HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
MERTUA VS SUAMI


__ADS_3

Mama mertua datang, Ia adalah Mama Maya. Keiy menyambut peluk cium pipi pada sang mama. Lalu ia bertanya.


"Apa mama sendiri, kenapa ga bilang kalau mau kerumah sakit. Bisa Keiy mampir kan?"


"Ya sayang. Awalnya Mama ga kepingin ikut. tapi merasa bosan dan cukup istirahat. Mama antusias kemari temani Luna. Sudahlah kamu sibuk, biar Mama dan Papa jaga Luna!"


Keiy dan Erico pamit. Lalu tiba saja mama Maya memanggil kembali.


"Keiy, beberapa waktu kita harus bahas masalah serius. Mulai saat ini jika kamu sudah tak sibuk, tinggal lah di mansion. Mama juga akan ajak Luna sehingga Triis akan pulang ke mansion!"


Keiy menatap Erico. Apa jadinya jika ia tinggal satu atap meski rumah itu sangat besar dan Luas. Tapi ia masih tak nyaman dengan adanya ka Triis yang akan selalu mencuri waktu. Keiy melirik dan mengedipkan mata seolah gugup.


"Mmmmh Ya. Ba- baiklah Mama. Mama ga perlu khawatir. Kami pamit."


Keiy disepanjang jalan terdiam, Erico menatap sang istri dan menenangkan dengan membelai jemari manisnya.


Sssrrrt!


Erico membalikan setir mobil dan berputar arah melaju suatu tempat yang mungkin Keiy sukai.


"Lovely, kita akan kemana?"


"Sayang, malam aku akan menemanimu pemotretan. Setelah dari tempat ini. Aku akan ke kantor dan medampingimu setelah membawa berkas tertinggal!"


"Lovely, tapi ini sebuah Villa. Kita mau apa?"


Erico mencium jemari Keiy. Ia tersenyum dan berkata.

__ADS_1


"Aku akan memanjakanmu dan kamu harus memanjakanku. Ada hal aliran yang tertunda sejak berapa malam kita sibuk bukan?" Keiy hanya bisa tersipu malu, lalu bersandar di pundak Erico.


 


***


Mansion S.


Triis memanggil Luna dan berteriak seakan ingin memakan mangsa.


"Luna. Cepat keluar kamu!"


Triis, jangan berteriak Luna sedang istirahat. Ada apa sampai berteriak seperti itu? tanya Mama.


"Aku sedang memanggil Luna. Tidak perlu ikut campur!"


Aku tak menginginkan Luna tinggal di mansion ini. Akan sulit jika aku berada disini. Luna istriku, jadi aku berhak memerintahkan dia ikut bersamaku.


"Aaaauuw! sakit Tuan Triis. Jangan menyeretku seperti ini, ada apa?" lirih Luna.


Triis mencibik senyuman jahat. Kau jangan berpura pura dan hanya alasan kan, tinggal disini apa kau ingin seperti Ratu? bisik Triis.


Luna terdiam beberapa saat dan menatap suami sementaranya itu.


"Baiklah, aku ikut denganmu. Apa yang kau akan lakukan aku siap." Luna menarik nafas dan menahan rasa sakit perutnya yang sedikit kram.


"Triis. ingat Luna sedang hamil!"

__ADS_1


Seketika Triis sadar. Minuman wine membuatnya hilang akal. Jelas terlihat oleh Luna sikap dan wajah Triis berbeda kala itu.


Triis melepas eratan tangan Luna. Dan masuk berlalu ke kamar tak memperdulikan ketiga tatapan padanya.


"Luna. Kamu harus banyak bersabar dan melembutkan hatimu. Percayalah jika kamu sabar Triis akan sadar ketulusanmu!"


"Ya, masuklah temani suamimu di kamar bicaralah. Jangan panggil Tuan Triis lagi!"


Luna terharu akan kedua mertua yang baik. ia pamit dan melangkah masuk kedalam kamar Triis. Saat ia menutup pintu, ada rasa tak percaya dengan tatapan amat dekat. Triis yang tergeletak di kasur dengan kemeja yang menyeluruh terbuka dan melentangkan kedua tangan dan kakinya di kasur besar.


Luna menatap wajah pria itu amat dekat, ia memandanginya. Perlahan membuka kedua sepatuya dan membereskan jas yang tergeletak sengaja dilempar. Luna perlahan membenarkan posisi kepala Triis dengan bantal lembut juga membenarkan posisi tangan dan kaki nya agar tak terjatuh.


"Dia Ayahmu nak. Tapi apa bisa ibu akan bertahan dan kamu akan mendapat kasih sayangnya?" lirih Luna.


Luna mengelus perutnya yang masih rata. menatap wajah pria tampan dan tubuh maskulin yang perfect berisi. Membuat ia sedikit gerah entah mengapa, ia sedikit bingung. Mengapa takdir sangat tak bisa ditebak. Pertama kalinya ia bertemu dengan pria ini dan pertamakalinya ia disentuh oleh pria yang tak sengaja akan pernikahan begitu saja sangat cepat tanpa rasa cinta.


Awal mula ditolong oleh nona baik, mengingat hal itu, ia sedikit kesal akan perbuatan kakak tirinya.


"Semua ini karena ka Anton!" cibir Luna. Tak lama Luna berdiri dan kakinya sedikit lesu, ia jatuh dan tepat di atas tubuh suaminya kini.


Luna terdiam, ia bingung dan berusaha bangkit perlahan. Tapi tiba saja Triis membalikkan tubuhnya dan membuka mata sedikit. Sehingga posisi itu berbalik Luna berada dibawah kungkungannya. Luna semakin berdebar tak percaya. Menatap wajahnya yang lembut seperti ini merasa sangat bahagia.


"Kau menggodaku?" lirih Triis.


"Eeuum. Aku tadi a-ku hanya."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2