
"Nona bintang. Kenapa aku bisa ada disini. apa ini tempat?"
Ya. istirahatlah Luna, ini Apartmenku. Tapi aku tak tinggal disini. Aku hanya mengambil beberapa barang dan baju kesayanganku. Ada satu lemari pakaian yang belum aku pakai saat membelinya, mungkin bisa kamu kenakan.
Luna terharu, wanita ini begitu baik. Tapi mengapa ia telah kembali. Apa ia akan mendekat pada suaminya lagi.
Luna terpana saat Keiy memberikan segelas susu, dan terlihat cincin indah seperti cincin pernikahan. Ia pun mengamati dengan diam. Lalu mengawasi gerak gerik wanita yang dikagumi suaminya itu.
"Kamu menatap ini ya, pasti kamu bingung?" Keiy menggerakan jari tangan di hadapan Luna.
"Aaakh! Ya benar sekali. Aku terkejut."
Tredeeth..Tredeeth. Suara dering getar ponsel Keiy.
"Lovely. Aku akan segera turun. Yes baiklah aku akan menyuruh bi inah dan suaminya mengurus segalanya." Keiy melirik Luna saat menerima telepon.
Panggilan pun ditutup. Keiy membalikan arah dan tersenyum kembali menatap Luna. Ia mendekati Luna dan berkata.
"Ceritalah jika kamu siap. Apa yang terjadi aku akan membantumu. Ada bi inah dan pak naih yang mengurus ruangan ini setiap hari. Semoga kita berjumpa lagi lain waktu, aku sudah menaruh nomor ponselku. Kapanpun kamu butuh bantuan. Luna aku akan mendukungmu. Asalkan kamu mau berusaha keras agar Triis bisa mencintaimu!"
"Tapi Nona bintang. Tunggu sebentar!"
"Ya. ada apa Luna. Panggil aku Keiy, jangan khawatir aku telah berani kembali. Karena Erico, kami sudah menikah. Hanya saja kami menunda banyak hal dari resepsi, serta memiliki keturunan. Jika kamu masih mual, aku telah meminta dokter datang. Aku ada kegiatan pemotretan, lain kali kita berbincang ya!"
Luna mengangguk. Ia paham jika wanita di hadapannya itu sibuk, ia cantik segala hal. Pantas saja Triis amat mencintainya. Apa aku bisa mewujudkan suamiku bisa mencintai wanita rendah dan miskin ini. Andai nona Keiy tau. Aku akan bercerai setelah enam bulan. Tuan Triis pasti akan membuat masalah lagi dan merebut nona bintang itu untuk menjadi pasangan hidupnya.
"Aaaakh.. Luna. Diamlah bibirmu meracau. Pikiran apa yang baru saja lewat?" batin Luna.
__ADS_1
"Kemana wanita sial itu pergi. Ebon cari tau keberadaan Luna. Dia tidak bisa seenaknya pulang selarut. Apa dia tak sadar, dasar gadis wanita bodoh. Apa yang akan ia lakukan akan tersorot buruk namaku. Mengapa wanita itu bodoh sekali sih?"
Triis memerintahkan pengawalnya untuk mencari Luna. Ia melepas dan mendorong gadis yang ia sewa untuk menuntaskan hasratnya. Sudah dua hari ia tak menatap Luna berada di Apartmentnya.
"Apa dia berusaha menghindar dan tak sanggup karema aku membawa beberapa gadis tidur denganku?" lirih picik Triis.
"Tuan. Nona Luna tak masuk bekerja. Salah satu karyawan mengantar catering bicara. Jika nona Luna pingsan dan di bawa oleh seseorang perempuan dan membawanya."
Triis terkejut, ia meminta melanjutkan pencariaan terhadap Luna. Bagaimanapun jika sang papa tiba, ia akan tamat dan tak bisa berbuat apapun jika ketahuan menyakiti hati wanita.
***
Lima Hari Kemudian.
"Apa mbak aku diberhentikan. Tapi kenapa?" tanya Luna. Ia terdiam ketika beberapa orang menghampiri.
Ikhsan menghampiri, ia memberikan satu surat padanya.
"Bergegaslah, pekerjaan ini tidak baik untukmu. Lagi pula aku dengar kau hamil. Wanita kemarin yang menolongmu tadi datang. Ia meminta kamu pergi ke tempat Apartmentnya dan menunggu disana.
Triis melangkah menuju kediaman Keiiy. Ia akan memberi perhitungan padanya kelak. Ia memerintahkan pengawal untuk berjaga di Apartment Keiy kala itu.
"Lihat apa yang akan aku lakukan padamu Keiy. Selama kamu bersembunyi, entah hal apa kau sudah berani kembali. Aku akan memberi perhitungan padamu wanita!"
Ebon melaju cepat mobil, ia menuruti perintah Tuan Triis ke Apartment Keiy. Hal yang ingin ia lakukan adalah menariknya keatas ranjang dan memperhitungkan karena ia telah berani mempermainkan dan membuatnya tak bisa kabur lagi dari pandangannya.
__ADS_1
"Nona Luna. Eike tinggal dulu ya. Cantik kan yeeiy sekarang pakai baju Nona bintang ternyata ukurannya pas dan manis untuk kamu. Sekarang pakailah kacamata topeng ini!"
"Terimakasih ya. Aku ga nyangka bakal dapat job ambasador butik bersama Nona Keiy."
Tala tersenyum, ia menerima panggilan dari Keiy. Lalu memberikan pada Luna.
Luna apa kau baik baik saja. Aku sampai dalam waktu lima belas menit. Aku meminta Tala membeli makan siang di lantai bawah. Kamu tak apa sendiri kan. Ingat jangan buka pintu ya sebelum Aku datang!
Luna pun mengangguk dan memberikan ponselnya pada Tala.
Eike tinggal ya. Yeiy jangan berani keluar dan buka pintu dalam kondisi apapun. Nona Keiy dan Tuan penyejuk hati mencemaskanmu.
"Iya, Thanks Tala." senyum Luna.
Dari kejauhan, Tala yang sudah pergi selama sepuluh menit. Luna mendengarkan bel berbunyi.
"Apa itu bell, apa ada tamu penting. Bagaimana jika itu adalah Tuan Erico atau asisten Tala?" benak Luna.
Luna melupakan peringatan asisten Tala. Ia tak mengerti perbedaan Apartment mewah berkelas dengan losmen, tanpa dibuka pun, mereka sudah mempunyai id card untuk membuka pintu tersebut.
CEGLEEEK. "Ya. Ada apa?"
Huuuuaph!
Ssssst cepat bawa dia ke gedung sebelah!!
Tbc.
__ADS_1