HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
Bab 5


__ADS_3

Genta tidak mengindahkan permintaan Anya. Anya sendiri tidak tahu lagi harus bagaimana saat lumatan Genta berubah menjadi semakin panas. Semakin tidak beraturan, keduanya tersengal-sengal. Secara perlahan Genta melembutkan gerakan melumatnya. Anya akhirnya menikmati, tentu saja. Bibir itu membelai lembut bibirnya, seperti dulu, menggodanya hingga mau tidak mau Anya menikmati apa yang di lakukan oleh Genta, meski sebenarnya ia tahu jika hal tersebut salah.


Genta hanya mempermainkannya saja seperti dulu. Dia tidak sungguh-sungguh. Mengingat kalimat tersebut, Anya seperti tersadarkan oleh sesuatu. Sekuat tenaga, ia mencoba melepaskan tautan bibir Genta dengan bibirnya, mendorong tubuh pria itu sekuat tenaga hingga tautan bibir mereka terlepas. Napas Anya terputus-putus karena kemarahan yang sudah memuncak di kepalanya. Namun itu tak menyurutkan keinginan Genta untuk kembali meraup bibir Anya. Genta melakukannya dengan sangat cepat hingga Anya tak bisa menghindar dari tindakan tersebut. Bibir mereka kembali bertautan, Genta mencumbunya dengan panas dan keras, hingga Anya mengerang kesakitan.


Sekali lagi dengan sekuat tenaga, Anya mendorong kuat-kuat tubuh Genta hingga tautan bibir mereka kembali terlepas. “Tolong! Jangan lakukan!” Anya berseru keras saat Genta akan mendekat kembali pada wajahnya.


“Kamu menikmatinya, Anya. Aku tahu kamu menikmatinya. Aku merasakan detak jantungmu tidak beraturan, aku merasakan bibirmu menyambutku. Jangan berbohong, kamu menikmatinya Anya.” Genta meracau, dia tidak terima bahwa Anya sudah bertunangan di usianya saat ini.


Anya menggelengkan kepalanya. “ Jangan lakukat itu lagi, kumohon. Aku tidak ingin semua orang salah paham dengan kita. Jangan lakukan ini. Aku tidak bisa...Tolonglah!” Anya terus mendorong tubuh Genta. Tapi tampak Genta enggan untuk mundur. Dia tidak akan memberikan miliknya pada orang lain.Ya, Anya miliknya.


“Kenapa? Karena kamu memiliki tunangan?” Tantang Genta dengan tatapan wajah yang membara. “Hahaha tunangan? Aku akan melakukan apa saja agar itu tidak terjadi. Kamu tahukan selamanya kamu itu milikku. Aku tidak akan membiarkan pria lain menyentuh kulitmu.” Ucap Genta sambil menyentuh kulit wajah Anya dengan jari telunjuknya.


Anya menatap Genta seketika, ia tidak percaya jika Genta mengetahui status terbarunya. “Kamu masih milikku, bahkan ketika aku meninggalkanmu.” Genta berjalan terus mendekati Anya, hingga Anya tidak bisa lagi bergerak. “Cuma aku yang boleh menikmati tubuhmu.” Genta menekan tubuhnya pada tubuh Anya hingga tidak ada jarak. Napas Genta menderu saat ia merasa susu Anya menempel pada tubuhnya. “Argh.” Genta mengerang saat gairahnya tiba-tiba memuncak. Genta menggesekan dadanya pada susu Anya. Membuat Anya mengerang dengan pelan.


Tangan Genta sudah kembali menelusup diantara pakaian Anya, meraba setiap kulit halus wanita itu. Genta tidak bisa bernapas dengan normal. Dia tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Anya. Genta menginginkan Anya malam ini. Batangannya sudah menegang dan ingin pelepasan. Genta tidak ingin wanita lain selain Anya.


Anya hanya menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin Genta masih memikirkan tentang masa lalu. Masa lalu yang hanya seperti impian bagi dirinya. Semua kebohongan Genta ketika dia masih belum tahu apapun. Genta menipunya, hanya demi tubuh Anya.


Anya tidak ingin lagi melakukan kebodohan dengan mempercayai seorang Genta Wira Jaya.

__ADS_1


“Aku akan mencari tahu siapa pria sialan itu!” Ucap Genta tepat di wajah Anya. “Aku akan mencarinya dan aku hajar dia karena berani-beraninya mengambil milikku.” Genta tidak bisa lagi menahan dirinya saat Anya terus menolak dirinya. Anya memejamkan matanya seolah tidak ingin melihat Genta. Genta begitu kesal dengan apa yang di lakukan Anya. “Aku pasti akan mendapatkannya.”


Anya tersentak dengan ucapan Genta. “Untuk apa?”


“Sudah aku katakan, Aku akan memberikan pelajaran untuk dia, karena dia sudah berani


melamar istriku. Kamu tidak bisa memungkiri itu. Kamu istriku dan selamanya akan begitu. Tidak ada wanita yang boleh bertunangan apalagi menikah dengan pria lain ketika masih berstatus istri pria lain.”


“Tidak! Aku bukan istrimu dan tolong jangan mempermainkan aku lagi. Aku tidak ingin kamu permainkan aku terus menerus. Sudah cukup bagiku menanggung semua ini. Aku tidak ingin mengingat apapun. Kamu silahkan pergi dengan wanita lain, Kak! Wanita yang kamu anggap pantas dan berkelas. Bukan aku yang seperti ini. Aku akan bersama dengan laki-laki yang sederajat denganku. Kami akan berjuang bersama. Tolong jangan ganggu aku dan dia. Tolong lepaskan kami, aku akan mendoakan agar kamu juga hidup bahagia.


“Hahah...Doa? Aku hanya ingin denganmu. Aku tidak ingin doamu yang seperti itu. Aku ingin kamu dan tetap akan begitu.


Genta yang sudak tidak merasakan perlawanan dari Anya. Memelankan lumatannya dengan sedikit terengah Genta berbisik.“Balas Anya!!”kemudian Genta kembali mengulum bibir Anya bergantian bagian atas dan bawah.


“Balas!!” perkataan itu seolah perintah bagi Anya. Anya ingin semua ini cepat berakhir. Anya membuka mulutnya dan membiarkan Genta mengakses semuanya. Anya mengecap bibir Genta yang terasa begitu manis seperti dulu. Mereka berdua saling bertautan.


Anya tidak mengingat dirinya lagi bahwa ini salah. Ini adalah kesalahan besar karena Genta akan semakin menginginkannya. Karena Genta tidak akan bisa menjauhi Anya dan begitu pula sebaliknya.


“Kamu milikku!!”

__ADS_1


“Aku enggak bisa lagi, Kak!!”


“Bisa!! Kamu harus bisa, aku enggak akan biarkan kamu dengan pria lain.”


Anya tidak bisa seperti ini. Dia mendorong tubuh Genta sekuat tenaga hingga pria itu terjatuh ke lantai. Napas Anya tersengal-sengal. Katakan jika semua ini hanya mimpi. Anya tidak suka jika Genta kembali mengusik hidupnya, apalagi membawa masa lalu yang suram mereka. Dan satu lagi, ia bukan istri dari Genta Wira Jaya, ia bukan istrinya. Pernikahan mereka hanya main-main, meski sebenarnya dulu ia menganggap itu semua benar-benar terjadi, nyatanya itu semua hanya sebuah rencana busuk Genta.


“Tolong keluarlah, aku mohon padamu, Kak!”


pinta Anya pada Genta. Sungguh dia takut ini akan jadi masalah nantinya. Anya tidak ingin keluarga ini tahu tentang apa hubungan mereka berdua. Selain itu Anya juga tidak ingin mengecewakan Keluarga Wira. Tuan dan Nyonya Wira sangat baik pada Anya dan keluarganya.


Anya menyatukan kedua tangannya memohon pada Genta untuk keluar. Genta menatap nanar wajah Anya. “Kamu benar-benar ingin mengusirku? Kamu benar-benar tidak merindukanku? Katakan padaku Anya?” tanya Genta dengan wajah sendu.


Bersambung....


Halo teman-teman,saya disini ingin mencoba membuat novel bergenre Romantisme yg esentrik:v, jadi mohon dukungannya dan saran agar saya lebih bersemangat dalam mengerjakan novel ini.


Ya novel ini original buatan saya jadi waktu upnya tidak menentu,author usahakan akan up setiap hari !!!!


Sampai jumpa di chapter selanjutnya*......

__ADS_1


__ADS_2