
Genta keluar dari kamar Anya dengan membanting pintu kamar wanita itu. Napasnya tersengal karena bercampur emosi. Samapi di depan pintu kamarnya Genta membanting pintu kamar sekeras-kerasnya. Ia tidak peduli jika apa yang ia lakukan akan membangunkan seisi rumahnya. Genta meremas rambutnya dengan frustasi. Rupanya, Anya sudah berbeda, perempuan itu bukan lagi menjadi perempuan penurut seperti dulu, dan sepertinya, Genta harus bekerja ekstra untuk mendapatkan kembali hati Anya.
“Anya!!” teriak genta dengan geram sambil meninju dinding dengan kuat.
Dulu, Anya tidak berani menolaknya, Anya juga tidak berani membantah kata-katanya, tapi kini? Apa mungkin ini ada hubungannya dengan lelaki yang menjadi tunangan perempuan itu? Siall! tidak bisa di biarkan. Genta akan mencari tahu siapa lelaki itu dan menyingkirkannya dari kehidupan Anya. Anya hanya miliknya, entah dulu, atau pun sekarang, perempuan itu tetaplah menjadi miliknya.
“Lelaki brengsek!! Beraninya kamu mengambil Anyaku!”
Genta lalu melemparkan tubuhnya ke atas kasur besarnya, ia terbaring kesal, dengan mata menatap ke arah langit-langit kamarnya, lalu sekelebat bayang manis masa lalunya dengan Anya menari di kepalanya. “Wanitaku, kamu tetap istriku dan aku tidam akan membiarkan kamu menjadi milik orang lain.”
Paginya, Genta menikmati sarapannya dengan tenang, meski saat ini hanya sendiri di meja makan, tapi ia seperti tidak berselera untuk mengganggu Anya seperti apa yang ia lakukan seperti kemarin. Anya sudah menolaknya, dan itu benar-benar melukai harga dirinya.
Genta hanya bisa sesekali melirik ke arah Anya yang tampak menyibukan dirinya dengan pekerjaannya di dapur. Ia tidak bisa berbuat banyak sebelum ia tahu apa yang terjadi dengan Anya, siapa tunangannya, dan apa hubungan mereka benar-benar di landasi dari cinta atau tidak. Sial! kenapa ia juga terlalu memikirkan tentang perempuan itu? Bukankah yang harus ia pikirkan hanyalah cara bagaimana membawa perempuan itu kembali ke atas tempat tidurnya? Ya, seharusnya hanya itulah yang ia pikirkan, bukan yang lainnya.
“Pagi.” Genta tersentak saat tiba-tiba Bulan menyapanya dengan manja. Bulan tampak sangat manis dengan baju piyama pulkadotnya. Bulan tidak banyak berubah, masih suka ceplas-ceplos dan apa adanya.
“Pagi juga, kamu baru bangun?” balas Genta singkat. “Anak cewek kok begitu sih? Laki-laki mana yang mau sama kamu entar? Berubah dong!! kamu kan bukan anak-anak lagi, dan kamu sudah dewasa.”
“Sekarang kak Genta bangunya Pagi-pagi ya, kenapa? Apa selama di luar negeri kakak sudah terbiasa bangun sepagi ini? Tapi aku tidak lihat ada perubahan dari diri kakak.”
“Tentu saja, di sana aku kuliah. mana bisa malas-malasan.” Genta menjawab cuek. Lalu ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. “Aku nggak lihat Mama sepagi ini, kemana?”
__ADS_1
“Tadi malam papa dapat telpon dari saudara, katanya ada yang meninggal, jadi papa dan mama pulang kampung tadi malam. Kita kan sudah besar jadi wajar kalau mama papa perginya berdua saja.”
“Kok aku nggak tahu? Aku juga nggak denger suara mobil papa pergi.” Genta menatap Bulan dengan wajah kesal.
“Aku juga gak tahu!! Kak Genta kemana tadi malam? karena pas aku ke kamar, kakaknya nggak ada. Lagian mereka juga nggak lama kok, mungkin cuman tiga harian saja.” jawab Bulan.
“Lagian kenapa sih kak? Memangnya kakak masih minun susu apa? Harus dekat mama papa gitu?” Bulan mengejek Genta membuat pria itu kepanasan.
“Bukan masalah itu, baru juga pulang, sudah di tinggal pergi.”Genta menggerutu.
“Lagi pula yang selalu bilang kangen aku siapa? Sekarang aku sudah pulang kenapa enggak di manjain? Wajar dong aku kesal?” Celoteh Genta.
“Kenapa harus menginap di sana? Dia kan punya keluarga. Makanya kalau masih kecil jangan kenal dengan yang namanya cinta dulu.” jawab Genta.
“Suruh dia yang ke sini, dia kan yang butuh di temankan? Kenapa kamu yang harus ke sana? Ngrepotin diri sendiri Ah.”
“Dia patah hati, kak. Ayolah, ini urusan wanita. Lagian di rumah juga ada Anya. Kakak apa-apa bisa minta sama Anya. Jangan sungkan, lagian Anya enggak ke kampus sabtu-minggu ini. Jadi dia siap sedia di rumah.” ucap Bulan dengan senyum manisnya. “Anya masakannya enak lho kak.”
“Patah hati? Anya?” Genta lalu menggelengkan kepalanya. “Kakak nggak nyangka kalian sudah tumbuh dewasa.” Genta tersenyum tipis saat mengucapkan itu.
‘Kita lihat apa yang bisa kamu lakukan Anya! Apa kamu masih bisa menhindariku?’ Genta tersenyum jahat.
__ADS_1
“Ya, dan aku nggak nyangka kalau kakak Genta masih kayak ABG.” Bulan tertawa lebar. sedangkan Genta mendengus kesal. “Wajah kakak nggak berubah sama sekali, malah makin ganteng, kakak pasti banyak cewek ya di sana?” Tanya Bulan dengan menyenggol bahu kakaknya.
“Kayak Abg? apa maksud kamu? kamu lihat tubuh kakak yang atletis ini!” Genta menunjukan tubuhnya yang berotot dan tegap.“Aku dari dulu memang tampan, jadi wajar banyak cewek yang mengantrikan?” puji Genta pada diriny sendiri.
“Ayolah kak, jangan berlagak bodoh. Aku hanya ingin bertanya, begitu pun dengan mama dan papa yang selalu menanyakan kapan kak Genta pulang dengan membawa seorang menantu.” Keluh Bulan. “Mereka ingin cucu, kak.”
“Kamu sudah memilikinya.” Genta menjawab dengan ekspresi datarnya. Bukannya terkejut Bulan malah tertawa lebar. “Hahahaha.. jangan gila, deh.” Setelah itu Bulan bangkit dengan membawa segelas susunya, ia kembali masuk ke dalam kamarnya. “Kamu sudah memilikinya, Bulan. Meski sekarang dia memungkiri statusnya.” Genta berkata pelan dan penuh penekanan. Ya, kata-katanya itu tentu di tunjukan pada seseorang yang berada dalam ruangan tersebut, siapa lagi kalau bukan Anya.
Anya tidak berani menatap Genta. Dia membuang wajahnya karena tidak ingin mata mereka bertemu. Anya bergindik ngeri saat tahu kalau Bulan akan pergi juga.
“Aku titip kakakku ya, Anya. kalau minta apa-apa buatkan yang enak, ya. Kalau ngoceh biarin saja.” ucap Bulan sambil tertawa.
Bersambung....
Halo teman-teman,saya disini ingin mencoba membuat novel bergenre Romantisme yg esentrik:v, jadi mohon dukungannya dan saran agar saya lebih bersemangat dalam mengerjakan novel ini.
Ya novel ini original buatan saya jadi waktu upnya tidak menentu,author usahakan akan up setiap hari !!!!
Dan dukung saya dengan memberikan like, tips :v dan favoritkan novel ini..
sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya..*
__ADS_1