
Kedua calon orang tua tercengang mendengar pertanyaan yang baru saja diajukan oleh dokter.
"Beberapa waktu yang lalu, kami melakukan pemeriksaan tambahan berdasarkan hasil tes dan pemindaian yang dilakukan. Hasilnya menunjukkan adanya kondisi yang perlu diperhatikan," kata dokter dengan suara serius.
Ala dan Rafatar saling pandang, rasa khawatir melintas di wajah mereka. Mereka menunggu dengan tegang untuk mendengar penjelasan selanjutnya.
Dokter melanjutkan, "Dalam hasil pemindaian, kami menemukan adanya kelainan pada struktur jantung bayi yang dapat memengaruhi fungsi jantungnya setelah lahir. Kami merekomendasikan Anda untuk berkonsultasi dengan seorang spesialis jantung anak guna mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini."
Ala dan Rafatar merasa terpukul mendengar berita tersebut. Mereka saling berpegangan tangan, mencari kekuatan dan dukungan satu sama lain.
"Dokter, apakah ini berarti bayi kami akan menghadapi masalah jantung sepanjang hidupnya?" tanya Ala dengan suara yang gemetar.
Dokter menjawab dengan lembut, "Kondisi ini memerlukan evaluasi lebih lanjut dan perawatan yang tepat. Meskipun ada potensi adanya masalah jantung, tetapi dengan perawatan yang baik, banyak anak-anak yang dapat hidup dengan kualitas hidup yang baik. Saya akan merujuk Anda ke spesialis jantung anak yang berpengalaman untuk memberikan penanganan dan nasihat lebih lanjut."
Rasa sedih tak terbendung kini mendera kedua pasang mata itu menatap dokter tersebut dengan harapan bahwa dokter kandungan ini salah dalam memberi diagnosa.
__ADS_1
"Kita akan pindah ke spesialis lain yang bisa memberi hasil yang lebih akurat," ajak Rafatar memutar setir meninggalkan klinik tadi.
Lalu, mobil mewah yang mereka tumpangi berbelok memasuki klinik spesialis kandungan yang lain.
Usai melaksanakan pemeriksaan, Ala dan Rafatar duduk di ruang tunggu klinik, menunggu hasil pemeriksaan USG dengan perasaan berdebar. Mereka saling berpegangan tangan dalam dekapan Rafatar, ada perasaan campur aduk teringat akan hasil pemeriksaan yang tadi.
"Sayang, kamu harus tenang ya? Biar anak kita juga tenang di dalam sana." Rafatar menguatkan istrinya yang terlihat kalut.
"Uda, jika dokter kali ini memberikan jawaban yang sama bagaimana?" tanya Ala dengan tatapan sendu.
Ala mengangguk memasang rasa haru menyandarkan dirinya dalam pelukan suami. "Makasi ya Uda. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur mendapatkan Uda sebagai suamiku."
Rafatar terkekeh. "Kamu bisa aja. Nanti malam aku akan kasih hadiah spesial mengelonimu tidak bisa tidur sampai pagi," candanya.
Ala memasang wajah manyun mencubit pinggang suaminya hingga kegelian.
__ADS_1
Tak lama kemudiab, fokus mereka berpindah karena pintu ruang USG terbuka dan seorang dokter keluar. Wajahnya terlihat serius dan penuh perhatian. Dokter tersebut duduk di depan pasangan suami istri itu, mengambil napas dalam-dalam sebelum berbicara.
"Dalam hasil USG yang kami lakukan, kami menemukan beberapa indikasi adanya kondisi yang memerlukan perhatian serius," ujar dokter dengan lembut.
Rona wajah yang tadinya ceria, kini berubah persis seperti saat hasil pertama tadi. Ala dan Rafatar menatap dokter dengan perasaan cemas yang tak terucapkan.
"Dari hasil USG, kami melihat ada kelainan struktural pada organ-organ tubuh janin. Ada indikasi adanya masalah pada jantung dan sistem saraf yang mempengaruhi perkembangan anak," jelas dokter dengan hati-hati.
Ala merasa dadanya menjadi sesak. Air mata mulai membanjiri matanya, sedangkan Rafatar mencoba tetap tenang dan tegar demi istri dan anak yang dikandungnya.
Dokter melanjutkan penjelasannya, "Selain itu, kami juga melihat pertumbuhan janin yang terhambat. Hal ini mengindikasikan adanya masalah pertumbuhan intrauterin yang bisa berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak nanti."
Ala dan Rafatar saling pandang, terkejut dan sedih. Mereka berusaha mencerna informasi yang baru saja mereka terima. Itu adalah berita yang tidak pernah mereka duga apalagi mereka harapkan.
"Mari kita bicarakan lebih lanjut mengenai opsi dan langkah-langkah selanjutnya yang dapat diambil," kata dokter dengan suara lembut. "Kami akan melakukan tes tambahan dan memberikan dukungan serta perawatan yang diperlukan untuk membantu anak dan keluarga menghadapi kondisi ini."
__ADS_1
Ala mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Dia memandang Rafatar dengan kekhawatiran yang dalam, sementara Rafatar memberikan senyuman kecut menatap sang istri.