HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
KARTU MATIMU


__ADS_3

Aakh! tidak. Aku hanya dan masih terlalu sore, aku hanya tertarik pada sebuah video online yang tiba saja muncul di layar ponselku. Aku akan berganti baju dan membuat makan untukmu Triis. Tunggulah!


Triis, dengan kilat menyambar tangan Luna. Sehingga posisi itu tersirat berada di balik punggungnya. Bisikan Triis membuat Luna hanyut dan sadar jika ia telah jatuh cinta pada Triis. Meski pria yang status suaminya tak akan menganggapnya.


"Lakukanlah, jangan pandai berbohong padaku. Aku melihat aksimu tadi langsung segera pulang hanya untuk melihat itu!"


Luna menarik nafas, sementara Triis duduk di sofa bed besar menatap Luna. Ia melihat wanita itu mulai menari dan meliukan tariannya. Triis tersenyum lucu tak menyangka akan hal seperti ini bisa Luna lakukan sesuai keinginannya.


"Dia melihatku, tapi dari mana?" benar saja saat Luna memutar tubuhnya. Luna melihat benda kecil cctv seperti bunga tulip yang tersembunyi di ruangannya.


Dua puluh menit, Triis menarik tubuh Luna. Segala hal telah menonjol. Tanpa helaian apapun di tubuh Triis saat itu. Luna masih terdiam kaku saat sudah berada dibawah kungkungan pria itu tanpa sehelai apapun.


"Jangan pernah bermimpi untuk mempunyai anak dariku Luna. Karena aku tak ingin terikat. Kau paham apa yang aku maksud!"


"Baiklah. Aku akan lakukan apa saja untukmu Triis."


Triis tersenyum. Ia sungguh lelah jika berganti wanita setiap saat untuk menuntaskan hasrat. Tapi saat Luna merubah moodnya. Triis mulai tergoda akan nafsunya.


"Kau akan menyesal, jangan pernah lelah saat aku meminta. Jangan pernah bersedih dan jatuh cinta padaku Luna!" bisik Triis, mulai menggerayangi dan menyesapi.


Luna mengangguk terpaksa. Jauh dalam lubuk hatinya ia sudah menaruh perasaan tinggi pada Triis. Entah mengapa perlakuan kasar dan kejammu aku menyukaimu Triis.


Sore itu mereka melakukan pergulatan tak biasa, ada suatu cengkraman yang membuat Triis, merasakan aliran terhappy saat bercinta. Triis menghujam berkali kali dengan gaya apapun.


Sementara Luna masih tetap mengimbangi dan membuat Triis yang lelah berada diatas tubuhnya.


Triis terkejut akan aksi Luna. Dia memainkan dari atas hingga ke ujung pangkal bawah dengan sempurna di mulutnya. Deruan nafas tak tertahan bagi Triis. Sehingga ia menikmati sambil menatap buku, meski Triis melirik aksi Luna yang masih bermain disana.


"Apa kau akan tahan lama. Luna aku akan melihat aksimu dalam melayaniku?" senyum Triis.


Triis masih bersandar di dipan kasur


dengan tenang dan masih membaca buku dengan gaya cool. Sementara Luna masih memainkan segala hal yang Triis inginkan. Ia tau tak bisa menghentikan aksinya tanpa Triis bicara Stop.


 


Ke Esokan Harinya.

__ADS_1


Luna seperti biasa ia meletakkan sarapan untuk Triis. Meski tubuhnya sedikit remuk tak bisa mengimbangi. Ia berpura pura untuk tahan dan kuat. Tapi ia akan belajar apa yang di sukai dan diinginkan suaminya.


"Pukul sepuluh. Aku izin keluar Ya. Akan ada tanda tangan kontrak, Euum.. proses lamaran kerja aku kemarin Triis?"


"Heuuummph." balas Triis.


Tanpa wajah yang menampilkan jawab Ya atau Tidak. Masih dengan sarapan dan menatap layar ponselnya.


Pria ini, sebenarnya dia izinkan aku atau tidak. Deheumannya itu menjawab Ya padaku. Atau layar ponselnya sih? Luna masih mencari cara untuk mengobrol dan menanyakan tapi tetap saja tak ada jawaban.


Triis langsung pergi dan merapihkan jas meninggalkan Luna begitu saja.


Bruuuugh!! pintu itu tertutup begitu saja.


Suara itu amat kencang. Luna merapihkan sisa makanan sarapan Triis. Ia segera bersiap untuk pergi ke suatu wawancara project yang dikenalkan Nona bintang padanya.


"Apa ini yang namanya pasangan suami istri, tapi soal hubunganku hanya sebatas partner diatas ranjang. Bahkan Triis melakukan tanpa adanya cinta. Tapi mengapa aku bisa tahan terhadapnya ya?" gumam Luna.


***


"Kau bodoh. Membereskan kerjasama Erico kenapa tidak bisa kalian gagalkan?"


Triss menaikan otot rahangnya dengan sempurna. Ia meminta Ebon memutar apa isi dari benda kecil itu. Ia menunggu dengan tangan berselingkup tangan, dan mengetuk sebuah pena ke meja. Ia masih memikirkan rencana untuk membuat Erico lenyap dalam bisnis.


Triis terkejut akan Keiy yang mengetahui rahasia terbesarnya. Ia melemparkan sebuah vas bunga hingga terpental kaca pecahan mengenai kaki pengawal dan asistennya itu.


"Bodoh kalian semua. Hanya dengan wanita seperti Keiy kalian bisa kalah?"


Ebon menarik nafas, ia juga ingin berkata jika Tuannya juga bisa dikalahkah dan di ancam oleh wanita pintar dan perfect seperti Keiyra Amora. Tapi ia tak berani sepatah katapun untuk bicara.


Tredeeth.. Treedetth. Getar suara ponsel.


Triis mendapat pesan yang jelas begitu saja. Membuatnya semakin ingin meninju seseorang dalam sekejap. Ia tak perduli akan kritis atau mati ditempat.


"Sudah putar, aku bukan mengancam. Tapi Jika kau mencoba menculik, memaksaku dan menjatuhkan nama Erico. Aku akan membuat berita viral tentang saiko hasrat burukmu. Klien akan memutuskan kerjasama dan kamu yang akan bangkrut Triis!" isi pesan suara.


Triis terdiam, rupanya wanita yang benar ia sukai berusaha ikut bermain. Ia telah tau kartu matinya. Dia telah tau hal apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan.

__ADS_1


"Untuk sementara kau akan aman Keiy. Tapi nanti kau akan lihat, sesuatu peliharaanmu yang kau kirimkan untukku yang menghancurkan dirimu dan Erico."


Hahaahaa. Triis tertawa seringai menampakan wajah iblisnya. Lalu pergi ke suatu tempat, tak khayal Ebon mengekor kemana langkah Tuannya.


.


Dan Kembali Ke Luna :


"Thanks ya Tala. Berkat kamu aku bisa diterima. Sekarang aku punya pekerjaan baru tanpa terikat." ujar Luna.


"Yeiiiy.. udahlah. Eeeikee tutup telinga dan semua panca indra yang masih sempurna ini. Menjaga rahasia, terutama burung eeeikeuu nih ya. Hhhhiiihiii, eikeuu tau yeey, masalah yeeeiy itu pasti berat kan?"


Luna hanya cengingis diam, ia berkata semua baik baik saja dan ia juga sudah izin.


"Yeeiy cepat pulang. Cerita lagi pada suami kejam, serammu itu. Jangan ampe eeikeeu terlibat kena getahnya. Kan manisnya yeeiy udah dapet .. Ahaaaahaaa." goda Tala. Dan Luna pun hanya merona saat di goda.


Setelah hampir menepi di sebuah Apartment. Panggilan masuk dari seseorang. Nomor tak dikenal itu membuat Luna bingung. Akhirnya ia mengangkatnya dan berbicara selama dua puluh menit dan menangis sedih.


Luna segera menghubungi Triis. Ia ingin meminta izin untuk pergi ke desa karena sang Ayah jatuh sakit.


"Triis. Aku mohon angkatlah!" gumam Luna. Ia masih membanjiri rasa sedih, khawatir dan tangisannya begitu saja. Lalu ia segera mengambil koper dan memasukan beberapa baju. Lantas ia mencari taksi online untuk pergi saat itu juga.


Wanita penuh intrik. Keiy mengapa kau sama seperti ibu sambungku. Mama Maya yang membuat aku benci tak termaafkan.


"Kau bisa manja dan diperlakukan Raja. Tapi kenapa hanya kamu. Bunda ku meninggal karena kehadiran mamamu. Tapi mengapa kamu mengejarnya tanpa berunding Erico?" lirih Triis.


Tuan sudah cukup, sudah banyak minum malam ini. Mari saya bantu untuk segera pulang!


Ebon ingin sekali mengatakan jika Luna pergi. Tapi ia tak bisa memberitau saat kondisi Tuannya yang telah mabuk. Jika saja ia mabuk sendiri sudah pasti akan ada wanita berjejer merebut untuk terpilih. Karena itu adalah satu satunya cara untuk bergaya mewah dan terlihat kaya.


"Kemana wanita itu. Luna kau dimana?" teriak Triis, ia memegang sebuah besi kecil. Saat sampai rumah.


Sehabis mendongkrak mobilnya yang mogok tak jauh dari Apatment kediamannya.


"Apa kamu yakin, papamu harus segera di operasi dan membuat jantungnya berdetak lagi!" dokter Vano.


Luna mendengar itu dari dokter langsung melemas. Tak pernah terfikir sang ayah akan mengidap penyakit jantung dadakan begitu cepat. Sementara ia mendapati kabar dari Ebon, jika suaminya sedang mabuk dan di izinkan lebih dulu ke desa lebih awal.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2