
STREETH!
Rem mobil tiba saja berhenti mengekor mobil Triis. Luna mengendarai dengan taxsi, tapi ia terperanjat ketika sebuah mobil yang dinaiki berhenti menghalanginya.
"Ada apa pak?" ucap Luna.
ia menoleh dan membuka kaca, begitu terkejut akan seseorang yang berada di luar taksi menghampirinya.
"Maaf bu, saya keluar sebentar." tutur supir taxsi.
Luna mengangguk karena ada polisi tilang, meski menunggu selama sepuluh menit supir yang ia kendarai bebas dari penilangan. Tetap saja Luna kecewa akan hilang jejak Triis.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?" lirih Luna.
"Maaf ya bu, sekarang kita harus pergi kemana. Karena saya sudah kehilangan jejak mobil tadi."
Luna terdiam, ia berfikir untuk menemui kantor Keiy. Luna masih menyimpan kontaknya, hingga beberapa saat tersambung.
"Kenapa tidak ada suaranya?"
Luna tak percaya, sebuah ponsel tersambung begitu saja. Luna mendengarkan dengan hati hati dan suara seseorang yang ia kenal.
"Pak, kita ke pabrik Tua di kota ini ya, apa bapak tau Pabrik BougenHulk di tepi hutan Sea?"
"Pabrik itu jauh dari jalanan bu. Tapi saya hanya bisa mengantar di tepi palang. Ibu bisa masuk sekitar sepuluh kilo meter. Apa tidak apa saya turunkan disana, sebab di sana agak angker dan jalan yang sedikit licin. sebaiknya di batalkan saja jika tidak terlalu penting!"
Luna tak enak hati, ia tak perduli akan keselamatannya. Yang ia pikirkan adalah nyawa Nona Keiy yang sudah baik itu sangat terancam oleh suaminya.
__ADS_1
"Tidak apa pak, turunkan saya di tempat yang bapak bilang." memberi uang beberapa lembar, dan Luna menyusuri jalan.
- Gudang Angker -
"Hahaha. Kau tidak akan bisa pergi lagi Keiy. Suamimu telah di kirim ke negara amat jauh. Semoga saja orangku akan membuatnya sulit. Sehingga kau tidak akan bertemu lagi dengan Erico, kenapa kamu tidak suka?" Triis berbisik di telinga Keiy.
"Kamu sangat jahat pada adikmu Triis. Kau akan menyesal kelak."
Triis tertawa menyeringai, ia menatap dan menyentuh pipi halus Keiy. Lalu menatap Ebon di tepi pintu dan bersuara dalam hati.
"Kosim di mana kamu, aku tak mempercayai kakakmu jika terjadi sesuatu padaku."
Triis masih menatap wajah cantik Keiy, ia menautkan sebuah pisau kecil dan berkata padanya.
"Aku tak akan menyakitimu, asalkan kamu mau menjadi istriku. Bagaimana?"
Omong kosong, kau menipuku saja sudah cukup aku maafkan. Tapi jika kau mengulang dan membuat kepalsuan pada wanita sial itu, kau akan tau akibatnya kelak Keiy.
Memang apa yang kau ingin lakukan, Luna tidak bersikap palsu. Semua rencanaku karena aku sampai kapanpun tak bisa mencintai pria sepertimu.
Why! Why. Keiyra Almora. Kenapa kamu keras kepala dan tidak bisa mencintai aku?
"Karena kamu tak jauh beda seperti Mafia, Seperti bab-i Hutan yang kotor, penuh tipu daya dan menjijikan. Cuuuuih."
Sreeetth. Sebuah pisau terlihat silau. Triis mendekatkan pisau itu kehadapan Keiy.
"Aku ingin kamu bicara lagi, Apa yang kamu ketahui apa benar yang kamu katakan adalah kebenaran?" Keiy terdiam.
__ADS_1
Keiy lupa jika pengawal Triis pernah berkata untuk pura pura tidak tau aktifitas Triis yang kejam.
Tapi sudah jadi bubur adalah membuat Triis membencinya. Ia tak perduli jika Triis akan melukainya.
"Kamu berkata seperti itu tidak benar kan, atau siasat agar aku membencimu. Tapi sayang aku tak perduli. Aku hanya butuh kamu Keiy saat ini."
Triis meminta Agar Keiy dibawa ke kamar gudang yang telah di sediakan. Dengan ikatan yang masih menempel di kedua tangan Keiiy. Ebon memberi kode kedip untuk menurut.
"Maafkan saya Nona. Saya sudah meletakkan pisau di bawah kolong meja!" bisik Ebon.
Keiiy menurut, ia tau Ebon akan menolongnya secara halus, tak mungkin memihak pada kedua adik kakak secara terang terangan. Keiy hanya mengikuti naluri baiknya yang benar.
Triis yang mengasah benda tajam, ia meminta Ebon untuk menaruhnya di kursi jok mobil. Setelah itu berlalu pergi ke sebuah hutan untuk membuat pesaing bisnisnya tersungkur kalah. Keiy pun menatap Triis yang memberi punggung berjalan demi langkah meninggalkannya seorang diri.
Dan Di Ruang Berbeda, Triis Menghukum Pesaingnya.
"Maafkan saya. Saya harap anda mengasihani kami sekali lagi. Saya benar bangkrut dan ditipu oleh Jimmy! Tuan Triis. Saya mohon belas kasihmu!"
"Klien yang menipumu, itu urusanmu dan dia, urusanmu dan aku tidak sebanding bukan. Aku meminta kau mengganti rugi dengan hutan yang di batam dan rumah yang kau tempati. Hemmmph! Tidak itu belum cukup. Kedua anak gadismu apa masih suci, biarkan dia bermalam denganku. Aku akan menganggap Lunas. Bagaimana?"
"Aku mohon. Apapun itu jangan sampai masa depan kedua putriku hancur. Apa anda tidak mengasihani. Dia tidak salah, putriku tak bersalah, lepaskan kedua putriku dari masalah ini."
"Baik, aku beri waktu 24 jam. Jika kau tidak menemukan Jimmy atau kepalanya di hadapanku. Aku akan membuat perhitungan ganda padamu dan putrimu. Kau dengar Tuan Hasyim!"
Ebon merasa malu, ia bingung untuk mengubah Tuan Triis menjadi sediakala. Jika saja nona Keiy tak menipu pernikahan dan bertukar tempat pada Luna. Andai saja nona Keiy bisa membantu merubah Triis dan melunakkannya.
Hanya bisa menarik nafas akan keadaan yang serba salah itu. Ebon sang pengawal, berharap Keiy bisa keluar melepas diri.
__ADS_1
Tbc.