HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
AKU BUKAN KEIY


__ADS_3

Huuuuaph!


Ssssst cepat bawa dia ke gedung sebelah! titah Triis pada pengawalnya. Lalu membius Luna yang ia pikir adalah Keiy. Triis menarik kerah dan membukanya. Dia menaikan lengan tangan dengan lebar penuh percaya diri.


Beberapa saat kemudian. Tala kembali ia di buat bingung dan melongo karena pintu terbuka begitu saja.


"Aiiikh kenapa berantakan. Trus ini helaian cardigan baju yang dikenakan nona Luna. Aaaaikh apa tadi dia buka pintu. Apa ada orang yang datang tadi. Aduh eikee harus geminong ini kalau nona bintang datang?"


Tala menghubungi nona Keiy. Tapi tak lama ia menatap pasangan termanis telah datang.


"Nona. Kayaknya Luna menghilang. Eikee nemuin ini udah berantakan dan pintu terbuka lebar seperti pantai di pisisir lautan. Maafin Eike ya!"


Keiy menatap Erico.


"Lovely. Apa yang harus kita lakukan. Luna sedang hamil, bagaimana jika ia di bawa Triis dan di lukainya?"


Tunggu. Apa tadi Luna memakai baju dan di makeup seperti Keiy? tanya Erico pada Tala.

__ADS_1


"Eike. Sebenarnya ga mau dandanin seperti nona Bintang. Tapi karena baju yang harusnya datang. Si Dara belum datang, jadi eike ambil baju nona Bintang yang ada dilemari sana. Accesoris dan kacamata topeng juga yang itu." Tala menunjuk, memberi penjelasan.


Keiy menghela nafas, Tala merasa bersalah akan perlakuannya yang ceroboh.


"Apa yang harus aku lakukan Nona. Maafkan Tala ya."


Erico menghubungi Kosim, ia menanyakan keberadaan Ebon dan para pengawalnya.


Sayang, tunggulah di dalam jangan kemana mana. Aku akan turun sebentar mencari informasi bertemu seseorang!


"Perdebatan pada Dua pria cogan kembali lagi. Ini sih mirip Drakor. Nona bintang kamu memang bintang bersinar ya. Di perebutin adik dan kakak. Bagus dibuat film, apa Nona cemas saat ini?"


"Tala jangan meracau. Cepat hubungi Dara. Minta dia undur pemotretan. Karena Luna tak ada saat ini."


Triis menatap wanita yang ia cintai berada didalam ranjang kasur besar. Perlahan ia mengecup jemari indah manis tangan Keiy. ia memulai meraba dari ujung paha hingga naik keatas. Sehingga ia meraba seluruh bulatan di dalam pakaian yang dikenakannya kala itu.


Triis mendusel gunung kembar yang montok itu, Lalu ia tersenyum lebar dengan kemenangan.

__ADS_1


"Mengapa kamu mempermainkan aku Keiy. lihatlah apa yang akan aku lakukan padamu. Kamu seharusnya telah utuh milikku!"


Aaaaaakh!******* Luna. Ia menatap dan terkejut jika Triis telah berada di atas tubuhnya. Ia memainkan segala hal oleh tangan kokohnya. Sementara kedua tangannya telah di ikat. Terlebih kedua kakinya telah lebar di ikat pula. Ingin rasanya Luna berteriak tapi mulutnya terkunci oleh rakusan bibir Triis yang masuk kedalam mulutnya setelah plester penutup mulut dilepas olehnya.


Eeeeumh.. Luna meringis teriak. Tapi Triis masih melahapnya dan tak lagi ingat akan memperdulikannya.


Sreeetth!


Luna terdiam ketika mulutnya di lakban. Wajahnya masih menempel kacamata topeng indah.


"Triis. Apa karena aku di dandani mirip Keiy. Apa dia tidak tau aku adalah Luna. Meski kamu suamiku. Tapi kamu melakukan ini karena pikiranmu dia, bagaimana bisa kamu tidak mengenali aku?" lirih Luna dalam batin.


Eeeeeeuuukh... Aaaaaaakh..., Luna meringis dan meneteskan bulir Air mata.


Apa yang akan terjadi nanti. Menyesalkah Triis melakukan, karena ia salah sasaran.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2