
Syauqi menatap Baim dengan ekspresi serius. "Baim, dia memang ibumu, tapi kami tidak lagi bersama. Tapi jangan khawatir, kamu memiliki ayah yang selalu ada untukmu dan mencintaimu."
Baim memandang ayahnya dengan tatapan penuh harap. "Tapi kenapa Ummi-nya Baim tidak seperti yang Baim harapkan? Baim ingin memiliki ibu yang baik dan menyayangi Baim."
Syauqi menggenggam erat tangan Baim. "Kadang-kadang, dalam hidup, tidak semua yang kita harapkan menjadi kenyataan. Tapi kita harus tetap bersyukur atas apa yang kita miliki dan berusaha mencari kebahagiaan dalam hal-hal yang ada di sekitar kita. Ingat, Baim memiliki ayah yang mencintaimu dan banyak orang yang peduli padamu."
__ADS_1
Baim menatap ayahnya dengan rasa lega. Meskipun ia merasa sedih karena situasi dengan ibunya, ia tahu bahwa Syauqi akan selalu ada di sisinya. Mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang dengan harapan dan keyakinan bahwa suatu hari nanti, Baim akan menemukan kebahagiaan dan mendapatkan kasih sayang yang ia inginkan.
Salma, yang tanpa disadari telah melihat Syauqi dan Baim dari kejauhan, merasakan kekosongan di dalam hatinya saat melihat mereka berdua. Ia teringat pada masa-masa bahagia yang pernah mereka bagikan sebagai suami istri dan keluarga.
Dengan hati yang penuh keinginan untuk mendapati Syauqi kembali, Salma menghampiri mereka dengan langkah tanpa ragu sedikit pun. Ia memohon pada Syauqi untuk memberinya kesempatan kedua.
__ADS_1
Syauqi menatap Salma dengan perasaan berkecamuk. Jelas di dalam hatinya masih teringat akan rasa sakit yang pernah dia alami, ia juga melihat keputusasaan di mata Salma. Dia sangat mengerti bahwa setiap orang bisa berubah dan memperbaiki kesalahan mereka jika mereka sungguh-sungguh.
"Baim, bagaimana pendapatmu tentang ini? Apa kamu akan menerimanya untuk kembali pulang bersama kita?" tanya Syauqi sambil memandang putranya.
Baim merasa bingung. Di satu sisi, dia menginginkan kehadiran seorang ibu yang baik dalam hidupnya, tetapi di sisi lain, dia masih teringat betapa kasar perlakuan Salma terhadapnya. Setelah berpikir sejenak, Baim menjawab dengan hati-hati, "Baim masih sedih ingat saat jah4t sekali kepada Baim. Tapi Baim juga ingin memiliki Ummi, tapi Ummi yang baik dan mau peluk Baim setiap hari." Baim menyiratkan wajah sendunya kepada sanha ah
__ADS_1
Syauqi mempertimbangkan kata-kata Baim dan melihat keputusasaan yang terpancar dari wajah Salma. Setelah beberapa saat berpikir, ia akhirnya menjawab, "Salma, jika kamu benar-benar ingin berubah dan memperbaiki dirimu, kamu harus membuktikannya dengan tindakan nyata. Kamu harus menghormati dan menyayangi Baim dengan sebaik-baiknya. Namun, jangan harap aku akan kembali denganmu karena kau harus tahu, perjalanan untuk membangun kepercayaan diri setelah hancur karenamu, membutuhkan waktu yang tidak singkat!"
Salma terlihat kecewa dengan keputusan Syauqi. Harapannya untuk bisa kembali dengan mantan yang selalu memikat hatinya. "Baik lah, aku menghargai keputusanmu. Aku bersedia melakukan apa pun yang diperlukan untuk memperbaiki hubungan ini. Aku akan membuktikan bahwa aku bisa menjadi ibu yang baik bagi Baim dan mendampingi mereka berdua dengan sebaik-baiknya."