudah berwudhu, apa aku biarkan saja seolah tak melihatnya?"
...****************...
Nah, kali ini Author memperkenalkan karya teman Author lagi nih ... Tentunya keren banget lhoo..
Judul: Terjebak Cinta Anak Ustadz
Author: AdindaRa
Jangan lupa subscribe + like + komentar + rate bintang 5 yaaah ..
__ADS_1
Makasi ... ππ