
Pulang kuliah Anya langsung masuk ke kamarnya untuk bersiap membereskan bagian dapur Keluarga Wira.Ya,dia tidak bisa pergi dari rumah ini sampai bisa mandiri.
Tapi tentu saja dia bukan dari Keluarga Wira.Pintar menempatkan diri adalah cara Anya untuk tetap dalam kewarasannya.Kemudian setelah selesai membereskan dirinya,Anya keluar dari kamar.
Anya membantu pekerjaan yang ada dirumah itu.Setelah membereskan pekerjaannya menjemur pakaian di lantai paling atas,Anya turun.Ia segera menuju ke arah dapur, di mana Nyonya Wira berada kini yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk putranya yang baru pulang dari luar negeri.Ya...siapa lagi kalau bukan Genta.
Mengingat itu jantung Anya kembali berdebar.
Ia meraba dadanya yang terasa nyeri setiap kali ia mengingat tentang putra sulung dari Keluarga Wira.Anya menggelengkan kepalanya,ia memilih mengenyahkan pikiran-pikiran aneh yang sedang meraypi dirinya.
Anya mempercepat langkahnya, dan segera berhenti tepat di sebelah Sang Nyonya besar di Keluarga Wira.
“Bu, saya bantu apa?”tanya Anya dengan sopan.Ya,sedari tadi Nyonya Wira sibuk menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan Genta, dan ia tidak memperbolehkan siapapun membantunya, termasuk Anya.
“Haduh, ini belum selesai juga.padahal sebentar lagi jam makan malam datang.Tolong bantu saya memotong sayuran dan mengaduk santan di sana.”
“Baik Bu.” dan Anya pun melakukan apa yang diperintahkan wanita paruh baya tersebut.
“Mama.” tiba-tiba, panggilan itu sontak mengagetkan kedua perempuan yang tengah sibuk dengan masakan di hadapan mereka.
Anya dan Nyonya Wira menolehkan kepalanya dan mendapati Genta sudah berdiri gagah tak jauh dari dapur tempat mereka memasak.
Pria itu selalu tampan dan tidak memudar sedikitpun walaupun kebencian Anya yang tertanam begitu kuat.
“Ngapain kamu kesini? Sebentar lagi semuanya akan siap, tunggu saja di meja makan.”ucap Nyonya Wira sembari memeluk anaknya.
Anya yang juga di situ langsung memalingkan wajahnya, sembari menunduk ketika mendapati siapa yang telah datang.Rasanya Anya ingin mengumpat tapi dia berusaha menyadarkan dirinya dan tidak membuat suasana menjadi tidak nyaman.
__ADS_1
Anya tidak lagi menghiraukan ibu dan anak yang saling melepas kerinduan, yang ia pikirkan saat ini hanyalah perasaannya,hanyalah jantungnya yang saat ini tidak henti berdebar kencang memukul rongga dadanya yang seketika merasa begitu sakit.Hingga kemudian, sebuah tepukan di pundaknya membuatnya berjingkat seketika.
Dengan spotan Anya membalikan tubuhnya, dan mendapati tubuh bidang tepat berada di hadapannya.Anya membatu, wajahnya segera menunduk karena tak berani terangkat dan mendapati sepasang mata memabukkan milik pria yang begitu di cintainya.Ya...Anya mencintai Genta.tapi dia tidak akan tertipu lagi dengan pria sialan itu.
“Kamu masak apa Anya?”tanya Genta seolah tidak ada masalah diantara mereka.
Mata Anya membulat, tubuhnya gemetaran mana kala dia mendengar pertanyaan lembut namun terdengar sedikit misterius dari pria yang berdiri tepat di hadapannya.Pria yang sudah begitu lama tak bertemu denganya dan pria yang sudah memiliki dunianya.Tubuh Anya tetap bergetar, padahal tadi saat di kampus Anya sudah bertemu dengan Genta.
Tapi dia belum terbiasa dengan kebenciannya.
“Mama antar ini kemeja makan dulu ya.....kamu mau apa bilang aja sama Anya.Kopi buatan Anya enak lho Genta!” puji Nyonya Wira kepada Anya. Anya tidak bisa menggerakan kakinya yang keluh dan tangannya yang dingin.“Apa aku lari saja? Tapi kenapa kakiku tidak bisa bergerak? kenapa kamu membuat aku tambah kacau wahai kaki, ahh siaal!!” Anya merutukki dirinya saat ini.
Belum lagi saat Genta semakin mendekati Anya. Anya menjadi sulit bernapas. Aroma tubub Genta menyeruap memasuki indera pengendus milik Anya.“Wanginya masih sama” lagi-lagi Anya berucap dalam hati.
Anya merasa Genta semakin dekat dengannya,Entah apa yang akan terjadi, tapi Anya merasa bergidik geli saat ini.
Anya berusaha diam dan tidak menanggapi pria itu.Dia sangat malas, apalagi Genta adalah pria yang tidak bisa dilarang. Any semakin merasakan hembusan nafas Genta.
Terasa begitu dingin...membuat Anya mengeluarkan napas panjangnya.“Jangan lakukan itu padaku, Kak!!”
“Memangnya kenapa?”tanya Genta di telinga Anya. Kini tiada jarak diantara tubuh mereka.
Genta benar-benar membuat Anya cemas tingkahnya. Sungguh tidak enak bila nanti, apa yang dilakukan Genta saat ini membuat salah paham.
“Aku tidak ingin membuat orang yang melihat salah paham.”
“Biar aku yang menjelaskan jika meraka salah paham.” jawab Genta.
__ADS_1
Anya berhenti mengerjakan apa yang di lakukannya saat ini. Dengan kesal dia menatap wajah Genta yang ternyata sangat dekat dengannya. Hampir saja bibir Anya menempel pada bibir Genta.sungguh itu kesialan berikutnya.
“Apa kamu tidak rindu aku?” suara Genta terdengar parau.
“Kita tidak berada dalam satu hungangan.” Jawab Anya tegas dan membuang wajahnya ke tempat lain.
“Ckk,” Genta berdecak.membuat Anya sangat benci jika dia melakukan itu.“Kamu pura-pura tidak mengenalku? atau kamu malu bila ingat tentangku?” tanya Genta tepat di telinga Anya.
“Sial!!Apa dia mengerjaiku?” rutuk bunga pelan yang sudah mengepalkan tinjunya.“Kamu terlalu percay diri ketika mengatakan itu, Kak!! Aku bukan Anya yang dulu.”
“Jadi kamu Anya yang seperti apa? Yang suak mendesah atau mendominasi? Anya yang suka di atas tau dibawah?” goda Genta yang membuat Anya semakin tidak bisa mengendalikan emosinya.“Pria kurang ajar, dia mempermainkan aku. Brengsek!!” batin Anya.
“Aku tidak mengenalmu?? jangan buat aku berpikir kamu sudah gila, Kak!!”
“KITA MASIH DALAM SATU HUBUNGAN!!” ucap Genta tegas dengan menekan kedua pinggul Anya memvuat wanita itu terlonjak kaget.
“Lepaskan!! jangan lakukan ini!!”desis Anya dengan suara berbisik.“jangan lakukan ini,aku mohon.” pinta Anya saat Genta semakin menekan pinggulnya.
“Aku tidak akan melepaskannya karena aku menikmati moment ini.”
“Jangan gila!!” suara Anya bergetar. dia bukan takut dengan Genta. Tapi Anya tidak mau semua orang salah paham melihat ini.
Bersambung....
Halo teman-teman,saya disini ingin mencoba membuat novel bergenre Romantisme yg esentrik:v, jadi mohon dukungannya dan saran agar saya lebih bersemangat dalam mengerjakan novel ini.
Ya novel ini original buatan saya jadi waktu upnya tidak menentu,author usahakan akan up setiap hari !!!!
__ADS_1
Sampai jumpa di chapter selanjutnya*......