
Ala menggeleng cepat, tetap rona pada wajahnya berkata lain.
"Udah, La! Jujur aja! Gak apa kok kalau kamu suka sama dia! Lagian dia kan suamimu, dia berhak untuk mendapatkan cintamu, begitu pun sebaliknya. Dan malah justru bagus jika kamu suka sama dia. Karena rasa suka, cinta, sayang, adalah anugrah yang hadir dalam hatimu!"
Ala masih merasa tak yakin dengan apa yang disampaikan oleh Wawa. Namun, mengingat pertama bertemu dengan pria yang dipanggil Ustadz Syauqi itu, Ala merasakan debaran yang tak biasa.
"Nah, nah? Kamu udah nyebur begitu saja ke dalam kolam cinta itu kan? Azieee ... Akhirnya ... Si tomboy ini jatuh cinta juga?"
Ala merenung memegangi kedua pipinya dengan bibir terbuka.
*
*
*
Saat sore menjelma, Ala berkendara memasuki area rumahnya usai mengecek pondok pesantren yang ditinggal sang ayah. Sebelumnya, ia telah mendapat wejangan dari sang sahabat, bagaimana cara bersikap terhadap suami.
Pikiran Ala bercabang. Beruntung Apak membenahi pesantren itu dengan baik seperti biasanya. Walau pun ia masih tetap merasa bertanggung jawab dengan penginggalan Abi itu.
"Aah, aku disuruh untuk menjelma menjadi gadis centil? Ah, aku tidak terbiasa." Ala menatap kedua tangan hingga kakinya yang mengenakan jins gembrong. Seperti dikatakan Wawa tadi, Ala adalah gadis tomboy, yang belum pernah merasa jatuh cinta sebelumnya.
__ADS_1
Kali ini, ia telah merasakan bagaimana itu jatuh cinta. Jatuh cinta kepada pria yang menjadi suaminya.
Ketika ia turun dari harley yang ia kendarai tadi, pada halaman rumah, ia mendapati kendaraan yang dikenal milik orang tua suaminya. "Mereka ada di sini?"
Perlahan, Ala melangkah. Tiba-tiba saja, perasaan canggung menyelimuti hatinya. "Duh, ada apa ya?"
Ala mematung di sisi pintu. Ia belum berani untuk masuk, karena merasa takut akan jutaan tanya yang akan dilimpahkan kepadanya setelah ini. Apalagi, jika mereka menanyai keberadaan sang suami.
"Lho? Kok tidak masuk?"
Sapaan lembut itu mengagetkan Ala. Ia seketika merasa gugup mendapati seorang wanita sekitaran empat puluh limaan mengenakan pakaian syar'i menutupi tubuh dari atas hingga bawah. Ala segera menyalami dan mencium tangan wanita yang tak lain adalah ibu dari suaminya.
"Assalamualaikum, Bu," ucap Ala gugup.
Ala, memasang wajah canggung mendapat pelukan tiba-tiba dari mertua perempuannya ini. Tangan Ala yang menegang karena kaku bergerak membalas pelukan wanita muslimah ini.
"Ayo, Nak ... Masuk. Kemarin kita belum sempat ngobrol." Ibu mertuanya menggandeng Ala masuk ke dalam rumah teduh yang ia tempati semenjak lahir itu.
Ala terperenjat, mendapati suaminya ternyata juga telah duduk bersama keluarga di sana. Ala menggigit bibirnya karena ia merasa bersalah, karena ponselnya dinonaktifkan hingga saat ini.
Ibu mertuanya memastikan Ala duduk tepat di samping Uda Uqi. Namun, jangankan menatap Ala, melirik ia pun tak sedikit pun dilakukannya. Ia hanya sibuk scrolling ponsel dari atas ke bawah, bawah ke atas.
__ADS_1
"Ekhem ...." Sang Bunda sengaja mencolek lutut putranya yang sengaja memperlihatkan sikap tak acuh itu.
Uqi melirik pada sang ibu. Wanita yang mengenakan kerudung hingga menutupi setengah badannya itu memberi kode mata kepada putranya. Uqi akhirnya menaruh ponsel di atas meja lalu bersandar pada sofa yang ia duduki. Ia masih kekeuh tak ingin melirik istri yang tepat duduk di sampingnya.
"Ala? Kenapa tidak menyalami suamimu?" tanya Umi, membuat Ala kikuk salah tingkah.
"Ah ya?" Ala mengulurkan tangannya dengan kepala yang menunduk sudah siap untuk mencium tangan itu untuk kedua kali, usai akad kemarin.
Dengan berat, Uqi mengulurkan tangannya. Ala, langsung menghadapkan punggung tangan suaminya itu ke wajah. Akan tetapi, sebelum menyentuh kening dan hidungnya, pria itu menundukan tubuh.
"Terus lah durhaka padaku! Agar aku bisa memiliki alasan untuk menalakmu!"
...****************...
Yuhuuu, bulan ini Author akan melaksanakan promo bersama teman-teman Author yang lainnya. Jika kakak readers berkenan membaca, ayuk mampir juga yaaa .... Ini adalah solidaritas sesama Author untuk saling memperkenalkan karya teman.
Promosi ke-1
Judul: Cinta Pertama Mafia
Author: Yakasa
__ADS_1
Jangan lupa di subscribe + like + kasih komentar yaaa..