HASRAT CINTA

HASRAT CINTA
PESTA ARISAN


__ADS_3

Luna menangis haru, ia berkata untuk sadar diri. Tapi aku hanya gadis kampungan, aku merasakan perubahan saat malam Triis memperlakukan manis padaku, tapi aku sadar dia tak pantas dan tak sadar saat itu.


Keiy tersenyum, aku tau kamu pasti sudah jatuh cinta pada Triis. Aku akan berusaha untuk mencari sesuatu kebiasaan Triis. Perlahan kamu harus mengubahnya dan menjadi wanita nomor satu yang membuat candu Triis. Aku yakin kamu bisa Luna.


Percakapan dalam bangsal rumah sakit, membuat Luna kagum kebaikan model terkenal yang cantik parasnya.


-----


Beberapa minggu kemudian. Luna kembali dari mansion.


Kedua mertua mereka sangatlah sedih akan kehilangan cucu yang harusnya menjadi suasana ramai di rumah. Luna yang membantu mama mertua dan menemani ke pasar serta ke salon pun sedikit tak enak hati.


"Luna. Kamu sudah pilih baju yang kamu inginkan?"


"Mama, ini berlebihan. Harganya saja mahal apa Luna pantas, ini ga cocok buat Luna Mah."


Maya menggeleng, ia sungguh tidak tau akan selera anak muda trend masa kini seperti apa yang bagus.


"Lho, itu Nona Keiy Mah."


"Keiy. Kamu harus terbiasa memanggil nama Luna. Kita sudah bagian keluarga!" titah Mama Mertua.


"Ya Mah, maaf." balas Luna.


Hai Mama, Hello Luna. Maaf aku terlambat ya.


Beberapa menit mereka berbincang, Mama mertua pulang lebih dulu ditemani pengawal, karena di rumah sudah ada tamu.


"Keiy, Luna. Mama lebih dulu ya. Kalian happy aja dulu. Tamu sudah datang."


"Ya. Mama oke. Mama hati hati Ya!"


Keiy mengajak Luna ke butik dan memilih milih dengan gaun yang pas untuknya. Tapi tidak dengan Luna yang kebingungan.

__ADS_1


"Luna, Malam nanti ada makan malam dari keluarga teman arisan Mama. Banyak klien Papa mertua kita, Suami kita juga datang. Aku udah pilihin baju untuk gaun kita kenakan. Aku harap kamu ga menolak ya!"


"Tapi, aku ga terbiasa dengan lengan yang terbuka. Eh gimana ya?"


Keiy berbisik, ini sudah saatnya membuat Triis terpesona. Aku sudah mengirim box baju lingerie untuk kamu menggoda suamimu. Aku mengirimkan sebuah video agar kamu pelajari.


"Next saat aku ada waktu, kita latihan bersama!" bisik Keiy tersenyum melirik Luna.


Luna saat itu menjalani treatment seluruh body bersama Keiy. Terlebih ratus dan berbagai detok. Setelah itu mereka di tata make up dan gaya rambut hingga membuat seluruh tubuhnya bersih, bercahaya dan segar.


Beberapa jam kemudian, Keiy berkata pada stylish langganannya.


"Oke, ini perfect good. Thanks ya Maar!" Oke Nona. rebees khan. Mengedip mata.


"Luna ayo buka matamu, lihat ke cermin sekarang!"


Luna dengan gaun simpel yang melekuk tubuh indahnya, dengan baju berwarna silver payet Army. Membuatnya glowing cantik natural dengan lengan dan punggung terbuka membuat Luna sedikit risih. Ia mencoba berjalan dengan leluasa perlahan untuk terbiasa.


"Terimakasih sudah permak aku Keiy. Tapi perubahanku tetap saja. Jauh lebih perfect kamu Nona Keiy!"


***


...-- Pesta Arisan --...


Perjamuan telah tiba satu jam lebih yang lalu.


Terlihat Tuan Steva dan Nyonya Maya menunggu kedua menantunya itu. Sudah banyak klien yang tiba menunggu. Terlebih Erico dan Triis yang baru saja tiba.


"Mah, lihat Keiy?" tanya Erico.


"Kami juga sedang menunggu, Keiy mengajak Luna untuk mempercantik. Tapi udah jam segini juga belum datang!" balas Mama.


Erico mencoba menghubungi sang istri. Tapi berbeda dengan Triis yang di sudut meja meminum air berwarna yang telah beberapa gelas. Tak lama sang papa menghampirinya dan mengajaknya berbicara pada Klien penting.

__ADS_1


"Wah, Tuan Steva. Selamat atas pernikahan kedua putranya. Kami jadi ga sabar melihat para menantu keluarga termewah ini." ucap Bondan. Teman Papa.


"Ahaaaahaa. Kau berlebihan Bondan."


Triis hanya menyumbingkan alis dan senyuman. Ia berharap Luna tak hadir karena mempermalukan membuatnya malu. Luna datang pasti dengan gaya kampungannya itu. Sudah pasti aku akan malu. Gerutu Triis saat itu.


'Lebih baik aku menunggu Keiy. Adik ipar yang aku harapkan menjadi pendamping yang perfect seperti dirinya.' batin Triis, meneguk minum.


Erico menghampiri sang papa, ketika di panggil. Ia mengenalkan pada sahabat sang papa. Terlebih pak Bondan dan kerabat Lain mengenalkan, ia tau akan nama istri yang tak asing diberbagai acara, diberbagai berita yang selalu jadi perbincangan akan talenta dan budi sepak terjang go internasional.


"Wah Erico. Hebat istrinya Nona bintang yang perfect. Sungguh serasi sekali, tapi pasti kalian menunda mongmongan karena yang saya tau. Kesibukan kalian padat bukan. Apalagi Keiiy si bintang bersinar itu?"


Erico hanya membalas senyum dan merendah. Tapi Triis menunjukan sikap tak sukanya pada Erico sang adik.


'Aku akan menghancurkan hubungan kalian yang manis, tunggu saja adik ku!' batin Triis.


Suara acara di mulai dengan tarian dansa. Tiba saja suara mobil berhenti di depan para tamu yang telah ramai melihatnya. Keiy dan Luna berjalan masuk dengan senyuman. Tak lupa seseorang mengabadikan akan pesona Keiy kala itu. Keiy terhenti melangkah dan menggandeng Luna untuk berjalan dengan elegan. Karena ia paham Luna pasti akan grogi dan gemetar saat itu.


"Luna, rileks dan bayangkan. Aku mendoakan kamu agar berhasil malam ini. Kamu harus agresif dan ingat tarian tiang tadi ketika kita berlatih, aku harap kamu tak melupakan itu!"


"Ya Keiy. Aku akan berusaha. Terimakasih."


Langkah mereka dengan senyuman, Keiy menyapa kedua mertuanya. Juga memeluk Erico dan disambut mesra. Luna terdiam ia harus bagaimana melihat aksi Keiy yang telah terbiasa terekspos mesra dan melakukannya dengan baik. Terlebih ia sedikit takut akan wajah ketidaksukaaan Triis yang menatap ke arah Keiy dan Erico.


"Eeekh!wanita ini siapa. Cantik sekali tapi kok kaya pernah liat dimana ya?" ucap tamu tak jauh dari Luna.


Luna yang mendengar para tamu ibu- ibu itu membicarakannya. Dan ia hanya bisa memejamkan mata dan berkonsentrasi.


"Aku ga boleh menyerah. Triis, aku akan bersabar akan sikap acuhmu padaku!"


Praaaagkh... Triliiing.


Triis menjatuhkan sebuah Gelas, sehingga semua tamu dan orangtuanya menatap ke arah Triis saat itu. Luna pun menatap Triis dengan melotot ke arahnya, karena terkejut.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2