
"Triis, apa yang kamu lakukan di sini?"
Keiy yang sedang berganti baju di ruang tepi pantai. Ia segera ingin berlari karena Triis tiba saja ada dibalik punggungnya.
"Aku tau, kau syuting di sini. Jadi aku yakin kamu tau siapa yang mengajakku berlibur kesini Keiy."
"Saiko. Aku tidak akan percaya kata katamu. Jika Luna ada, harusnya kau ada disampingnya. Lepaskan tangan kotormu dari tanganku!"
Triis mulai mengikat kedua tangan Keiy. Ia mulai membekap menutup mulut Keiy.
Saat itupun Triis mulai membuka seluruh kemejanya membuat mata Keiy menohok dan menggelengkan kepala.
Triis mulai merangkul rambut Keiy, seluruh tubuh Keiy merinding ingin berteriak.
"Lihatlah. Adanya keras kepalamu. Aku harus memaksamu. Dengan ini, kamu pasti tidak akan melupakannya kan?"
TIDAAAK. Teriak Keiy kala itu, tapi tak terdengar.
Luna menatap Keiy di tata rias make up. Ia membangunkan dan menyadarkan.
"Keiy, hei Keiyr. Kamu kenapa, apa bermimpi?"
Merasa pipinya ditepuk. Keiy segera menyadarkan dan menatap seisi ruangan.
"Akh. Aku bermimpi rupanya, baguslah."lirih Keiy.
Luna pun menepuk pundak Keiy. Lalu memintanya untuk bercerita.
"Katakan, apa mimpi burukmu?"
__ADS_1
Keiy hanya bisa menatap Luna, ia tak mungkin menceritakan hal mimpi aneh saat bersama Triis sedang ...
"Aaakh.. tidak. Mungkin aku hanya lelah. Tak Apa Luna kamu sudah selesai memotret nya?"
"Satu sesi lagi. Aku akan menghadari cathwalk ambasador batik Airen. Sehabis ini aku juga akan pulang."
"Baiklah, aku akan bersiap. Karena lelah aku malah tertidur disiang seperti ini. Aku akan membersihkan make up. Sampai jumpa Luna."
"Keiy. Aku berterimakasih ya, atas segala hal kamu membuat aku seperti ini."
Keiy tersenyum, mengelus punggung Luna.
"Semangat berjuang mendapat hati suamimu ya!" Luna pun tersenyum manis.
Tredeeeth...Tredeeeth.. Tredeeth.
"Ke bawah lah, aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kamu lakukan saat ini!"
Luna bergetar, pikirannya kacau. Entah ide apa yang harus ia lakukan ketika sang suami memintanya.
"Baiklah, aku akan kebawah sekarang!" balas pesan Luna.
***
Beberapa Jam setelah selesai. Keiy meminta Tala untuk mengantar gaun Diamond yang ia pakai saat berjalan di cathwalk. Tak lama Tala pun dengan hati hati mengeceknya. Dia lalu menemui sang manager BG Diamond.
Sebuah pakaian gaun yang dirancang berukir emas dan diamond.
Sementara Keiy kala itu model ternama yang selalu diberi istimewa, memakai pakaian super triliun yang ia kenakan saat ada festival rancang busana terbaik.
__ADS_1
Keiy yang kini di jemput Erico. Tiba saja ditahan oleh beberapa pengawal dan manager bu Virli. Sehingga mereka bingung dan saling menatap.
"Nona bintang, Huhuuuu." Tala memanggil sambil menangis histeris.
Ada apa ini, Tala ? Manager Virli meminta Keiy masuk kedalam ruangan. Sementara Erico ditahan untuk tidak masuk ditahan oleh tangan dua bodyguard.
"Apa yang terjadi, dia istri saya. Saya berhak tau, menyingkirlah!"
"Maaf Tuan. Untuk saat ini anda tidak di perkenankan masuk."
Tiga puluh menit. Keiyra melemas dan menyabarkan Tala.
"Sudahlah, semua akan baik baik saja. Aku tidak akan memotong gajimu."
Tak lama, Tala menangis di ruang koridor. ia diminta untuk pulang dan selama satu minggu di rumah.
"Tapi eikeeuu merasa bersalah. Jelas jelas. Gaun diamond tadi udah Tala cek. Semua ga ada yang rusak apalagi sobek. Mana berliannya pada ilang. Bener deh Tala tadi ke toilet. Masa aku dituduh ambil. Nona bintang percaya kan?"
"Tala. Ini bukan salahmu. Aku yakin ada seseorang yang ga suka sama kita. Dia pasti iri dengan kita, perlahan kamu cari tau ya. ini tugasmu. Soal finalti ga usah dipikirin!"
Tala menangis haru, ia juga di perintahkan agar tidak memberitau pada Erico sang suami. Lalu ia bersikeras dan bertatap pada Luna yang baru selesai keluar acara.
"Keiy, masih di sini. Aku kira udah pulang?"
"Gimana bisa pulang, tadi ada masalah besar." Tala menyambar. Lalu menceritakan pada Luna. Dan Keiy pun meminta asistennya itu untuk diam.
"Ada apa ..?" ujar Luna seolah bingung.
Tbc.
__ADS_1