HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
SUAMIKU PUNYA MUSUH


__ADS_3

"Ada yang aneh, ada apa sih?" batin Luna.


Triis mengambil Keranjang. Ia memasukan Pembalut dengan banyak merek dan Kiranti dengan semua warna botol ia masukan.


Dengan cepat ia dorong dan menatap diam diam menatap Thalia anak dari rekan klien besar pak Soya.


Luna terhenti, ia menoleh dan menatap wanita itu.


"Mbak, udah menikah. Tanya aku ya. Aku adalah istri kesayangan aku ini. Jadi mbak tenang aja. Aku bakal menghapus masa indah mbak bersama Sayang aku yang tampan ini!"


Luna mencubit tangan Tris yang menaikkan alis, menatap tajam ke arahnya. Tanpa sadar jika Alex telah menghubungi seseorang untuk membuntuti langkah Musuhnya bersama wanita yang mulai ikut campur.


Thalia terdiam, ingin sekali ia berkata jika ia belum menikah dengan Alex. Ia hanya membuat alibi agar Triis membencinya soal klien.


Jauh di lubuk hatinya ia sangat mencintai Triis meski sebaliknya. Tapi tangannya ditarik paksa oleh Alex untuk pergi dari supermarket itu.


"Mas, tapi belanjaan aku. Aku harus ke kasir!" teriak Thalia dari arah lain.


"Cukup Thalia. Aku sudah sabar, mulai detik ini kamu tak boleh keluar rumah. Meski menghirup udara sekalipun. Aku akan menghubungi seseorang untuk mengambil belanjaanmu!" ujar Alex menyeret Thalia.


 


"Mas ini sih Gokil. Kamu beli semua merk model pembalut. Beli kiranti banyak banget. Mau buka Warung Mas?" senyum tawa Luna.


PLuna terdiam menatap Triis tak berkedip menatap.

__ADS_1


"Mas, kok lihat aku kaya gitu. Aku cantik Ya. Apa mau memuji aku soal akting tadi?"


Triis mengusap pucuk rambut Luna.


"Lain kali jangan gegabah Ya. Kamu ga tau siapa mereka, dia ga bisa kamu samaian dengan wanita lain yang pergi datang gitu aja, Terus kamu bikin cemburu!"


Luna hanya memanyunkan bibir. Ia pun menatap Arah jalan ke arah Tol.


"Loh, kita mau kemana. Mas jawab dong?"


"Kita ke pelabuhan. Soal baju kita beli Aja. Kita ga pulang, Mas yakin kurcaci Alex bakal ikutin. Mas ga mau dia datang ke rumah dan mengacau kediaman baru kita."


Luna melemas, ia menikmati ke pelabuhan. Tapi dia akan datang bulan. Rasanya ga seru kalau main air tapi aku kelak ga menikmatinya.


"Sayang. Mas mengajakmu untuk kita tenang malam ini. Mas akan ceritakan siapa thalia itu."


Triis menyetir hingga menepi di sebuah loket. Ia masuk kedalam dan memarkir mobil. Melihat isi atm tak bisa digesek. Luna langsung menyodorkan kartu black yang diberikan oleh kerjasama La Film.


"Mas. Pakai ini, aku akan selalu ada di sampingmu. Jangan takut simpanlah, aku gak akan marah."


"Sayang. Mas gak tau harus bicara apa lagi. Kamu adalah wanita perfect. Kamu bisa membuat Mas tenang. Khawatir dan takut menjadi satu." kecup Triis.


"Jangan terus memujiku mas." senyum Luna.


"Kamu berhak di puji sayang."

__ADS_1


Jauh dari lubuk hati Luna, Luna meminta maaf perlakuannya kali ini membuat Triis tenang. Luna menatap kaca mobil arah jalan, semestinya ia ingin marah atas kesalahan suaminya dengan Sean.


'Maafkan aku mas, hanya untuk hari ini. Karena esok, aku akan berencana pergi dengan kedua anak anak meninggalkanmu.' deru batin Luna, sakit tak berdarah yang tertahan.


***


 


Di Tempat Lain :


DASAR BODOH, CARI MEREKA !!


Hal begitu saja kalian kehilangan jejaknya. Bodoh kalian pengawal yang sangat bodoh.


Alex memerintahlan orangnya untuk mencari Triis. Ia menginginkan Triis untuk terluka, karena ia pernah membuat kekacauan dan masalah padanya lima tahun silam.


"Triis. Kau pasti akan menyesal, kemanapun aku akan membalas perbuatan mu padaku." lirih Alex.


Sementara Luna yang menunggu didalam mobil. Tiba saja jarinya teriris dan berdarah. Luna menghisap dan memegang jarinya.


"Pertanda apa ini. Aku harap semua baik baik saja." lirih Luna.


Yang saat itu melihat Triis di luar dengan ponsel yang menempel ditelinga. Luna menatap galau, ia kasihan jika benar Triis mempunyai musuh dan mengancam jiwanya. Tapi Luna sakit tak ingin terluka untuk kedua kalinya. Apalagi pikirannya adalah Sean benar benar mengandung anak suaminya.


'Aku harus apa, ..?' batin Luna.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2