
"Tala, aku harus gimana. Pendarahan pada Luna, bagaimana jika Triis tau. Semua salahku aku harus bagaimana?"
Tak lama, di sudut terlihat Triis berjalan menghampiri dengan tatapan tajam. Triis menatap lurus di ikuti pengawal dan Ebon.
"Eeeiiy baru diomongin! Pria seram, tiba aja tau dan tiba. Bagaimana bisa mereka sampe sini Nona?" pekik Tala terperanjat.
"Tala, pergilah kamu bisa pulang. Aku ga mau kamu terlibat dan tutup mata, telinga kamu mulai saat ini. Jika sesuatu padaku, karena ini masalah intern!"
Tala begidik ngeri, ia langsung pergi menenangkan diri di sebuah kantin tak jauh. Tak lama Triis sudah berdiri menatap Keiy yang saling menatap tajam.
"Aku menemukan kalian, jangan bodoh untuk bisa kabur. Jika Luna terjadi sesuatu kau harus tanggung akibatnya Keiy!"
Triis membenturkan bahunya pada Keiy. Keiy masih terdiam kaku, menatap wajah Triis di ikuti pengawal yang mengekor.
Haaah! ini semua karena dia yang berusaha mencari masalah, tapi aku merasa bersalah akan Luna yang kini kehilangan bayinya.
"Nona Keiy, sebaiknya anda pulang. Luna biar kami tangani. Sebelum Triis berubah pikiran!"
EBON!! Teriak Keiy, ia menarik nafas tak habis pikir akan pengawal yang berada di pihak siapa. Terkadang ia membantu, tapi masih dalam kungkungan sikap Triis yang salah dan kejam
"Aku tidak akan pulang, sebelum menemui Luna!"
__ADS_1
Tapi Nona Keiy! teriak asisten itu berusaha kembali mencegah Keiy.
"Aku tidak akan takut pada Triis kali ini. Aku akan melawannya. Sekalipun dia berusaha menyakitiku lagi!"
Keiy berusaha masuk, namun saat ia ingin membuka pintu. Keiy menatap kaget saat Triis mengancam Luna.
"Kau sudah berani mencoba masuk kedalam perangahku ya, ingat sekali lagi kau sok menjadi pahlawan. Kau akan aku habis Luna. Terlebih Ayahmu akan susah mengenaskan di desanya kini !"
Luna terdiam, ia pikir Triis akan iba padanya karena tidak mudah, menerima kehilangan bayinya. Luna sadar bahwa anak yang di kandung tak diharapkan oleh suaminya, sehingga Tuhan telah mengambil cepat darinya.
Luna menangis sejadi jadinya dan berusaha menahan amarah, agar ia tak mengeluarkan kata tidak pantas.
Hahaaaa! Triis menoleh, ia tersenyum jahat. Menghampiri Keiy dengan kilat. Sehingga langkah Keiy kala itu terbentur di balik tembok. Luna yang ingin membantu tapi ia tak berdaya dan hanya bisa melihat aksi suaminya untuk memohon berhenti. Karena menyakiti tubuh nona Keiy yang terpental kasar.
"Kau mau aku apa Keiy?"
Keiy menatap Luna. Ia tidak tega akan nasibnya, tapi ia juga tidak bisa mempermainkan nasibnya.
"Aku ingin kamu memberi kesempatan, Selama pernikahan enam bulan kontrak kalian. Jika Luna tidak menyentuh hatimu. Aku bersedia melakukan apapun. Asalkan jangan sakiti Luna dan keluarganya. Satu lagi berdamailah pada Erico. Erico dan ibu sambungmu adalah orang baik. Kejadian ini semua ide dan salahku Triis. Aku minta maaf!"
Triis tersenyum menang, ia melirik Luna dan menaikan alis.
__ADS_1
"You Are Serious!"
"Yes, i am serious with you Triis."
Aku mohon padamu, asalkan kamu memperlakukan Luna seperti kamu benar mencintaiku. Asalkan kamu tidak mempersulit Erico. Agar aku bisa melihat cara sikapmu pada wanita sebaik apa, dan setulus apa kamu menginginkanku.
"Oke. Akan aku pertimbangkan. Erico akan pulang dengan cepat. Tapi kau harus datang ketempatku besok. Kau harus menemaniku selama beberapa jam. Kita akan bahas lagi nanti!"
Triis keluar, ia menepuk tangan dan membenarkan jas. Lalu ia segera pergi meninggalkan ruangan yang hanya Menyisakan Luna dan Keiy.
Keiy segera memeluk Luna dan mengatakan semua akan baik baik saja. Ia meminta percaya akan sikapnya dan perkataan nya tadi pada Triis.
"Luna, aku mohon jangan berfikir buruk. Aku berusaha melindungimu. Karena kamu tidak perlu tau kesadisan Triis saat ini. Pulihkan kesehatanmu dan aku akan membantumu!"
"Apa maksud mu, Nona Keiy. Triis hanya ingin kamu bukan aku?"
"Itu ga benar, berjanjilah satu hal. Kamu berusaha untuk membuat Triis jatuh hati padamu. Agar aku lepas dan kita semua menjadi keluarga yang damai!"
Luna terdiam, di raut wajah Keiy itu tersirat wajah tulus, bukan kepura puraan.
Tbc.
__ADS_1