HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
RENCANA GAGAL


__ADS_3

Luna menoleh dan terkejut, ikut menjatuhkan makanan kucing. Sehingga membuat kamar berantakan.


"Mas, kamu mau apa. Lamu berdiri di sisi yang gelap membuat, si kucing Elang takut!"


"Lalu, kamu tidak takut padaku?"


Luna begidik ngeri, tapi ia berusaha untuk menguatkan pegangan erat agar nafasnya teratur. Karena nafas Triis menatapnya dan membungkuk sudah sejengkal berada dalam kungkungannya.


"Mas kamu mau apa?"


"Menurutmu. Apa aku ingin menyentuhmu. Jangan berharap lebih. Pergilah berganti pakaian. Kau harus menaruh suatu benda. Dan aku telah mempersiapkan seseorang untuk membuat rumah tangga Keiy wanita idamanku hancur perlahan!"


"Mas, bisakah kamu mencari wanita lain. Dia sangat baik pada siapapun."


Triis beranjak pergi dan meninggalkan Luna. Ia bilang menunggunya di bawah dengan sebuah mobil. Lalu ia meminta Ebon agar Luna cepat turun. Tapi belum sempat Ebon naik ke arah tangga. Luna telah turun dengan dress putih dibalut Sweater Jeans.


Triis menatap Luna semakin berbeda, lalu ia membuyarkan pikiran untuk tidak pernah jatuh cinta selain Keiy.


"Aku sudah siap Mas."


Triis segera menjentikan jari. Ebon pun langsung menyetir dalam kecepatam sesuai bunyi jentik Tuannya kala itu.


"Apa tidak berlebihan, meminta supir dengan suara jentik. Bahkan itu tidak manusiawi Mas?"


Ebon hanya menggelengkan kepala, ia hanya melirik Luna yang ditatap tajam oleh Triis.


"Menurutmu. Jika aku tak manusiawi. Mengapa kamu masih bertahan Luna!"


Luna terdiam, ada rasa sakit ketika ia ingin mengatakan. Aku menyukai pria kasar dan sikapnya. Karena aku yakin jika ia telah jatuh cinta padaku, ia akan melindungi dan membuat dirinya bahagia dan Triis akan berubah perlahan.


***


Berbeda di kediaman mansion mertua Luna.


Keiy menatap suaminya, Memeluk erat suaminya dan berkata.


"Aku amat mencintaimu tapi, badai masa lalu mu sepertinya tak tenang, bisakah kamu berjanji satu hal lovely!"


"Sayang aku paham kamu memikirkan Sasmita, Coba jelaskan padaku mengapa ia membuatmu gelisah?"


Keiy pun terdiam, sebenarnya selain para mantan, ia kesal akan sikap Triis beberapa hari lalu selalu mengancamnya.


"Dia akan tetap menjadi masa laluku kamu tak perlu khawatir percayalah!" bisik Erico.


Erico mencium tangan istrinya kala itu sambil menyetir.


"Baiklah lovely, kita tak perlu membahas aku mempercayaimu."

__ADS_1


Sebenarnya Keiy ingin memperlihatkan sebuah video dibutik, perkataan dokter Sasmita. Namun ia urungkan tak ingin berdebat yang menjadi beban nantinya. Ya Keiy yakin jika kehadiran para mantan ada hubungannya oleh Triis. Tapi ia tak bisa membuktikan saat ini.


Satu jam berlalu, Erico mengajak istrinya itu makan malam direstoran. Kali ini resto yang amat berbeda ia duduk diatas kolam dengan sebuah benda yang tak akan terjatuh terdapat menu makanan yang disukai, terdapat bunga dan lilin kecil di sekeliling kolam.


"Lovely. Kamu sudah menyiapkannya. Terimakasih." Keiy mencium tangan suaminya lebih dulu.


"Sayang. Bagaimana tadi dibutik Apa ada masalah atau keliru, maafkan mama ya sudah membuatmu lelah hari ini." Erico mengusap pipi istrinya kala itu.


"Hari ini berjalan dengan lancar dan ramai.


Soal meeting mu bagaimana Lovely?"


Meeting berjalan lancar namun lusa aku harus ke Eropa, Aku ingin pastikan kamu ikut ya.


"Tapi butik mama Lovely?"


"Akan aku pikirkan sayang, semoga mama mengerti, Sekarang kita makan dulu kasian hidangan ini di diamkan."


Keiy tersenyum ia makan sambil memercik bermain air sedikit di tangan kirinya, bunga mawar merah yang bertebaran membuat hatinya bahagia ia tak perlu khawatir dengan perlakuan manis suaminya. Hatinya sudah di pungkiri tidak akan tergoda dengan masa lalu atau wanita lain.


Mengingat ia sudah menjadi bos muda membuatnya sangat cemburu dan


ketakutan, entah mengapa setelah menjadi istri Erico. Kini ia lebih was -was dengan hatinya itu. Masa lalu Erico yang sering berdatangan membuatnya geram dan menyimpannya sendiri.


Dan kini ia harus melewati badai menghadapi Triis. Kakak ipar saiko.


Luna sampai di Apartment. Dia duduk bagai anak SD, ia duduk bagai mendapat hukuman. Triis melempar serbuk pada Luna.


"Apa ini, ini kantong kecil apa Mas?"


"Apa kau bodoh, aku memintamu untuk menjalankan misi. Satu jam lagi kita bertemu Papa. Aku hanya memerintahkan dirimu jadi jangan banyak bertanya!"


Luna terdiam, ia terperanjat akan sikap Triis yang selalu membuatnya terkejut. Saat Triis melepas pakaian dan mandi. Luna meremang apa itu serbuk apa. Ia mencicipi dan amat terasa manis.


"Mirip biang Gula, tapi ada pahitnya."


Triis meminta Luna membuatkan Teh. Saat itu ia membuatkan dan karena gula habis, ia berinisiatif mencampurnya.


"Pakai sedikit tak apa mungkin, lagi pula aku penasaran serbuk apa ini?" batin Luna.


Ketika Triis berada dikamar melepaskan lelahnya, ia bersandar dikursi panjang dan berendam air hangat untuk kakinya sementara Luna menatap bintang di balkon sambil berdiskusi dan bermanja cerita pada bintang.


Triis menatap istri sementaranya yang sedang bicara sendiri. Dia pun menghampiri duduk dan meminum tehnya. Tanpa sadar ia mengecap ada rasa yang aneh, ia pun bertanya apa Gula itu habis dan kamu Luna mencampurkan dengan apa?


"Mas, aku ga sengaja ini. Pluugh.."


Serbuk itu jatuh berceceran di lantai. Triis tersadar ia mulai merasakan panas ditubuhnya berkepanjangan beberapa menit kemudian setelah minum teh.

__ADS_1


Luna terdiam menepi di ujung balkon. Triis merangkul memeluk dari belakang. Luna menatap suaminya dan mata itu saling berpandangan ketika bola mata itu saling berhadapan dan saling tersenyum.


"Apa obat ini, dasar suami saiko. Mengapa meminta untuk di taruh minuman Keiy?" kesalnya Luna yang bodoh, ia mendapati kenyataan jujur obat apa itu.


Triis mengelus pipi pink istrinya dan melanjutkan melihat bintang dengan satu benda di tangannya. Sambil memeluk tubuh Luna dari belakang, sehingga wajah istrinya menempel di pipi Triis.


Luna merasa bahagia, mengapa ia baru sadar ketika sudah menjadi istrinya. Tak seburuk yang ia pikirkan, perlakuan manja dan manis berharap selalu seperti ini dan tak pernah hilang.


"Jika kamu mabuk, atau berada dalam pengaruh obat seperti ini. Kamu akan manis padaku Mas." lirih Luna.


Triis menggesek geseek bagian sensitif di belakang punggung Luna. Dan memeluk erat Luna. Triis pun tersenyum, lalu ketika sesuatu mengeras, ia pun membalikkan tatapannya.


melihat wajah suaminya benar benar tampan mengapa ia baru sadar.


Kehidupannya memiliki suami tampan adalah incaran berbagai wanita. Luna dulu hanya menyadari jika profesinya wanita kalangan bawah, penjual daging di pasar lokal. Namun setelah menikah Triis memperlihatkan siapa dirinya. Tapi anehnya ia semakin menyukai dan jatuh hati.


"Sayang, Apa yang kamu pikirkan ?"


"Mas, kamu panggil aku Sayang. Kamu tidak sadar ya?"


Triis tersenyum ketika istrinya membelai hidung dan kedua matanya yang memang indah, berbeda sehingga wajah istrinya amat dekat dan sedikit miring.


Triis pun menyergap dan mencium bibir istrinya yang lebih dulu maju, mereka menutup mata dan saling membalas hingga dalam dan merebahkan Luna. Hingga aksi panas itu semakin dalam.


Triis berada di atas tubuh Luna, dengan dalam lembut Triis membuka piyama kimono istrinya yang masih menyergap seluruh bibirnya. Membuat Luna sulit bernafas.


Sudah tak dapat di pungkiri jangan tanyakan Apa yang dilakukan selanjutnya. Mereka pun berpacu dengan gairah yang memanas. Dengan hawa panas ditubuh mereka kala itu. Luna dibuai oleh sikap manis Triis. Ia merasakan sengatan bagai aliran listrik, tak pernah ia menyangka jika setelah menikah akan mendapat bonus suami perkasa yang membuatnya lemas tak berdaya.


"Sayang, lepaslah. Aku akan membuatmu lemas hingga pagi!" Tawa menyeringai Triis. Dengan sorot mata yang merah dan berapi api.


Ke esokan paginya, Triis bangun dan menatap seisi kamar telah berantakan. Ia menatap Luna disampingnya dengan selimut putih tanpa busana. Dirinya pun sama, ia memutar pikiran apa yang terjadi saat semalam.


"Sial, wanita ini membuat rencanaku gagal."


Triis pergi dan beranjak membersihkan diri. Sementara Luna terbangun akan kemarahan Triis. Luna berusaha agar membuat hati Triis luluh jatuh padanya.


'Mas, aku akan berusaha, agar kamu tidak menyakiti Keiy. Aku akan mencegahnya sehingga kamu sadar. Aku wanita terbaik untukmu!' batin Luna.


Luna.. Luna cepat kau kemari!


Triis berteriak, membuat Luna yang telah berganti baju dan mandi di kamar mandi sebelah. ia bergegas mencari sumber.


Mengapa suaminya berteriak histeris seperti itu.


"Ada apa Mas?" tanya Luna.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2