
FLSBCK ON
“Genta..Genta..”
“Apaan sih ma?” Genta menjawab panggilan mamanya dengan malas. Sore ini, ia memang sedang asik memainkan game di dalam kamarnya, dan ia kesal ketika mamanya mengganggunya. Biasalah anak muda, dalam hidup game adalah cinta pertama mereka.
“Bangun dan antar adikmu ke pesta perpisahan sekolahnya. Mereka sudah siap dari tadi.” Ucap sang Mama.
“Kenapa nggak sama Anya saja sih, Ma? Apa gunanya dia kalau bukan untuk itu.”
“Anya juga ikut, tapi mereka nggak ada yang mengantarnya.”
“Pak sopir kemana?”
“Pask sopir jemput papa yang baru pulang. Segera bangun dan antar mereka.” Dengan mendengus sebal, Genta bangkit dari tempat tidurnya. Sedikit malas Genta mengambil pakaian di lemari dan mengganti pakainannya tersebut dengan pakaian yang lebih rapi. Ah, sangat mengesalkan sekali. Gerutunya dalam hati.
Saat ini usia Genta sudah memasuki sembilan belas tahun, sedangkan Bulan dan Anya sendiri lima tahun lebih muda dari pada dirinya. Kedua gadis itu memang satu sekolahan, bahkan kelas mereka sama, mereka berdua memang baru lulus smp tiga minggu yang lalu. Bukan tanpa alasan Genta menolak untuk mengantar keduanya, karena memang sejak beberapa bulan terakhir, Genta memutuskan untuk menghindari salah satu dari mereka berdua. Ya, siapa lagi kalau bukan Anya.
Entah kenapa, baginya, Anya saat ini sangat berbeda dengan Anya yang dulu. Perempuan itu nampak mempesona untuknya, dan Genta tidak suka kenyataan jika dirinya mulai tertarik dengan perempuan tersebut. Semua itu berawal dari pesta ulang tahun Bulan yang ke lima belas, yang di rayakan sekitar sayu bulan yang lalu. Anya tampak dewasa nan cantik dengan gaun yang di belikan Mamanya. Ya, Anya memang sudah di anggap anak sendiri oleh Mamanya Genta, tapi apa Mamanya itu tidak berpikir jika mendandani Anya seperti itu, saat itu membuat Genta tergoda? Ahh siall!
Dan kini, kejadian itu akan terulang lagi. Saat Genta yakin jika Anya pasti akan berdandan untuk kedua kalinya di pesta perpisahan sekolahnya.‘ Sial! Apa yang akan terjadi dengannya??’ denga sedikit acuh, Genta turun dari kamarnya yang berada di lantai dua. Ia segera menuju ke garasi, dan mengeluarkan mobilnya, dan ternyata dua mahkluk cantik itu sudah berada di sana menunggunya.
Sungguh, Genta sudah seperti orang ***** saat ini, ketika ia menatap Anya dari ujung rambut hingga ke ujung kakinya.‘Sial! Anya sudah seperti bebek jelek yang berubah menjadi angsa yang cantik saat ini.’ gumam Genta dalam hati.
__ADS_1
Jika ada orang yang tidak mengenal siapa Anya dan melihat penampilan Anya malam ini, maka orang itu tentu akan mengganggap jika Anya adalah anak orang kaya.
Kecantikannya setara dengan Bulan, adiknya. Padahal Genta sangat yakin, jika Anya tidak pernah melakukan perawatan kulit seperti yang di lakukan Bulan setiap minggunya. Kecantikan Anya terpancar begitu alami, begitu mempesona hingga membuat Genta secara spontan menelan ludahnya dengan susah payah.‘Brengsek!!’ Genta begitu terpukau akan kecantikan Anya.
Untuk pertama kalinya, ia bergairah hanya karena melihat perempuan berdiri dengan pakaian lengkapnya. Benar-benar sialan, bukan! “Kak, ngapain bengong mulu di sana? Ayo berangkat, kita sudah telat.” Bulan memprotes dan masih seperti orang *****, Genta hanya mengangguk sembari berjalan memasuki mobilnya. Matanya sesekali melirik ke arah Anya yang hanya menundukan kepalanya. Oh, benar-benar ********! Ia mengutuk siapa saja yang telah merubah Anya menjadi secantik saat ini.
Genta menghidupkan mesin mobilnya, lali ia mulai menjalankan mobilnya. Genta mencoba berkonsentrasi mengemudikan mobilnya, namun dengan spotan, sesekali ia melirik ke arah kaca mobilnya yang memantulkan bayangan Anya yang duduk di jok bagian belakang.“ Siapa yang merias kalian?” dengan spontan Genta bertanya.
Bulan yang sejak tadi memainkan ponselnya akhirnya mengangkat wajahnya ke arah Genta.“Apa? Siapa? Aku? Aku dandan sendiri.”
“Dia?” Genta menunjuk Anya dengan dagunya. Ia tidak bisa menatap gadis itu saat ini, Detak jantungnya saja sudah tidak karuan.
“Aku juga yang merias Anya.” Bulan tertawa lebar. Dia sangay bangga dengan hasil karyanya, wajah Anya sangat berbeda saat ini.
“Ayolah, kak. Ini pesta perpisahan, masa iya kami harus memakai polosan tanpa make-up sedkit pun? Ini bukan zaman batu, kak!!”
“seperti itu lebih bagus, tidak mengganggu.” Genta berkata cuek. “Lagian apa yang kalian cari dengan berdandan seperti ini? Pengakuan? Tidak akan ada yang mengakui kalian, malah kalian akan mengganggu mereka.”
“Mengganggu? Memangnya kami mengganggu kak Genta atau orang lain? Kami juga tidak meminta pengakuan. Ada apa dengan dirimu saat ini kak?” Bulan tampak sebal dengan pertanyaan kakaknya.
Genta tampak salah tingkah.“ Udahlah, lupain aja!” sungut Genta. Sambil memalingkan wajahya agar tidak terjebak kalimatnya sendiri.
“Hmm..” Bulan menghela napas pelan melihat kelakuan kakaknya.
__ADS_1
“Kak, di perempatan berhenti ya, pacarku menjeputku. Dia sangat tampan dan baik, aku senang bisa pacaran dengannya.” Jelas Bulan yang bertujuan memanasi kakaknya.
“Pacar apa?” mata Genta membulat seketika ke arah Bulan. Dia saja tidak punya pacar, bagaimana bisa adiknya pacaran dengan seorang pria sedangkan dirinya tidak memiliki siapa pun.
“Aku sudah lima belas tahun, sudah wajar kalau aku mempunyai pacar. Dia juga lebih tampan dari Kakak.”
“Lalu Anya? Apa kamu akan membuat Anya menjadi tanggung jawabku? Jangan gila kamu Bulan.” Genta sangat kesal dengan tingkah Bulan yang seenak jidatnya.
“Kakak antar saja Anya ke tempat acara. Di sana ramai juga, dia sudah dewasa. Temanya tidak hanya aku.” teriak Bulan ke pada kakaknya. Benar saja, Bulan saat ini hanya ingin berdua dengan kekasihnya.
Oh ya, sempurna bukan? Dengan begitu ia bisa berduaan denga Anya dan ia akan semakin gila dengan ketegangan sialan di pangkal pahanya. Hebat sekali adiknya ini.
Genta tak berhenti menggerutu di dalam hatinya.
Akhirnya Genta memberhentikan Bulan di perempatan jalan dengan kesal. Jantung tidak bisa berhenti berdebar, Sungguh dia mengutuk ini. Dia tidak ingin terlihat ***** di depan Anya, jika tinggal berdua nanti. Genta mencoba menarik napasnya panjang.Tampak susu Anya kini telah tumbuh lebih besar dari sebelumnya. ‘Uuh, aku sangat ingin meremasnya.’ gumam Genta dalam hati.
“Aku tidak akan membiarkan kamu di dapatkan oleh pria lain. Aku akan menjadi pria yang pertama kali menyentuhmu Anya. Aku tidak akan membiarkanmu, tidak akan pernah.” Genta bertekad dalam hatinya. Sekelebat pemikiran menyeruap di kepala Genta. Sebuah senyum licik terhias di bibir Genta.
Bersambung....
Halo teman-teman,saya disini ingin mencoba membuat novel bergenre Romantisme yg esentrik:v, jadi mohon dukungannya dan saran agar saya lebih bersemangat dalam mengerjakan novel ini.
Ya novel ini original buatan saya jadi waktu upnya tidak menentu,author usahakan akan up setiap hari !!!!
__ADS_1
Selamat membaca :)))