
Eeeuuukh!Aaaaaaakh!
Luna meringis dan meneteskan bulir Air mata. Terlebih saat benda itu telah tertancap, tubuhnya yang amat sakit dan Mual seolah semakin rengkuh dan ingin pecah. Tapi disatu titik Luna tak berdaya dan mencoba mengangkat kaki dan tangannya pada satu ikatan, ingin ia berteriak.
Tolong Hentikan ini menyakitiku, tapi tak bisa.
"Kenapa kamu berteriak, tidak ada yang bisa mendengarkanmu baby. Oooouwh! Cup, berhentilah menangis!" Lirih Triis yang menyadari.
Triis melepas ikatan topeng itu, meski masih memainkan. Ia terkejut ketika yang ia sentuh adalah Luna. Ia segera menghentikan ketika sesuatu tanda merah mengalir begitu saja. Triis menghentikan aksinya. Ia melepas ikatan dan tak terasa menatap Luna yang lelah ia segera menghubungi dokter.
"Hei, Bodoh kalian salah tangkap. Di dalam Luna bukan target sasaran!"
Para pengawal saling memandang, dalam batin nya ingin memberontak. Bagaimana bisa saat bermain tak bisa membedakan. Hingga mereka melaksanakan perintah Triis kala itu.
Triis yang meracau akan amarah. Terlebih hasratnya tertunda ketika menatap Luna mengeluarkan Darah begitu saja. Ia sedikit lemas dan pusing.
__ADS_1
"Ebon, kau urus wanita di dalam. Apa yang dokter katakan tolong dengarkanlah!"
Ebon mengangguk. Ia tau jika Tuannya itu phobia akan darah. Ia tak bisa melihat dan menatap darah dengan jarak yang dekat. Tak lama dokter menyatakan jika nona Luna telah baik baik saja. Setelah meminum obat penghilang rasa sakit, semua akan baik baik saja, termasuk kandungannya yang cukup stabil dan kuat.
Ebon mengangguk, sesampai di luar ia meminta Tuan Triis beristirahat sejenak. Ada rasa bersalah akan di mana memang Tuannya semakin drop dan lemas. Hal itu telah tau dari kecil, tak banyak yang tau jika Triis mempunyai satu kelemahan.
"Tuan, Nyonya Luna sedang hamil lima minggu. Dokter berpesan dan menyarankan agar."
"Cukup, keluarlah aku akan mengurusnya!"
Ebon pamit, ia berharap Triis dapat membuka hati dan mengasihani pada istrinya itu. Ia berharap Luna bisa mengambil hati tuan Triis. Sehingga semua akan aman dan baik baik saja. Karena ia lelah bersiteru dengan Kosim sang adik, sebagai asisten tuannya itu. Dia juga hati hati agar tak ketauan kelak jika dia membantu di pihak sasaran.
Sementara Di Berbeda Tempat.
"Apa yang terjadi lovely?"
__ADS_1
Keiy bertanya pada Erico. Ia memeluk sang suaminya dari balik punggung. Erico mengusap jemari sang istri. Meski mereka menikah belum di adakan resepsi tapi karena kondisi dan kesibukan harus ia lewati. Mereka bagai pasangan bacstreet yang diam diam dari media, dan hanya kerabat dekat saja yang tahu.
"Kosim, ia dapat kabar. Jika Luna masuk rumah sakit. Apa yang harus kita lakukan?"
Keiy terdiam, Ia memutar mata dan berfikir. Bagaimanapun ia ingin menjenguk Luna ketika mendapat penjelasan dari Erico.
Keiy menutup mulutnya, bagaimanapun Triis berakhir menyetubuhi istrinya. Jika saat itu aku, aku pasti akan hancur lovely?
Sssst! Erico memeluk erat Keiy untuk tenang.
"Kamu di rumah saja ya sayang. Aku akan menjenguk dengan papa!"
"Lovely, jangan tinggalkan aku sedetikpun. Sepertinya kita harus bersama sama menjenguk dengan Papa dan Mama. Aku tak mau tinggal sendirian."
Erico membalikan tubuhnya, ia menatap kekasih yang kini telah jadi istrinya kini. Ia memeluk dan berkata di balik punggung Keiy Almora dan sama sama menatap cermin.
__ADS_1
"Kita akan selalu bersama, aku akan bicara pada ka Triis. Untuk tidak mengganggumu lagi. Apapun itu, percayalah padaku!" bisik Erico halus.
Tbc.