
Ala tersentak mendapat tuduhan yang tak terduga. Ia menekan dada dan menggelengkan kepala.
"Ada apa ini? Kenapa saya tiba-tiba ditunjuk seperti itu?" ucapnya tampak bingung.
Ia melihat seorang wanita yang tak asing di wajahnya, menggendong anak kecil dengan kisaran usia mirip dengan Akram, anaknya.
"Ibu ini tertangkap tangan mencuri susuformula, Ni. Jadi, kami akan segera melaporkannya pada pihak yang berwajib, ucap petugas yang bekerja.
"Ah, tidak usah! Berapa harga sussu itu? Biarkan saya yang membayarnya," cegah Ala. Sejenak ia melirik wanita itu.
Setelah kasir mengucapkan harganya, Ala pun menyerahkan kartu ATM bewarna hitam yang ia miliki. "Kita pakai debit saja. Tolong ambilkan dua kotak lagi," pinta Ala.
Petugas tadi dengan sigap menyiapkan sesuai permintaan Ala. Setelah menyelesaikan pembayaran, kantong berisi makanan penunjang bagi bayi itu diserahkan kepada Ala.
"Terima kasih," ucap Ala sembari menerima kantong dan kartu ATM-nya.
Ala pun bergerak menuju tempat di mana wanita itu berdiri dengan diam memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi. Ala pun sejenak memandangnya dengan tatapan penuh arti.
"Apa kabarmu?" tanya Ala.
Namun, wanita itu hanya menundukan wajah tak memberikan jawaban sama sekali.
Ala menghela napas panjangnya. "Ambil lah!" Sembari menyerahkan kantong yang ia belikan tadi.
__ADS_1
Namun, ia masih terdiam tak bergeming. Bayi yang ada di dalam gendongannya terlihat mencoba menggapai kantong yang diserahkan oleh Ala tadi.
"Ambi lah, sepertinya bayimu sangat membutuhkannya," ucap Ala kembali.
Perlahan, wanita itu menatap kantong yang ada di tangan Ala. Akhirnya, tangannya pun bergerak menerima kantong berisi.sussu tersebut.
"Ma-makasih," ucapnya terlihat bingung.
"Apa kabarmu? Kenapa kamu tampak sangat berbeda dibanding dulu?" ucap Ala memasang wajah prihatinnya.
Masih jelas dalam ingatannya di saat pria yang menjadi suaminya kala itu, tengah berjalan beriringan di sebuah pusat perbelanjaan. Saat itu, wanita yang ada di hadapannya ini masih tampak muda dan begitu anggun. Kali ini, semua sungguh sangat berbeda.
"Apa yang terjadi?" tanya Ala kembali.
Ala kembali menghela napasnya, menatap punggung wanita yang dinikahi secara diam-diam oleh pria yang menjadi suami pertamanya. Wanita itu tak lain adalah Salma.
Salma berjalan cepat dengan langkah pincang meninggalkan Ala, menyisakan rasa malu yang tak terbendung. Masih jelas di dalam kepalanya di saat ia mengatakan bahwa dirinya adalah istri kedua dari Syauqi, pria yang ia kencani semenjak kuliah di luar negeri dulu.
Salma terseok berjalan cepat menuju kontrakan kecilnya, tempat ia tinggali saat ini bersama bayi sepuluh bulan dan suami yang tak bertanggung jawab sama sekali. Salma membuka pintu dari arah luar, dan segera masuk ke dalam rumahnya.
Sejenak, ia menatap kantong yang diberikan Ala, wanita yang pernah disakitinya dulu.
"Hek hek hek ...."
__ADS_1
Suara tangis anaknya kembali terdengar, usai ia mencoba nekat untuk mencuri sussu untuk putrinya.
"Tunggu, Nak. Ibu akan membuatkannya untukmu," ucapnya menuju ke arah dapur. Ia segera menyiapkan botol dan sibuk di dapur.
Dari dalam kamar sempit, muncul seorang pria yang menguap dan tak menggunakan atasan. Ia memperhatikan apa yang dilakukan Salma. Matanya terbelalak saat melihat sebuah kantong berukuran besar, dengan kaleng-kaleng sussu yang besar.
Pria itu bergerak cepat mengecek isi kantong tersebut. Wajahnya pun mengerut menatap Salma dengam curiga. "Kau punya uang, hingga bisa beli ini sebanyak ini?" bentaknya.
Salma menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ini dibelikan teman lamaku," ucapnya ketakutan.
"Bohong!" Pria itu menepis kantong tersebut membuat kaleng yang ada di dalam kantong mengeluarkan suara yang nyaring.
"Bang? Ini buat Najwa!" teriaknya, membuat putri yang ada di dalam gendongannya terkejut.
"Huwaaa ...."
Gadis kecil yang ada di dalam gendongannya menangis dengan kencang.
"Serahkan uang yang kau punya! Aku membutuhkannya!" Pria itu menengadahkan tangannya kepada Salma.
"Aku tak punya!" ucap Salma setengah berteriak, sambil menenangkan bayinya.
Pria yang tak lain adalah suaminya saat ini, menarik kerudung Salma dengan kasar. "Kau berani membohongiku ya? Cepat serahkan uang yang kau dapatkan! Jika tidak ....
__ADS_1