Hanya Aku Yang Mencinta

Hanya Aku Yang Mencinta
81. S2-4


__ADS_3

"Di-dia masih mau menerimamu?" Salma memasang wajah tak percaya.9


Syauqi masih dalam muka datarnya, menarik Baim yang tadi terus bersembunyi di belakang tubuhnya. Tanpa berkata apa-apa, dia segera mengajak sang putra naik ke mobil yang ia bawa.


"Tunggu! Aku masih ingin melihat anakku! Kamu jangan menghalangiku untuk lebih mengenalnya!" Salma sedikit impulsif mendorong Syauqi ingin membuka kembali pintu mobil di mana di dalamnya ada Baim, putra yang diberikan kepada Syauqi dulu.


"Apa yang kau lakukan?" Syauqi menahan tubuhnya hingga pintu tadi tak bisa dibuka oleh Salma.


"Aku ingin melihatnya. Semakin besar, anakku terlihat semakin tampan saja. Jadi, aku mohon kamu untuk minggir sejenak!"


"Apa yang kau inginkan? Bukan kah kau tak menginginkannya lagi? Sekarang, silakan kau pergi, sebelum aku lupa bahwa kau ini seorang wanita!" Syauqi mulai menekan suaranya. Kali ini, rautnya telah berubah. Wajah dingin yang ia berikan, kini telah merah penuh amarah.


Salma tersentak mendengar ancaman yang sangat serius keluar dari bibir Syauqi. "Bang, apa benar ini kamu? Kekasihku yang sangat mencintaiku?"


Kali ini, tak ada lagi suara dari pria ini. Amarah telah memuncak hingga ke ubun-ubun, tetapi ia berusaha untuk mengendalikan diri. Syauqi beranjak menuju pintu kemudi.


"Tunggu, Bang! Jangan pergi! Aku masih ingin berbicara dengan kalian berdua. Aku rasa, Tuhan sengaja mempertemukan kita kembali agar kita bisa berkumpul kembali." Salma berusaha mengejar Syauqi yang berjalan dengan langkah yang sangat cepat.

__ADS_1


"SALMA! WANITA SYIALAN! APA YANG KAU LAKUKAAAN?"


"Huwaaaaaaaaa!"


Sebuah teriakan yang diiringi oleh tangisan bayi, sontak membuat Salma dan Syauqi menoleh kepada sumber suara.


"Bang Riko?" desisnya.


Pria yang membawa kaleng-kaleng sussu untuk bayinya, kini mendekat ke arah mereka. Dalam gendongannya, terlihat dan terdengar raungan hingga suaranya habis.


Salma menggelengkan kepala menolaknya. "Kalian siapa? Saya tidak kenal!" ucapnya menghindar bergerak cepat bersembunyi di belakang Syauqi.


"KAU?" ucap Riko dengan sangat geram.


"JADI KALI INI KAU PURA-PURA AMNESIA?" Pandangan Riko beralih pada tameng, tempat Salma bersembunyi.


"Oh, kali ini dia yang akan kau jerat?" ucapnya memasang senyum sinis.

__ADS_1


"Huwaaa Huwaaa Huwaaa, Mamamamama!" Bayi yang berada di tangan Riko, kini menggapai ke arah seseorang yang bersembunyi di belakang Syauqi.


"Diam!" Riko mengguncang bayi yang tak berhenti menangis itu dengan geram.


"Jadi begini, seorang ibu? Setelah melihat pria tampan dan kaya, dengan mudahnya kau tinggalkan anak yang kau lahirkan dari rahimmu sendiri?" Riko membungkukkan badannya, melepaskan bayi perempuan itu dengan wajah sinisnya. Ia menaruh bayi itu, duduk di atas ubin parkiran.


"Kalau kau sebagai ibunya saja tega? Kenapa aku tidak?" Riko bergerak meninggalkan bayi perempuan itu yang menangis semakin kencang.


"Apa yang kau lakukan?" Syauqi yang melihat semua kejadian itu, akhirnya angkat suara.


"Kau masih nanya? Ini anak wanita itu!" ucap Riko dengan senyum sinis.


"Gua gak nyangka, ternyata semua orang kaya itu bodooh!" tambahnya.


"Apa yang lu lihat dari wanita pincang ini? Apa lu tak bisa melihat dengan baik? Dia itu tak cantik sama sekali, kenapa lu malah mau dekat dengannya?" tanya Riko kini telah berdiri di hadapan Syauqi.


Syauqi tak fokus pada Riko. Tangis bayi yang duduk di lantai parkiran terdengar begitu kencang. "Cepat angkat dia! Kasihan!"

__ADS_1


__ADS_2