HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
Bab 12


__ADS_3

“Arghh....” teriak seorang wanita ketika seorang lelaki tengah menyatu dengannya.


“Kenapa sayang? Apa ini terlalu nikmat untukmu hmm?” tanya lelaki itu sambil menyunggingkan seringainya.


“Siall! Kau membuatku..” Wanita tersebut memejamkan mata, seakan kewalahan dengan napas yang di hasilkan oleh pergulatan panasnya dengan seorang lelaki yang kini sedang menari di atas tubuhnya.


“Membuatku apa sayang?..”


“Membuatku gila.” Lanjut wanita tersebut yang masih dengan napas menderu.


Sang lelaki hanya bisa menyunggingkan senyuman puasnya. “Ya...hanya aku yang boleh membuatmu gila di atas ranjang sayng.” ucap lelaki itu penuh dengan penekanan sambil melanjutkan lagi aksinya. Membuat wanita itu mendesah sesekali meracau kenikmatan yang di berikan oleh sang lelaki.


“Genta...Tolong..Astaga..” racau wanita tersebut.


Sedangkan lelaki tersebut masih sibuk mengatur ritmenya, seakan mencari kenikmatan untuk wanita yang kini di bawahnya dan untuk dirinya sendiri.


“Aku akan sampai..Aku sampai sayng..” ucap lelaki tersebut sambil mempercepat lajunya. Dan si wanita hanya mampu mendesah panjang karena pelepasan yang ia alami.


“Siall!!” ucap lelaki itu lagi kemudian di sertai dengan racauan panjangnya, tanda jika ia juga mencapai klimaksnya dengan penuh kenikmatan.


“Terima kasih Anya...Aku sayang kamu.” ucap lelaki itu yang kini sudah memeluk erat tubuh sang wanita dan sesekali mengecup lembut puncak kepalanya.


Sedangkan si wanita hanya bisa tersenyum dengan damai ketika mendapatkan ucapan manis dari lelaki yanh kini sedang memeluknya tersebut.


“Kringg...” Suara panggilan dari jam beker membuat Genta terbangun dari mimpi indahnya.


“Siall!!” Genta mengumpat dalam hati karena belum puas dengan mimpinya.


Dengan cepat ia berjalan menuju ke arah dapur memeriksa keadaan di sana, sekaligus mencari di mana Anya berada.


*******


Di kampus


Anya sedang asik memotret kegiatan Ospek dengan kamera pribadinya. Dari dulu Anya sudah hobby memotret seperti alhmarhum ayahnya. Bulan yang berada di samping Anya mengarahkan Anya memotret seluruh cowok keren dan tampan yang masuk dari pintu kanan dan kiri aula.


“Anya yang itu,foto yang itu. Duh Anya cakep banget sih.” Anya hanya diam tidak menanggapi celotehan sahabatnya tersebut karena Anya tidak terlalu berminat dan mewujudkan keinginan sahabatnya untuk memotret para pria tampan.


“Permisi.” Seseorang menyapa Anya dan Bulan.

__ADS_1


“Bolehkah saya duduk di sini?”


“Boleh, silahkan saja!!” jawab Bulan dengan begitu ramah. Pria itu sangat tampan bagi Bulan.


“Kenalin aku Aldo Adtmajaya.” ucapnya sambil mengulurkan tangan. Dengan semangat Bulan menyambut tangan pria itu dan turut mengenalkan diri.


“Aku Bulan, dan kalau dia Anya. sahabat baikku.” Bulan turut mengenalkan Anya yang berada di sampingnya.


“Oh ya..” jawab Aldo.


Para senior yang tergabung dalam senat mulai memberi arahan kepada para junior. Sesekali Anya melihat ponselnya yang terus bergetar karena panggilan dari Genta. Anya memejamkan matanya dan tidak ingin harinya rusak karena mood yang hancur hari ini. Mata Aldo tak henti memandang ke arah Anya, mencoba memproteksi tingkah gadis cantik itu. Matahari sudah di ujung kepala sehingga terasa sangat panas, mahasiswa baru dan para senior berkumpul di lapangan utama. Anya, Bulan dan Aldo sibuk melihat dan mengamati para senior.


“Kamu ngapain di sini? Pergi ke sana!” teriak salah satu senior saat mendapati Aldo yang duduk di samping kanan Bulan.


“Maaf ya..” ucap Aldo tanpa dosa melewati Bulan dan Anya.


Bulan dan Anya saling pandang, mereka benar-benar tidak tahu kalau Aldo adalah senior mereka. “Dia senior kita Anya!” Anya mengangguk sambil menelan salivanya.


“Ngapain dia duduk bareng kita?” tanya Anya bingung.


“I don't know.” jawab Bulan dengan gayanya.


*******


Jangan khawatir, sekarang masa orientasi kampus sudah tak seseram dulu. Beberapa tahun belakangan ini, metode pelaksanaan OSPEK sudah berubah. Pengawasan kampus lebih ketat, dan ancaman sanksi dikeluarkan dari kampus hingga pidana mengancam ke senior yang nekat melakukan kekerasan fisik atau perpeloncoan.


OSPEK kini tak lagi melulu identik dengan perpeloncoan, namun juga bisa jadi momen menyenangkan yang tak terlupakan.


Berikut 7 hal yang identik dengan pelaksanaan OSPEK. Mungkin, ada beberapa tradisi OSPEK masa lalu yang positif dan masih layak dipertahankan sampai sekarang.


Pakaian dengan Pernak-pernik Tak Biasa


Sebelum hari pelaksanaan OSPEK tiba, para mahasiswa baru (maba) biasanya dikumpulkan oleh para senior untuk diberikan beragam pengarahan, salah satunya soal aturan pakaian yang harus mereka gunakan selama menjalani OSPEK.


Tak hanya warna dan model seragam saja yang diatur, pernak-pernik yang 'menghiasi' pakaian mereka pun biasanya ditentukan oleh para senior. Seperti topi dari potongan bola plastik, kalung dan gelang dari tali rafia berhiaskan gantungan permen untuk mahasiswi, pita-pita kain di berwarna senada dengan bendera Fakultas, hingga papan nama dari kardus bekas.


Selama berada di lingkungan kampus, rentetan atribut tersebut tak boleh dilepas oleh para mahasiswa baru sampai dengan masa OSPEK berakhir. Jangka waktunya beragam, ada yang hanya tiga sampai tujuh hari, ada juga kampus atau fakultas yang melangsungkan OSPEK hingga satu bulan.


Model Rambut Seragam

__ADS_1


Belum cukup dengan pernak-pernik tak biasa yang melekat di pakaian, kakak-kakak senior juga tak jarang menugaskan para mahasiswa baru untuk menyeramkan potongan rambut mereka. Yang laki-laki, biasanya akan disuruh memangkas rambutnya dengan potongan bergaya tentara, bahkan ada juga senior yang disuruh memangkas habis rambut mereka alias botak.


Dan untuk wanita, potongan pendek di atas bahu atau bob atau mengikat rambut kecil-kecil sebanyak angka tanggal lahir, biasanya menjadi andalan. Untuk mahasiswi yang berhijab, panitia OSPEK biasanya meminta mereka menghiasi kerudung yang dipakai dengan beragam pita warna-warni, yang ditempelkan dengan peniti.


Makan Bersama Penuh Aturan


OSPEK biasanya berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Saat jam makan siang tiba, tak jarang para senior menyuruh peserta OSPEK untuk makan siang bersama dengan alasan mempererat keakraban. Namun, momen makan siang akrab itu tak lantas bebas dari beberapa aturan yang dibuat para senior.


Seperti waktu makan yang dibatasi (hanya lima menit), duduk bersila dan tegak saat memasukan makanan ke mulut, tak boleh bersuara, dan tak boleh ada makanan yang tersisa.


Main Bermacam-macam Games


Meski peraturan soal seragam hingga waktu makan yang super singkat identik dengan kesan perpeloncoan, kegiatan OSPEK ternyata tak melulu menyebalkan kok. Di sela-sela kegiatan, panitia OSPEK biasanya mengajak para mahasiswa baru bermain beragam games yang kreatif dan seru. Ada games yang bertujuan untuk melatih konsentrasi dan kerjasama tim, ada juga games yang dimainkan untuk sekedar penghilang rasa kantuk.


Berkenalan dengan para Dosen dan Beragam UKM


Tak jarang orang menganggap kegiatan OSPEK hanya membuang-buang waktu, tenaga, serta materi. Kesan itu tak sepenuhnya benar lho. Selama mengikuti OSPEK, para mahasiswa baru juga akan diberikan kesempatan untuk berkenalan dengan beberapa dosen yang nantinya akan mengajar mereka di masa perkuliahan.


Mengetahui karakter para dosen lengkap dengan gambaran sekilas soal mata perkuliahan yang akan mereka ajarkan, tentunya akan sangat bermanfaat untuk meminimalisir kecemasan yang dirasakan para mahasiswa baru jelang hari-hari pertama perkuliahan.


Tak hanya berkenalan dengan dosen, para mahasiswa baru juga akan diperkenalkan dengan beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat jurusan, fakultas, hingga universitas. Beragam UKM tersebut sangat bermanfaat untuk membantu para mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat mereka.


Dikejar Deadline Tugas-tugas dari Senior


Masa perkuliahan belum dimulai, bukan berarti para mahasiswa baru bebas dari tugas-tugas. Selama menjalani masa OSPEK, para senior tak jarang memberikan beragam tugas yang bejibun. Mulai dari tugas individu seperti menulis beragam artikel atau paper dengan tema tertentu, hingga tugas kelompok seperti membuat karya/project sesuai keahlian jurusan. Jurusan Tata Kota (Planologi) misalnya, akan diminta senior untuk membuat peta rancangan renovasi taman kampus, atau jurusan Jurnalistik, akan ditugaskan membuat karya jurnalistik video misalnya.


Tugas-tugas itu tentunya punya manfaat positif untuk para mahasiswa baru, namun tak jarang mahasiswa baru yang merasa terbebani dengan tugas-tugas itu, karena hanya waktu pengerjaan tugas yang relatif sangat singkat.


Malam Keakraban


Hari terakhir masa OSPEK adalah waktu yang sangat dinanti-nanti para mahasiswa baru. Tak hanya lega karena beragam keletihan selama OSPEK akhirnya usai, namun juga karena penutupan OSPEK biasanya disertai dengan perayaan atau seremonial yang menyenangkan, seperti acara malam keakraban misalnya.


Dalam acara yang biasanya dilangsungkan pada akhir pekan ini, tak ada lagi aturan soal seragam apalagi model rambut yang diharuskan. Semua mahasiswa baru bisa bebas berkespresi menjadi diri sendiri di malam itu. Kesan senioritas yang melekat selama masa OSPEK, mulai memudar dan hilang di malam keakraban.


Tradisi malam keakraban di setiap jurusan dan kampus tentu berbeda-beda. Pada umumnya, acara ini biasanya selalu diwarnai dengan beragam hiburan seperti penampilan musik dan makan malam bersama.


Bersambung....


Halo teman-teman,saya disini ingin mencoba membuat novel bergenre Romantisme yg esentrik:v, jadi mohon dukungannya dan saran agar saya lebih bersemangat dalam mengerjakan novel ini.

__ADS_1


Ya novel ini original buatan saya jadi waktu upnya tidak menentu,author usahakan akan up setiap hari !!!!


Selamat membaca.....


__ADS_2