HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
Bab 13


__ADS_3

Pukul 06.00 wib Bulan dan Anya telah siap berangkat ke kampus. Sopir sudah menunggu di pekarangan rumah untuk mengantar mereka ke kampus. “Biar aku yang antar kalian!!” suara itu terdengar begitu dingin dan datar.


“Tidak biar kami di antar sopir saja.” Jawab Bulan


"Bulan, Sopirnya sudah nunggu di depan. Apa kamu sudah siap berangkat?"


"Iya dong Anya aku sudah siap.” Jawab Bulan dengan senyum sumringah. Sedangkan mata Genta tidak berpaling dari Anya saat ini. Dia menatap Anya dari atas kebawah. Apa yang dilakukan pria itu membuat Anya risih.


"Nih jangan lupa bawa alat- alat Ospeknya!!” Ucap Anya sambil mengepal kan tangannya ke atas memberi semangat. Ya, mereka berdua akan mulai Ospek hari ini.


"Siap Anya, kamu juga harus semangat. Apalagi kak Aldo itu lihatin kamu terus. Kelihatannya dia suka sama kamu Anya!!" Ucap Bulan yang seketika membuat Genta yang ada di sana menegang seketika.


Bulan sudah di dalam mobil dan Anya masih membereskan meja bekas Bulan sarapan tadi. Tiba-tiba dari belakang Genta memegang tangan Anya. “Kemari Ray sekarang Aldo!! Kamu perempuan murahan, kamu mempermaikan hati pria. Apa kamu merasa begitu istimewa?” Desis Genta tepat di telinga Anya. Sejujurnya Anya tahu Genta sedang cemburu. Tapi sayang Anya tidak peduli dengan apa yang terjadi. Dia tidak ingin Genta mempengaruhinya.


Anya berusaha melepaskan cengkaraman tangan Genta. Tapi dia tidak bisa karena Genta begitu kuat. “Anya cepat, kita akan terlambat!!” teriak Bulan yang membuat Genta mau tidak mau melepaskan tangan Anya.


Di perjalanan Jakarta yang macet, tiba-tiba mobil mereka berhenti karena Ban mobil yang bocor. “Kenapa berhenti mendadak?" Tanya Bulan pada Sopirnya.


"Ini Non, sepertinya ban mobil bocor, gimana ya Non tempat tambal lumayan jauh kalau manggil derek makan waktu, Non pesan kendaraan online aja ya.” Pinta sang Sopir karena tidak ingin anak majikannya terlambat.


“Baiklah !!” jawab Bualn yang langsung turun bersama Anya. Anya dan Bulan kini telah berdiri di seberang jalan menunggu taksi Online mereka. "Duh mana nih lagi? Pada sibuk semua nih aplikasinya.” Rutuk Bulan yang sudah gelisah.


‘Tin tin... tin’


"Hey Kalian!” Teriak Aldo saat melihat Bulan dan Anya di pinggir jalan.


"Egh iya kak.” Jawab Bulan terkejut.


"Ayo masuk nanti kalian telat." Ucap Aldo sambil mengayunkan tangannya agar cepat masuk. Bulan dan Anya masuk ke dalam mobil dengan cepat dan memasang sabuk pengamannya.


“Kalian ngapain di sana?” Tanya Aldo.

__ADS_1


"Ban mobilnya bocor!!” Jawab Bulan.


"Oh kalian bawa mobil sendiri? Kalian saudara atau bagaimana? Aku lihat biodata kalian tinggal satu rumah.”


“Kakak lihatin biodata kita?” Tanya Bulan kaget dengan apa yang di dengarnya. Aldo mengangguk sambil tertawa.


"Mahasiswa barukan memang di cek biodatanya.” Jawab Aldo beralasan.


"Oh iya” Bulan terkekeh. Sedangkan Anya dari tadi hanya sibuk dengan ponselnya. Membalas setiap chat dari Ray tunangannya.


"Ngomong-ngomong Mobil kakak bagus!!"


"Terima kasih pujiannya Tuan Putri.” Jawab Aldo sambil tersenyum. Hampir 30 menit perjalanan akhirnya mereka berhenti di pekarangan sekolah.


"Akhirnya sampai sekolah juga kak, makasih ya sudah mau numpangin kita" Lagi-lagi Bulan berinteraksi lebih banyak dibandingkan Anya.


"Sama-sama Bulan!!” Jawab Aldo. Aldo menatap Anya yang turun dari mobil dengan intens, Rambut Anya yang terurai panjang begitu indah di tambah wanginya shampo yang Anya pakai menyerbak ke seluruh bagian mobil. Tanpa sadar tersungging senyum di bibir Aldo.


“Pagi juga Genta.”


“Kemana Sam?, tumben jam segini belum kelihatan.” Tanya Genta saat melihat salah satu temannya tidak ada.


"Aku nggak terlalu perhatian, coba lihat di kelas sebelah kemungkinan ngerayu cewek di sana!!” Aldo bersikap acuh.


"Ya sudah biarin saja kalau begitu.”


Ya, saat ini Genta Wira Jaya sudah terdaftar menjadi Mahasiswa Megister jurusan Manajemen Bisnis, ini berkat rengekannya kepada sang Mama. Dengan perjanjian Genta tetap membantu perusahaan. Pria gila itu kuliah di tempat yang sama dengan Anya dan Bulan. Kedua wanita itu tidak tahu bahwa Genta lebih pintar dari apa yang mereka pikirkan. Genta dan Aldo sangat dekat hampir setiap hari Genta nyamperin dia buat sekedar ke kantin bareng, makanya sudah di bilang lebih parah dari anak pacaran. Mereka juga bersekolah di SMP dan SMA yang sama.


“Eh Genta!! Anya nggak kenal sama aku!!” Ucap Aldo tiba-tiba yang langsung membuat Genta membekap mulutnya. “Lepasin brengsek!!” teriak Aldo memberontak.


“Mulut kamu harus di jahit nih kelihatanya.” Sungut Genta. “Kamu waktu itukan pakai kumis palsu kampret. Gimana dia mau kenal.” Genta melempar kepala Aldo dengan bukunya. “Kamu jangan ngomong apa-apa lagi. Bisa bahaya sekali kalau semua kebongkar.” Ucap Genta menyilangkan tangannya sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Tapi adik kamu cantik banget!!” puji Aldo pada Bulan.


“Jangan cari mati Kawan!!” Mendengar ucapan sinis Genta, Aldo hanya tertawa saja. "Cantik banget sih Bulan” gumam Aldo. “Sudah cantik, pintar, baik lagi.” celoteh Aldo yang masih termenung memikirkan Bulan.


"Hey ngapain Kamu menung gak jelas begitu? Kesambet loh.” ucap Genta yang masih setia di samping Aldo.


"Suka-suka Aku kali, ayok ke ruang Kesenian. Aku belum ketemu Sam dari pagi ini, jadi berasa ada yang kurang.”


“Ya Ampun sudah macam suami istri kalian!!” Sungut Aldo kesal. Mereka berjalan ke ruang kesenian yang menjadi basecamp Samuel sang Ketua.


"Sam ngapain di ruang Kesenian?” Tanya Genta yang mendapati Sam sedang memetik gitarnya dengan malas.


"Aku lagi galau. Nilaiku bakal hancur nih!!” Jawab Sam.


“Kenapa memangnya, kita baru masuk kuliah Kawan!!”


“Aku tahu tapi ini bukan jurusan yang aku mau. Gimana coba, Sarjananya pendidikan, Megisternya Manajemen Bisnis. Ah bisa gila aku. Kenapa yang Beasiswa hanya Manajemen Bisnis sih!!” Sungut Samuel kesal.


“Coba jalani dulu Sam, Yang penting kamu bisa menyesuaikan diri!!”


“Itu masalahnya, dunia aku itu pendidikan. Kenapa bisa nyasar begini?” Samuel mengacak-acak rambutnya kesal.


“Sam, kantin yuk!! lapar banget nih, jangan setres melulu!!” Ajak Aldo pada sahabatnya yang sedang galau itu. Samuel hanya mengangguk saja dan meletakkan gitarnya. Mereka bertiga berjalan menuju Kantin dengan tebar pesona, mereka dari dulu memang suka jadi pusat perhatian.


Bersambung....


Halo teman-teman,saya disini ingin mencoba membuat novel, jadi mohon dukungannya dan saran agar saya lebih bersemangat dalam mengerjakan novel ini.


Ya novel ini original buatan saya jadi waktu upnya tidak menentu,author usahakan akan up setiap hari !!!!


Kalau suka ceritanya, dukung terus author dengan cara like, coment, dan vote novel ini biar makin banyak pembacanya:))

__ADS_1


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


__ADS_2